
Mata Fabian mengerjap-ngerjap saat sinar matahari pagi masuk ke dalam ruang kerjanya dari celah-celah kain gorden yang terbuka.
Ia terbangun dari posisi berbaringnya diatas sofa. Ia berjalan menuju kursi kebesarannya, sebelum ia duduk di kursi itu, ia membuka dengan lebar tirai gorden ruang kerjanya itu. Ia duduk di kursi kebesarannya sambil memandangi suasana pagi hari dari balik jendela dan hatinya mulai merangkai kata-kata indah untuk wanita pujaan hatinya.
Cahaya mentari mengingatkanku akan indahnya wajahmu dipagi itu saat pertama kali aku menjemput mu di kediaman mu. Embun dan kabut pagi ini yang terlihat dari kaca jendela ruang kerjaku mengingatkanku kepada pandangan matamu yang sayu, saat kamu selalu melontarkan kata-kata cintamu yang membuat hatiku berbunga-bunga.
Aku mencintaimu Jessica lebih dari matahari terbenam di musim panas dan salju yang turun di musim dingin. Aku makin mencintaimu meskipun kamu sudah pergi meninggalkan ku dan memilih hidup dengan pria lain yang lebih dari segalanya dibandingkan diriku. Betapa berartinya dirimu bagiku, hingga membuat aku mati rasa dengan orang sekeliling ku, bahkan anak-anak dan istriku.
Fabian memutar kursi kebesarannya kearah meja kerjanya. Ia memandangi foto ketiga anaknya dengan istrinya Margareth yang tengah tersenyum bahagia di dalam foto itu. Mata Fabian beralih pada secangkir kopi yang telah tandas, sisa semalam Alan membuatkannya secangkir kopi untuk menghilangkan kepusingannya karena hasrat keduanya yang tak tersalurkan.
Dulu secangkir kopi yang kamu buat untukku selalu menjadi candu bagiku. Berbagai cara aku lakukan agar kamu yang selalu menyediakan kopi di setiap pagiku di kantor ini , yang sekarang selalu ku rindukan sampai saat ini, karena aku tak lagi menikmati kopi itu semenjak kepergian mu.
Aku yakin waktu itu kamu membuatnya secara khusus untukku dengan rasa penuh cintamu pada ku yang membuat rasa kopi buatanmu sangat enak dan begitu nikmat di lidahku.
Buatan kopimu yang penuh cinta, yang kamu suguhkan untukku membuatkan ku bersemangat menuntaskan semua pekerjaanku di perusahaan ini dengan suka cita, tapi itu dulu lain dengan sekarang, Jessica. Hidupku sangat terasa hampa tanpamu seperti rasa kopi yang orang lain sediakan pada ku.
Fabian kembali memutar kursinya ke arah jendela. Manik matanya kembali menatap sang surya.
Jessica aku harap kita sama-sama melihat mentari pagi hari ini yang terbit begitu sangat indah sekali. Ia perlahan-lahan menebarkan warna yang sangat indah, seindah dirimu yang akan aku jumpai sebentar lagi.
Sepertinya aku terlihat begitu bodoh sekarang ini. Diusiaku yang tak bisa di bilang muda lagi bisa merasakan cinta buta seperti ini dan lebih bodohnya lagi hanya dengan memikirkanmu dengan harapan bertemu denganmu dalam waktu dekat nanti, sudah mampu membuat pagiku terasa lebih indah dan berwarna padahal hanya sebuah harapan bertemu dengan mu yang belum tentu pasti.
__ADS_1
Tok...tok..tok... Suara ketukan pintu terdengar dari depan ruang kerja Fabian.
Fabian melihat jam yang berada di atas dinding diruang kerjanya. Jam menunjukkan pukul 06.30 pagi.
"Siapa yang datang sepagi ini kantor ku? Tidak mungkin Clara ataupun Margareth apalagi Alan. Mereka pasti langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." Tanya Fabian pada dirinya sendiri, ia mencurigai siapa yang datang sepagi ini ke perusahaannya.
"Masuk!!!" Perintah Fabian pada orang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
Pintu ruang kerja Fabian pun terbuka, nampk terlihat seorang wanita muda yang wajahnya sangat mirip dengan salah satu kerabat dekatnya. Ia dialah Cynthia, putri dari Melani kakak sepupu Fabian.
"Om..." Panggil Cynthia yang berjalan mendekati meja kerja Fabian.
Ia sudah tahu pasti anak Melani mendatanginya pasti ada maunya. Cynthia tanpa rasa malu dan belum di persilahkan langsung duduk begitu saja di sebuah kursi yang ada di depan meja kerja Fabian.
"Om, tolong berikan aku tempat tinggal selama aku ada di kota ini." Pinta Cynthia tanpa rasa malu, padahal ia baru pertama kali bertemu dengan Fabian, adik sepupu Mommynya.
"Bukannya kau tinggal di Mansion Abraham, untuk apa kau kembali ke kota ini? Seharusnya kau memperkenalkan dirimu dulu sebelum meminta sesuatu padaku." Tanya Fabian dengan tatapan sinisnya kepada Cynthia dm melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Maafkan aku Om, aku Cynthia, putri dari Mommy Melani dan Daddy Ferry. Aku tak lagi tinggal di Mansion itu Om, mereka sudah membuang ku, sepertinya mereka sudah mengetahui aku bukanlah bagian dari keluarga mereka." Jawab Cynthia dengan wajah sendunya.
Ia terlihat begitu sedih terbuang begitu saja dari Nico yang selama ini selalu menyayangi melebihi rasa sayang dari kedua anak kandungnya yang lain.
__ADS_1
"Lantas untuk apa kau ke kota ini Cynthia? Bukankah kedua orangtua kandungan mu ada di kota D bersama dengan Mommy ku, hum?" Tanya Fabian yang menatap tajam manik mata Cynthia.
"Aku kesini untuk menyusun rencana balas dendam Om, aku ingin merebut kembali Ayah Nico dari mereka dan juga Andre suami Jessica dari tangan Jessica. Aku tak mau melihat Jessica hidup bahagia melebihi diriku." Jawab Cynthia dengan perasaan penuh dendam.
"Heh, balas dendam untuk merebut Pak Nico dan Andre." Ucap Fabian yang mengulang kata-kata Cynthia dengan otaknya yang langsung berfikir.
"Iya om, aku akan merebut orang terpenting di hidup Jessica. Aku ke kota ini ingin menemui Diego mantan pacar Jessica yang sangat cinta mati pada Jessica. Aku ingin mengajaknya bekerja sama untuk menghancurkan rumah tangga Jessica dan Andre. Setelah itu aku akan merebut hati Andre dan menikah dengannya." Cynthia kembali berkata-kata menceritakan rencananya pada Fabian.
Mendengar rencana Cynthia, tanpa kata-kata Fabian merogoh kantong celana bagian belakangnya, ia mengambil dompetnya dan mengeluarkan key card unit apartemen miliknya di apartemen Louis yang pernah di tempati oleh mantan kekasihnya. Ia melemparkannya ke hadapan Cynthia.
"Ambilah! Apartemen Louis lantai 3 unit 307." Ucap Fabian yang kemudian menggibas tangannya meminta Cynthia untuk keluar dari ruang kerjanya.
Cynthia dengan wajah berbinar sudah mendapatkan apa yang ia mau segera keluar dari ruang kerja Fabian.
Setelah Cynthia pergi, Fabian kebali menata sang surya dari balik jendela.
Apakah semesta sedang berpihak pada ku? Mungkin memang kau tercipta untukku Jessica ku sayang. Aku tak perlu ikut campur dalam urusan putri Kak Melani itu. Aku hanya perlu menunggu kabar dimana Andre meninggalkan mu saja, Jessica.
Aku akan kembali meraih cintamu, setelah Andre menghepas dirimu dari hidupnya. Bagiku menyingkirkan bocah tengik (Diego) lebih mudah daripada menyingkirkan Andre si penguasa itu.
Aku akan biarkan tangan Tuhan bekerja untuk mempersatukan kita nanti. Dan saat itu tiba aku akan minta maaf pada Margareth karena aku tak bisa meneruskan rumah tanggaku bersamanya. Sekeras apapun aku berusaha mencintainya itu maah membuat ku semakin mencintai mu Jessica.
__ADS_1