
Satu minggu menjelang pernikahan. Andre begitu disibukan dengan berbagai pekerjaan dan juga persiapan pernikahannya dengan Jessica.
Seperti pada hari minggu pagi ini. Andre meminta orang kepercayaannya untuk meminta merubah kembali jadwal event pameran otomotif terbesar di negri ini yang akan diselenggarakan di kota D dengan Perusahaan Fabian yang bertugas sebagai pihak penyelengaranya.
Fabian yang membaca email dari perusahaan Batara group dibuat geram karena perusahaan itu seenaknya saja merubah hari penyelenggaraan. Namun mau bagaimana lagi Fabian tidak bisa menolak. Dengan berat hati dia harus menjalankan kerja sama ini.
Fabian segera menghubungi Lia bagian personalia. Dia meminta Lia menghubungi seluruh karyawannya untuk lembur hari ini juga tanpa terkecuali.
Pagi ini Jessica bangun kesiangan tidak seperti biasanya. Entah karena rasa nyaman atau rasa apa pun yang dia rasakan tadi malam. Saat Andre memeluknya hingga ia tertidur begitu pulasnya sampai sang fajar datang pun ia belum juga terbangun. Sedang Andre yang semalam sudah memastikan Jessica sudah tertidur memutuskan untuk beristirahat dikamar bawah. Ia khawatir akan tergoda untuk menjamah tubuh indah Jessica sebelum hari pernikahannya.
Pagi menjelang siang dering ponsel berhasil membangunkan Jessica dari tidurnya. Dengan mata yang masih berat untuk terbangun namun dia berusaha meraih ponselnya yang ada di nakas kemudian melihat layar ponselnya itu. Terlihat nama Sisil tertera di layar ponselnya tengah menghubungi dirinya.
Jessica pun segera mengangkat panggilan telepon dari Sisil.
"Hallo Mbak," sapa Jessica dengan suara berat khas orang bangun tidur.
"Hai, Lo baru bangun ya... parah banget mentang-mentang hari minggu Lo bangun siang banget. Pamali tau anak perawan bangun siang. Rejeki hilang jauh jodoh loh nanti." cerocos Sisil seperti emak-emak yang biasa bangunin anaknya yang suka bangun siang.
"Ah... Mbak Sisil nelepon langsung ceramah... ini tuh baru kali ini tau aku bangun kesiangan soalnya nyaman banget tidur malam ini." ucap Jessica sembari pandiculating ( perengangan sambil menguap).
"Ya sudah kalau udah kenyang tidur berarti hari ini siap tempur dong?!" sahut Sisil.
"Maksudnya siap tempur gimana Mbak?" tanya Jessica yang tidak mengerti.
"Lembur!! Datang ya kekantor kalau bisa sebelum jam makan siang! Perusahaan Batara Group memajukan jadwal eventnya di kota D jadi kita akan kerja ekstra ok. Ingat habis event itu kita di janjikan holiday 3 hari disana. Jadi semangat lembur ya?!" jawab Sisil yang membuat Jessica memutar matanya malas namun semangat karena mendengar holiday 3 hari di kota D.
"Iya ok mbak." sahut Jessica bersemangat.
Setelah menutup panggilan telepon dari Sisil, Jessica melihat ke samping tempat tidurnya yang sudah kosong. Andre sudah tak ada di tempat tidur.
" Kak Andre udah bangun... Duh malu deh nih bangunnya keduluan dia" ucap Jessica dalam hatinya. Ia pun segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya, Jessica menyadari Andre sudah tidak ada di kamarnya setelah mencari di seluruh penjuru kamar ia tidak menemukan sosok Andre. Segera ia keluar dari kamar dan pergi menuju dapur. Ia hendak bertanya kepada Bi Lastri. Ke mana perginya Andre.
Sampai di dapur ia melihat bila istri sedang membersihkan sisa-sisa makanan di meja makan. Sepertinya Andre sudah selesai sarapan tanpa menunggunya.
" Bi, kak Andre ke mana ya dikamar udah ga ada terus dimana-mana juga gak ada?" tanya Jessica pada Bi Lastri.
" Tuan Andre baru saja pergi Non, katanya ada urusan pekerjaan, tadi Tuan Andre pesan dia akan kembali sebelum jam makan malam. Non mau langsung sarapan sekarang, Bibi siapin ya kalau Non mau makan?" jawab Bibi sembari melakukan kegiatannya membersihkan meja makan.
"Mau susu coklat hangat aja bi," tutur Jessica sembari menghubungi Andre dengan ponselnya.
Beberapa kali Jessica menghubungi Andre namun ia tak bisa menghubungi kekasih hatinya itu. Ia ingin memberitahukan pada Andre bahwa hari ini dia harus ke kantor untuk lembur. Lemburnya hari ini juga karena perusahaan Andre yang merubah jadwal pelaksanaan event sesuka hatinya.
"Kamu kemana sih kak ponselnya pakai dimatiin segala? Jangan-jangan kamu sengaja matiin ponsel kamu supaya aku gak gangguin kamu. Awas ajah kalau kamu sampai slingkuh sama cewek lain." gerutu Jessica yang menyadari Andre mematikan ponselnya.
Akhirnya Jessica memutuskan untuk mengirim pesan pada Andre. Ia takut Andre akan mencarinya jika tidak meninggalkan pesan untuknya.
Jessica
Kak Andre hari ini aku harus masuk kerja, perusahaan mu buat aku harus lembur dan bertempur dengan pekerjaan. Kakak kenapa matiin ponselnya? Awas ya kalau sampai slingkuh!!!πΏπ Aku pergi dulu bye... love you...
Tulis Jessica dalam pesannya.
Setelah menghabiskan susunya Jessica segera bersiap ke kantor. Ia pergi menggunakan ojek online. Padahal Bi Lastri meminta Jessica untuk menunggu Angela datang agar ia diantar oleh Angela saja. Namun Jessica terus menolak membuat Bi Lastri tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Bi Lastri yang mengetahui Andre yang tengah bekerja di unit apartemen Jimmy segera me datangi Andre. Bi Lastri yang sudah mengetahui password unit apartemen Jimmy karena ia juga bertugas membersihkan dan merawat unit apartemen itu segera membuka pintu dan masuk kedalam. Ia melihat Andre tengah melakukan Teleconference dengan rekan bisnisnya yang berada di luar negri.
Bi Lastri berdiam diri menunggu Andre menyudahi kegiatannya. Andre yang melihat kedatangan Bi Lastri segera meminta waktu untuk break sebentar. Andre berjalan menghampiri Bi Lastri.
" Ada apa mendatangiku Bi?" tanya Andre.
"Nona Jessica pergi sendiri ke kantornya katanya dia harus lembur hari ini Tuan. Nona pergi tanpa menunggu Angela datang." Tutur Lastri dengan suara yang gemetar, ia takut Andre akan marah padanya karena membiarkan Jessica pergi sendiri.
" Ya biarkan saja dia pergi, Bibi tidak perlu merasa takut dan bersalah pada ku. Nanti aku sendiri yang akan menjemputnya. Biarkan Angela libur hari ini." sahut Andre yang berbicara sembari tersenyum lembut dan mengusap bahu wanita paruh baya yang sudah mengasuhnya sejak kecil itu.
"Baiklah Tuan jika seperti itu. Bibi akan kembali lagi ke unit apartemen Tuan." tutur Bi Lastri.
"Ya, istirahatlah bi jangan terlalu lelah." ucap Andre yang selalu memberikan senyuman pada Bi Lastri.
Sepeninggal Bi Lastri, Andre kembali melanjutkan aktifitasnya. Di sisi lain Jessica baru saja tiba di perusahaan Fabian. Ia berjalan menuju lift. Disana ia bertemu dengan Clara yang sedang berdiri di muka pintu lift menunggu pintu lift terbuka. Clara memandangi Jessica dari atas hingga ke bawah.
"Cih, out fit yang ia kenakan sekarang keluaran dari butik ternama. Jangan-jangan dia sudah menjual harga dirinya pada Tuan Andre untuk mendapatkan semua ini. Dasar perempuan murahan." batin Clara menilai penampilan Jessica. Jessica yang merasa diperhatikan Clara dengan pandangan merendahkan lebih memilih mengacuhkan Clara.
Hari ini memang ia menggunakan semua pakaian yang disediakan oleh Andre karena dia memang tidak membawa satu pun helai baju dari rumahnya. Ia hanya membawa sedikit barang-barangnya untuk kepentingan kuliahnya saja.
Karena pada awalnya ia hanya ingin menginap semalam saja di apartemen Andre. Kemudian berharap Ayahnya akan mencarinya dan membujuknya pulang. Namun siapa sangka ayahnya tak mencarinya ataupun menanyakan kabarnya hingga dua hari kepergiannya. Jessica yang kesal karena sikap ayahnya yang sudah tak perduli padanya membuat ia memutuskan untuk memblokir nomor telepon Nico dan juga Cynthia.
Lift yang dinaiki Jessica dan Clara telah berhenti di lantai 5, lantai di mana ruangan mereka berada, Jessica berjalan menuju ruangannya yang berada di ujung sebelah kanan dari lift. Sedang Clara berjalan kearah kiri lift karena ruangannya berada di sebelah kiri dari lift.
Ceklek
Jessica membuka handle pintu ruangannya. seluruh mata memandangi kedatangannya. seorang pria yang duduk di depan meja bundar kaca yang berada di tengah-tengah ruangan kerja terus memandangi Jessica hingga Jessica duduk di kursi meja kerjanya.
" Kamu datang sendiri Jessica, ke mana asisten yang selalu menjagamu itu?" Fabian di dalam hatinya.
" Jessica hari ini aku minta tolong kamu untuk menghubungi para vendor, tanyakan kesediaan mereka untuk acara minggu depan di kota D, jika mereka bersedia buatkan appointment untuk kita bertemu sesegera mungkin paling lambat hari Selasa kita bertemu mereka." ucap Sisil yang memberikan selembar kertas yang berisikan nomor-nomor telepon vendor. Sisil menggunakan kata aku dan kamu berkomunikasi dengan Jessica kali ini karena ada Fabian ditengah-tengah mereka.
" Ini aja Mbak Nggak ada lagi?" tanya Jessica pada Sisil.
" Tenang masih ada lagi tugas kamu. Setelah kamu selesai menghubungi vendor selanjutnya kamu harus menelpon manajemen artis yang akan kita pakai di acara pameran. Minta mereka mengirimkan kontrak kerjasama mereka kepada kita."
" Banyak banget ya mbak ternyata tugas aku. Aku benar-benar harus bertempur ini." keluh Jessica.
"Hemmm.... selamat bertempur ya Jes. Semangat demi holiday. Ingat demi holiday!" ucap Sisil sebelum meninggalkan meja kerja Jessica.
Jessica memanyunkan bibirnya mendengarkan ucapan Sisil sebelum Sisil meninggalkan meja kerjanya, Fabian tersenyum melihat tingkah Jessica yang memanyunkan bibirnya itu.
" Tingkahmu selalu menggemaskan Jessica dan selalu mampu membuatku tersenyum." batin Fabian.
Berjam-jam Jessica sibuk dengan telepon, menghubungi para pemilik vendor. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 sang senja sudah akan pergi berganti dengan sang malam.
Ponsel Jessica berdering, di lihatnya layar ponsel yang berada di atas mejanya itu. Tertera nama Andre dilayar ponselnya. Segara ia mengangkat panggilan telepon kekasih hatinya itu.
"Hallo Kak" sapa Jessica.
"Hallo sayang, aku sudah berada di depan lobby kantor mu. Apa kamu sudah menyelesaikan pekerjaanmu?" ucap Andre yang kini berada di depan kantor Fabian masih di balik kemudinya.
"Aku belum selesai kak tapi aku sudah lapar tadi sebelum ke kantor aku hanya minum segelas susu." tutur Jessica dengan suara manjanya.
__ADS_1
"Apa masih lama kamu menyelesaikan pekerjaanmu?"
"Mungkin masih lama kak."
"Apa tidak bisa dikerjakan besok lagi?"
"Tidak bisa kak, harus hari ini aku kerjakan."
"Baiklah tunggu aku disana. Aku akan membawakan makanan untukmu." Andre segera menutup panggilan teleponnya dengan Jessica. Ia segera menghubungi sebuah restauran untuk mengirimkan makanan untuk Jessica dan teman-teman kerja Jessica lainnya.
Tidak butuh waktu yang lama makanan pun datang. Dengan dibantu Security dan petugas restoran Andre membawa makanan dari restoran itu masuk ke dalam perusahaan.
Andre membawa satu box makanan di tangannya. Dia berjalan menuju ruang kerja Jessica.
Ceklek
Andre membuka pintu ruang kerja Jessica. kedatangannya ditatap oleh beberapa pasang mata orang-orang yang berada di ruang account Executive termasuk Fabian.
"Permisi, maaf jika kedatangan saya menggangu waktu kerja kalian. Saya membawakan kalian makan malam. Jika kalian mau ambillah." ucap Andre di muka pintu.
Ucapan Andre disambut bahagia oleh teman-teman Jessica yang juga sudah merasakan lapar. Dengan segera teman-teman Jessica mengambil box nasi yang terlihat dipesan dari restauran berbintang.
Andre yang melihat keberadaan Fabian di ruangan tersebut pun akhirnya mengambilkan satu box nasi dan memberikannya kepada Fabian.
"Makanlah, jangan terlalu memporsir dirimu untuk terus bekerja dan melupakan jam makan mu." ucap Andre Saat meletakkan satu boks nasi di meja Fabian.
" Terima kasih." ucap Fabian singkat.
" Apa kau keberatan aku datang ke sini Fabian?" tanya Andre.
" Tidak, aku tidak keberatan kau datang ke sini. Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan pada Jessica. Kau ingin memberikan dia makan bukan? Aku mempersilahkannya untukmu." ucap Fabian dengan menahan gejolak rasa cemburu didalam dirinya.
"Terimakasih sudah menerima kehadiranku Fabian." ucap Andre sebelum berjalan menuju meja kerja Jessica yang tak jauh dari meja kerja Fabian yang berada di tengah-tengah ruangan.
Jessica yang dari tadi terus memperhatikan Andre sejak kedatangannya sangat senang ketika Andre datang menghampiri dirinya dengan membawa makanan ditangannya.
Jessica bekerja sembari memakan makanannya dari tangan Andre. Beberapa temannya memandang iri pada Jessica yang bernasib sangat beruntung mendapatkan cinta Tuan Muda kaya raya seperti Andre.
Andre menemani Jessica hingga Jessica menyelesaikan pekerjaannya. Andre dan Jessica tak lagi malu-malu memamerkan kemesraan mereka di depan banyak orang layaknya pasangan yang sesang kasmaran dunia seakan milik mereka berdua. Sedang Fabian setelah kedatangan Andre, Ia memilih kembali keruang kerjanya setelah menghabiskan nasi box yang diberikan Andre padanya.
Andre berjalan bergandengan tangan dengan Jessica keluar dari perusahaan Fabian. Mereka berjalan menuju mobil Andre yang sengaja ia parkirkan di depan pintu lobby. Fabian yang baru keluar dari pintu lift melihat Andre yang begitu memperlakukan Jessica bagaikan seorang ratu. Ia membukakan pintu mobil untuk Jessica kemudian mempersilahkan Jessica masuk kedalam mobilnya, tak lupa ia melindungi ujung kepala Jessica agar tidak terbentur dengan atap mobil, Andre menutup pintu mobil dengan begitu pelan kemudian segera berlari kecil menuju pintu kemudinya.
Hati Fabian terhanyut dalam kesedihan dan penyesalan melihat Jessica yang kini terlihat begitu bahagia.
"Andaikan waktu dapat diputar kembali. Mungkin aku yang akan memperlakuanmu seperti itu bukan dia." batin Fabian.
Hari-hari pun berlalu begitu cepat. Datanglah hari yang di tunggu-tunggu. Hari ini hari Kamis tepat H-2 dari hari pernikahan Jessica dan juga Andre yanh akan di langsungkan di hari Sabtu minggu ini.
Pagi-pagi sekali Andre mengantarkan Jessica ke bandara untuk berangkat bersama ke kota D untuk mempersiapkan Event. Tanpa Jessica ketahui Andre pun akan berangkat juga ke kota D namun Andre tidak menggunakan penerbangan komersial, dia akan menggunakan Jet Pribadinya dalam perjalanan menuju kota D.
Sedang keluarga Jessica sudah berada di kota D satu hari sebelum keberangkatannya. Setelah utusan Abraham menjemput paksa satu keluarga itu terkecuali Leon, dia belum berangkat karena masih mengurus beberapa pekerjaan yang harus ia alihkan kepada orang yang bisa ia percaya. Sebelum ia menempati posisi sebagai CEO dari Perusahaan Abraham Adijaya Group.
__ADS_1
bersambung