
Endah yang sudah mengantuk akhirnya tertidur lebih dahulu disusul dengan Jessica. Anna yang sudah melihat kedua sahabatnya sudah masuk ke alam tidur kemudian keluar dari kamarnya. Anna ingin menemui Andre, karena Anna sudah mengetahui Andre sudah tiba di Apartemen ketika Anna dan dua sahabatnya masuk kedalam kamar. Anna melihat Andre tengah duduk disofa ruang Tv dalam keadaan gelap. Anna pun menyalakan saklar lampu. Betapa terkejutnya Anna melihat wajah Andre dalam keadaan terluka. Anna menghampiri Andre dan duduk disampingnya.
"Kak apa yang telah terjadi padamu? Kenapa wajahmu bisa seperti ini? Apa kau berkelahi dengan Diego." Anna membrondol pertanyaan pada Andre.
" Tidurlah Ann, aku sedang tidak ingin bicara denganmu!" Andre tidak menjawab pertanyaan Anna, ia lebih memilih untuk meminta Anna untuk tidur.
"Apa kau masih marah padaku kak? Maafkan aku kak... Aku sungguh tidak bermaksud membuatmu kecewa... Aku hanya mengikuti Endah saja." terang Anna.
"Sudahlah Ann, aku tidak marah pada mu, pergilah tidur jangan bahas lagi tentang kejadian hari ini denganku." ujar Andre dengan wajah datar.
"Tapi kak, kenapa kau pulang dengan wajah seperti ini? aku sungguh mengkhawatirkanmu, kau berkelahi dengan siapa kak? Katakan padaku, apa kau berkelahi dengan Diego?" tanya Anna, ia tetap ingin membahasnya.
"Ternyata kau tidak paham dengan kalimat ku Ann." ujar Andre ia masih enggan untuk membahasnya.
"Keluarga terdekatmu dikota ini hanya aku dan keluargaku kak, apapun yang terjadi padamu aku harus mengetahuinya. Jangan ada yang kau sembunyikan dari kami kak! Apa kau berkelahi dengan Diego." terang Anna kemudian kembali menanyakan mengenai luka diwajah Andre.
" Aku tidak mungkin berkelahi dengan anak ingusan, An." jawab Andre dengan wajah yang kesal karena Anna terus bertanya hal yang sama berulang kali.
" Lalu kau berkelahi dengan siapa kak?" tanya Anna penasaran.
"Fabian, sudah ku jawab pertanyaan mu, apa kau sudah puas dengan jawabanku? sudahlah An kau pergilah tidur, aku sedang ingin sendiri." Andre menjawab dengan terpaksa. Andre melihat Anna yang terus ingin membahas apa yang telah terjadi hari ini, hingga ia mematahkan keinginan Ana dengan menyuruhnya pergi tidur.
" Tapi luka mu kak... Biar aku obati dulu baru aku akan pergi tidur." Anna berniat mengobati luka diwajah Andre.
" Sudahlah An, pergilah tidur... Aku bisa mengobati luka ku sendiri An." tolak Andre.
" Ya sudah kalau itu mau mu kak." Anna pun bangkit dari posisi duduknya.
" An, apa dia sudah tidur?" tanya Andre ketika Ana beranjak pergi meninggalkannya.
" Dia sudah tidur kak, Apa kau mau aku membangunkannya untukmu?" tanya Anna.
" Tidak, biarkan dia tidur, kau juga pergilah tidur An, hari sudah larut malam." jawab Andre.
" Baik kak, selamat malam kak!" Anna pun pergi kekamarnya tanpa menunggu balasan ucapan selamat malam dari Andre.
Anna kembali merebahkan tubuhnya bersama kedua sahabatnya. Ia berusaha memejamkan matanya untuk pergi ke alam mimpinya. Ketika Anna sudah memasuki alam mimpinya. Jessica malah terbangun dari tidurnya, Karena rasa haus di tenggorokannya membuat ia terbangun. Jessica keluar dari kamar, Jessica melihat suasana di luar kamar yang sangat gelap, hanya ada cahaya bulan yang masuk dari jendela sebagai penerang, Jessica berjalan menuju dapur mengambil air dingin di dalam kulkas. Ia menuang air putih ke dalam gelas kemudian meminumnya. Jantungnya mulai berdebar tak karuan setelah ia menghabiskan air didalam gelasnya.
" Duh jantung gue, gue lagi takut apa gimana nih... Jangan-jangan di apartemen ini ada hantunya. Duhhh takut nih gue jadinya." ucap Jessica pada dirinya sendiri.
Jessica pun segera pergi meninggalkan dapur. Ia berjalan mempercepat langkahnya, Jessica ingin segera masuk kedalam kamar. Ketika dia melewati ruang Tv ia melihat sesosok pria tengah duduk di sofa dalam kegelapan.
"Itu orang apa hantu ya? Tadi kok gue gak liat ada yang duduk disitu ya pas gue mau jalan kedapur, sekarang pas gue balik kok gue liat ada yang duduk, berarti ini kali ya penampakan hantu di apartemen ini... Ih serem banget apartemennya bagus tapi ada penampakannya" ucap Jessica pelan pada dirinya sendiri. Ucapan Jessica masih terdengar oleh Andre.
"Apa yang membuatmu terbangun, apa kau haus?" suara barito dari orang yang dianggap Jessica hantu penampakan.
__ADS_1
Andre yang mengetahui bahwa seseorang yang habis ke dapur untuk minum adalah Jessica. Ia yang semula merebahkan tubuhnya disofa kemudian merubah posisinya menjadi duduk. Sehingga Jessica diawal tadi tidak melihat sosok Andre. Jessica tidak menjawab pertanyaan orang yang dia anggap hantu itu. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk mendekati orang yang dia anggap hantu itu. Untuk mengetahui dengan jelas itu hantu penampakan atau orang sungguhan.
Kini Jessica tengah berdiri disamping orang yang dia anggap hantu penampakan.
" Kau pikir aku hantu?" tanya Andre menatap Jessika dari posisi duduknya.
" Tuan Andre, apa yang kau lakukan? Kenapa duduk disini dalam keadaan gelap, Kau sangat membuatku takut." Ujar Jessica ketika ia menyadari yang duduk di sofa dalam kegelapan adalah Andre.
" Apa yang membuatmu terbangun? Apa kau haus?" Andre tidak menjawab pertanyaan Jessica Andre malah kembali mengulang pertanyaannya yang belum Jessica jawab.
"Iya aku haus... Bisakah kau tidak membuat jantungku selalu berdetak tak karuan, tadi kau sungguh membuatku takut Tuan, untung saja jantung ku ini tidak copot tadi." ujar Jessica sambil mengelus dadanya.
Mendengar ocehan Jessica membuat Andre gemas, Andre menarik tangan kiri Jessica hingga membuat Jessica duduk disamping Andre. Andre mengambil ponsel di saku celananya dia menyalakan lampu senter di ponselnya. Ia ingin melihat wajah Jessica yang selalu membuatnya rindu. Andre dan Jessica pun akhirnya bertemu pandang. Dalam tatapannya Jessica melihat wajah Andre yang terluka. Ada luka sobek disudut bibir Andre.
" Apa dia seperti om duda kemarin, berkelahi dengan Diego karena aku?" tanya Jessica pada dirinya sendiri.
" Aku tidak seperti yang kau pikirkan, aku tidak berkelahi dengan Diego, aku berkelahi dengan Fabian." ujar Andre seperti mengerti isi hati Jessica.
"APA??" tanya Jessica terkejut.
"Apa???" Andre mengulang kata yang keluar dari mulut Jessica.
" Apa kamu mengkhawatirkan keadaan Fabian karena sudah berkelahi dengan ku?" tanya Andre yang menduga Jessica mengkhawatirkan Fabian.
" Apa ini sakit?" Jessica mengalihkan pembicaraan Andre dengan menanyakan luka di sudut bibir Andre. Jessica menyentuh bibir Andre yang terluka dengan jemarinya.
" Aku minta kau jangan kecewakan aku lagi, jangan biarkan mereka menyentuh tubuhmu, Jaga dirimu hanya untukku." ucap Andre ketika ia memeluk Jessica.
" Kenapa kau selalu berkata seperti itu pada ku Tuan?" tanya Jessica, Jessica melepaskan diri dari pelukan Andre, ia merasa heran mengapa Andre selalu berkata-kata seakan Jessica adalah miliknya.
" Pergilah tidur sebelum aku berbuat lebih dari mencium tanganmu dan memelukmu" Andre tidak menjawab pertanyaan Jessica, Ia Malah meminta Jessica untuk tidur kembali
" Kenapa kau tak mau menjawab pertanyaanku tuan? Adakah yang kau sembunyikan dariku?" tanya Jessica lagi, Ia terlihat masih penasaran.
" Aku tak menyembunyikan sesuatu padamu. Belum waktunya kau mengetahuinya. Tunggulah saat itu akan datang, Bersabarlah!!" jawab Andre.
" Kau Pergilah tidur!" pinta Andre kepada Jessica.
" Baiklah aku akan pergi tidur tapi izinkan aku untuk mengobati lukamu terlebih dahulu." ucap Jessica.
" Biarkan aku mengobati lukaku sendiri, luka ini akan sembuh dengan sendirinya nanti. Pergilah tidur sebelum aku berbuat yang tidak-tidak kepadamu." ucap Andre.
" Apa kau yakin luka mu akan sembuh sendiri? Aku khawatir luka mu akan infeksi jika tidak segera diobati."
" Iya aku yakin. Jangan kau khawatirkan luka ku! Luka ku akan sembuh karena luka ku ini sudah kau sentuh, sentuhanmu adalah obat terbaik untuk ku."
__ADS_1
" Kau terlalu berlebihan Tuan."
" Aku memintamu untuk tidur tapi kau tak juga pergi meninggalkan ku untuk tidur. Apa kau mau menemaniku di sini?" tanya Andre pada Jessica.
" Apa kau membutuhkan aku di sini tuan?" Jessica balik bertanya pada Andre.
" Kemarilah!! Aku selalu membutuhkan kehadiranmu disisi ku." jawab Andre.
" Apa aku nampak seperti wanita murahan, yang mau dipeluk dan dicium oleh mu tuan, padahal kita tidak saling kenal dan menjalin sebuah hubungan." ujar Jessica menatap sendu Andre.
" Jangan berkata seperti itu, aku tak mau kau menganggap dirimu wanita murahan, karena kau begitu berharga bagiku." ucap Andre
"Kemarilah!!" pinta Andre pada Jessica untuk masuk kedalam pelukkanya lagi. Jessica pun masuk dalam pelukkan Andre.
"Tuan, kenapa setiap kali aku ingin berjumpa denganmu, jantung ku berdetak tak karuan, jantungku akan berdetak normal ketika kau memelukku seperti ini?" tanya Jessica didalam pelukkan Andre.
"itu karena tulang rusuk tak akan pernah tertukar dengan pemiliknya, aku pun merasakan hal yang sama." jawab Andre.
" Tidurlah dalam pelukanku! Aku tau kau akan sulit tidur jika sudah terbangun dari tidurmu." pinta Andre pada Jessica.
Andre merubah posisi pelukkan mereka, yang semula duduk kini mereka berbaring saling memeluk satu sama lain.
"Nyaman sekali, hatiku teduh dan tenang dalam pelukkannya, rasanya aku ingin tidur seperti ini setiap hari." ucap Jessica dalam hatinya.
Akhirnya Jessica tertidur kali kedua dalam pelukan Andre. Endah yang terbangun dari tidurnya merasa kehilangan Jessica, karena Jessica sudah tidak ada disampingnya. Akhirnya Endah membangunkan Ana, mereka mencari keberadaan Jessica. Mereka pun keluar kamar dan menyalakan semua lampu. Betapa terkejutnya mereka melihat Jessica yang tengah tertidur disofa bersama andre dengan posisi saling berpelukan. Andre yang belum tidur, ia sedang berusaha untuk tidur dengan memejamkan matanya pun terganggu dengan sinar lampu yang Endah dan Ana nyalakan.
"Kenapa kalian melihat kami seperti itu?" ucap Andre kemudian membuka matanya.
"Kak, kenapa dia bisa tidur disini denganmu?" tanya Anna.
" Bukankah, cinta itu akan pulang kerumahnya, sejauh mana ia akan pergi pasti dia akan kembali." jawab Andre.
" Apa maksudmu Kak, aku tidak mengerti?" tanya Anna.
" Sudahlah, kau memang sangat lamban dalam berfikir An, Jessica tadi mencariku karena ia sulit tidur tanpa pelukkanku." jawab Andre.
"Ck.. kau sedang membohongiku kak." ujar Ana tak percaya.
" Iya aku memang berbohong, kembalilah kekamar kalian! Biarkan dia tidur bersamaku disini malam ini, jangan kalian brisik lagi, kalian akan membuat dia terbangun dan meninggalkan ku tidur sendiri disini." ujar Andre.
"Ishhh... kau sungguh bucin kak, aku tak menyangka kau akan sebucin ini." ujar Anna.
" Biarkan.. Sana pergi tidur! Jangan lupa matikan kembali lampunya!" perintah Andre kepada Anna dan juga Endah.
Anna dan Endah pun kembali ke kamar mereka. Mereka kembali tidur. Begitu juga dengan Andre. Setelah Anna dan Endah meninggalkan mereka, Andre menyusul tidur dengan nyenyak bersama Jessica dengan saling berpelukkan penuh kedamaian dan kenyamanan.
__ADS_1
bersambung