
Jamal dibawa kesebuah pulau terpencil di sudut kota J dengan sebuat speed boat.
"Kau akan apakan dia Jim?" Tanya Andre yang begitu penasaran kenapa Jamal sampai dibawa ke pulau terpencil di sudut Kota.
"Lihat saja nanti! Tontonan yang begitu mengasyikan." Jawab Jimmy dengan senyum tipisnya.
"Jangan gila kau Jim! Ingat istrimu sedang hami! Jangan berbuat macam-macam!" Balas Andre yang mengingatkan Jimmy untuk tidak berbuat macam-macam.
"Aku tidak berbuat macam-macam, yang aku perbuat hanya satu macam saja." Jawab Jimmy yang melah membuat Andre kesal dan membuang pandangannya.
Sesampainya di pulau, Jamal di bawa kesebuah tanah lapang. Ia dilepaskan ditengah-tengah oleh anak buah Jimmy yang kemudian meninggalkannya dengan sebuah mobil Jeep terbuka dan dari kejauhan Andre dan yang lainnya tengah duduk di sebuah saung menikmati minuman dingin penyegar tenggorokan.
Sedang di sisi lain Jimmy sudah berada di balik kemudi sebuah mobil Jeep tua. Ia melajukan mobil jeep tua itu mendekati Jamal yang berdiri kebingungan ditengah tanah lapang.
"Hai, Jamal apa kabar? Bagaimana perjalananmu ke pulau ini? Menyenangkan bukan? Aku mengajakmu berjalan-jalan sebelum kau melakukan perjalanan mu ke alam baka dengan penuh rasa sakit seperti yang dirasakan Kakakku saat kau menabraknya hahahaha..." Ucap Jimmy dengan tawanya yang menyeramkan dari atas mobil yang ia kemudikan.
"Tu-Tuan maafkan aku! Saya menyesal Tuan. Tolong ampuni kesalahan saya ini Tuan!" Jamal mendekati Jimmy dan memohon ampun dihadapan orang yang sebentar lagi akan mencabut nyawanya.
"Maaf? Menyesal kata mu? Apa permintaan maafmu dan penyesalan mu bisa menghidupkan kembali Kakakku dan ketiga keponakan ku Jamal?" Jawab Jimmy yang kemudian menendang tubuh Jamal menjauh dari dirinya.
"Larilah Jamal! Jika kau bisa lari dariku, aku akan membebaskan mu! Hahaha...." Perintah Jimmy yang langsung membuat Jamal berlari dengan kencang.
Jimmy tertawa melihat Jamal berlari terbirit-birit seperti itu, begitu pula dengan rekan-rekannya yang duduk bersama Andre tapi tidak dengan Andre. Tak ada senyum ataupun tawa yang terukir diwajah tampannya itu. Dia sudah bisa membayangkan apa yang terjadi setelah ini. Dia tidak mau melihat sisi kejam sahabat, assiten sekalian Kakak iparnya itu, ia memilih pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah melihat Jamal sudah berlari cukup jauh. Jimmy segera melajukan kendaraan Jeep tuanya dengan kecepatan tinggi dan Brakkk!!! Suara seseorang jatuh terlempar ratusan meter setelah tertabrak mobil jeep tua dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Jamal tak langsung tiada karena kepalanya tak terbentur dengan lantai beraspal ataupun besi mobil seperti Margareth, kepalanya hanya terbentur tanah yang tidak terlalu padat. Tubuhnya menggelinjang merasakan sakit dan remuk disekujur tubuhnya.
Jimmy dengan mobilnya datang mengambil Jamal yang terkapar di tanah.
"Bagaimana Jamal nikmatkan rasa sakit yang aku berikan padamu? Inilah rasa sakit yang dirasakan Kakakku dan ketiga keponakan ku saat kau tanpa hati menabrak mobilnya hanya karena uang." Ucap Jimmy yang sudah menodongkan pistolnya di kepala Jamal yang sudah tak berdaya.
"Selamat tinggal Jamal, tunggulah wanita Tua itu menyusul keberadaan mu di neraka." Ucap Jimmy yang kemudian melepaskan tembakan di kepala Jamal.
Dor...Dor...Dor!!! Tiga kali tembakan yang dilepaskan Jimmy untuk menghabisi nyawa Jamal.
"Buang dia kelaut!" Perintah Jimmy kepada anak buahnya yang sudah berdiri tak jauh dari dirinya.
Jimmy kemudian meninggal jenazah Jamal yang akan diurus oleh anak buahnya dan setelah itu Jimmy menghampiri Andre ditepi pantai.
"Lalu menurutmu, aku harus menyerahkan dia kekantor polisi dan membiarkan dia hidup enak makan tidur dipenjara begitu?" Tanya Jimmy dengan pemikirannya yang menurutnya hidup di penjara itu enak.
"Tapi kau jadi mengotori tangan mu Jim."
"Dengar Andre bagiku keluarga ku dan keluarga mu adalah segalanya. Aku tak akan membiarkan seseorang menyakiti keluarga ku juga keluarga mu, aku tak perduli jika aku harus mengotori tanganku sendiri hanya untuk menghabisi mereka yang sudah mengusik ketentraman keluarga kita." Ucap Jimmy yang membuat Andre sejenak memeluk tubuh kekar Kakak iparnya itu.
"Sekarang kau sudah tahu siapa dalang dari kematian Margareth. Apa langkahmu selanjutnya Jim?" Tanya Andre pada Jimmy yang sedang menatap luasnya laut di hadapannya.
"Aku akan menghabisinya tidak perduli dia wanita tua yang harus aku hormati karena dia istri dari Tuan Bagas. Aku yakin dia melakukan semua ini dibelakang Tuan Bagas. Yang jadi pertanyaan ku, darimana ia mendapatkan suntikan dana untuk melancarkan aksinya padahal setahuku Tuan Bagas dan anak-anak sudah tak lagi mengirimkan uang padanya." Jawab Jimmy.
"Apa mungkin Fabian juga ikut terlibat, mendanai semua ini Jim?" Tanya Andre.
__ADS_1
"Tidak Ndre, dia sama dengan Bagas, mereka sama-sama merasakan koleps oada keuangannya. Apalagi dia tidak pernah memegang perusahaannya setelah istri mu meninggalkannya." Jawab Jimmy.
"Berarti kita harus cari tahu Jim, darimana sumber keuangan Nyonya Suci untuk melancarkan semua aksi kejahatannya."
"Ya kamu benar Ndre. Tunggulah sebentar lagi, biarkan anak buahku membuang jenazah Jamal baru kita kembali ke Kota J. Kita akan menghubungi Bank Central untuk mengetahui aliran dana yang diterima Suci." Ucap Jimmy yang diiyakan oleh Andre.
Setelah semuanya selesai Andre dan Jimmy kembali ke kota J. Mereka mendatangi Bank Central yang ada dipusat Kota. Kedatangan mereka sangat di sambut hangat oleh pihak Bank. Meskipun hari menjelang sore dan Bank pun dalam kondisi akan tutup, tapi karena yang datang adalah tamu besar. Bank dengan senang hati menerimanya dan menunda waktu untuk beberapa saat untuk melakukan penutupan.
"Selamat siang menjelang sore Tuan-tuan, ada yang bisa kami bantu." Sapa salah satu petinggi Bank yang langsung menerima kedatangan mereka.
"Ya tentu, kami datang kesini ingin meminta bantuan untuk melihat rekening koran seseorang yang sedang kami curigai aliran dana kami mengalir ke orang tersebut." Jawab Jimmy yang langsung saja pada inti tujuan kedatangannyanke central Bank tersebut.
"Baik Tuan, tapi saya mohon maaf sebelumnya. Jika untuk memberikan rekening koran atas nama orang lain sangay menyalahkan aturan yang ada, jadi dengan berat hati kami tidak bisa membantu Tuan-tuan." Jawab staff petinggi itu dengan hati-hati takut menyinggung kedua orang besar dan berpengaruh di Negeri ini.
"Ok baik, jika Anda tak bisa membantu kami, siapkan uang tunai sejumlah saldo di rekening pribadi saya dan perusahaan saya sekarang juga." Pinta Andre yang membuat Staff petinggi Bank itu kelagapan.
Tanpa berfikir panjang staff itupun akhirnya dengan terpaksa mengikuti keinginan kedua tamunya.
Seluruh rekening atas nama Suci di cetak dan dipelajari langsung oleh Andre dan betapa terkejutnya mereka. Saat mengetahui ada aliran dana dari Ferry, yang masih memiliki kekerabatan jauh dengan keluarga Kusuma.
"Selidiki Ferry Jim!" Perintah Andre kepada Jimmy.
"Baik Tuan." Jawab Jimmy yang segera menghubungi seseorang dengan ponselnya.
Ia terlibat pembicaraan serius dengan seseorang di sebrang sana.
__ADS_1