Cinta Jessika

Cinta Jessika
Masakkan calon mertua


__ADS_3

Ayumi dan Jessica menghabiskan waktunya untuk berbicara di ruang keluarga. Andre dengan setia mendampingi Jessica dengan duduk disampingnya, tangannya terus memegangin telapak tangan kanan Jessica, netranya terus memandangi punggung tangan Jessica yang terluka.


"Rania bagaimana kabarmu setelah aku membalas perbuatanmu yang membuat tangan wanita yang ku cintai jadi seperti ini? Semoga kau sadar dan tidak berlaku seenaknya saja di kemudian hari. Aku tahu kau melakukan ini tidak sendiri Rania, pasti ada yang mendalangi ini semua. Dan aku sudah tahu siapa dalang dari semua ini. Tunggu pembalasan ku selanjutnya untuk mu Clara. Aku sedang ingin membuat Rania jera dan berada di titik terendah di kehidupannya terlebih dahulu baru gilaran kamu selanjutnya. Dan kau Clara jangan harap kau bisa lari dari pembalasan ku, karena kau lah wanita yang membuat pipi Jessica memerah pada malam itu, tamparan yang kau berikan pada Jessica waktu itu tentunya harus kau bayar mahal Clara" batin Andre.


Jessica terlihat sedang asyik berbincang dengan Ayumi sampai melupakan keberadaan Andre di sampingnya.


"Kalian berdua asyik sekali bercerita tanpa memperdulikan aku yang juga berada disini, kalian sama sekali tidak mengajak ku berbincang? Aku kalian jadikan pendengar setia saja huft... dasar wanita" gerutu Andre.


"Kamu kenapa Nak? kalau kamu bosan pergilah bekerja susul Papi mu ke perusahaan, biar mami ditemani Jessica di apartemen ini" Ucap Ayumi seakan mengusir Andre.


"Mami mengusir ku setelah aku membawa Jessica kesini. Ahhhh.... kejam sekali Mami pada ku, Mami membangunkan ku pagi-pagi sekali untuk menjemput Jessica dan sekarang Mami ahhhh... benar-benar kalian ya...." Ucap Andre berdiri dan berkacak pinggang karena kesal. Jessica menarik lengan Andre yang berkacak pinggang yang sedang berbicara dengan Ayumi.


"Kak jangan seperti ini, kamu tidak boleh begini pada Mami mu" ucap Jessica yang terus menarik lengan Andre.


"Ah liatlah Mih, dia membela mu" ucap Andre menatap wajah Ayumi lalu melirik wajah Jessica yang sedang duduk dan masih berusaha menarik lengan Andre sekuat tenangnya, agar dia menurunkan tangannya yang sedang berkacak pinggang kepada Mami-nya itu.


"Ahhh... Kenapa kamu membela Mamiku sayang? Ya sudahlah... Sepertinya memang kalian berdua memang membutuhkan waktu berdua saja untuk saling mengenal satu sama lain dan kalian berdua sudah tidak membutuhkan aku lagi disini. Kalau begitu aku akan pergi ke kamarku saja merebahkan tubuhku sejenak sebelum mengantarkan Mami ke hotel nanti" ucap Andre pergi meninggalkan Jessica dan Ayumi di ruang keluarga tanpa menunggu ataupun mendengar tanggapan dari mereka berdua. Ayumi dan Jessica saling memandang satu sama lain dan tertawa geli bersama. Menertawakan sikap Andre barusan.


Jessica dan Ayumi kembali meneruskan pembicaraan mereka dengan bersemangat menceritakan masa kecil Andre.


Ayumi juga menceritakan bahwa dari pernikahannya Ia hanya memiliki dua anak laki-laki. Ayumi tidak memiliki anak perempuan, padahal ia sangat menginginkan anak perempuan. Andre adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Kakak Andre bernama Bram.


Bram dan keluarga kecilnya menetap di London. Bram meneruskan bisnis keluarga besar Kusuma di sana. Ayumi sudah memiliki satu cucu laki-laki dan dua orang cucu perempuan dari pernikahan Bram dan Wilona. Ayumi sering menjadwalkan mendatangi keluarga kecil Bram di akhir bulan. Bram pernah berjanji akan kembali ke negara ini jika adiknya menikah nanti.


Ayumi juga menceritakan Andre di negara ini meneruskan bisnis rintisan Brata Papinya Andre sejak muda dulu, hingga berkembang seperti sekarang ini, hari pun semakin mendekati siang, Ayumi mengajak Jessica untuk memasak menu kesukaan Andre untuk makan siang nanti. Jessica menolak secara halus bahwa ia tidak bisa membantu Ayumi memasak di dapur karena tangannya yang sedang sakit. Netra Ayumi pun mengarah pada punggung tangan Jessica yang terlihat mengalami luka bakar.


"Memangnya kenapa tanganmu sayang?" tanya Ayumi.


" Aku tidak sengaja menumpahkan air panas ketika aku sedang membuat kopi di kantor untuk atasanku Mami" Jawab Jessica berbohong.


"Kau sudah membohongiku calon mantu ku, Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau alami nak, Kau sungguh wanita yang baik tidak mau menyalahkan seseorang di depan orang lain. Sungguh baik hati mu, tidak salah jika Andre anakku mencintai wanita sepertimu" batin Ayumi.

__ADS_1


" Baiklah tidak apa-apa sayang cukuplah kamu menemani Mami memasak, biar nanti Bi Lastri yang akan membantu Mami memasak, di lain kesempatan kita akan masak bersama yah?" ucap Ayumi.


"Tentu Mami, aku janji dilain kesempatan kita akan memasak bersama, dan Mami harus mengajarkan aku memasak menu kesukaan Kak Andre" ucap Jessica.


"Ohhh..... Jessica sikap mu begitu manis sekali, Mami jadi tidak sabar menjadikan kamu menantu mami" ucap Ayumi kemudian merangkul tubuh mungil Jessica.


Mereka pergi kedapur bersama. Ayumi meminta Jessica duduk dan memperhatikan cara Ayumi memasak menu Phak Cam Kee yang terbuat dari Ayam kampung dan juga membuat menu kesukaan Jessica yaitu kroket yang terbuat dari kentang dengan isian daging giling. Ayumi terlihat begitu lihai memasak menu kesukaan anak dan calon menantunya itu.



Ini penampakan dapur di unit apartemen Andre.



Ini adalah menu kesukaan Andre.



Ini adalah menu kroket kentang kesukaan Jessica sejak kecil.


Sedangkan Andre sejak ia memasuki kamar pribadinya, dia menyibukkan dirinya menghubungi beberapa mata-mata yang biasa bekerja untuk keluarganya, Andre memberikan tugas kepada mereka untuk menjaga dan melaporkan apa saja yang terjadi pada Jessica selama dua minggu kedepan saat ia pergi untuk perjalanan bisnis ke Paris.


Jessica berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamar pribadi Andre.


"Tok...tok...tok" suara ketukan pintu ketika Jessica mengetuk pintu kamar Andre.


"Masuk" ucap Andre dari dalam. Jessica membuka pintu kamar pribadi Andre. Dilihatnya Andre sedang duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa hingga kepalanya mendongak ke atas.


"Kak apa yang sedang kau lakukan? kalau duduk dengan cara seperti ini lehermu akan sakit nanti" ucap Jessica ketika ia membenarkan posisi sandaran kepala Andre di sofa. Jessica menarik tengkuk kepala Andre hingga membuat Andre menatap wajah Jessica. Mereka pun saling menatap satu sama lain. Andre kemudian menaikkan tubuh mungil Jessica ke atas pangkuannya dengan cepat.


"Kak jangan seperti ini, nanti Mami mu lihat aku tidak enak hati nantinya" ucap Jessica dan berusaha turun dari pangkuan Andre.

__ADS_1


"Biar seperti ini sebentar saja, Mami paling tidak menyukai menaiki anak tangga jadi tidak mungkin Mami naik keatas dan masuk ke kamar ini, kamu jangan khawatir" ucap Andre yang masih menatap wajah Jessica.


Andre menahan tubuh Jessica yang ingin turun dari pangkuannya dengan menyatukan ke dua tangannya di pinggang Jessica.


"Kak please jangan seperti ini!" pinta Jessica lagi.


"Ini salah mu. Kenapa kau datangi aku ke kamar hmmmm?" ucap Andre memasang senyum menggoda.


"Senyum mu itu kak, sangat menyebalkan seperti Om-Om mencari mangsa" ucap Jessica berdecak sebal. Ia memutar bola matanya malas.


"Buat apa aku mencari mangsa bila mangsa ku sudah ada dipangkuan ku seperti ini" goda Andre.


"Ah menyebalkan sekali... Kata-kata mu mulai menjurus" ucap Jessica yang seakan mengerti maksud Andre.


"Menjurus apa maksud mu sayang? Jurusan ku cuma satu sayang tidak ada yang lain. Cuma hati mu-lah jurusan ku" ucap Andre dengan senyum mengodanya.


"Kau nakal sekali, sekarang kau jadi pintar menggombaliku Kak" ucap Jessica sambil menoel hidung mancung Andre.


"Kamu tahu cara membahagiakan wanita itu bukan hanya membelikan barang-barang mewah yang mereka mau, tapi cara lain yang tepat untuk membahagiakan wanita itu dengan memberikan pujian dan rayuan manis seperti saat ini yang aku lakukan pada mu, ini adalah salah satu cara ku membuatmu bahagia" ungkap Andre yang membuat Jessica tersenyum senang dan malu mendengarnya. Jessica akui Andre selalu membuatnya bahagia dengan sikap dan kata-katanya yang begitu manis padanya.


"Kak turun yuk Mami sudah menunggu diruang makan, Mami sudah memasak menu kesukaan mu dan juga menu kesukaan ku, aku sudah tidak sabar mencoba kroket kentang buatan Mami yang menggiurkan itu" ucap Jessica yang masih berada di pangkuan Andre.


"Ok baiklah kita akan turun tapi sebelum turun berikan aku ciuman dan pelukkan mu sayang, karena besok aku pasti akan tersiksa selama dua minggu karena merindukan mu." pinta Andre dengan memasang wajah pura-pura sedih.


Jessica langsung memeluk tubuh kekar Andre dan menyembunyikan wajahnya di curuk leher Andre. Jessica mencium aroma maskulin dari tubuh Andre yang membuatnya bergairah begitu pula dengan Andre, Andre melepaskan pelukkan Jessica dan menarik tengkuk kepala Jessica hingga akhirnya mereka saling bertukaran slavina beberapa waktu.


"Aku mencintai mu, jaga hati ini dan jaga tubuh ini saat aku jauh dari mu ok" ucap Andre ketika mereka selesai berciuman.


"Aku menyayangi mu Kak, kamu juga harus menjaga hati kamu dan tubuh kamu ini hanya untukku dan mulai saat ini semua yang ada pada diri kamu ini adalah milikku" ucap Jessica yang membuat Andre tersenyum bahagia.


Mereka keluar kamar berjalan bergandengan menuju ruang makan. Terlihat Ayumi tengah duduk menunggu kedatangan mereka di meja makan sambil memainkan ponselnya. Ayumi menghentikan aktifitasnya ketika melihan Andre dan Jessica menghampirinya di meja makan.

__ADS_1


Mereka akhirnya makan siang bersama dengan rasa penuh kebahagiaan dan kehangatan. Tidak lupa Andre dengan telaten menyuapini Jessica makan seperti sarapan pagi tadi. Ayumi dibuat tersenyum bahagia melihat putranya dan calon mantunya bersikap begitu romantis dihadapannya.


bersambung


__ADS_2