Cinta Jessika

Cinta Jessika
Berhasil masuk


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Alan telah tiba di apartemen Louis. Setelah Alan membelah keramaian jalanan dengan kecepatan tinggi atas permintaan Suci saat menuju Apartemen Louis tadi. Alan menurunkan Nyonya besarnya itu di depan lobby apartemen Luis. Alan juga ikut turun dari mobilnya di lobby apartemen Louis ia membiarkan petugas Vallet parking untuk memarkirkan mobil milik Suci yang ia kendarai tadi dan berjalan mengikuti langkah Suci dari belakang.


Suci berjalan begitu cepat menuju lift apartemen Louis. Ia terlalu bersemangat untuk bertemu dengan Jessica hingga ia melupakan keharusannya untuk mengisi buku tamu yang ada di meja resepsionis apartemen. Apartemen Louis adalah apartemen kelas atas yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Di mana setiap tamu tidak diperbolehkan masuk tanpa seizin penghuni unit apartemen dan tidak bisa langsung diizinkan masuk oleh petugas keamanan begitu saja sebelum melaporkan diri dan mengisi buku tamu di meja resepsionis.


Kedatangan Suci di perhatikan oleh seorang petugas keamanan apartemen, Petugas keamanan sangat merasa asing dengan wajah Suci. Akhirnya petugas keamanan apartemen itu menghampiri Suci yang menerobos masuk melewati begitu saja meja resepsionis. Petugas keamanan itu menegur dengan ramah dan sopan Suci yang berada di depan lift sebagai tamu apartemen dimana dia bertugas saat ini.


"Maaf Nyonya demi keamanan dan kenyamanan penghuni Apartemen kami, Anda tidak kami izinkan untuk masuk sebelum Anda melaporkan diri Anda di meja resepsionis. Silahkan isi buku tamu dulu di meja resepsionis Nyonya! Silahkan isi tujuan Anda ingin datang bertamu ke unit siapa dan ada keperluan apa. Silahkan Nyonya!" ucap Petugas keamanan itu dengan membungkukkan sedikit badannya mempersilahkan Suci untuk menuju ke meja Resepsionis.


Suci nampak kesal. Mau tidak mau dia harus ke meja resepsionis mengisi buku tamu. Namun saat ia sudah berada di meja resepsionis ia nampak bingung. Tidak mungkin ia bisa menemui Jessica jika ia berkata jujur ingin mendatangi unit apartemen Andre. Karena dia mengetahui apartemen Louis in adalah milik keluarga besar Kusuma. Kakek dari Andre.


Alan yang melihat wajah bingung Suci pun segera mengambil perannya. Ia menulis buku tamu dengan tujuan ingin ke unit Rania. Tindakan Alan membuat Suci menaikan sebelah alisnya. Seorang resepsionis membaca tulisan Alan.


"Maaf Tuan, Nona Rania tidak berada di unit apartemennya. Ia belum kembali ke unitnya Tuan" ucap staff resepsionis itu dengan ramah.


"Kami ingin mengambil beberapa pakaiannya untuk di bawa kerumah sakit. Karena orang tuanya sedang dirawat dirumah sakit. Orang yang berdiri di samping saya ini adalah Nyonya Suci calon ibu mertua dari Nona Rania, Mbak" ucap Alan berbohong agar staff Resepsionis mempercayainya. Apa yang di ucapkan Alan berhasil membuat staff resepsionis percaya karena melihat kemiripan wajah Suci dengan Fabian yang mereka kenal sebagai kekasih Rania dan pemilik unit apartemen yang Rania ditinggali. Akhirnya mereka di perbolehkan memasuk kedalam lift apartemen. Saat di dalam lift Alan menekan tombol 7 menuju lantai dimana unit apartemen Andre berada.


"Alan terima kasih atas bantuanmu. Tindakan mu barusan sangat berguna bagi ku. Tapi apakah wanita ular itu tinggal disini?" ucap Suci saat berada di dalam Lift.


"Iya Nyonya, Nona Rania tinggal di apartemen ini. Pak Fabian membelikan unit apartemen ini saat Nona Rania ulang tahun. Tepatnya dua tahun yang lalu Nyonya." ucap Alan yang menjawab pertanyaan Suci. Suci merasa kesal pada Fabian setelah mendengar jawaban Alan atas pertanyaannya.


"Anak itu, kenapa menghambur-hamburkan uang untuk wanita ular itu? Apa sih yang diberikan wanita ular itu pada anakku hingga membuat anakku bisa memberikan apapun yang dia mau?" batin Suci yang terus bertanya pada dirinya sendiri.


"Ting" suara lift yang sudah berhenti saat sudah tiba di lantai tujuan mereka.


Alan mempersilahkan Suci berjalan terlebih dahulu dan dia mengikuti langkah Suci dari belakang. Mereka menyusuri lantai 7 mencari unit 701 apartemen Andre.


Langkah mereka terhenti di muka pintu unit 701 apartemen Andre. Alan menekan tombol Bell.


"Ting tong...ting tong." suara Bell berbunyi.

__ADS_1


Bi Lastri yang mendengarnya segera membukakan pintu. Di lihatnya Suci dan Alan berada di muka pintu.


"Apa Tuan Andre ada Bi?" tanya Alan dengan sopan.


"Ada Tuan... Silahkan mari masuk kedalam! Sebentar ya saya akan panggilkan Tuan Andre" ucap Bi Lastri dengan ramah.


Bi Lastri mengizinkan mereka masuk karena ia sangat mengetahui pasti mereka bukan orang sembarangan terlihat dari pakaian dan gestur tubuh mereka dan terlebih lagi Bi Lastri sangat mengetahui tidak sembarang orang bisa masuk ke apartemen ini tanpa seizin pihak keamanan dan pemilik unit apartemen.


Bi Lastri menghampiri Andre dan Jessica yang berada di ruang televisi. Jessica sedang menemani Andre menonton berita bisnis terkini di salah sati channel televisi swasta negri ini. Ia duduk dalam rangkulan tubuh kekar Andre sambil memakan stik balado dengan toples yang ia pegang di tangannya.


"Tuan... Ada tamu yang mencari Tuan. Mereka sedang menunggu di depan" ucap Lastri memberi tahukan Andre akan kedatangan Suci dan Alan.


"Siapa Bi? Apa ada pihak resepsionis yang menghubungi ke unit ini Bi memberitahu kalau ada tamu dari luar yang mencari ku?" tanya Andre pada Lastri.


"Tidak Tuan ada Tuan, mungkin tetangga unit yang sedang bertamu Tuan" jawab Lastri.


"Ok baiklah, Tolong buatkan minum untuk tamu ku ya Bi" ucap Andre yang meminta Lastri membuatkan minuman untuk tamunya.


"Tamunya perempuan atau laki-laki Kak?" tanya Jessica sambil memainkan jarinya di dada Andre.


"Aku tidak tahu sayang, seperti yang kamu tahu tadi Bibi tidak memberitahukannya dan aku juga belum menemui tamu ku itu. Memang kenapa jika tamu ku itu seorang perempuan? Apa kamu cemburu hemmm?" tanya Andre sambil menyubit hidung mancung Jessica gemas.


Jessica menjawab pertanyaan Andre dengan menganggukan kepalanya di dada bidang Andre. Membuat Andre tertawa terkekeh. Karena sikap posesif Jessica. Cemburu hanya karena tamu itu bergender perempuan.


"Hahahahaha" suara tawa Andre yang besar terdengar hingga ke penjuru ruangan di unit apartemennya. Suci dan Leon pun mendengar suara tawa Andre yang menggema itu.


"Sedang menertawai apa dia, sepertinya bahagia sekali tawanya" batin Suci yang mendengar suara tawa Andre.


"Sepertinya hari-hari CEO berdarah dingin itu sudah berwarna dengan hadirnya Nona Jessica di hidupnya terlihat dari suara tawa bahagianya tadi dan sekarang hari-hari Pak Fabian menjadi suram dan kelabu karena kehilangan Nona Jessica. Aku harus persiapkan diri ku yang akan direpotkan oleh mereka kedepannya nanti." batin Alan.

__ADS_1


Andre berjalan keruang tamu dengan berjalan agak kesulitan karena Jessica memeluknya dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di punggung Andre. Andre memegangi tangan Jessica yang melingkar di perutnya. Andre sangat khawatir Jessica akan terjatuh makanya ia memegangi kedua tangan Jessica yang melingkar di perutnya dan berjalan seperti kura-kura sangat pelan sekali, Ia menjaga keseimbangan berjalannya agar tidak terjatuh.


Andre tidak melarang apapun yang dilakukan Jessica pada dirinya. Di belakang punggungnya Jessica kadang menggigit gemas punggung Andre, Andre menahan rasa sakitnya demi cintanya pada Jessica. Jessica juga terus menyium aroma maskulin tubuh Andre yang mulai siang ini akan ia rindukan setelah keberangkatan Andre nanti. Karena rencana kepergian Andre selama dua minggu akan membuatnya tersiksa menahan rindu pada Andre. Pria yang mencintainya sangat dalam.Didepan Andre hanya menikmati semua yang Jessica lakukan pada dirinya meskipun harus terus-menerus menahan sakit karena gigitan Jessica dan sedikit merepotkan dirinya karena harus berjalan seperti kura-kura.


Langkah kaki Andre terhenti begitu pula dengan Jessica yang berada di belakang Andre ketika sudah berada diruang tamu.


"Kak kenapa berhenti sudah sampai ruang tamukah? Tamunya perempuan atau laki-laki kak?" tanya Jessica dengan suara manja di belakang punggung Andre. Andre tidak menjawab pertanyaan Jessica. Ia hanya diam dan menatap tajam kedua tamunya itu.


"Untuk apa mereka kesini? Bagaimana mereka bisa masuk dengan mudah ke unit apartemen ku?"batin Andre bertanya-tanya.


"Kak kenapa diam saja.... ihhhh aku gigit nih kalau nggak mau jawab" ancam Jessica dari belakang punggung Andre. Kerena Amdre tak kunjung menjawab akhirnya Jessica langsung menggigit punggung Andre membuat Andre menahan rasa sakit. Jessica yang merasa heran kenapa tiba-tiba Andre diam begitu saja pun akhirnya melepaskan pelukkannya dari tubuh Andre dan melihat ke arah orang yang sedang Andre pandangi. Betapa terkejutnya Jessuca melihat kehadiran Suci dan Alan di unit apartemen Andre.


Suci dan Alan melihat Andre dan Jessica dengan tatapan yang juga sulit di artikan. Ditambah suara dan sikap Jessica yang begitu manja pada Andre baru saja ia saksikan. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Fabian dan kedua anaknya jika Fabian dan kedua anaknya melihat semua keromantisan yang ditunjukkan Andre dan Jessica. Hancur kecewa dan patah hati pastinya.


"Ada perlu apa Anda datang kesini Nyonya Suci?" tanya Andre dengan wajah datar namun dengan suara yanh sedikit meninggi. Jessica memeluk lengan Andre seakan meminta perlindungan darinya. Jessica sangat tahu betul dengan pasti sifat Suci yang pemaksa dan suka menyalahkan orang lain jika terjadi sesuatu pada anaknya.


"Duduklah dulu nak Andre, saya datang kesini dengan baik-baik, sambutlah kedatangan kami dengan baik. Bukankah ada istilah tamu itu adalah raja" ucap Suci berbasa-basi pada Andre.


"Ck... istilah itu tidak berlaku untuk Anda Nyonya, Cepat katakan saja ada maksud apa Anda datang ke apartemenku!" ucap Andre yang membuang pandangan wajahnya ke samping.


"Baiklah kalau kau ingin aku mengatakan maksud kedatangan ku kesini untuk apa. Aku akan menjelaskan maksud kedatangan ku hanya satu Andre. Meminta Jessica untuk ikut bersama ku. Aku datang untuk menjemputnya" ucap Suci.


"Hahaha... aku tidak akan mengizinkan calon istri ku untuk Kau bawa Nyonya setelah perlakuan Fabian yang ingin memperkosa calon istriku dilorong kosong semalam" jawab Andre yang membuat Suci dan Alan terkejut.


*


*


*

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH VOTE LIKE DAN KOMEN YAH😊😊😊


__ADS_2