
Di Kediaman Fabian. Suci dan Fabian nampak gelisah dan gundah melihat kondisi Hana. Badannya demam dan terus mengigau memanggil – manggil terus nama Jessica.
“Bagaimana Ini Mom? Sepertinya rencana untuk perjalanan kami keperkebunan harus dijadwal ulang. Kondisi Hana tidak memungkinkan.” tanya Fabian yang mendekati Suci yang berada di muka pintu. Suci memandang sedih keadaan cucunya yang sangat merindukan dan berharap Jessica menjadi ibu sambungnya.
“Apa kau sudah menghubungi Jessica untuk datang kesini atau kau sudah menyuruh orang untuk menjemput dia untuk datang kesini?” Suci tidak menjawab pertanyaan Fabian, Ia malah balik bertanya pada Fabian.
“Aku sudah meminta Alan untuk menjemput Jessica Mom, tapi dia tidak ada dirumah. Alan mengatakan pada ku Jessica akan pulang kerumah setelah dia selesai mengantar Andre ke bandara dan sekarang dia berada di apartemen Andre. Membantu Andre menyiapkan keberangkatannya.” jawab Fabian atas pertanyaan Suci Mommynya.
“Apa kau tahu dimana Apartemen Andre berada?” tanya Suci lagi.
“Mana aku tahu Mom, lagi pula untuk apa aku tahu Mom. Itu sangat tidak penting bagi ku” jawab Fabian sedikit emosi dengan pertanyaan yang Suci berikan.
“Saat ini informasi dimana apartemen Andre sangat penting bagi Mommy Fabian.” ucap Suci kesal pada anaknya itu kemudian Suci meninggalkan Fabian. Ia berjalan memasuki kamar pribadinya. Ia mengambil Tas dan ponselnya. Ia segera keluar kamar dan turun kelantai dasar mencari keberadaan Alan.
“ALAN…ALAN…DIMANA KAMU ALAN?” teriakan Suci menggema di kediamannya.
Alan yang mendengar teriakan Nyonya-nya itu segera menghampiri Suci dengan berlari menghampiri Suci.
“Ada apa Nyonya mencari saya? Apa ada yang bisa saya bantu Nyonya?” ucap Alan dengan nafas yang masih terengah-engah karena habis berlari menghampiri Suci.
“Antarkan aku kerumah Jessica Alan!” pinta Suci.
“Baik Nyonya” jawab Alan. Kemudian Alan mempersilahkan Suci untuk berjalan terlebih dahulu.
*
*
*
*
__ADS_1
Kini mobil yang dikendarai Alan sudah berada di depan pagar rumah Jessica. Segera Alan membukakan pintu mobilnya untuk Nyonya Besarnya itu. Suci berjalan begitu cepat memasuki pekarangan rumah Jessica yang nampak sepi. Alan segera menekan tombol Bell yang ada di depan pintu rumah Jessica. Tak berapa lama kemudian setelah Alan menekan tombol Bell. Lestari membukan pintu rumahnya. Ia sedikit terkejut kenapa Alan kembali lagi kerumahnya.
“Ada apa ya Mas Alan? Kok mas Alan kembali lagi, Jessicanya belum pulang.” tanya Lestari dengan sopan pada Alan.
“Nyonya besar saya ingin bertemu dengan Ibu, Beliau ada disini” ucap Alan kemudian menunjukkan pada Lestari keberadaan Suci yang tengah duduk di kursi teras rumahnya itu.
Lestari menghampiri Suci dan mengajaknya berjabat tangan. Karena Suci lebih tua daripadanya. Akhirnya Lestari menyium punggung tangan Suci.
“Maaf Bu, ada perlu apa ingin bertemu dengan saya?” tanya Lestari dengan ramah.
“Kedatangan ku kemari ingin menanyakan keberadaan putri mu Jessica. Dimana dia sekarang?” tanya Suci tanpa berbasa-basi.
“Putri ku sedang berada di apartemen calon suaminya Bu, ada apa ibu mencari keberadaan putri ku? Apa ada sesuatu yang penting?” jawab Lestari kemudian ia kembali melayangkan pertanyaan pada Suci.
“Ya aku sangat membutuhkan putri mu sekarang. Sekarang ini putri mu sangat penting bagi ku dan bagi keluarga ku. Cucu ku Hana sedang sakit dan terus memanggil nama putri mu. Dia sangat merindukan putri mu. Bahkan ia sangat ingin putri mu menjadi Ibu sambung untuknya. Putri mu sudah memberikan harapan kosong pada cucu ku. Bisakah kamu memberi tahu ku dimana apartemen calon suaminya itu? Aku ingin memohon pada putri mu untuk datang menjenguk cucu ku yang sakit karena merindukannya.” ungkap Suci dengan wajahnya yang sendu.
“Maafkan saya Bu, sayangnya saya tidak mengetahui dimana apartemen calon menantu ku itu.” ucap Lestari jujur. Namun Suci tidak percaya. Suci menganggap Lestari sedang berbohong dan menyembunyikan keberadaan Jessica.
“Lestari jangan kau coba-coba membohongi ku. Aku ini adalah sahabat baik mertua mu. Jika kau tidak memberi tahu keberadaan Jessica pada ku. Akan aku bongkar rahasia kalian pada ketiga anak mu. Aku yakin mereka akan marah pada kalian. Karena sudah membohongi mereka bertahun-tahun dan menjauhkan mereka dari kakek dan Neneknya.” ancam Suci yang membuat Lestari terkejut.
“Tolong kau tanyakan padanya dimana apartemen calon menantu mu itu sekarang. Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu!” perintah Suci pada Lestari. Lestari yang takut akan ancaman Suci segera masuk kedalam rumahnya, mengambil ponsel miliknya lalu segera menghubungi Leon dihadapan Suci.
“Tut…tut…tut…”suara dering memanggil
“Assalammualaikum Bu, ada perlu apa menghubungi ku?” sapa Leon diujung telepon.
“Waalaikumsalam Nak, Ibu ingin bertanya pada mu Nak” suci menjawab salam anaknya.
“Silahkan Bu, bertanyalah bu! Aku akan menjawabnya” ucap Leon.
“Ibu ingin tahu dimana Apartemen Andre berada Nak?” tanya Lestari pada anaknya itu.
__ADS_1
“Untuk apa ibu menanyakan apartemen Andre? Apa ibu ingin menyusul Jessica kesana?” Leon tidak menjawab pertanyaan Lestari. Ia malah balik bertanya pada Lestari Ibunya itu.
“Ya ibu hanya perlu tahu saja nak di apartemen mana Andre tinggal” ucap Lestari
“Apa ibu baik-baik saja saat ini?” tanya Leon mengkhawatirkan Ibunya itu. Ia merasa Lestari seperti sedang tertekan.
“Ibu baik-baik saja Nak, cepatlah katakan dimana Apartemen Andre tinggal?” Lestari kembali menanyakan dimana Apartemen Andre.
“Ibu… aku merasa ibu sedang tidak baik-baik saja. Apa ada seseorang yang sedang membuat ibu tertekan?” Leon tak kunjung menjawab pertanyaan Lestari. Ia malah menanyakan keadaan lestari. Sebenarnya dugaan Leon itu benar. Tapi lestari tidak bisa bicara jujur pada anaknya. Suci yang berada di hadapan Lestari matanya sudah menatap tajam wajah Lestari yang tertekan karena ancaman Suci.
“Ibu baik-baik saja nak, Ibu sekarang dirumah seperti biasa hanya seorang diri. Cynthia pergi kerumah temannya. Jadi kamu tenang saja tidak ada yang membuat ibu tertekan disini” ucap Lestari berbohong, Ia berusaha membuat Leon percaya padanya.
“Baiklah jika Ibu baik-baik saja. Aku akan memberitahu Ibu dimana Apartemen Andre tinggal. Dia tinggal di Apartemen Luis yang berada di pusat kota Bu. Dia menempati unit 701 yang ada dilantai 7” ucap Leon .
Akhirnya jawaban yang ditunggu-tunggu Lestari pun diberikan oleh Leon. Dengan jawaban yang diberikan Leon ini akan mengakhiri penderitaanya dari ancaman dan tatapan tajam Suci yang membuat ia sangat tertekan . Lestari segera mentup panggilan telepon dengan anaknya itu, tanpa memberikan salam atau ucapan terima kasih pada anaknya . Sikap Lestari yang tidak biasanya ini membuat Leon merasa curiga dengan apa yang terjadi pada Lestari di rumah saat ini.
Segera Lestari memberitahukan dimana Apartemen Andre tinggal kepada Suci. Setelah mengetahui dimana letak apartemen Andre. Suci segera meninggalkan kediaman Jessica tanpa pamit ataupun mengucapkan terima kasih pada Lestari. Alan melajukan mobil yang ia kemudikan sesuai perintah Suci. Mobil itu melaju menuju Apartemen Louis.
“Ya Tuhan, terima kasih Kau sudah menjauhkan Fabian dari putri ku. Ternyata Ibu Fabian orangnya seperti ini. Aku tidak bisa membayangkan putriku punya mertua yang seperti Ibunya Fabian ini. Pasti putriku akan tersiksa dan tertekan. Semoga Andre bisa melindungi anakku dari wanita tua itu sekarang” batin Lestari.
...****************...
Kira-kira apa ya yang di lakukan Suci di apartemen Andre?
Yang mau tahu jawabannya … simak episode selanjutnya ya…
Maaf ya kalau banyak typo bertebaran dan bahasa yang masih kaku…
Karena ini novel pertama ku..
Jangan lupa untuk like vote Favorite ya….
__ADS_1
Jangan segan-segan untuk kasih kritik dan saran buat aku ya teman-teman…