
Disebuah pabrik gula kosong di pinggir kota D, disanalah Jessica dan anggota keluarga lainnya di sekap. Mereka didudukan di sebuah kursi dengan ikatan yang sangat kencang. Lestari tak berhenti - hentinya menangis, dia menyesali keinginannya yang berujung petaka seperti ini.
Sedangkan kedua putrinya yang tengah hamil cukup tenang menghadapi penyekapan ini. Pandangan mata mereka berdua mengitari penjuru ruangan. Mereka mencari celah untuk melarikan diri jika meraka bisa melepaskan semua ikatan tali yang membelenggu tubuh mereka.
Didalam hati mereka, mereka berdoa untuk keselamatan mereka masing-masing dan juga kedua orang tua mereka. Tak lupa mereka juga berdoa agar para suami mereka datang ketempat ini sebagai tangan Tuhan dalam menyelamatkan diri mereka.
Tap...tap...tap... [Suara langkah kaki seseorang bertautan dengan langkah kaki orang lainnya.]
Prok...prok...prok [Suara tepukan tangan seseorang begitu menggema di ruang besar yang kosong itu.]
Sosok seorang wanita yang menggunakan gaun pengantin yang dikawal beberapa pria muncul dari arah belakang kursi mereka.
"Hallo Ayahku tercinta, bagaimana kabar Ayah setelah Ayah membuangku dalam kondisi tak berdaya hum?" Sapa Cynthia yang berjalan berlenggak-lenggok kearah Nico.
"Sialan ternyata anak tikus ini yang menyulik dan menyekap kami. Lihat saja Cynthia si anak tikus. Hari ini aku pastikan tamat riwayatmu di tanganku." Batin Endah yang geram.
"Kak Cynthia?? Jadi Kak Cynthia yang menyulik dan menyekap kami. Dia pasti dendam karena merasa terbuang oleh Ayah. Ini salah Ayah yang terlalu memanjakannya." Batin Jessica yang kembali menyalahkan sag Ayah mengapa Cynthia bisa berbuat nekat seperti ini.
"Cynthia, rupanya kamu yang merencanakan penculikan ini. Pasti ibumu ikut terlibat dalam penculikan ini. Kalian berdua pasti ingin mengambil suamiku dari diriku dan anak-anak ku." Batin Lestari dengan praduganya.
"Ayah sayang. Apa Ayah tidak merindukan anak kesayangan mu ini, hum?" Tanya Cynthia yang duduk begitu saja di atas pangkuan Nico dengan wajah yang saling berhadapan.
Cynthia terus mengelus wajah Nico dengan Jemarinya, di mengalungkan kedua lengannya ke leher Nico dengan manja.
__ADS_1
Nico ingin sekali menjawab semua ucapan Cynthia namun mulutnya yang di lakban membuatnya tak bisa berbicara sepatah kata apapun. Ia memilih untuk diam dan mendengar ocehan putri Melani itu.
"Ayah kau tahu, betapa sedih hatiku kau meninggalkan aku disaat aku sangat membutuhkan dirimu. Aku kehilangan anakku dan juga rahimku KARENA MEREKA." Ucap Cynthia yang lirih kemudian memekik di ujung kalimatnya sambil menunjuk jemari telunjuknya kearah Endah dan juga Jessica.
"Karena mereka Ayah, aku tak akan memiliki kesempatan lagi untuk memiliki anak. Aku sudah mandul Ayah...mandul hiks..hiks ... Karena mereka aku jadi mandul." ucap Cynthia dengan begitu lirihnya diiringi suara isak tangisnya yang memilukan.
"Kasian sekali kamu Kak, karena niat jahatmu padaku, masa depanmu sebagai wanita jadi hancur." Batin Jessica yang tersentuh dengan curahan hati Cynthia pada Ayahnya.
"Syukurin rasain, wanita seperti dirimu tidak pantas untuk melahirkan seorang anak. Makanya Tuhan menghukum mu dengan mengambil rahimmu Cynthia." Batin Endah yang malah menyukuri semua kepedihan yang di alami Cynthia.
"Huh, pintar sekali kau bercerita seakan-akan kau adalah korban dari kedua putriku. Padahal kau bisa seperti itu karena ingin mencelakai Putri bungsu ku. Tuhan begitu baik menyelamatkan Putriku dari wanita berhati busuk seperti mu Cynthia." Batin Lestari yang sama seperti Endah tak tersentuh dengan curahan hatinya pada Nico.
"Balaskan dendam ku pada mereka Ayah, maukan Ayah membalaskan dendamku pada mereka hum?" Tanya Cynthia yang membuat Nico langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kenapa Ayah? Kenapa Ayah tidak mau membalaskan dendamku pada mereka? Jangan bilang ayah lebih menyayangi mereka lebih daripada Ayah menyayangi ku hum? Kenapa Ayah sejahat itu padaku? Kenapa??" Tanya Cynthia yang berakhir dengan tangisannya yang begitu histeris.
Tangan kanan Cynthia mengangkat dagu Jessica. Kedua manik mata mereka saling berpandangan.
"Sebentar lagi, aku akan menikah dengan suamimu, wahai adikku tersayang. Anakmu akan menjadi anakku nanti. Kau akan melahirkan anak yang akan menjadi anakku dan Andre hahahaha..." Ucap Cynthia penuh dengan rasa percaya dirinya.
Jessica menatap tajam manik mata Cynthia.
"Tak mungkin suamiku bertindaklah bodoh menikah wanita ular seperti mu." Batin Jessica yang tak percaya dengan keinginan Cynthia yang tak akan pernah tercapai sampai dunia kiamat sekalipun.
__ADS_1
"Sebelum Kak Andre menikahi mu, kau akan jadi mayat terlebih dahulu ditanganku Cynthia. Tidak mungkin seorang CEO dari perusahaan ternama di negeri ini menikahi seorang mayat wanita seperti mu...hahahaha..." Batin Endah yang membuatnya malah tertawa terbahak-bahak meskipun mulutnya tertutup lakban.
Gaya Endah tertawa dengan kepalanya yang mendongak keatas menarik perhatian Cynthia yang tengah berdiri berhadapan dengan adiknya.
"Apa ada yang lucu hingga membuatmu tertawa begitu geli anak pungut?" Tanya Cynthia yang berjalan kearah kursi Endah.
Cynthia membuka lakban penutup mulut Endah dengan kasar, hingga membuat Endah meringis kesakitan.
"Ssssss.....auu sakit sekali." Rintih Endah sejenak lalu kemudian menatap tajam manik mata Cynthia yang tengah menatap tajam dirinya.
"Bagaimana perasaan mu sudah merebut posisiku dihati keluarga ku, ANAK PUNGUT??" Tanya Cynthia yang dibalas dengan senyuman manis Endah.
"Kau dapat bayangkan betapa bahagianya hidupku sekarang bukan? Berada ditengah-tengah keluarga yang menyayangi ku sangat menyenangkan, Cynthia. Daripada dirimu yang kini hidup diluar sana terlunta-lunta ya kan?" Jawab Endah yang memanas-manasi Cynthia.
Cynthia yang mendengarnya begitu kebakaran jenggot, ia menampar keras pipi Endah yang putih mulus itu hingga bekas tangan Cynthia menempel disana. Sudut bibir Endah berdarah. Ia menjilat darah tersebut sambil menatap Cynthia dengan senyuman mengejeknya.
"Hanya segini pukulan mu? Dasar wanita lemah." Umpat Endah yang kemudian berdiri membungkuk, memutar tubuhnya dengan keras.
Endah menghantam keras tubuh indah Cynthia dengan kursi kayu yang ia duduki tadi hingga hancur berkeping-keping. Cynthia terjatuh dan terkapar berlumuran darah.
"Endah!!! Kamu sedang hamil Nak, Ya Tuhan. Jangan lakukan itu Endah kamu bisa membahayakan cucuku! Kenapa anakku sekuat ini seperti Samsonwati saja." Gumam Lestari yang melihat betapa kuat dan nekatnya Endah.
"Hahahaha dasar tikus got, begitu saja kau sudah terkapar... lemah sekali kau!"ucap Endah dengan tawa menyeramkannya.
__ADS_1
Dua pengawal Cynthia segera menolong Cynthia yang langsung tak sadarkan diri dan dua lainnya kembali mengikat tubuh Endah dan mendudukkannya kembali ke sebuah kursi yang lainnya.
"Ikatlah tubuhku ini sebelum suamiku datang dan mengikat tubuh kalian yang akan ku jadikan mainanku selanjutnya. Pelan tapi pasti aku akan memberikan kalian tiket gratis ke alam Baka Hahahaha...." Ucap Endah dengan tatapannya yang penuh arti membuat para pengawal Cynthia bergidik ngeri.