
Menjelang makan siang setelah menyelesaikan kegiatan bersama dua sahabatnya Jessica memutuskan untuk segera menuju ke Perusahaan Fabian dengan di antarkan oleh Bowo yang selalu setia mendampinginya.
Mobil yang di kendarai Bowo sudah berhenti di lobby perusahaan. Namun Jessica enggan untuk turun dari dalam mobil.
"Nona kita sudah sampai, Anda boleh turun terlebih dahulu. Nanti saat waktu sholat Jumat akan ada iseorang teman saya yang menggantikan posisi saya sementara waktu. Teman saya yang bernama Angela yang menggantikan saya sedang dalam perjalan menuju kesini Nona." ucap Bowo pada Jessica yang melirik jam yang mendekati pukul 12 siang.
"Pak Bowo aku tidak mau turun disini!" ucap Jessica menanggapi ucapan Bowo padanya.
"Kenapa Nona?"
"Tidak, aku mau turun di tempat parkiran saja. Aku ini hanya karyawan part time, tidak pantas bagi ku yang hanya karyawan rendahan untuk turun di lobby dengan mobil mewah seperti ini. Apa kata orang disekelilingku nanti?"
"Jangan perdulikan apa kata orang lain Nona! Mulai sekarang Nona harus perdulikan diri Nona sendiri karena akan sangat percuma Nona memikirkan dan memperdulikan apa kata orang lain. Karena akan selalu ada cela di mata orang lain ketika orang lain sedang menilai diri kita Nona. Entah suka atau tidak mereka akan mencari titik kelemahan kita yang akan membuat kita selalu salah di mata mereka." ucap Bowo yang seakan sedang menggurui Jessica.
" Ya benar apa yang Pak Bowo katakan barusan. Sayangnya mental ku belum kuat untuk menghadapi gunjingan orang di lingkup kerja ku. Jadi tolong kabulkan permintaanku Pak Bowo." ucap Jessica yang masih meminta diturunkan di parkiran mobil perusahaaan.
"Baiklah Nona. Saya akan melakukan segala permintaan Nona yang akan membuat Nona nyaman dan senang." Bowo kembali melajukan mobil menuju tempat parkir.
Jessica turun dari mobil di pelataran parkir mobil perusahaan Fabian. Dia berjalan ditengah terik matahari. Saat dia mendekati lobby. Nampak dari kejauhan lobby di penuhi kerumunan karyawan.
"Ada apa ya Pak Bowo di lobby tadi kayanya gak seramai ini ya Pak?" tanya Jessica pada Bowo keheranan.
Mereka mempercepat langkah kaki mereka mendekati kerumunan. Ternyata semua orang sedang mengerumuni sebuah gerobak Bakso Pakde Gondrong yang biasa mangkal di tepi trotoar depan perusahaan Fabian. Gerobak bakso itu di beri sepanduk yang bertuliskan, "Pajak Jadian Untuk Nona Lina dari calon Nyonya Muda Kami."
Jessica membaca tulisan itu sembari tersenyum malu, "Kak Andre kau begitu lucu membuat tulisan seperti ini segala, kau selalu saja bisa membuat ku tersenyum-senyum sendiri seperti ini. Apa kabarnya diri mu kak? Apa kau sudah sampai di Paris? Kenapa kau tidak memberi ku kabar sedikit pun? Apa kau sibuk sekali hingga melupakan ku?" batin Jessica. raut wajah yang tadinya tersenyum berseri berubag menjadi sendu karena meerasakan rindu.
"Hufft aku benci kalau harus LDR-an (Long Distance Relationship) seperti ini. Kamu dimana Kak sedang apa, apa kamu baik-baik saja?" keluh Jessica dengan suara yang pelan dan begitu lirih. Suara itu masih bisa didengar oleh Bowo.
"Tuan sudah sampai di Paris 16 jam yang lalu Nona. Mungkin sekarang Tuan Andre sedang menikmati sarapan paginya Nona. Apa Nona ingin menghubunginya?" Bowo menawarkan Jessica untuk menghubungi Andre.
__ADS_1
Raut wajah sedih itu sirna setelah mendengar penawaran dari Bowo. Jessica dengan segera menerima tawaran Bowo dengan mengangguk-anggukan kepalanya berkali-kali. Bowo segera mengambil ponselnya di saku celananya. Ia segera menghubungi nomor Andre dari poselnya. Setelah sekian menit menunggu Andre pun mengangkat panggilan telepon dari Bowo.
" Selamat pagi Pak Andre" Sapa Bowo yang mengetahui waktu di Paris lebih lama 5 jam dari Kota J.
" Pagi Bowo ada apa kau menghubungiku? Apa ada masalah?" tanya Andre.
" Ya Tuan... Sedikit ada masalah karena Nona sedang merindukan Anda." ucap Bowo yang berkata begitu jujur pada Tuannya. Andre disana tersenyum begitu senang saat mendengar apa yang diucapan Bowo barusan.
" Dimana dia yang merindukan ku Bow?" tanya Andre yang terus tersenyum diujung telepon sana.
" Tunggu sebentar Tuan!" pinta Bowo. kemudian memberikan ponselnya kepada Jessica.
" Hallo kak..." suara manja Jessica menyapa.
" Hallo sayang, apa benar apa yang dikatakan Bowo tadi jika kau sekarang sedang merindukan ku?"
" Tentu saja aku merindukan mu. Cepatlah pulang aku benci ditinggal seperti ini." rengek Jessica yang meminta Andre agar segera pulang.
"Ya aku akan bersabar tapi aku mohon jangan sampai dua minggu! Satu hari seperti ini saja sudah membuatku menderita apalagi dua minggu."
"Ah...kau sudah sangat mencintaiku rupanya. Baiklah sayang aku akan mengusahakan mempercepat segala urusan kerja ku disini. Jika aku pulang nanti aku akan segera menikahi mu agar kita bisa selalu bersama melewati hari-hari bahagia kita. Bagimana menurutmu hemm?"
"Ide yang bagus Kak."
"Wah... Kau menerima ide ku? Bahagia sekali aku pagi ini sayang. Kau membuatku bersemangat untuk bekerja hari ini. I Love You Baby."
"I Love you too Honey." jawaban cinta dari Jessica membuat Andre terus mengembangkan senyum terindahnya di pagi ini.
"Kak Andre terimakasih untuk Bakso yang dikirimkan untuk Mbak Lina." ucap Jessica ketika Andre hanya diam terpaku mendengar balasan kata cinta yaang diberikan Jessica padanya.
__ADS_1
"Iya sayang.Kamu tak perlu berterima kasih. Apapun yang menjadi beban mu sekarang akan menjadi beban ku. Apapun kesusahan dan kesulitan mu katakanlah pada ku aku akan selalu membantu mu untuk mengatasi kesulitan dan kesusahanmu, karena kamu adalah permata hati ku belahan jiwa ku."
"Ahh... kak Andre aku jadi ingin memelukmu." ucap Jessica ketika mendengar ucapan Andre.
"Sabarlah sayang. Tolong jagalah diri mu dengan sebaik-baiknya hanya untuk diriku sayang! Dan sekarang izinkan aku untuk menyelesaikan pekerjaan ku disini. Maafkan aku jika aku nantinya jarang menghubungi mu. Yakinkan hati mu untuk tidak berfikir macam-macam tentang diri ku. Aku disini untuk bekerja bukan untuk hal yang lainnya. Jadi tolong jangan curigai aku. Aku hanya mencintai mu oke." ucap Andre pada Jessica. Sebelumnya Andre sudah berkomunikasi dengan Leon. Leon menceritakan apa yang di bincangkan Anna dan Jessica di kampus pagi ini di waktu Kota J. Dimana Jessica mengkhawatirkklan Andre akan kepincut wanita- wanita di Negara Paris yang sangat cantik-cantik dan modis- modis. Ia khawatir dan takut di tinggalkan Andre saat dimana ia sedang sayang-sayangnya pada Andre.
Setelah menyelesaikan panggilan teleponnya. Lina yang melihat kehadiran Jessica di lobby segera menghampiri Jessica.
"Hai Neng,, seriusan nih lu traaktir gue neng? Ampun deh neng gue masi gak percaya. Gue gak nyangka di traktir sama lu Neng sampe satu gerobak kaya gini." ucap Lina yang bicara tanpa rem, karena perasaan yang terlalu senang.
"Iya Mbak ini buat Mbak Lina dari Tuan Andre." ucap Jessica.
"Sampaikan rasa terima gue sama dia ya Neng?!"
"Siap Mbak Lin."
"Gue udah bungkus buat orang rumah sisanya gue bagi-bagian sama orang-orang kantor. Lu gak mau ngebakso dulu Jes sebelum masuk kekantor?" tawar Lina pada Jessica.
"Boleh deh mbak, aku mau dua bakso gtelor mienya di campur seden g aja jangan pedes ya!." ucap Jessica yang menerima tawaran Lina.
"Dua?! Banyak banget, orangnya kecil makannya banyak juga ternyata ya." ucap Lina dengan wajah heran tak menyangka porsi makan Jessica banyak juga.
"Hehehe gak buat aku semua kok Mbak Lina, satu buat aku dan satu buat Pak Bowo. Oh iya Mbak lina kenalin ini Pak Bowo yang diminta Tuan Andre untuk jagain aku dan bantu aktifitas aku selama tangan aku sakit." ucap Jessica yang memperkenalkan Lina dan Pak Bowo. Mereka berdua salingg berjabat tangan. Lina menatap kagung wajah tampan Pak Bowo yang berdiri di samping Jessica dan berada di hadapannya.
"Tampan sekali Pak Bowo ini. Semoga dia masih jomblo seperti diri ku ini." batin Lina yang terpesona wajah tampan Bowo.
bersambung dulu yah
Dukung aku terus dan jangan lupa untuk kasih aku hadiah bisa tonton iklan gratis, bunga, hati, kopi, pisau, kursi pijat dan Piala. Dan juga jangan lupa Vote aku di hari senin yah.
__ADS_1
Makasih udah setia baca karya aku sampai sejauh ini..love love buat kalian.