
Sembari menunggu kedatangan Endah, Bowo yang melihat Jessica nampak jenuh hanya berdiam diri memainkan ponselnya akhirnya menawarkan Jessica untuk mencoba beberapa menu makanan ringan yang ada di kedai kopi ini. Jessica langsung saja mengiyakan ide yang diberikan oleh Bowo.Segera Bowo memanggil pelayan kedai kopi dan memesan beberapa menu makanan ringan untuk calon Nyonya mudanya itu.
Tak butuh waktu lama makanan yang disediakan oleh Bowo pun tersaji di atas meja oleh pelayan. Anna dan Leon memandang penuh keheranan dengan banyaknya menu yang di pesan oleh Bowo.Sedang Jessica tak menoleh sedikitpun ke arah meja karena sedang asyik memilih-milih lagu melau yang sesuai dengan suasana hatinya yang sedang sedih di tinggal pergi Andre di tambah lagi saat ini dia merasa menjadi obat nyamuk diantara Leon daan juga Anna.
"Bowo kau tidak salah memesan semua makan ini? Siapa yang mau menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya Leon menatap Bowo dengan ke heranan.
"Nona Jessica yang akan menghabiskannya. Jika Tuan Leon dan Nona Anna mau silahkan ambil salah satunya."ucap Bowo dengan wajah datarnya.
"Perut ku ini bukan perut karet. Belum lama aku makan siang tidak mungkin aku mau makan makanan manis seperti yang kau pesan ini." ucap Anna yang menatap semua makanan manis yang di dominasi rasa coklat yang dipesan oleh Bowo.
"Bowo apa yang kau lakukan akan membuat adik ku gendut dan punya penyakit gula darah jika harus menghabiskan makanan manis sebanyak ini dalam satu waktu." ucap Leon menambahkan perkataan Anna.
"Menurut artikel yang saya baca. Wanita yang moodnya sedang sedih akan membaik jika di beri makanan yang manis-manis seperti coklat, Tuan." ucap Bowo menjelaskan maksud dia memesan menu makanan yang ada di atas meja.
"Ya tapi tidak sebanyak ini Bow!!" ucap Anna penuh penekanan.
"Saya ingin Nona Jessica memilih secara langsung Nona Anna. Tadi di daftar menu hanya tertera tulisannya saja tidak ada tampilan menunya. Saya takut jika saya memesan satu menu saja dan Nona tidak tertarik dengan tampilannya hanya akan menambah moodnya rusak dan membuatnya tambah bersedih." Bowo kembali menjelaskan maksudnya.
"Ahhh... terserahlah Bow, yang pasti aku tak mau membayar tagihan yang membengkak karena pesanan mu ini ya." ucap Anna pada Bowo.
"Aku juga tak mau membayar semua makanan ini, ini terlalu berlebihan. Kau, Tuan mu dan calon Nyonya mu itu sama-sama hiperbola." ucap Leon kesal pada Bowo.
"Tenang saja Tuan dan Nona tidak perlu khawatir. Tuan Andre sudah mengirimkan saya uang yang sangat banyak untuk melayani kebutuhan Nona Jessica selama dia pergi ke Paris. Kebahagiaan Nona Jessica sekarang jadi prioritas saya saat ini." ucap Bowo yang segera mengambil salah satu menu dan menyuapini Jessica yang tengah mendengarkan musik di ponselnya dengan menggunakan Headset bluetooth dengan volume tertinggi. Sehingga apapun yang di bicarakan antara Leon, Anna dan Bowo Jessica tidak dapat mendengarnya. Leon dan Anna hanya tersenyum dengan menarik sedikit sudut bibir mereka.
"Dasar bayi tua dan Baby sister hiperbola." umpat Leon pada Bowo. Namun Bowo tidak menggubris perkataan Leon. Ia malah asyik menyuapini Nona mudanya itu.
__ADS_1
Tak lama berselang akhirnya Endah datang. Ia langsung duduk di bangku sebelah Anna. Ia memandang heran yang di lakukan Bowo pada Jessica dan pandangan Endah mengarah pada banyaknya menu makanan diatas meja yang di dominasi dengan makanan serba coklat.
"Siapa dia kisanak?" tanya Endah pada Anna.
"Babysiternya si Cinderella kiriman dari pangeran tampannya." jawab Anna sembari menahan tawanya.
"Jadi ratu dia sekarang." ucap Endah sembari melirik Jessica yang belum menyadari kedatangan Endah.
"Iya Ratu Hiperbola." ucap Leon menimpali perkataan Anna dan juga Endah. Membuat Anna dan Endah tertawa mendengar umpatan Leon pada adiknya. Sedangkan Jessica yang sedang diumpati hanya diam karena tak mendengar ocehan mereka.
"Hahahaha... Sayang jangan begitu. Bagaimana pun dia itu adik mu loh!." ucap Hana di sela tawanya.
"Sudahlah cepat kalian jadi atau tidak mau menjalankan misi untuk mengerjai dia?"tanya Leon pada Anna dan Endah.
Belum sempat Endah dan Anna menjawab. Bowo sudah memandang ketiga orang di hadapannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Perkataan Bowo membuat ketiga orang itu terdiam dan menelan salivanya dengan kasar.
"GLek!!"
Anna dan Endah sampai dibuat membuka mulutnya dengan lebar membentuk huruf O dan mata mereka berkedip-kedip tak menyangka betapa protektifnya Andre dalam menjaga Jessica.
"Kak Andre kau benar-benar keterlauan. Kau sampai melakukan hal seperti ini dan tak memandang siapapun yang menyakiti Tuan Putri mu itu.Termasuk aku adik mu dan Leon calon kakak ipar mu." batin Anna.
"Andre, Kau memang benar-benar hiperbola dalam menjaga adikku. Kalian benar-benar pasangan hiperbola. Ini semua terlalu berlebihan menurutku. Mungkin saja seekor nyamuk tak boleh dengan sengaja atau tidak sengaja menyedot darah adikku. Jika kau mengetahuinya mungkin saja kau akan membinasakan nyamuk itu dengan keturunannya sekalian. Hahahaha.." ucap batin Leon.
__ADS_1
"Serem amat sih Kak Andre. Jessica udah kaya tawanan dalam kota kalau begini caranya." batin Endah.
"Bowo kau tidak perlu terlalu khawatir. Kami hanya minta di traktir dengan kartu ajaib yang di miliki calon Nyonya mu itu. Dan perlu kau ingat Bowo. Aku ini salah satu Nona di keluarga Kusuma jangan berani-beraninya kau mengancam ku." ucap Anna pada Bowo dengan nada penekanan di setiap kalimatnya.
"Maaf Nona Anna saya hanya menjalankan tugas." Bowo menanggapi santai perkataaan Anna dengan menampilkan wajah datarnya yang seakan tak perduli dan meneruskan kegiatannya menyuapini Jessica.
"Bowo wajah mu itu sangat menyebalkan sekali Hah!!" Anna menggebrak meja di hadapannya. Ia tersulut emosi karena wajah Bowo yang begitu datar seakan tak perduli dengan perkataan Anna barusan. Gebrakan yang di lakukan Anna seketika membuat sepuluh Bodyguard bersiaga menatap tajam kearah meja dimana Jessica berada. Jessica pun dibuat terkejut melihat meja dihadapannya bergetar.
"Eh ada apa... Ada Apa?" tanya Jessica dengan wajah bodohnya kemudian melepaskan heatset bluetooth dari telinganya.
"Tidak ada apa- apa Nona. Nona Anna hanya ingin minta satu chocolate cake milik Nona Jessica yang saya pesan namun saya tidak memberikannya sehingga dia marah pada saya." ucap Bowo berbohong sembari menatap tajam wajah Anna. Anna sempat tak terima dengan perkataan dan tatapan yang diberikan Bowo padanya namun Leon mengusap tangannya seakan memberikan kode pada Anna untuk menyudahi perdebatan mereka dan membiarkan Jessica tidak mengetahui yang terjadi sesungguhnya.
"Seharusnya biarkan saja Anna memakannya Pak Bowo. Jangan melarangnya!" ucap Jessica sebelum ia melihat seluruh makanan yang begitu banyak tersaji diatas meja sehingga hampir memenuhi meja dihadapannya.
Jessica memandangi meja dihadapannya yang penuh dengan makanan seba coklat. Betapa terkejutnya ia melihat begitu banyak makanan yang dipesan Bowo untuknya.
"Pak Bowo kau tidak salah memesan ini semua? Aku bisa gendut dan Kak Andre bisa berpaling dari ku karena perbuatan mu ini Pak?" tanya Jessica keheranan pada Bowo.
"Maafkan saya Nona." ucap Bowo pada Jessica.
"Aku tidak mau membayar semua pesanan mu ini Pak. Pasti tagihannya mahal sekali tadi saja sudah puluhan juta apalagi dengan tagihan yang ini." ucap Jessica sembari memegangi keningnya yang tiba-tiba pusing.
"Nona tenang saja saya akan membayar semua tagihannya asal Nona bahagia." timpal Bowo.
"Pak Bowo sebaiknya semua makanan ini di bungkus saja dan dibawa pulang kerumah. Siapa tahu Kak Cynthia yang tengah hamil mau memakannya begitu juga dengan Ibu dan Ayah atau siapa tahu aku akan berminat untuk memakannya lagi nanti malam." ucap Jessica lagi.
__ADS_1
"Baik Nona." jawab Bowo. Kemudian dia memanggil seorang pelayan untuk meminta pelayan membawakan bill dan membungkus seluruh makanan yang belum tersentuh di atas meja yang akan dibawa pulang oleh mereka.
Bersambung ....