Cinta Jessika

Cinta Jessika
Tidur di luar


__ADS_3

Mansion Andre pukul 19.30.


Endah terlihat resah karena Jimmy tak kunjung tiba di Mansion Andre untuk makan malam bersama seperti biasanya, sejak sore tadi ia sudah menahan kesal pada suaminya itu, karena sang suami sangat sulit untuk di hubungi.


Hari ini Jimmy tak seperti biasanya, biasanya ia pulang bersama dengan Andre ke Mansion Andre terlebih dahulu menjemput sang istri kemudian makan malam bersama sebelum mereka pulang ke Mansion pribadi mereka yang berada di samping Mansion Andre.


"Ih, si Babang nyari mati nih, bener-bener ngeselin." Umpat Endah dengan meninju-ninju telapak tangan kirinya dengan tangan kanannya berulang-ulang kali yang memancing tawa Andre yang melihatnya.


"Rasakan kau Jim, singa betina mu sudah siap untuk mengaung... Makanya jangan sok jadi pahlawan kesiangan membantu Ayah mertua yang memang harus di beri efek jera." Batin Andre yang sangat senang akan melihat perang dunia untuk kesekian kalinya dari sepasang suami istri itu.


"Dadd, jangan gitu ah! Endah kesel kok di ketawain." Tanya Jessica yang tengah duduk bersandar pada dada bidang Andre sembari menepuk paha sang suami.


"Ibu hamil kalau marah lucu ya sayang?" Tanya Andre pada sang istri yang masih duduk bersandar pada dada bidangnya.


"Iya lucu Dad, Daddy mau aku marah kaya Endah biar terlihat lucu juga?" Jawab Jessica yang langsung mendapatkan pelukan dari sang Suami.


"Jangan sayang! Kamu tidak aku izinkan untuk marah padaku, Karena marahmu itu sangat tidak lucu, marahmu itu bisa menyiksa diriku dan juga adik kecilku." Bisik Andre ditelinga Jessica dengan suara yang berbisik membuat bulu - bulu halus di tubuh Jessica meremang.


"Daddy... Hentikan!! Jangan membisiki ku dengan suara seksi mu itu, aku jadi ingin...."Jessica berkata sambil meremas pangkal paha Andre.


"Ingin apa sayang? Katakanlah aku ingin mendengar keinginan mu sayang!" Bisik Andre di telinga Jessica dengan suaranya yang lembut dan terkesan serak-serak basah.


"Aku ingin memakan mu Dad, sampai kau berkata adik kecilku sudah tak sanggup lagi berdiri." Jawab Jessica dengan suara seksinya di telinga Andre kemudian memcium leher panjang sang suami.


"Auhhh... Jawaban mu begitu menggiurkan sayang," balas Andre yang kemudian mencium pipi sang istri.


Endah yang sedang kesal karena suaminya tak kunjung tiba dan tak bisa dihubungi, di tambah lagi harus melihat adiknya bermesraan tidak memamdang tempat akhirnya membuat dia melampiaskan rasa kesalnya kepada sepasang suami istri di hadapannya.


Ia mengambil bantal dan langsung melemparkannya tepat mengenai wajah sepasang suami istri itu.


"Aduhhhh..." Rintih keduanya bersamaan.


Jessica langsung bangkit dari duduknya dan langsung mengambil bantal yang Endah lempar tadi padanya. Ia berjalan menghampiri Endah dan memukul Endah dengan bantal yang Endah lempar tadi padanya.


"Aduhhh....sakit Jess." Rintih Endah yang baru saja di pukul sekuat tenaga dalam jarak dekat oleh Jessica.


"Gue juga tadi sakit di lemparin batal sama lo, pakai kejedot pala bagol laki gue lagi." Ucap Jessica dengan singit.


"Kejedot pala bagol yang atas aja lo protes, coba pala bagol yang bagian bawah kalau gak bilang ohhh yes ohhh no..." Ledek Endah dengan senyum menyebalkannya.


"Ahhh... Kaya lo gak aja, bilang aja lo pengen tapi laki lo gak ada."

__ADS_1


"Nah itu lo tau, tanyain gih sana sama laki lo, laki gue kemana? Masa gini hari gak nyampe-nyampe. Ibu sama Anna udah hampir kelar tuh masak makan malam. Sambil gue nemenin Ibu sama Anna masak, lo tanyain ya sama laki lo itu, ok!" Perintah Endah pada adiknya yang tanpa menjawab Jessica langsung kembali kepangkuan suaminya dan langsung menanyakan perihal Jimmy pada suaminya itu.


"Dad,..."


"Hemmm..."


"Kak Jimmy kemana Dad? Kok belom nyampe sampai sekarang?"


"Gak tau dia kemana sayang, yang pasti dia lagi jalanin misi perdamaian."


"Misi perdamaian apaan si Dad? Emangnya siapa yang lagi perang? Orang Negara kita udah merdeka mana ada lagi perang. Daddy mulai ngehalu deh."


"Pokoknya ya Misi perdamaian, nanti juga kamu tahu misi perdamaian apa, Negara kita emang sudah merdeka dan gak lagi perang tapi banyak rakyatnya yang lagi perang sama perasaannya."


"Apa sih nih Daddy, mulai ngelantur deh ngomongnya. Udah cepet kasih tau kemana Kak Jimmy?"


"Gak tau sayang, aku gak ngantongin dia."


"Ishhh...Daddy, aku tau Daddy gak ngantongin dia tapi dia gak di suruh lembur sama Daddy kan?"


"Mana berani aku nyuruh dia lembur lagi sendirian, kamu kaya gak tau aja singa betina Jimmy bisa menerkam aku sampai babak belur." Jawab Andre yang membuat Jessica tertawa karena mengingat kejadian dimana suaminya habis-habisan di pukuli oleh kakak perempuannya.


"Iya-ya aku berhenti ketawa deh." Ucap Jessica yang menghentikan tawanya dan melihat wajah suamiya yang di tekuk.


"Dad..."


"Hemmm...."


"Roman- romannya sebelum atau sesudah makan malam akan ada drama pertengkaran antara suami istri nih Dad, seru pasti Dad!"


"Oh iya pasti seru itu sayang, kita akan menyaksikan perang dunia ketiga." Sahut Andre yang begitu meyakini ucapan sang istri.


"Wahh,, tontonan drama cinta live gratis nih Dad, kamu pegang siapa Dad, Endah apa kak Jimmy?" Jessica mengajak taruhan seperti biasanya.


"Kali ini aku pegang kamu aja sayang, aku yakin kamu pemenangnya."


"Loh kok Aku?"


"Iya kamu..."


Prankk!!!!! Suara piring terjatuh dari arah dapur.

__ADS_1


"Suara apa tuh Dad?" Tanya Jessica dengan bola mata yang mencari arah sumber suara.


"Sepertinya suaranya dari arah dapur. Perang dunia sudah di mulai sayang, ayo kita tonton!" Jawab Andre yang kemudian menuntun sang istri berjalan menuju dapur.


Suara piring terjatuh itu ternyata dari piring yang dijatuhkan Lestari secara tidak sengaja ketika melihat kehadiran Nico bersam dengan Jimmy dan Leon.


"Mau apa Anda kesini Hah?" Pekik Endah dengan berkacak pinggang menatap tajam kearah Nico yang berdiri disamping Jimmy.


Nico hanya diam, mengikuti arahan Jimmy, membiarkan Endah meluapkan emosinya sebelum merayunya nanti pada akhirnya.


"Jadi kamu hilang gak ada kabar susah di hubungin, kamu lagi pergi sama dia?!" Pekik Endah lagi dengan amarahnya yang meledak-ledak.


"Pengkhianat!!! Kamu nyari mati Babang, mulai hari ini sampai anak kami lahir kamu tidur di luar!"


Glek!! Jimmy menelan ludahnya dengan susah payah mendengar ucapan istrinya barusan.


Andre yang bertemu pandang dengan Jimmy langsung mengisyaratkan Jimmy dengan tangannya yang seakan memotong lehernya sendiri.


Jessica yang melihat kejadian di depannya sedang terdiam memutar otaknya, ia sedang mengaitkan kejadian dihadapan dengan apa yang baru saja ia bahas dengan sang suami.


Ketika otaknya sudah bekerja dan dapat menyimpulkan semuanya. Jessica langsung menatap tajam suaminya yang setia berdiri di sampingnya.


"DADDY" pekik Jessica dengan suara melengkingnya yang seketika membuat Andre menutup kupingnya.


"Aduhhh sayang kenapa teriak di kuping aku sih?" Keluh Andre yang belum menyadari istri di sampingnya sudah bertanduk.


"Inikah yang Daddy bilang perang dunia ketiga?" Tanya Jessica dengan nada tingginya. Ia berkacak pinggang menatap tajam suaminya yang sudah seperti ayam sayur.


"I-iya sayang." Jawab Andre yang sudah mulai merasa cemas.


"Ughhh... tidur diluar!!" Ucap Jessica yang kemudian berjalan meninggalkan Andre dan yang lainnya.


"Arghhh.... Sial kena getahnya juga." Umoat Andre yang menggaruk rambutnya dengan kasar.


Andre dan Jimmy kembali bertemu pandang dan Jimmy membalas Andre dengan menggerakkan tangannya seakan memotong lehernya sendiri.


"Kena kau Andre, menderitalah bersama jangan kau main aman sendiri." Batin Jimmy yang senang melihat adik ipar sekaligus sahabatnya mengalami nasib yang sama.


"Sialan kau Jim, ide mu sungguh menyusahkan hidupku." Batin Andre yang mengumpati Jimmy.


"Ck, aku akan menikmati pemandangan kesengsaraan kalian karena ulah kedua adikku yang merajuk. Dasar pria-pria bucin!" Batin Leon yang selalu bahagia ketika melihat penderitaan kedua adik iparnya.

__ADS_1


__ADS_2