Cinta Jessika

Cinta Jessika
Siang Pertama


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Fuad sopir pribadi Andre yang berada di kota D telah sampai di Mansion milik Andre. Mantion yang ia bangun satu tahun yang lalu, mantion itu sengaja di bangun oleh dirinya untuk tempat tinggal dirinya dan keluarga kecilnya nanti.


Dalam proses pembangunannya pada saat itu, Andre tak pernah berhenti untuk selalu berdoa agar Mansion ini kelak akan di tempati dengan dirinya dan Jessica wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Ternyata Tuhan begitu baik pada dirinya, Tuhan mengabulkan doa-doa yang Andre panjatkan untuk hidup bersama Jessica wanita yang ia cintai di Mansion yang ia dirikan.


"Kak Andre ini mansion siapa? Kok sepi... Papi sama Mami dan keluarga Kak Bram gak kelihatan batang hidupnya?" tanya Jessica yang sudah berada di dalam Mansion Andre.


"Ini Mansion kita sayang... mulai saat ini kita akan tinggal disini." jawab Andre tepat di samping telinga Jessica.


Saat ini Andre tengah memeluk tubuh mungil Jessica dari belakang. Andre sengaja menghembuskan nafasnya kasar membuat bulu halus di sekitar leher jengjang Jessica meremang.


"Ahh.." suara itu begitu saja keluar dari mulut Jessica.


Andre yang mendengarnya dibuat tersenyum senang.


"Aku akan membuatmu terus men.de.sah dibawah kungkungan ku sebentat lagi sayang. Sudah seminggu ini aku harus berpuasa menahan has.rat ku padamu."batin Andre.


"Kak Andre kalau aku tinggal disini bagaimana dengan kuliah ku? Kuliah ku nanggung kak udah semester 5. Bolehkan aku selesaikan kuliah ku dulu baru kita stay di sini?" ujar Jessica dengan mengedipkan mata dan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Ya sayang, aku sudah tahu kamu pasti meminta hal itu pada ku, makanya aku sudah menyiapkan 1 unit Apartemen untuk kita di Apartemen Louis. Apartemen yang kemarin kita tinggali." sahut Andre.


"Aaaaa... terimakasih suami ku....muach...muach..." Jessica memeluk tubuh Andre yang berada dihadapannya dan bergelayut manja di tubuh kekar Andre setelah mendaratkan ciuman di kedua pipi Andre.


"Hanya pipiku saja yang kau berikan ciuman, yang ini tidak?" Andre menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Memangnya mau ya?" Jessica bertanya dengan nada suara yang menggoda.


"Ya mau dong sayang." jawab Andre cepat.


"Mau aja atau mau banget Kak?" goda Jessica yang membuat Andre gemas dan tak sabar ingin melahap bibir Jessica.


"Mau banget." jawab Andre yang langsung melahap bibir Jessica.


Jessica yang mendapat serangan dadakan dari Andre tidak bisa mengimbangi ciuman yang diberikan Andre padanya. Saat Jessica terlihat hampir kehabisan nafas. Andre segera melepaskan pangutannya di bibir Jessica.


"Jangan coba-coba mengoda singa yang sedang kelaparan sayang!" ucap Andre sembari mengusap sisa-sisa salivanya yang berada di bibir Jessica dengan ibu jarinya.


"Sejak kapan dirimu jadi singa kak?" tanya Jessica sembari tersenyum meledek Andre.


"Sejak hari ini." ucap Andre yang segera menggendong tubuh mungil Jessica ala bridal style.

__ADS_1


"Kak Andre, turunin aku! Aku bisa jalan sendiri. Kakak mau bawa aku kemana?"


"Ke kamar pengantin kita."


"Mau ngapain? Masi siang Kak."


"Siang ataupun malam sama saja sayang tidak ada bedanya. Sekarang aku benar-benar menginginkan mu."


"Ingin apa Kak?"


"Ingin memakan mu."


"Hah... mati donk aku di makan kamu kak? Lagian daging aku gak enak kak. Mendingan Kakak makan daging sapi aja ya?! Jangan daging aku nih liat aku tuh kurus Kak! Cuma kulit tulang sama kentut aja yang aku punya."


"Hahaha... hadduh kamu tuh klo ngomong selalu asbun si sayang." Andre mencubit pelan bibir Jessica.


"Aku tidak mau memakan dagingmu sayang, aku ini bukan kanibal. Aku ingin memakanmu dengan cara yang lain."


"Hah cara yang lain?!" Jessica yang begitu polos tidak mengerti arah pembicaraan Andre.


Andre yang mengerti Jessica begitu polos hanya menanggapi dengan senyuman. Ia begitu bahagia mendapatkan Jessica yang masih terlihat begitu lugu tidak mengerti apa-apa mengenai ma.king love.


Tanpa mau membuang waktu lama. Setelah Andre membantu Jessica melepaskan riasan di kepalanya dan menghapuskan make up diwajahnya. Andre segera melepaskan kebaya yang masih dikenakan Jessica.


Meskipun ia sudah berusaha sekuat tenaga menolak bantuan Andre namun Jessica tetap tidak bisa menghentikan tangan Andre yang sudah membuka seluruh kancing yang ada pada kebaya Jessica.


Jessica yang mengetahui kancing kebaya yang ada di punggungnya sudah selesai dibuka oleh Andre segera mengambil langkah 1000 untuk ke kamar mandi. Ia ingin berganti pakaian disana.


Namun sayang baru saja ia melangkah tangan kekar Andre segera menarik tubuh Jessica.


"Kamu mau lari kemana sayang?!" tanya Andre dengan tatapan seperti ingin memangsa.


"Kamar mandi." jawab Jessica dengan jujur.


"Mau ngapain hemm?"


"Bersih-bersih dan ganti baju Kak."


"Nanti aja bersih-bersihnya bareng sama aku sayang. Kamu gak usah ganti baju nanti juga bajunya aku lepasin lagi." ucap Andre dengan mengedipkan satu matanya.


"Kak sepertinya omongan mu menjurus ke anu..."

__ADS_1


"Anu?! Anu apa sayang?!" tanya Andre yang pura-pura tidak mengerti.


"Anu ... itu Anu...Anu itu loh Kak..."


"Anu?! Anu apa sih aku gak ngerti maksud kamu, sayang?" Andre kembali berbohong seakan tak mengerti maksud Jessica.


"Itu Anu... Anu itu kak...Isss masa ga ngerti sih Kak. Itu loh Anu wikuwik."


"Wikuwik?! Hahahaha...." Andre tertawa begitu lepas mendengar istilah ma.king love yang di sebut Jessica.


"Kak Andre jangan ketawain aku kaya gitu ihhh nyebelin..." Jessica memukul dada bidang Andre yang masih memeluk dirinya itu.


"Ya...ya maafkan aku sayang."ucap Andre kemudian berhenti menertawakan Jessica.


Andre yang berhenti tertawa menatap dalam wajah Jessica yang tengah merajuk pada dirinya karena sudah menertawai ucapannya.


Andre menarik dagu Jessica yang tengah menunduk. Andre mendaratkan bibirnya di bibir Jessica. Andre melu.mat lembut bibir Jessica diawal, Jessica masih bisa mengimbangi ciuman yang diberikan Andre namun makin lama Andre makin rakus mencium bibir ranum Jessica, hingga membuatnya kewalahan.


"Mmmphhh... Enggg...ahh..." Jessica mende.sah karena tangan Andre mulai bergerilya menjelajahi lekuk tubuhnya.


Jessica mulai terlihat bernafas terengah-engah karena tidak bisa lagi mengibangi serangan Andre. Andre yang melihat Jessica seperti itu segera menghentikan aksinya.


Andre kemudian menggendong tubuh Jessica ke atas ranjang tidur mereka. Andre melucuti semua pakaian yang dikenakan Jessica hingga ia nampak polos tanpa menggunakan apapun. Jessica berusaha menutup pepaya gantung miliknya.


"Aakkkhhhh..." Jessica mengeluarkan de.sahannya ketika Andre mencium dan menghisap leher jenjang miliknya. Andre menelusuri area belakang lehernya. Andre mencium makin ke bawah dan berhenti di pepaya gantung milik Jessica dengan sebelah tangan meremas pepaya kembar itu.


"Kak cukup berhenti kak... ini geli... akhhh..." ucapan Jessica tidak sesuai dengan gerakan tangannya yang makin menekan kepala Andre untuk makin menghisap lebih dalam ujung pepaya gantung miliknya itu. Andre menghisap kuat membuat stampel cinta di bagian dada dan juga lehernya.


Di atas ranjang mereka berdua tengah menikmati sesi bercinta mereka. Jessica merasa dibawa terbang kelangit oleh sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Andre padanya.


Andre begitu bahagia karena Jessica masih dalam kondisi tersegel terbukti saat miliknya kesulitan menembus pertahanan milik Jessica dan keluarnya darah segar dari milik Jessica.


Kini mereka saling memberi dan menerima kenikmatan. Andre terus memompa Jessica dengan ritme yang begitu pelan dan lembut karena ini merupakan pengalaman pertama bagi Jessica dan juga Andre.


Mereka mengakhiri penyatuan mereka setelah mereka sama-sama mendapatkan pelepasan. Nafas mereka terlihat terengah-engah dengan buliran-buliran keringat di sekujur tubuh mereka. Andre terkulai lemas tidur disamping Jessica dengan sebelah tangannya yang masih mengunci Jessica agar tidak bisa kemana-mana.


"Sayang terima kasih ya, I Love you." ucap Andre berbisik di telinga Jessica kemudian mencium lembut pipi Jessica.


"I Love you to my husband." Jessica membalas kata cinta yang di ucapkan Andre.


Kemudian tangan Andre meraih tubuh Jessica dan segera memeluk tubuh Jessica dengan erat. Andre juga terlihat mengelus-ngelus perut datar milik Jessica.

__ADS_1


"Wahai bibit-bibit unggul ku. Cepatlah tumbuh di rahim wanita yang sangat ku cintai ini. Sempurnakanlah hidupku dengan kehadiran kalian." batin Andre sembari tersenyum bahagia.


bersambung...


__ADS_2