Cinta Jessika

Cinta Jessika
Alat balas dendam


__ADS_3

Villa Fabian


Luka tembak Melani sudah di tangani oleh Dokter yang di datangkan oleh Fabian. Fabian harus membayar mahal Dokter tersebut untuk tutup mulut. Agar sang Dokter tidak melaporkan kepada pihak berwajib telah menangani seorang korban yang mengalami luka tembak.


Kini Fabian sedang berada di sebuah kamar menemani sang Mommy yang belum juga sadar dari pingsannya. Ia menunggu sang Mommy sadar untuk menuntut semua penjelasan akan semua hal yang terjadi kini, setelah sebelumnya Dokter yang telah selesai menangani Melani kemudian memeriksa kondisi Suci. Ya Dokter sudah memeriksakan kondisi Suci yang ternyata hanya mengalami syok ringan. Fabian yang khawatir saat itu meminta Dokter tersebut memeriksa kondisi Suci yang tak kunjung sadar.


Tiga jam setelah di periksa Suci pun akhirnya sadar, ia terbangun dengan membuka matanya linglung.


"Kau sudah bangun Mom?" Tanya Fabian yang melihat Suci tengah membuka matanya dan melihat langit-langit kamar.


Fabian yang duduk di sofa segera berjalan menghampiri sang Mommy.


"Fabian, dimana anak iblis itu?" Tanya Suci dengan rasa takutnya. Ia memegangi lengan Fabian dengan kuat.


"Siapa yang Mommy maksud anak Iblis?" Tanya balik Fabian.


"Adam, dia anak iblis itu, dimana dia Nak? Jangan bawa dia kesini lagi Nak! Mommy takut, dia lebih menakutkan dari Abraham..." Tanya Suci sambil menengok kanan dan kiri.


"Dia sudah pergi Mom, Dosa apa yang Mommy perbuat pada keluarga mereka hingga mereka murka seperti ini?"


"Mommy tidak berbuat apa-apa Bie." Jawab Suci berbohong. Fabian mengerutkan kedua alisnya tak mempercayai jawaban sang Mommy.


"Jangan bohongi aku Mom! Aku ini bukan anak kecil lagi yanh mudah Mommy bohongi,"


"Mommy tidak bohong, Nak."


"Lalu untuk apa Mommy di sini?Menghilang begitu saja meninggalkan Daddy sendirian menjaga kedua anakku dirumah. Jangan bilang kalau Mommy sedang refreshing!"


"Fabian Mommy...eeee...." Suci tak bisa menjawabnya.


"Kenapa Mommy tak bisa menjawabnya, bukan? Sudahlah Mom, katakan yang sejujurnya pada ku ada apa dengan semua ini? Dan satu pertanyaan besarku kenapa Kak Mel jadi buronan? Kita dalam masalah besar Mom membantu dia bersembunyi seperti ini dari pihak yang berwajib." Tekan Fabian pada Mommynya.

__ADS_1


"Ini semua karena Dewi istri Abraham. Semua ini terjadi karena dia. Kita harus melindungi Melani, Melani seperti ini karena dia membantu Mommy." Ucap Suci dengan nada bicara penuh amarah.


"Kenapa Mommy jadi menyalahlan orang lain? Kak Melani bantu Mommy dalam hal apa?" Sahut Fabian yang tak mengerti jalan fikiran Mommynya.


"Mommy tak menyalahkan orang lain, memang semua ini salah dia Fabian. Dia yang sudah membuat Om Budi mu depresi dan akhirnya bunuh diri, karena dia sudah meninggalkan Om Budi mu dan memilih menikah dengan Abraham pria yang dijodohkan keluarganya padanya."


"Dan akhirnya Mommy balas dendam dengan dia begitu dan Kak Mel membantu Mommy seperti itu maksud Mommy?" Fabian menebak jalan fikiran Suci.


"Ya kamu benar nak, Mommy balas dendam padanya. Mommy tidak mau dia bahagia di atas kepedihan dan kesedihan keluarga kita. Melani membantu Mommy membalaskan semua dendam Mommy pada keluarga Abraham, dia jadi buronan karena Abraham sudah memgetahui Cynthia bukanlah cucunya, Mommy dan Melani membuang cucu Abraham di panti Asuhan, Melani yang bodoh menyuruh mantan pacarnya yang belum mempunyai anak untuk mengadopsinya. Karena kebodohannya itu Mommy menyuruh Melani membakar panti asuhan itu untuk menghilangkan jejak keberadaan cucu Abraham sebenarnya. "


"Mom... kau begitu tega sekali, aku tak menyangka kau setega ini ." ucap Fabian tak percaya.


"Melani sudah gagal menjalankan semua rencana Mommy, sekarang harapan Mommy hanya tinggal pada mu nak."


"Apa aku??? Tidak aku tidak mau Mom." Tolak Fabian.


"Kamu harus mau Bie, alasan kamu Mommy lahirkan di dunia ini hanya untuk membalaskan dendam Mommy. Jadi kamu harus mau menuruti keinginan Mommy."


Fabian mencoba menahan emosi dan rasa sakit hatinya dengan mengepalkan kedua telapak tangannya dan menatap langit-langit kamar menahan air mata yang ingin jatuh dari kelopak matanya karena ucapan Suci yang begitu menusuk hatinya.


"Tapi itulah kenyataan yang sebenarnya Nak, di usia yang tak lagi muda Mommy sengaja ikut program bayi tabung hanya untuk melahirkanmu. Tujuan Mommy hanya satu balas dendam pada keluarga itu. Sekarang Mommy minta tolong pada mu, balaskan semua dendam Mommy pada mereka nak, kamu hanya tinggal menikahi Jessica cucu Abraham dan Dewi, setelah itu kamu hanya ikuti apa perintah Mommy selanjutnya. Mommy sudah merencanakan ini sejak lama, jangan buat semua rencana Mommy jadi sia-sia lagi,Nak." pinta Suci dengan tatapan memohon pada putranya.


"Tidak Mom, aku tidak bisa menikahi Jessica dan aku tidak mau Mommy jadikan alat untuk balas dendam. Jika aku bisa memilih aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan di dunia ini Mom, sungguh kata-kata Mommy ini sangat menyakiti hati ku," tolak Fabian kemudian menghempaskan tangan Suci yang memegangi lengan Fabian.


"Fabian, kamu mengasari Mommy," ucap Suci yang tak terima tangannya di hempas putranya dengan kasar.


"Kenapa sakit Mom? Itu tak seberapa dengan rasa sakit yang aku rasakan dari kata-kata yang Mommy ucapkan bahwa aku dilahirkan dari rahim Mommy hanya sebagai alat balas dendam Mommy. Maafkan aku Mom, aku tak mau terlibat dan aku tak bisa dan tak mau menikahi Jessica."


"Kenapa kamu tidak bisa dan tak mau menikahi Jessica bukankah kamu mencintainya?"


"Ya aku memang mencintainya tapi aku tak bisa menikahinya,"

__ADS_1


"Kenapa tak bisa menikahinya? Apa karena Andre? Serahkan semua pada Mommy, Mommy yang akan urus jika masalahnya hanya Andre, asalkan kamu mau menikahi Jessica dan mau membalaskan semua dendam Mommy pada keluarga itu."


"Bukan karena Andre Mom, bukankah aku sudah tekankan tadi aku tidak mau dijadikan alat balas dendam Mommy," ucap Fabian dengan nada meninggi.


"Kamu harus menikahi Jessica, Mommy tidak mau tahu itu, kalau kamu tidak mau menikahi Jessica Mommy akan bunuh diri sekarang juga." Suci memaksa Fabian dengan mengancam.


"Bunuh dirilah Mom jika itu jalan yang terbaik, aku tak bisa mengorbankan keluargaku hanya demi keegoisan Mommy," balas Fabian seakan tak perduli lagi dengam kehidupan sang Mommy.


"Keluargaku?! Apa maksudmu dengan kata keluargaku yang baru saja kau ucapkan Fabian?" Tanya Suci yang nampak bingung dengan kata keluargaku yang baru saja Fabian ucapkan.


"Ya keluargaku, aku sudah kembali rujuk dengan Margaret, sekarang aku sudah memiliki keluarga kecilku kembali Mom"


"Apa??? Ini tidak boleh terjadi...Kenapa kamu kembali pada wanita gembel itu Fabian? Apa kamu kembali padanya karena wanita gembel itu sudah memberitahukan tentang anak haram yang ia lahirkan?" Cerocos Suci tidak terima Fabian kembali pada Margaret.


"Mom, jangan sebut anakku dengan sebutan anak haram! Kelakuan akulah yang breng.sek hingga menghadirkan dia di dunia ini." Fabian membentak Suci untuk pertama kali dalam hidupnya.


"Dengan susah payah Mommy mengusir Margaret dari kehidupanmu dan sekarang kamu kembali pada Margaret tanpa sepengetahuan Mommy, kamu merusak semua rencana Mommy Fabian." Ucap Suci dengan penuh rasa kecewanya.


"Apa maksud Mommy dengan mengusir Margaret dari kehidupan ku? Apa Mommy yang membuat Margaret meninggalkan ku saat itu Mom, katakan Mom?"Fabian mendesak Suci menjawab pertanyaannya dengan menggoncangkan tubuh tua Suci sekuat tenaga.


"Iya, Mommy yang membuat Margaret meninggalkanmu, Mommy buat agency model palsu untuk menjebak Margaret dalam kontrak kerja, ia meninggalkanmu karena kamu tidak setuju dengan kontrak kerja yang Mommy buat sedemikian rupa dan Mommy mengusirnya dari rumah karena Mommy tahu dia menyamar menjadi Suster Rika yang sering kau tiduri dan...." Suci menghentikan ucapannya karena pekikan Fabian.


"MOMMY CUKUP!!! Aku tak menyangka wanita yang melahirkan ku adalah wanita yang egois dan kejam. Aku ini anak mu Mom, kau korbankan perasaanku karena ego mu untuk balas dendam... Aku hampir gila dan hampir bunuh diri karena Margaret meninggalkan ku Mom, dan kau tidak tahu apa yang baru saja anak mu ini alami Mom, kalau saja Margaret tidak mendatangiku ke kota D, aku pastikan kau akan menerima kabar kematian ku tapi sayangnya karena Margaret datang kau tak menerima kabar buruk itu, aku hampir gila dan mati untuk kedua kalinya karena Jessica pergi meninggalkanku. KARENA KEEGOISAN KU DIA PERGI DAN SAMPAI SEKARANG AKU TIDAK TAHU DIMANA DIA SEKARANG. Aku kembali menikah dengan Margaret karena aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku, anakku yang bersama Margaret membutuhkan sosok diri ku sebagai seorang Ayah jika Mommy tak memisahkan aku dengan Margaret hidupku tak akan seperti ini. AKU SANGAT KECEWA DENGAN MU MOM," tutur Fabian dengan penuh emosi dan air mata.


Setelah menyelesaikan ucapannya Fabian memilih pergi meninggalkan Suci tanpa mendengar lagi tanggapan Suci mengenai ucapannya.


Fabian melebarkan langkahnya, ia mencari keberadaan Toto dengan memanggil nama Toto dengan suara yang begitu keras dan lantang. Toto yang dipanggil dengan suara yang keras segera menghampiri Fabian dengan lari terbirit-birit. Toto sudah sangat paham karakter bosnya itu.


"Toto kita kembali ke apartemen!" Ajak Fabian pada Toto.


Toto segera membukakan pintu mobil untuk bosnya itu. Dia langsung berlari menuju pintu pengemudi.

__ADS_1


__ADS_2