
Terdengar suara riuh dari luar, ternyata acara pentas seni sudah dimulai. Pembawa acara sudah mulai memandu pembukaan pentas seni Universitas Adhikari, terdengar juga suara terompet dan beberapa letusan confetti untuk memeriahkan acara pembukaan pentas seni. Terlihat beberapa Dosen dan Dekan juga memberi sambutan pada acara pembukaan ini, di antara Dosen dan juga Dekan tidak ada yang menyebut nama Andre, seharusnya mereka mengucapkan rasa hormat kepada Andre sebagai anak pemilik kampus yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir dalam pegelaran acara tersebut. Hal itu sengaja dilakukan oleh Andre karena dia tidak ingin banyak mahasiswa dan mahasiswi mengenalinya sebagai anak pemilik kampus, karena rencananya pada semester depan Andre akan menjadi salah satu dosen di mata kuliah kepemimpinan. Dia akan mengisi jam di kelas manajemen, tepatnya dia akan mengajar di kelas Jessica.
Hari ini Andre hadir dengan menggunakan pakaian setelan kemeja garis-garis berwarna putih abu-abu dan celana bahan hitam bermodel chinos, Ia menggunakan topi berwarna hitam sebagai penutup kepalanya, Ia juga mengenakan kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya, Begitu juga dengan penampilan Jimmy. Seseorang tidak akan bisa mengenalinya secara langsung jika bertemu dengan mereka kecuali mereka membuka kaca mata dan juga masker yang mereka gunakan. Mereka berdua duduk di barisan pertama di dalam sebuah panggung, yang disediakan untuk para petinggi kampus, dosen dan juga donatur kampus yang diundang pada acara tersebut.
Sedang Jessica, saat ini ia sedang berdiri di depan panggung bersama kedua temannya, Dia bernyanyi dan menari mengikuti irama lagu pembukaan acara yang dibawakan oleh salah satu Mahasiswa. Ketika ia berada di depan panggung Jessica kembali merasakan jantungnya mulai bergemuruh, berdetak tak seirama seperti sebelumnya ,jika ia ingin bertemu dengan sosok Andre. Namun ia mengabaikan apa yang dia rasakan, dia lebih memilih untuk menikmati saja acara hari ini.
Di sisi lain tempat dimana Fabian berada di panggung FOH, ia mencari keberadaan Jessica di antara kerumunan mahasiswa dan mahasiswi. Setelah sekian lama pandangan matanya mencari keberadaan Jessica, akhirnya dia menemukan sosok Jessica yang ia cari. Fabian tersenyum melihat Jessica yang sedang menikmati acara bersama kedua temannya didepan panggung, begitu nampak ceria dan energik.
Jessica ditinggal oleh kedua sahabatnya ketika Endah dan juga Anna harus tampil. Jessica akhirnya berbaur dengan teman- temannya yang lain, Jessica di bawah panggung terus berteriak bersorak -sorai menyemangati kedua sahabatnya yang sedang tampil. Jessica menyaksikan penampilan kedua sahabatnya hingga selesai. Setelah itu Jessica berkumpul dengan mahasiswa dan juga mahasiswi lain yang akan tampil di backstage, mereka semua sedang berkumpul disana menunggu giliran untuk tampil, sedang Anna dan juga Endah sudah kembali ke depan panggung untuk kembali menikmati acara, selain itu mereka juga menunggu penampilan sahabatnya, mereka akan menyemangati penampilan Jessica dari depan panggung.
Saat di backstage Jessica bertemu dengan Lina dan juga Sisil. Namun Sisil terlihat lebih sibuk dibandingkan Lina.
" Jessica sini!" panggil Lina, ia melambaikan tangannya dan menunjuk sebuah kursi kosong untuk Jessica, Jessica berjalan menghampiri Lina.
" Mbak Lina kangen deh gue sama lambe mu." ucap Jessica ketika menghampiri Lina yang sudah lama ia tak jumpai karena kesibukannya.
" Hahaha bisa aja lo Bocil. Habis acara ini lo udah mulai ngantor kan besok?" tanya Lina dengan tawanya.
" Iya dong Mbak, gue masih butuh duit pasti ngantor dong." jawab Jessica.
" Iya lo harus ngantor kalau Lu butuh duit bener itu. Lo tau nggak si banteng kerjanya ngomel-ngomel mulu pas lo nggak ada di kantor, mood booster-nya hilang, deadline kerjaan kita tuh juga banyak banget, di tambah lagi banyak permintaan revisi dari perusahaan Batara Group, dan minggu depan kita akan ada event besar di kota D projectnya perusahaan Batara Group, habis itu kita dikasih kesempatan liburan lho di kota D selama 3 hari buat ngerestart otak dan pikiran kita yang udah di kures sama si banteng." terang Lina pada Jessica.
" Wah asik dong kita holiday." ucap Jessica menanggapi perkataan Lina dengan wajah sumringah karena mendengar liburan 3 hari di kota D.
" Iya makanya lo masuk biar dibagi-bagi pos kerja sama si banteng dan juga biar lo dipesenin tiket sama Bu Lia." ujar Lina.
" Oke siap mbak Lina ku." jawab Jessica dengan senyum sumringah.
" Hai Jessica." sapa Sisil ketika ia menghampiri Jessica yang tengah duduk.
"Hai mbak,, apa kabar? Kayanya sibuk banget nih bu ketua".
"Ya begitulah namanya juga tugas, Jes sebenernya ada yang mau gue tanyain sama lo sedikit privasi sih pertanyaan gue ini." ujar Sisil nampaknya Iya ragu untuk menanyakan sesuatu hal yang mengganjal pada dirinya
" Apa tuh ya mbak? Nggak apa- apa Mbak tanya aja jangan sungkan." jawab Jessica mengizinkan Sisil untuk bertanya kepadanya.
" Kemarin lo nangis ya pas balik dari kantor, kalau gue boleh tahu apa yang buat lo nangis Jess?" tanya Sisil pada Jessica.
"Kok lo bisa tau mbak? gue-kan gak nangis dikantor." ujar Jessica heran mengenai Sisil yang mengetahui bahwa ia menangis setelah pulang dari kantor.
__ADS_1
"Kak Alan yang cerita sama gue, Jess. Bukan gue yang tahu sendiri." ucap Sisil memberitahukan kepada Jessica bawa Alan-lah yang menceritakannya.
"Hah... Kak Alan?!!" Jessica terkejut mendengar perkataan Sisil bahwa kak Alan-lah yang menceritakan perihal itu.
"Iya Kak Alan liat lo nangis di jalan pas di lampu merah, waktu itu dia ada disamping motor lo Jess, dia liat lo berkali-kali ngusap pipi yang basah karena air mata lo dan habis itu dia ngikutin lo dari belakang, dia juga liat lo berkali-kali teriak ngeluapin emosi lo, lo kenapa Jess? Kalau ada masalah dikantor sebaiknya lo berbagi sama gue atau Lina, jangan lo pendem sendiri." ucap Sisil panjang lebar.
" Tapi si Om Duda nggak tahu kan Mbak kalau gue nangis?" tanya Jessica pada Sisil.
" Dia nggak lihat lo waktu lo nangis dan Kak Alan juga nggak ngasih tahu ke Pak Fabian kalau lo lagi nangis kok." jawab Sisil.
" Sekarang gue udah tahu mbak, apa yang mbak Sisil dan mbak Lina maksud dengan Lollipop rasa asin itu, dan gue juga udah tahu ke mana Clara waktu itu menghilang." jawab Jessica dengan nada yang sendu.
" A P A???" mereka terkejut dan berteriak.
"Lo tau darimana, siapa yang ngasih tau lo?" tanya Lina penasaran.
" Nggak ada yang ngasih tau gue Mbak tapi gue liat Lollipop itu lagi di **** langsung sama Mbak Clara." Jawab Jessica.
"A P A?" mereka kembali dibuat terkejut. Lina sampai menutup mulutnya yang langsung terbuka lebar itu dengan kedua tangannya.
"Kapan dan dimana lo ngeliatnya?" tanya Sisil penasaran.
"Gila, gue sih gak pernah liat secara langsung tapi cuma denger dari orang-orang aja. Hancur banget dong hati lo, Neng?" tanya Lina.
"Banget mbak, lo tau gak sih, si Om duda itu lagi manis-manisnya sama gue, sering gombalin gue, ngomong kata-kata cinta, baik langsung ataupun kirimin gue pesan, ngasih perhatian lebih ke gue dengan dia jemput gue dirumah, nganterin gue ke kampus dan masih banyak lagi yang dia lakuin ke gue, yang bikin gue ngerasa terbang ke angkasa dan sekarang gue ngerasa dijatuhkan sama dia dengan apa yang dia perbuat sama Clara." tutur Jessica lirih, berkali-kali ia menghapus air mata yang jatuh dipipinya.
"Yang gue tau dia biasa ngelakuin itu sama Clara kalau dia lagi stress banyak kerjaan dan banyak fikiran, dan emang kemarin dia kondisinya emosi habis meeting di perusahaan Batara Group. Mungkin karena itu juga dia ngelakuinnya. Untuk melampiaskan emosinya melalui hasrat birahinya dia." ujar Lina memberikan alasan mengapa Fabian melakukannya.
" Apapun itu alasannya tetap aja penghianatan kan Mbak, walaupun gua sama dia belum ada komitmen tapi kan dia udah ngomong cinta sama gue harusnya dia nggak ngelakuin itu, dia tuh sama aja kayak Diego, nggak jauh beda, gue emang bener-bener nggak beruntung Mbak dalam hal cinta." ujar Jessica, ia menjadi ingat apa yang Diego lakukan kepadanya. Jessica pun menangis, kondisinya begitu rapuh. Lina dan Sisil berusaha menenangkan Jessica dengan memeluk Jessica.
"Sabar Neng, ingat kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, dan dibalik hujan yang turun pasti akan ada pelangi, begitu juga kebahagiaan lu Neng, sekarang lu lagi dihujani rasa kecewa tapi gue yakin suatu saat nanti ada pelangi cinta yang datang di hidup lo, membawa kebahagiaan dan akan selalu buat lo bahagia Neng. Mungkin si Bos bukan jodoh yang terbaik buat lu Neng." tutur Lina menyemangati Jessica.
" Sudah hapus air mata lo neng nanti kecantikan lo bisa hilang kebawa air mata lo ini." canda Lina, Ia berusaha ingin mencairkan suasana.
" Iya Jessica hapus air mata lo, habis ini lo akan tampil sesuai dengan rundown, persiapkan diri lo ya?" pinta Sisil, Jessica pun menghapus air matanya dan memasang senyum keterpaksaan. Ia berusaha bersikap biasa-biasa saja meskipin hatinya begitu rapuh kaarena mengingat apa yang dilakukan Fabian dan Clara.
"Senyumnya yang manis dong neng jangan kaya orang terpaksa gitu, habis lo tampil nanti mantan lo tampil selanjutnya loh. Jangan sampai dia nganggep lo sedih kaya gini karna dia. Hemm" ucap Lina menunjukkan isi randown pada Jessica, Jessica memandang asal randown yang di unjukkan Lina. Ia tidak perduli dengan jadwal tampil Diego.
Di sisi lain Andre yang sudah datang dari tadi sedang tidak sabar menunggu penampilan Jessica. Tak berapa lama kemudian nama Jessica dipanggil oleh MC (pembawa acara). Andre tersenyum dibalik maskernya mendengar nama sang pujaan hati disebut.
__ADS_1
Jessica naik ke atas panggung, Jessica kembali merasakan jantungnya mulai bergemuruh, berdetak kencang tak seirama.
" Duh ini gue gugup atau ada dia diantara mereka?" tanya Jessica pada dirinya.
Jessica melihat ke arah penonton, Dia seperti mencari keberadaan Andre di antara kerumunan mahasiswa dan mahasiswi, dia juga melihat barisan orang-orang penting yang duduk di panggung yang di sediakan pihak penyelenggara sesuai keinginan Kampus, barang kali ada Andre disana. Sayangnya karena Andre memakai topi kacamata dan masker membuat Jessica tidak dapat mengenali dan melihat kehadiran Andre di sana. Jessica melakukan itu semua karena ia ingin mencari jawaban tentang apa yang dia rasakan.
"Dia gak ada, berarti gue nervous aja nih, atau nanti kalau udah gajian gue priksa aja kali ya kesahatan jantung gue yang sering begini akhir-akhir ini" batin Jessica.
Saat mencari keberadaan Andre Jessica juga melihat Fabian yang berada di panggung FOH. Pandangan mereka bertemu. Fabian memberikan senyuman manis kepada Jessica sedang Jessica hanya membalas senyuman itu dengan anggukan kepalanya.
" Rasa cintaku ke Om duda sekarang sudah berubah menjadi rasa benci." batin Jessica kesal.
Alunan musik sudah dimulai Jessica pun mulai menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Tutur Batin yang diciptakan dan di populerkan oleh Yura Yunita. Ia bernyanyi dengan penuh penghayatan ditambah lagi kondisi hatinya yang seperti ini, penuh luka dan kecewa. Jessica pun akhirnya bernyanyi dengan deraian air mata. Banyak orang yang ikut larut dalam kesedihan Jessica. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang mengetahui berakhirnya hubungan Jessica dan Diego pun berspekulasi lagu ini untuk Diego.
Author harap kalian baca bab ini sambil dengerin lagunya yah 😊 ya biar bisa sama-sama meresapi.
" Gila dia nyanyinya dari hati banget, bikin gue baper aja." ucap salah satu mahasiswi.
" Ini lagunya buat Pak Fabian atau mantannya ya Sil?" tanya Lina pada Sisil di backstage.
" Gak tau, mungkin keduanya, yang pasti dia nyanyi lagu ini mengungkapkan isi hatinya." jawab Sisil yang ikut terbawa dengan kesedihan Jessica.
"Si Cinderella gadungan nyanyinya bikin gue baper dan nangis aja sih." ucap Endah sambil menghapus air matanya dipipi.
"Lo-nya aja yang cengeng, barbar tapi cengeng.", ucap Ana menimpali Endah.
Sedang Fabian yang melihat penampilan yang mengagumkan menurutnya, membuat ia tersenyum senang bisa mencintai dan memiliki Jessica yang multitalenta.
Sedangkan Andre hanya diam menikmatinya Jessica bernyanyi.
" Kau seperti sedang menyindir seseorang, dengan lagu yang kau nyanyikan ini sayang. Semoga setelah ini kau tidak lagi mengingat luka di hatimu dan menyalurkannya dengan lagu yang membuatmu menangis seperti ini. Aku akan berusaha mengukir tawa kebahagiaan di wajahmu nanti, tunggulah hari itu semakin dekat, sayang." batin Andre.
Jessica turun dari panggung ia berpapasan dengan Diego tapi Jessica melalui Diego begitu saja, Jessica kembali ke backstage ia duduk kembali di kursi yang tadi dia tempati menunggu panggilan untuk penampilan keduanya.
Ada yang penasaran dengan penampilan Diego nanti?
Kira-kira bagaimana dengan penampilan Diego nanti yah..apa lagunya juga sesuai dengan curahan isi hatinya seperti Jessica..
kita tunggu di episode selanjutnya ya...
__ADS_1