Cinta Jessika

Cinta Jessika
Bertemu Clara


__ADS_3

Acara ulang tahun perusahaan Batara Group diselenggarakan begitu meriah di berbagai kota. Acara ini juga menjadi ajang pengenalan sosok Jessica di depan publik sebagai salah satu menantu keluarga Brata Kusuma.


Sesuai dengan jadwal yang di tentukan oleh pihak penyelenggara, yaitu perusahaan milik Fabian yang saat ini dikelola oleh Alan, Kota J di dapuk menjadi kota terakhir di selenggarakannya acara perayaan ulang tahun perusahaan Batara Group.


Jessica yang kini berada di kota J, Setelah melakukan serangkaian acara di berbagai kota, Andre menjadwalkan Jessica untuk mengecek kandungannya di rumah sakit milik keluarga besarnya yang berada di kota itu. Dengan diantarkan oleh para pengawal pribadinya Jessica pergi ke rumah sakit Central Kusuma tanpa ditemani oleh sang suami.


Andre tak bisa mengantar sang istri mengecek kandungannya karena dia sedang menyambut kedatangan koleganya dari luar negeri yang datang secara mendadak tanpa konfirmasi sebelumnya. Jessica yang mulai terbiasanya dengan kesibukan sang suami tidak terlalu menjadikan hal ini menjadi sebuah masalah. Ia terlihat biasa saja, malah Endah yang terlihat mempermasalahkannya.


Mobil yang di kendarai oleh Bowo sudah sampai di Rumah Sakit Central Kusuma. Jessica berjalan sambil bercengkerama dan menggandeng lengan Angela


"Gel, udah berhari-hari gak ketemu Ferdot, kamu ada rasa kangen gak sama dia?" Tanya Jessica pada Angela yang berjalan disampingnya.


"Kangen bangetlah Nyonya, pasti itu," jawab Angela jujur yang membuat Jessica tertawa.


"Apa yang kamu kangenin dari dia? Dia itu sangat menyebalkan Gel." Balas Jessica yang masih saja tertawa namun tawa itu terhenti ketika ia melihat sosok seorang pria yang pernah ada di hatinya saat ia berjalan melewati ruang Poli Kesehatan Jiwa.


"Stop Gel!" Jessica meminta Angela menghentikan langkahnya, seperti dirinya yang kini berdiri terpaku melihat Fabian, yang tengah duduk bersama Clara dengan perutnya yang membuncit di depan Poli Kesehatan Jiwa.


Kaki Jessica melangkah begitu saja mendekati kedua orang yang mereka kenali.


"Mbak Clara..." Panggil Jessica pada Clara yang sedang duduk menggenggam mesra tangan Fabian.


"Jessica..." Panggil Clara tanpa suara pada Jessica saat ia menolehkan pandangannya kearah Jessica.


Wajah Clara terlihat begitu terkejut melihat keberadan Jessica di dekat mereka. Dengan cepat Clara menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, ia melarang Jessica untuk kembali berbicara agar tak di dengar oleh Fabian yang tengah menatap sesuatu di depan sana dengan tatapan kosongnya.

__ADS_1


Clara melepaskan genggaman tangannya, ia beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Jessica.


"Jessica apa kabar?" Tanya Clara saat mendekati Jessica.


"Kabarku baik Mbak Clara, dan kau sendiri bagaimana Mbak?" Jawab Jessica yang kembali menanyakan keadaan Clara.


"Seperti yang kau lihat, aku sedang merawat calon ayah dari bayi dalam kandunganku yang sedang mengalami gangguan jiwa."


"APA??" Jessica terkejut mengetahui Fabian mengalami gangguan jiwa.


"Kau terkejut dengan ucapanku, Jessica? Ucapanku yang mana yang membuat terkejut? Kehamilanku atau gangguan kejiwaan yang dialami calon Ayah dari anakku, Fabian?" Tanya Clara dengan tatapan penuh selidik. Ia sangat tidak nyaman dengan keterkejutan Jessica.


"Maafkan atas keterkejutan ku yang tak membuat mu nyaman Mbak Clara, sungguh aku tidak bermaksud apa-apa. Jika aku boleh tahu sejak kapan Pak Fabian mengalami gangguan jiwa?" Tanya Jessica yang begitu penasaran.


"Aku tidak tahu pastinya kapan, yang pasti beberapa hari setelah meninggalnya istri dan tiga anaknya, seseorang yang tak di kenal mengantarkan dia pulang kerumah orang tuanya dalam keadaan yang sudah seperti ini." Jawab Clara yang juga tak mengetahui pasti kapan Fabian mengalami gangguan jiwa.


"Maaf Nyonya, Dokter sudah menunggu Anda sejak tadi, bisakah kita keruangan Dokter sekarang?" Tegur Angela yang mengajak Jessica untuk kembali pada tujuannya ke rumah sakit ini.


"Oh iya, baiklah," Jessica berhenti bermain dengan pikirannya yang sedang mengingat-ingat kejadian dua bulan silam.


"Mbak Clara, maaf aku harus pamit, senang bisa bertemu lagi denganmu, Mbak. Semoga lain waktu kita bisa bertemu dan punya banyak waktu untuk mengobrol." Jessica izin pamit dengan keramahannya.


Clara terlihat tersenyum kecut menanggapi keramahan Jessica. Ia merasa tak senang bertemu dengan Jessica dalam kondisi Fabian yang seperti ini. Dia berharap memiliki kesempatan diwaktu akan datang bisa bertemu Jessica dengan kondisi Fabian yang telah pulih dan sudah bisa membalas semua cinta tulus yang selama ini ia berikan pada Fabian.


Angela menggandeng kembali Jessica untuk kembali berjalan menuju ruang praktik Dokter Obligin yang di tunjuk Andre untuk memeriksakan kondisi kandungan istri tercintanya.

__ADS_1


Kini Jessica sudah kembali ke apartemen Louis setelah kembali mendampingi sang suami tercinta melakukan serangkaian acara perayaan ulang tahun perusahaan milik suaminya yang sudah di wariskan oleh Papi mertuanya itu.


Jessica dan Andre memilih tinggal di apartemen milik Andre selama beberapa waktu mereka berada di kota J, hampir satu bulan ini Jessica meninggal kota D untuk mengikuti kemanapun suaminya pergi, begitu pun dengan Endah.


Keduanya terlihat sudah selesai membersihkan diri dan kini tengah berbaring bersama di atas ranjang. Andre terlihat masih sibuk membalas pesan singkat dengan seseorang, entah siapa. Wajahnya nampak serius sepertinya ia sedag membalas pesan dari rekan bisnisnya ataupun karyawannya.


"Dad," panggil Jessica pada Andre yang tengah memainkan ponselnya di sanping tempat tidur.


"Hemmm," jawab Andre hanya dengan berdehem.


"Masih sibukkah?" Tanya Jessica yang kini meletakkan dagunya di atas bahu sang suami.


Ia tengah melihat dengan siapa suaminya bertukar pesan. Ternyata dengan Jimmy assiten sekaligus kakak iparnya itu. Ia tengah membicarakan jadwal kerja yang tengah dipersiapkan Jimmy untuknya.


"Daddy tidak terlalu sibuk, kenapa Mommy tanya seperti itu humm? Mau minta jatah ya?" Tanya Andre yang kemudian meletakkan ponselnya diatas nakas ketika Jessica mulai menciumi bagian leher Andre.


"Tidak juga," jawab Jessica yang masih menciumi bagian leher sang suami yang memiliki wangi yang begitu khas.


"Tidak juga berarti iya dong?" Balas Andre yang tangannya kini aktif mengelus-elus perut buncit sang istri yang makin lama makin naik kearah squishy kembar kesukaannya.


"Daddy nakal ya tangannya, elus-elusnya diperut aja jangan keatas-atas!" Jessica mencubit tangan suaminya yang bermain diatas salah satu Squishy kembar miliknya.


"Aduh sakit Mommy, kok dicubit sih tangan Daddy?" Andre sedikit mendongakkan pandangannya melihat Jessica yang tengah tersenyum mendengar suaminya kesakitan karena ulahnya.


Karena gemas melihat mimik wajah sang istri, Andre menarik tengkuk Jessica, ia mendarat kecupan di bibir merah jambu milik Jessica yang sudah menjadi candu baginya. Berawal dari kecupan hingga berakhir dengan bibir yang saling bertautan, saling menyesap dan melu.mat dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


Aktivitas mereka terhenti ketika suara dering ponsel Andre berbunyi.


__ADS_2