Cinta Jessika

Cinta Jessika
Claudia Boutique part 3


__ADS_3

Fabian menyelesaikan pembayaran di meja Kasir dengan Rania yang bergelayut manja di lengannya. Fabian dulu sangat suka diperlakukan seperti ini oleh Rania tapi sekarang ia begitu risih. Ingin rasanya ia menghentakkan tangannya agar Rania melepaskan tangannya itu.


Setelah melakukan pembayaran, Fabian segera bergegas untuk kembali ke mobil. Langkah Fabian begitu cepat hingga Rania sulit untuk mengimbanginya bahkan ia sampai tertinggal.


"Bie, kau benar-benar berubah. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini oleh mu Bie, aku akan membuat siapapun wanita yang merebutmu dari ku itu menyesal." ucap Rania pada dirinya sendiri.


Rania sengaja menghentikan langkahnya, ia mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya. Ia mencari nomor Clara di dalam kontaknya. Setelah menemukannya ia segera menekan tombol hijau dilayar ponselnya.


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo mbak Rania, apa kabar? tumben sekali kamu meneleponku." sapa Clara dengan manis layaknya penjilat ulung diseberang sana.


"Hallo Clara, kabar ku kurang baik, ada yang ingin aku tanyakan pada mu, jawablah setiap pertanyaanku dengan jujur, kamu tentu tau akibatnya jika tidak menjawab dengan jujur pertanyaanku bukan?" ucap Rania penuh nada ancaman.


"Tentu aku tau, katakanlah apa yang ingin mbak Rania ketahui!" jawab Clara.


"Apakah pacarku sedang dekat dengan wanita lain?"tanya Rania pada Clara.


"Ya Mbak, dia sedang dekat dengan karyawati part time di kantor, bahkan Pak Fabian sampai rela wajahnya babak belur berkelahi dengan mantan pacarnya dan sekarang dia tidak masuk kantor karena habis berkelahi lagi karena memperebutkan karyawati ini tapi bedanya sekarang dia berkelahi dengan Client yang isunya juga menyukai wanita ini." ucap Clara begitu bersemangat di ujung telepon. Clara seperti sedang membumbui emosi Rania.


"Hahahaha rasakan kau Jessica, aku akan memberikan mu pelajaran dengan tangan orang lain yang sangat mengerikan, kali ini aku yakin kamu akan menyesal dan kapok sudah merebut Fabian dari ku. Dan kau Rania, Fabian akan membencimu dan mendepak mu jika kamu menjahati Jessica hahahaha." batin Clara bahagia dengan pemikirannya sendiri.


"Sialan pantas saja hari ini dia meminta mengakhiri hubungan ini, ternyata benar sudah ada yang merebut posisiku dihati mu Bie, tak akan aku biarkan, kamu adalah tambang emasku Bie, tak akan aku biarkan siapapun merebutmu dari ku." batin Rania.


"Siapa nama wanita itu Clara?" tanya Rania dengan nada yang tersulut emosi.


"Jessica nama karyawati itu, hari ini dia masuk kekantor hanya sebentar dan dia pergi lagi, Dia diminta menemui Nyonya Suci, Bu Lia memintanya segera kembali ketika sudah selesai urusannya dengan Nyonya Suci tapi sampai saat ini dia belum kembali, ku dengar dia dipanggil oleh Nyonya Suci karena ingin membicarakan sesuatu yang penting. Entah apa itu, menurutku mungkin saat ini dia sedang bersama Pak Fabian, Mbak." ucap Clara menambah bumbu kekesalan Rania.


"Tidak, dia tidak bersama Fabian, Fabian sedang bersama ku, Ok Clara terima kasih atas informasinya, senang berteman dengan mu, awasi selalu Fabian untukku." ucap Rania pada Clara.


"Baik Mbak." ucap Clara di akhir teleponnya.


"Untuk apa aku mengawasi Fabian untuk mu Rania, kau-lah yang akan memberikan pelajaran pada Jessica untuk ku hahahaha." batin Clara


Rania kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil Fabian yang dikendarai Alan.


"Bie, kamu tega sekali meninggalkanku, berjalan begitu cepat." ucap Rania dengan nada manja dan memasang wajah sedih ketika sudah berada didalam mobil.


"Cuaca sangat panas di luar aku ingin segera ke mobil, maafkan aku Nia." ucap Fabian pada Rania tanpa melirik Rania sedikitpun.


"Bie dari tadi aku selalu lupa bertanya padamu, kenapa dengan wajahmu Bie, kenapa banyak luka lebam?" tanya Rania pura-pura tidak tahu.


"Aku berkelahi dengan Client." jawab Fabian jujur


"Kau menjawab satu pertanyaan ku dengan jujur Bie, aku senang mendengarnya, bagaimana dengan pertanyaan ku selanjutnya, itu akan menentukan nasib perempuan itu ditanganku Bie." batin Rania.

__ADS_1


"Berkelahi dengan Client? Kenapa bisa Bie, alasan apa yang membuatmu berkelahi dengannya? Aku baru kali ini mendengar kamu berkelahi dengan Client." tanya Rania memancing kejujuran Fabian.


"iya aku berkelahi dengan Client dan itu tentu saja bisa terjadi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Nia. Alasan aku berkelahi ya karena pekerjaan tidak ada alasan lain." jawab Fabian berbohong.


"Kau membohongiku Bie, Kau lihat saja besok bagaimana nasib wanita yang merebutmu dari ku." batin Rania.


*******


Beberapa tim make up artist sudah berada diruang make up yang berada di lantai 3. Mereka sudah siap me-make over wajah ketiga wanita ini. Ketiga orang ini baru terdiam saat wajah mereka di make over, tak terdengar lagi celotehan mereka dan gelak tawa mereka yang menggema ke seluruh lantai Butik ini.


"Ishhh... Mereka sebenarnya cantik dan menyenangkan jika diam seperti ini tidak seperti tadi benar-benar tiga gadis yang menyebalkan." Ema membatin.


"Ema, kemarilah!" panggil Anna pada Ema.


"Lu kenal dia Ann?" tanya Endah.


"Kenal kan tadi kenalan." jawab Anna santai menutupi kebohongannya. Hampir saja ia ketahuan oleh Endah


Ema berjalan menghampiri Anna.


"Kau bodoh sekali harusnya kau berdiri didekat ku, hampir saja aku ketahuan." ucap Ana dengan suara berbisik.


"Ma...maaf Nona." ucap Ema terbata-bata.


"Sudah Nona." jawab Ema.


"Kau tidak menggoda Kakakku dan temannya kan?" tanya Anna dengan tatapan mata yang tajam


"Ti..tidak Nona." jawab Anna terbata-bata.


"Bagus... Awas saja jika kau menggoda mereka, krekkk..." ancam Anna dengan mencontohkan memotong lehernya. Membuat Ema bergidik ngeri.


"Kau begitu menyeramkan nona, siapa yang mau berjodoh dengan wanita yang begitu menakutkan sepertimu?!" batin Ema.


"Kau sedang mengumpati ku ema?"tanya Ana, dia menatap tajam wajah Ema hingga membuat Ema menunduk takut. Ema hanya menjawab dengan dengan gelengan kepalanya.


"Kau itu bibit-bibit pelakor yang harus ditumpas keberadaannya, aku tak akan memberi celah pada wanita seperti dirimu Ema, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan laki-laki kaya demi hidup nyaman tanpa bekerja keras, cukup kak Claudia yang menjadi korbanmu, entah terbuat dari apa hati kak Claudia, hingga Kak Claudia terlalu baik masih memperkerjakan mu disini." batin Ana.


Tiga puluh menit berlalu, mereka sudah selesai di rias, Wajah mereka begitu berbeda. sungguh cantik anggun dan mempesona.


"Cantik banget lu Ann sumpah." puji Endah yang melihat wajah Ana nampak cantik dan berbeda.


"Lu juga Ndah cantik banget sumpah, hahahaha kaya bukan lu." puji Ana pada Endah.


"Iya.. ya kaya bukan gue nih, gue yang sekarang mirip kaya artis Hollywood nih hahahaha gue di make up kaya gini jadi berasa artis, siap cari jodoh nih gue hahahaha" ucap Endah sambil berkaca di cermin.

__ADS_1


"Endah tawa lu parah banget, udah cantik-cantik gini tawa lu masih menggelegar kaya petir." ucap Jessica yang baru selesai di rias


"Wahaha Ann, liat nih Cinderella gadungan kita cantik gak ketulungan hahahaha... Yah nelangsa deh si Diego ditinggal cewek secantik ini, Om duda nyesel deh nih ga dapat perawan ting-ting, gara-gara mulut goa." ucap Endah mengoda Jessica.


"Apaan sih lu Ndah, mulai deh Lambe lu rese" ucap Jessica kesal.


"Duh imut banget sih kalau lagi ngambeg si eneng bikin hati abang dag dig dug ser." goda Endah pada Jessica sambil menoel bokong Jessica.


"Endah!!" panggil Jessica kesal karena Endah menjahilinya.


"Udah ayo kita ganti baju, udah gak sabar gue pengen foto pakai baju pengantin." ajak Ana pada kedua sahabatnya itu.


Mereka pun berganti pakaian, sekarang mereka bertiga sudah mengenakan gaun pengantin. Mereka terlihat cantik dan anggun dengan balutan gaun. Namun ke anggunan Endah dan Ana hilang karena cara berjalan mereka yang sradak-sruduk. Mereka seperti sengaja melakukannya. Beberapa karyawan butik yang membantu mereka berjalan bergidik ngeri gaun itu rusak ditangan mereka.


Kini mereka sudah berada didalam studio Foto. Mereka sudah memulai sesi foto mereka dengan diarahkan oleh penata gaya disana. Fotografer yang bertugas mengambil gambar mereka harus ekstra sabar menghadapi mereka yang sedikit-sedikit tertawa, berdebat dan kadang saling pukul antara Endah dan Anna


"Tiga pengantin wanita yang bar-bar." celoteh fotografer yang mulai kesal dengan tingkah mereka.


Tiba saatnya dua diantara mereka harus mengganti gaun pengantin dengan gaun bridesmaid. Anna mengedipkan mata pada Endah seakan memberi kode.


"Jess lu dulu yang jadi pengantinnya, gue sama Anna ganti gaun dulu, lu tunggu sini!" pinta Endah pada Jessica, Jessica menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Seorang penata gaya memberikan bangku untuk Jessica duduk. Tanpa disadari Jessica fotografer terus mengambil gambarnya dari berbagai sudut.


Amna berjalan terlebih dahulu hendak keluar dari studio foto, Kaki jahil Endah sengaja menginjak gaun Anna, hingga membuat gaun Anna robek dan Anna pun terjatuh dibuatnya. Anna melirik tajam Endah. Beberapa karyawan butik menjerit histeris melihat gaun berharga ratusan juta rusak karena di injak Endah.


Anna bangkit dan berjalan menghampiri Endah.


"Lu mau buat gue bangkrut Ndah?" tanya Anna dengan tatapan yang tajam.


"Iya.. Kenapa emang?" jawab Endah seperti menantang Anna.


"Sengaja lu ya... Emang nyebelin lu ya Ndah... Lu mau nguras isi dompet gue, rasain nih!" ucap Ana ketika sudah menindih tubuh Endah.


Anna dan Endah pun jadi bergulat didalam studio, dua gaun itu jadi hancur tidak karuan. semua orang di studio hanya bisa menonton pergulatan mereka, beberapa karyawan butik sudah mencoba melerai namun tidak berhasil. Jessica terus meminta mereka menyudahi pergulatan mereka.


"Eh, Anna Endah udah dong... Jangan diterusin! ini lu berantem beneran apa bohongan sih?" ucap Jessica dengan suara yang bergetar dengan wajah yang penuh ke khawatiran.


Endah dan Anna langsung menghentikan pergulatannya ketika mendengar suara Jessica yang seperti itu. Mereka berdua menatap wajah Jessica yang penuh rasa kekhawatiran.


"Berantem boonganlah hahahaha..." jawab mereka berdua bersamaan lalu tertawa terbahak-bahak. Kemudian Anna dan Endah saling berpelukan di depan Jessica. Mereka saling bantu membantu saat berusaha berdiri.


"Issssh dasar stress kalian, jantung gue udah kaya mau copot liat kalian kaya gitu, becanda kalian tuh gak asyik banget." gerutu Jessica mewakili perasaan orang yang ada di dalam Studio.


Endah dan Ana tidak memperdulikan omelan Jessica mereka melenggang pergi meninggalkan Jessica di studio.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2