
Jimmy dan Endah nampak baru keluar dari unit apartemen Jimmy ketika Jimmy sedang menutup pintu Leon ternyata Leon sedang berjalan menghampiri mereka.
"Ternyata kau sudah kembali Jim." sapa Leon kepada Jimmy yang sedang menutup pintu unit apartemennya.
"Iya Tuan Leon saya sudah kembali seperti yang kau lihat sekarang." jawab Jimmy dengan wajah datarnya.
"Mulai sekarang jangan panggil aku Tuan panggil saja aku Bang Leon seperti Endah memanggilku dan tolong gunakan kata aku jangan gunakan kata saya lagi Jim untuk membahasakan dirimu , itu terlalu kaku untuk hubungan kita yang sebentar lagi menjadi saudara karena kau akan jadi adik iparku, cepat atau lambat." Pinta Leon kepada Jimmy dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.
"Baik Bang Leon." jawab Jimmy dengan suaranya yang kaku karena kecanggungannya memanggil Leon dengan panggilan Abang untuk pertama kalinya.
"Bagaimana urusanmu di luar? Apa kau sudah menyelesaikannya Jim?" Tanya Leon memecahkan kecanggungan yang nampak terlihat di raut wajah Jimmy.
"Sudah selesai dengan baik Bang. Abang ke sini ingin menemuiku atau ada urusan yang lain dengan Endah? Apa perlu aku menyingkir sejenak?"tanya Jimmy kepada Leon.
"Tidak Jim. Aku ke sini hanya ingin memberitahukan pada kalian bahwa Kakek Abraham sudah datang dan sedang menunggu kehadiran kalian di unit apartemenku." Jawab Leon yang menatap dalam mata Jimmy penuh arti.
Leon seakan mencari sesuatu pada diri Jimmy. Ia ingin melihat respon Jimmy dari sorot mata yang selalu tak pernah berbohong, saat dia menyebut nama Kakek Abraham dengan penuh penekanan. Namun sayangnya Jimmy adalah orang yang pandai menyembunyikan sesuatu. Ia bersikap santai walaupun dia mengerti maksud dari Leon yang mengucapkan Kakek Abraham sedang menunggu kehadiran dirinya dan Endah.
"Hari ini mungkin aku akan kembali patah hati, Tuan Abraham dan Tuan Adam akan menguliti profesi ku di hadapan Endah ke kasihku, agar Endah takut dan meninggalkanku." Batin Jimmy.
Leon terus saja memperhatikan wajah Jimmy sampai akhirnya Endah membuyarkan perhatian Leon pada kekasihnya itu.
"Oh Abang kesini cuma mau beritahukan hal itu, aku kira ada apa? Aku udah dag dig dug der nih. Soalnya tampang abang begitu banget ngomong sama Babang Jimmynya Aku. Jangan suka ngeliatin Babang aku kaya gitu dong Bang Leon, aku takut abang jadi jatuh cinta sama Babang Jimmynya aku!" Sahut Endah dengan suara manja sembari bergelayut manja di lengan kekar Jimmy.
"Sembarangan, aku ini masih doyan wanita Endah." Balas Leon dengan wajah kesal.
"Ya bisa sajakan kau jatuh cinta pada Babang Jimmy kalau terus memperhatikan dan memandanginya seperti yang kau lakukan barusan Bang,"
"Kau salah mengartikan sikapku pada Babang kesayanganmu itu Endah. Ahhh... kenapa akj di takdirkan punya dua adik wanita yang tidak waras dalam berfikir dan bicara." Gumam Leon dengan suara yang keras.
"Itu sudah takdirmu Bang, sudah terimalah dengan lapang dada." Ucap Endah yang berlari memeluk Leon.
Leon menerima tubuh Endah yang memeluknya dengan membalas pelukan adiknya itu.
"Jangan marah ya, aku cuma bercanda. Endah sayang Bang Leon," ucap Endah dalam pelukan Leon.
"Hemm... Abang juga menyayangi mu, kalian mau pergi kemana?"
"Ke unit mu Bang." Jawab Endah sembari melepaskan pelukan mereka.
"Kebetulan sekali kalau begitu ya?"sahut Leon.
__ADS_1
"Heem.. kebutulan sekali memang, kalau begitu apa kita jalan bersama saja ke unit mu Bang? ucap Endah mengajak Leon dengan menggandeng lengan Leon namun Leon melepaskan gandengan itu.
"Kau duluan saja Endah, aku harus ke Unit apartemen Andre untuk menyusul mereka agar cepat datang, kau tahu sendiri Jessica itu lambat sekali melakukan sesuatu kalau bukan masalah pekerjaan dan kuliah?"
"Ya kau betul sekali Bang. Baiklah kalau begitu aku duluan ya Bang?"Endah berpamitan kepada Leon untuk berjalan terlebih dahulu ke Unit apartemennya.
"Ya." jawab Leon singkat.
"Selamat memperjuangkan cintamu pada adikku Jim." Pekik Leon saat Endah dan Jimmy baru beberapa langkah meninggalkan dirinya.
Pekikan Leon tak membuat sepasang kekasih itu berhenti berjalan ataupun menoleh. Endah hanya merespon dengan senyumannya sedang Jimmy merespon dengan mengacungkan jempolnya keatas.
"Kita akan berjuang bersama, apapun yang terjadi." Ucap Jimmy yang menggandeng tangan Endah lebih erat lagi.
"Heem, kita akan berjuang bersama apapaun yang terjadi, karena aku dan kamu adalah satu," sahut Endah.
Jimmy dan Endah pun terus berjalan melangkah menuju unit apartemen Leon untuk menemui kakek Abraham.
Langkah kaki Mereka terhenti ketika mereka sudah berada di muka pintu unit apartemen Leon Jimmy menekan satu kali tombol bel yang ada di depan pintu unit apartemen Leon. Tanpa menunggu lama Adam yang mendengar suara bel di pintu segera membukakan pintu apartemen.
Tatapan mata Adam saat membuka pintu sangat tidak biasa, tatapan itu mengarah kepada lengan Jimmy yang digelayuti manja oleh Endah keponakannya. Endah sengaja melakukannya agar mereka dapat melihat betapa dia dan Jimmy tak dapat di pisahkan hanya karena status sosial.
"Masuklah!" Sahut Adam dengan suara datarnya, mempersilahkan Jimmy dan Endah masuk setelah dia berhenti menatap lengan Jimmy yang digelayuti keponakannya.
Sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara itu pun berjalan masuk melewati Adam sang paman yang tetap berdiri di ambang pintu memperhatikan sepasang kekasih itu.
"Aku tak yakin kau mau menggandeng pria disampingmu itu, setelah kamu tau siapa sebenarnya dirinya?" Batin Adam.
Ketika Endah masuk bersama Jimmy Lestari yang sedang duduk di ruang televisi pun merasakan kehadiran seseorang yang sedang berjalan dari arah belakang yang sedang menghampiri dirinya. Membuat ia menoleh ke arah belakang untuk memastikan siapa yang datang dan siapa yang berjalan menghampirinya.
"Endah.." Panggil Lestari ketika matanya mendapati Endah yang berada di hadapannya.
"Ibu.." Panggil Endah ketika melihat sosok Lestari yang juga berada di hadapannya.
Kedua wanita itu tak bisa menahan gejolak pada dirinya ada rasa haru ada rasa sedih ada rasa senang di pertemuan kali ini. Lestari segera merentangkan kedua tangannya, kemudian Endah yang melihat apa yang dilakukan Lestari langsung berlari berhamburan dan masuk ke pelukan sang ibu.
"Ibu..."
"Endah anakku.."
"Ibu tahu aku anak mu bu? Kata Bang Leon ibu dan Ayah belum tahu akan hal ini?"
__ADS_1
"Ibu sudah tahu Nak, kau adalah anakku kakekmu sudah memberitahukan pada ibu maafkan Ibu yang tidak bisa menyadari Kehadiranmu. Ayah mu memang belum tahu tapi biarlah suatu saat dia akan mengetahuinya. Kita turuti saja apa yang di minta Kakekmu pasti ini yang terbaik untuk kita semua."
"Iya bu... aku bisa mengerti semua ini bukan kehendak ibu."
"Apa kau bahagia sekarang nak?"
"Tentu Bu...aku sangat bahagia mengetahui bahwa kau adalah ibu kandungku. Ternyata harapanku selama ini ingin Ibu menjadi Ibu ku terkabul. Ibu sahabatku yang selama ini menjadi teman curhatku, Ibu sahabatku yang selalu memasakan makanan kesukaanku, Ibu sahabatku yang selalu merawatku ketika aku sakit ternyata adalah ibu kandungku sendiri, aku sungguh tak menyangkanya bu. Ini benar-benar anugrah untukku." Ucap Endah dengan deraian air mata begitu pula dengan Lestari yang mendengarnya.
"Ibu tak mau lagi berpisah denganmu nak,ibu akan tinggal bersamamu dan juga Abangmu di sini."
"Benarkah Bu?" Tanya Endah yang tersenyum senang tak percaya Lestari kan tinggal bersamanya.
"Iya Endah anakku sayang." Jawab Lestari sembari merapikan rambut panjang putrinya.
"Kalau begitu bolehkah setiap malam aku tidur bersamamu bu? Aku ingin melewati malam bersamamu yang selama ini tidak pernah aku rasakan." Pinta Endah dengan kedua tangan memohon.
"Tentu nak, tanpa kamu memintapun ibu akan tidur beraama mu, ibu pun ingin melewati malam bersamamu untuk menggantikan malam-malam yang telah terlewatkan oleh kita." Jawab Lestari.
"Makasih bu,Endah sayang ibu."
"Tidak perlu berterimakasih sayang, Ibu juga sayang Endah,"
Lestari memberikan kecupan di seluruh wajah Endah, ia juga memeluk erat tubuh Endah. Jimmy dan Dewi.yang ada di ruang televisi itu ikut terharu melihat pertemuan Ibu dan Anak dihadaoannya.
Dewi yang ingin memecahkan suasana haru ini menarik tubuh Endah dalam pelukan Lestari.
"Sudahlah kalian jangan bersedih sekarang waktunya kalian berbahagia sudah bisa kumpul bersama dan Jangan lupakan aku, karena Aku ini adalah nenekmu Endah. Apa kau tidak mau memeluk nenekmu ini Endah?" Ucap Dewi yang meminta Endah memeluknya.
"Tentu saja aku tak akan melupakanmu nek kau adalah Nenek sangat baik hati yang mau mendengarkan curahan hatiku kau tahu Nek Sekarang aku sudah jadian dengan Babang Jimmy ku." Ucap Endah kemudian memeluk tubuh sang Nenek.
"Oh ya... Benarkah itu?"tanya Dewi tak percaya.
"Ya nek, dia menyatakan cintanya di pesawat saat kita akan pergi ke Paris. Seperti harapanku."
"Wah Apa kalian melakukan liburan bersama dengan suasana penuh romantis kemarin?" Tanya Dewi penuh antusias.
"Tentu Nek." Jawab Endah dengan cepat sambil melirik kearah Jimmy.
"Semangatlah berjuang bersama kekasih mu itu untuk meminta restu Kakekmu itu nak! Jika restu ayahmu nenek yakin sangat mudah di dapatkan tapi tidak dengan kakekmu apalagi pria kesayanganmu itu bukan pria biasa." Ucap Dewi menyemangati Endah.
"Bukan pria biasa??" Tanya Endah tak mengerti.
__ADS_1