
Setelah kepergian Abraham dan Adam dari kediamannya, Nico terduduk lemas di sofa ruang tamu. Dia duduk di samping Lestari yang terus saja menangis meratapi nasib Jessica putri bungsunya itu.
Leon yang berada di antara mereka sedang mengambil perannya. Dia seakan tidak mengetahui siapa pria yang akan menikah dengan Jessica minggu depan. Di dalam hatinya ia merasa kasihan kepada ibunya karena terus menangisi Jessica. Ingin rasanya ia memberitahu kepada Lestari hal yang sebenarnya namun ia urungkan karena ia ingat pesan kakek Abraham untuk merahasiakan semua ini.
Di sudut ruang tamu Cynthia nampak terlihat bahagia. Dia sedang membayangkan pria yang dijodohkan oleh kakek Abraham kepada adiknya itu. Ia membayangkan jodoh adiknya adalah pria tua kaya yang berperut gendut berkulit hitam dan rambutnya sudah mulai memutih. Cynthia tersenyum-senyum sendiri sembari mengelus perutnya yang masih rata sambil berkata, "Amit-amit cabang bayi."
Nico yang tengah duduk di samping Lestari sedang berfikir bagaimana cara menjelaskan kepada Andre 2 minggu ke depan nanti, ketika Ia sudah pulang dari Paris membawa datang keluarganya yang merupakan sahabat baiknya itu untuk melamar Jessica, sedangkan Jessica seminggu lagi sudah akan menikah dengan pria yang dijodohkan oleh Daddynya. Berarti ketika Andre datang bersama keluarganya semua sudah terlambat, Jessica sudah menikah dengan pria yang dijodohkan oleh Abraham. Dalam fikiran Nico, ia pasti akan mengecewakan Andre dan keluarganya yang merupakan sahabat baik dirinya sejak kecil itu.
" Maafkan aku Andre, Maafkan aku Brata, maafkan atas ketidak berdayaanku melawan Daddy ku...Maafkan jika aku mengecewakan kalian." batin Nico.
Pandangan mata Nico tiba-tiba saja mengarah pada sebuah figura foto keluarga yang terpajang di dinding ruang tamu, ia memperhatikan foto Jessica yang tengah tersenyum begitu bahagia di dalam foto keluarga itu. Hatinya berdenyut perih ia menyadari akan menyakiti perasaan anaknya lagi. Dia belum sempat meminta maaf kepada anaknya yang telah Ia usir, Bahkan ia belum sempat mencari keberadaan putri bungsunya itu.
" Maafkan ayah nak, ayah akan membuatmu berpisah dengan pria yang sangat mencintai mu dan ayah tahu kamu juga telah mencintainya, karena Ayah tak sanggup dan tak bisa melawan kehendak kakekmu. Mengapa takdir cintamu sebegitu menyedihkan seperti ini. Ayah hanya bisa berdoa semoga pria yang dijodohkan oleh kakekmu adalah pria yang baik yang juga akan mencintaimu seperti Andre mencintaimu nak." ucap Nico di dalam hatinya.
Sepasang suami istri yang kini berada di dalam satu kamar sedang membaringkan tubuh mereka dalan ranjang yang sama. Sedang merasakan sama-sama tidak bisa memejamkan matanya semenjak kedatangan Abraham ke kediamannya hidup merasa dilanda ketidak tenangan. Fikirannya mereka terus memikirkan nasib putri bungsu mereka. Nico yang jarang sekali memikirkan Jessica mulai dari kedatangan Abraham tadi hingga kini fikirannya terus di penuhi dengan Jessica.
"Bu, apa kamu tahu dimana putrimu sekarang berada?" tanya Nico pada istrinya yang masih saja terus menangisi Jessica.
"Tidak tahu." jawab Lestari berbohong. Lestari ingin Nico berusaha sendiri mencari putrinya jangan hanya ambil gampangnya saja dengan bertanya pada dirinya.
"Apa Leon tak memberitahukan mu Bu?" tanya Nico lagi sembari memeluk tubuh istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Leon juga tidak tahu dimana Jessica berada." lagi-lagi Lestari menjawab pertanyaan suaminya dengan berbohong.
"Apa Andre tidak menghubungi Leon memberi kabar tentang Jessica bu? Aku tahu betul anakmu pasti pergi bersama orang suruhan Andre itu. Andre pasti tahu dimana Jessica berada dan tidak mungkin Andre tidak mempertahu putramu itu bu." tanyanya lagi, Nico mulai nampak mengkhawatirkan keberadaan Jessica.
" Bukankah aku sudah memberitahumu kalau aku tidak tahu dan Leon tak memberitahuku, jika kau menganggap Leon tahu maka bertanyalah langsung padanya jangan padaku. Aku benar-benar tidak tahu keberadaan putriku itu berada dimana, jika aku tahu buat apa aku menangisinya seperti ini. Dia pasti akan di culik oleh orang tuamu dan di nikahkan paksa dengan pria asing yang tidak ia kenali. Nasib buruk yang di alami putriku itu semua karena disebabkan oleh diri mu Ayah." jawab Lestari dengan nada bicara yang begitu ketus.
Nico tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar ucapan Lestari yang menyalahkan dirinya. Memang betul semua yang dikatakan Lestari. Nico-lah penyebab semua ini.
Nico yang dilanda kecemasan akhirnya pergi meninggalkan Lestari dari kamar pribadinya. Nico melangkahkan kakinya menuju kamar Leon putranya. Dia mengetuk pintu kamar Leon dengan kencang sehingga membuat Cynthia yang sudah tertidur pun terbangun dan keluar melihat Niko yang sedang mengetuk pintu kamar Leon, abangnya itu.
"Ayah kenapa ayah mengetuk kamar abang Leon sekencang itu? Aku jadi terbangun." tanya Cynthia yang berdiri dimuka pintu kamarnya.
"Tidurlah lagi Nak, ayah hanya ingin bicara dengan abang mu." pinta Ayah pada Cynthia.
"Terinakasih Nak, sudah memberitahu ayah. Kembalilah tidur nak! Maafkan ayah yang mengganggu tidurmu." ucap Nico yang menghampiri keberadaan Cynthia di muka pintu kamarnya. Nico mengecup kening Cynthia setelah menyelesaikan ucapannya.
Setelah memastikan Cynthia masuk ke dalam kamar Nico segera keluar untuk menghampiri Leon yang berada di gajebo. Niko melebarkan langkahnya ia berjalan begitu cepat menghampiri Leon yang berada di Gazebo depan. Leon yang tengah asik bekerja ditemani oleh Anna lewat via telepon tiba-tiba terkejut karena kehadiran Nico yang berdiri di hadapannya.
"Kenapa ayah kesini? Apa ayah sedang mencariku? Katakanlah ayah ada perlu apa ayah mencari ku?" tanya Leon dengan wajah datarnya. Ia seakan tak suka melihat keberadaan Nico di dekatnya.
" Ayah ingin bertanya keberadaan adikmu padamu. Apa kau tahu di mana keberadaan adikmu Leon?" tanya Nico pada Leon yang tengah asyik mengerjakan sesuatu dengan Laptop di hadapannya.
__ADS_1
" Sayangnya aku tidak tahu keberadaan Jessica ada di mana Ayah, lagi pula untuk apa Ayah mencarinya? Bukankah Ayah ingin dia pergi selamanya dan tak ingin dia kembali lagi ke rumah ini?" jawab Leon dengan berbohong, Leon mengembalikan pertanyaan-pertanyaan yang merupakan kata-kata yang pernah Nico ucapkan pada Jessica.
"Ayah mencarinya karena ayah mengkhawatirkannya Leon, kamu jangan coba-coba membohongi Ayah Leon. Ayah tidak mengajarkan kamu untuk menjadi orang yang suka berbohong. Kamu pasti tahu dimana Jessica adikmu itu berada." Nico menekan Leon untuk memberitahu keberadaan Jessica.
" Ya ayah kau memang tidak pernah mengajarkan aku untuk berbohong tapi kau sudah mencontohkan aku dengan berbohong selama ini. Kau bilang pada kami Kau adalah anak yatim piatu dari panti asuhan dan kami tidak memiliki seorang kakek dan nenek dari dirimu lalu apa kenyataannya sekarang? Kau adalah putra pengusaha kaya nomor dua dinegri ini. Kau tidak pernah tahu betapa beratnya hidup yang ku lalui selama ini, bersekolah disekolah elit mengandalkan beasiswa berada ditengah-tengah orang kaya, terkucilkan dan dibully setiap saat oleh mereka sudah menjadi makanan ku sehari-hari. Tapi semuanya seharusnya tidak terjadi jika Ayah tidak menyembunyikan jati diri Ayah sebenarnya. Dan ayah juga tidak pernah tahu apa yang telah terjadi pada ku baru-baru ini. Harga diriku dan keluarga ku di hina dan di injak-injak oleh keluarga Dahlan orang tua mantan kekasihku. Karena apa? Karena kelakuan anak kesayangan ayah yang hamil di luar nikah dan karena mereka hanya mengetahui aku hanya anak orang biasa tidak sederajat dengan mereka." jawab Leon dengan menatap tajam wajah Nico.
Nico dibuat terdiam dengan jawaban yang diberikan oleh Leon. Rasa bersalah muncul di dalam dirinya.
"Maafkan Ayah Leon... Maafkan kesalahan Ayah selama ini pada mu." Nico memohon maaf pada putranya dengan suara yang bergetar.
"Permintaan maaf Ayah tidak akan merubah kenangan buruk yang telah ku alami selama ini. Aku mohon pada ayah untuk tidak ikut campur lagi dengan urusanku dan Jessica. Kini ayah hanya perlu mengurusi Cynthia anak kesayangan ayah itu. Yang perlu ayah tahu Jessica dalam keadaan baik-baik saja dalam pengawasan kakek." ucap Leon yang membuat hati Nico begitu sakit.
Leon segera menutup laptopnya dan beranjak pergi meninggalkan Nico yang berdiri mematung setelah mendengar perkataan Leon yang begitu menyakitkan hatinya. Permintaan maaf seorang ayah yang ditolak oleh anaknya yang terlanjur kecewa padanya.
"Leon" panggil Nico pada anaknya yang berjalan melewatinya.
Langkah Leon terhenti ketika Nico memanggil namanya.
"Bisakah kita bicara sebentar saja, Ayah akan menjelaskan mengapa ayah melakukan itu semua." ucap Nico yang memandangi punggung Leon. Leon hanya menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang.
"Aku rasa tidak perlu ayah menjelaskan semua itu. Aku tidak perlu penjelasan Ayah. Semua sudah terlanjur terjadi. Jika semua penjelasan ayah bisa memutar waktu dan keadaan maka aku akan mendengarnya. Namun sayangnya tidak. Aku mau istirahat dulu maaf jika aku harus meninggalkan ayah. Selamat malam." ucap Leon tanpa memandang wajah Nico. Nico paham betul rasa kecewa yang dirasakan anaknya pada dirinya.
__ADS_1
bersambung