
Jimmy yang sedang menikmati secangkir kopi robusta tanpa gula yang ia buat sendiri sambil menonton laporan saham yang di siarkan salah satu stasiun televisi swasta tiba-tiba berubah menjadi siaran langsung konferensi pers yang di lakukan keluarga Abraham.
Jimmy menonton konferensi Pers itu dari awal sampai akhir. Ia tersenyum bahagia melihat senyum Anna yang mendapatkan perlakuan manis dari pria yang sangat di cinta olehnya itu.
"Berbahagialah Anna seperti aku yang kini bahagia dengan sahabatmu Endah. Kau masih memiliki tempat tersendiri di hati ku, aku akan menjaga mu dari jarak yang cukup jauh. Tak satu orang pun boleh melukai hati mu termasuk Leon, Kakak ipar ku yang menyebalkan itu." Gumam Jimmy dalam hatinya.
Saat Jimmy menatap Anna di layar Tv-nya. Tiba-tiba Endah datang dari belakang dan langsung duduk di pangkuannya.
"Belum bisa melupakan dia humm? Jangan lupakan dia itu akan menjadi kakak ipar kita nantinya! Aku ingatkan padamu sayang. Jangan pernah main api dengan ku kalau kamu masih ingin menghirup udara di dunia ini Babang Jimmyku!" Ucap Endah yang menatap intens bola mata Jimmy,
Jimmy hanya tersenyum menanggapi ancaman sang istri, kini Endah sedang menanti jawaban yang keluar dari mulut suaminya itu.
"Aku begitu takut dengan ancaman mu sayang." Ucap Jimmy yang mencium kilas bibir Endah kemudian melanjutkan lagi ucapannya.
"Kamu tahu sayang, aku tak pernah melupakannya dan tak akan pernah melupakannya, karena tak perlu ada yang harus aku lupakan dari dirinya. Karena kamu tahu sendiri, dia tak pernah mengukir apapun di hari-hari ku. Bahkan dia tak pernah tahu dengan perasaanku yang pernah mencintainya. Yang aku hanya perlukan itu hanya meninggalkan perasaan cinta ku yang salah padanya. Aku tahu dia akan menjadi kakak ipar kita, jangan pernah takut aku akan meninggalkan mu apalagi bermain api dengannya, berniat pun tak pernah terlintas dalam fikiranku. Aku hanya akan menjaganya dari jauh sebagai rasa terima kasih ku atas kebaikan keluarga besar Kusuma kepada keluarga ku selama ini. Di hati dan hidup ku ini hanya ada kamu sekarang dan selamanya." Ucap Jimmy yang juga menatap bola mata Endah.
Endah tak menanggapi perkataan Jimmy dengan kata-kata lagi. Endah langsung saja menyambar bibir Jimmy. Melu.mat habis bibir Jimmy yang menjadi candu baginya. Jimmy membalas ciuman panas yang di berikan sang istri padanya dengan tak kalah hebatnya.
"Bibir ini milik ku, hanya milik ku, kau tahu kan Babang Jimmy?" Ucap Endah dengan kabut garah di wajahnya setelah melepaskan ciuman panas mereka.
"Semua yang ada di diriku ini milik mu sayang dan semua yang ada di dirimu adalah milik ku." Sahut Jimmy yang kembali menyambar bibir sang Istri kemudian melu.matnya.
"Puaskan aku lagi sayang." Pinta Endah dengan wajah memohon saat Jimmy pindah menciumi area leher jenjang miliknya.
"Dengan senang hati Nyonya Jimmy, aku akan memuaskan hasrat mu itu." Balas Jimmy yang langsung saja menggendong Endah masuk kedalam kamarnya.
Sepasang pengantin baru ini pun kembali mengulang pergulatan panas mereka.
Sementara itu di kota yang sama di tempat yang berbeda Diego yang melihat siaran televisi yang sedang menyiarkan konferensi pers keluarga Abraham di buat terperangah melihat Lestari,Leon dan Anna yang berada bersama Pengusaha nomor dua di Negri ini.
__ADS_1
"Jika Leon adalah cucunya Tuan Abraham jadi Jessica dan Cynthia juga cucunya. Astaga bagaimana ini? Bisnis Papi pasti dalam bahaya. Aku sudah menyakiti dua cucu pengusaha yang berpengaruh di negri ini." Ucap Diego yang di hantui rasa takut.
"Tunggu tadi Tuan Abraham bilang perusahaan Adijaya Group dan Batara Group sudah bersatu dengan menikahnya Andreansyah Brata Kusuma dengan salah satu cucunya perempuannya yang kini tengah mengandung. Apa cucu perempuan yang maksud Tuan Abraham itu Cynthia? Jika benar Cynthia berarti aku masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan kembali Jessica tanpa di halangi oleh Cynthia." Diego bermonolog pada dirinya sendiri setelah mendengar pengumuman terakhir yang di ucapkan Abraham.
"Kamu dimana Jessica? Dua minggu lebih aku tak melihat mu datang ke kampus dan rumah mu pun kosong, Apa kamu sudah pindah rumah? Aku akan mencari mu dan mengejar kembali cinta mu sayang. Mami ku tak akan memasalahkan cinta kita lagi karena tau siapa diri mu sekarang sayang." Ucap Diego yang begitu semangat mengejar kembali cintanya pada Jessica.
Di sebuah kedai warung kopi, Berry yang sedang berkumpul dengan teman-temannya juga menyaksikan siaran konferensi pers keluarga Abraham. Teman-temannya begitu terkejut melihat Leon, Abangnya kekasih Berry itu ternyata salah seorang cucu pengusaha nomor dua di Negri ini.
"Berr, Abang ipar lu tuh masuk siaran TV, cucu pengusaha dia Berr... Siapin diri lu baik-baik Berr, dia pasti gak akan tinggal diam lu udah buntingin adeknya dan nggak mau tanggung jawab lagi." Ucap salah satu temannya yang menakut-nakuti dirinya.
"Eh tunggu-tunggu, tuh si Tuan Abraham bilang Andre dari Batara Group nikah sama salah satu cucunya yang sekarang sedang bunting, jangan-jangan dia nikah sama si Cynthia Berr." Ucap salah satu temannya yang lain.
"Wah Berr, bibit lu bakal di tanggung jawabin sama pengusaha nomor satu di Negri ini Berr, beruntung banget tuh cabang bayi lu." Ucap temennya yang lain.
"Bisa diem gak lu semua! Gue gak akan biarin Cynthia bahagia sama itu orang. Setelah dia campakin gue dan lebih memilih Diego pacar adiknya sendiri karena dia anak orang kaya sedang gue cuma anak orang gak punya." Ucap Berry dengan mata yang memerah penuh emosi.
"Gue belum tau Cess, yang pasti anak dalam kandungan Cynthia itu anak gue dan akan jadi milik gue, kalau gue gak bisa milikin darah daging gue, siapapun tak akan bisa memilikinya termasuk Andre." Jawab Berry yang masih belum tahu apa yang harus ia lakukan kedepannya.
"Gue akan bantu dan dukung lu Berr, kita bisa kerahin semua teman-teman kita buat bantu lu." Sahut Bonces yang menepuk pundak Berry. Ia memberi semangat pada sahabatnya itu.
Sedang di sebuah ruang rawat rumah sakit Suci yang sedang menjaga Fabian juga menyaksikan konferensi Pers yang dilakukan Abraham. Ia nampak begitu tidak senang melihat kebahagian yang terpancar dari wajah Dewi sahabatnya itu.
"Aku benci senyum bahagia mu itu Dew. Aku tidak rela kamu hidup bahagia di atas penderitaanku. Kita lihat saja nanti, apa senyum bahagia itu akan terpancar lagi di wajah mu itu. Aku akan membuat keluargamu hancur dan menderita." Ucap Suci dengan rasa penuh kebencian.
Suci yang duduk di sofa bangkit dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Fabian yang masih terbaring tak sadarkan diri.
"Bangunlah Nak, apa kau mendengarnya? Andre sudah merebut wanita yang kamu cintai, mereka sudah menikah, anak mu Hana sudah kehilangan kesempatan mendapatkan Ibu pengganti idamannya. BANGUN DAN REBUT KEMBALI CINTA MU NAK!!! Mommy yakin dia masih mencintai mu." Ucap Suci berbisik dengan suara kerasnya di telinga Fabian agar Fabian yang masih berada dalam tidur dalamnya mau bangun dan bangkit mengejar cintanya yang telah pergi.
Tanpa di sangka ucapan Suci di respon dengan tetesan air mata yang keluar dari kelopak mata Fabian. Suci yang melihatnya tersenyum senang, karena Fabian menunjukkan sebuah respon kehidupan dalam dirinya yang seperti mayat hidup.
__ADS_1
"Kau tahu Nak, Hana selalu merindukan ayam kecap masakan Jessica, sekarang bobot tubuh Hana sudah menyusut karena memikirkan kondisi mu yang seperti ini. BANGUNLAH ANAKKU SAYANG, KEJAR CINTAMU DEMI ANAKMU HANA." Pekik Suci yang terus berusaha membangunkan Fabian dengan caranya.
Fabian kembali merespon dengan menggerak-gerakkan jarinya. Suci melihatnya dan tertawa senang seperti orang gila.
"Hahaha, anakku kau akan segera bangun dan sembuh. Kamu akan membantuku membalaskan dendamku pada Dewi dan keluarganya hahahaha... Dewi bersiaplah menerima pembalasan dari ku." Ucap Suci di sela tawa kebenciannya.
Apa yang dilakukan Suci dan respon yang di berikan Fabian semuanya di lihat oleh Margareth istri Fabian.
"Begitu kuat rasa cintamu padanya Bie, hanya mendengar Mommy menceritakannya dengan mudahnya kamu merespon. Baiklah Bie demi kebahagiaan mu dan anak-anak aku akan membawanya kesini untuk mu." Ucap Margareth dengan lirih.
Tak kuasa ia membendung rasa perih di hatinya. Melihat Ibu mertuanya yang tak bisa menerima kehadirannya dan malah berusaha membangunkan anaknya yang koma dengan menceritakan wanita lain yang sangat di cintai oleh putranya itu.
Butiran beningpun jatuh begitu derasnya dari kelopak mata indah Margareth. Ia menangis tersedu-sedu di balik pintu ruang rawat suaminya.
"Sesakit ini bertahan mencintai mu Bie, dulu hanya Mommy mu yang tak menginginkan kehadiranku, sekarang dalam kondisi koma kamu sepertinya hanya menginginkan kehadiran Jessica untuk membangunkan jiwa mu yang tidur terlalu dalam." Ucap Margareth lirih di dalam hatinya.
"Sabarlah Nyonya, kita hanya perlu Nona Jessica untuk membangunkan Pak Fabian. Setelah dia bangun dia tak akan menjadi lelaki Pebinor seperti yang di harapkan Nyonya Suci. Percayalah pada saya Nyonya." Ucap Alan yang tiba-tiba datang dan ikut menyaksikan apa yang di lakukan Suci di dalam.
Sedang di Villa milik Fabian, Melani juga menyaksiakan siaran konferensi Pers yang dilakukan Abraham. Melani menatap bingung kenapa Abraham tidak memberikan pengumuman bahwa selama ini ada yang menukar cucu perempuannya dan memberitahulan pada seluruh dunia jika ia sudah menemukan cucu perempuannya itu.
"Apa mereka belum mendapatkan cucu perempuannya itu? Apa Ferry tidak memberikan anak kandung Nico itu? Aku harus segera cari tahu dari Ferry, kenapa mereka tidak mengumumkan perihal cucu perempuan mereka itu." Ucap Melani pada dirinya sendiri.
Dengan di bantu seorang suster yang merawatnya, Melani menghubungi nomor ponsel Ferry. Sudah puluhan kali ia mencoba menghubungi nomor itu, namun tak berhasil.
Rasa cemas mulai menderanya, ia mencemaskan keadaan buah hatinya yang berada dekat dengan musuh-musuhnya itu. Segera ia meminta bantuan suster yang merawatnya untuk menghubungi nomor Cynthia. Lagi-lagi nomor Cynthia juga sama tidak dapat di hubungi.
"Bagaimana kondisi mu Nak? Apa kamu dan kandungan mu baik-baik saja disana? Kenapa kamu juga tak bisa di hubungi sama seperti Papi mu? Apa mereka menjahati mu Nak? Mommy sangat mengkhawatirkan dirimu sekarang Nak, semoga kamu disana baik-baik saja, dan Nico selalu menyayangi mu." Ucap Melani yang begitu mengkhawatirkan kondisi Cynthia disana.
Cynthia adalah anak Melani dengan Ferry. Dibelakang suaminya yang kini telah tiada Melani pernah berselingkuh dengan Ferry. Dan ketika Cynthia baru di lahirkan dan membutuhkan donor darah, Jenis golongan darah Cynthia tidak sama dengan Melani ataupun suaminya. Sehingga akhirnya Melani bisa memastikan bahwa Cynthia adalah anak dari hubungan gelapnya bersama Ferry. Tak ada yang tahu termasuk Suci dan Ferry sekalipun bahwa Cynthia adalah anak kandung Ferry karena Melani menyembunyikan fakta itu.
__ADS_1