Cinta Jessika

Cinta Jessika
Hadirnya Pelakor


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Fabian tengah menyesap secangkir kopi dengan tenang sambil memandangi pemandangan pagi di sebuah pedesaan dekat tepian pantai di kota B. Ia mengurungkan niatnya meninggalkan negara ini, setelah Tuan Bagas, sang Daddy berhasil menghentikan keberangkatannya kala itu.


Pedesaan di kota B adalah tempat yang dipilihkan Tuan Bagas untuk Fabian, ia berharap putranya dapat memulai hidup yang baru di tempat ini. Ya, menurut Tuan Bagas kota B sangat cocok dan baik untuk Fabian menenangkan diri. Selain pemandangannya yang indah, suasana asri pedesaan diharapkan membawa dampak baik bagi putranya.


Pandangan Fabian yang sedang menatap ombak di lautan tiba-tiba saja teralihkan, karena suara deringan di ponselnya yang berbunyi.


Drtzzz ... Fabian memandang ponselnya, alisnya terlihat naik ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Clara.


"Ada apa dia menelepon ku, apa kandungannya terjadi masalah lagi?" gumam Fabian sebelum mengangkat panggilan telepon Clara yang sudah menjadi istrinya beberapa bulan yang lalu.


"Hallo Ra," sapa Fabian saat mengangkat panggilan telepon dari Clara.


"Hallo Bie, bisakah kamu kembali ke kota J secepatnya?" balas Clara yang meminta Fabian untuk kembali ke kota J secepatnya dengan suaranya yang terdengar cemas, namun Fabian tidak terlalu serius menanggapinya. Ia menganggap seorang ibu hamil selalu seperti itu, dilanda kecemasan tinggi.


"Ada apa Ra? Tumben sekali kamu meminta ku kembali, biasanya jika kamu merindukan ku, kamu pasti datang kesini sendiri," tanya Fabian yang menanggapi ucapan Clara.


"Bie, cepatlah kembali! Hiks... ini____ tentang Daddy mu." Jawab Clara yang malah menangis.

__ADS_1


"Tenanglah Ra, jangan menangis! Katakan ada apa dengan Daddy ku?" tanya Fabian yang berusaha tenang, walaupun jantungnya bergedup kencang, perasaan tak enak menghinggapi pikirannya saat ini.


"Daddy mu tak sadarkan diri di kamar mandi Bie, aku memanggilnya untuk sarapan tapi tak ada jawaban, aku memberanikan diri masuk kedalam kamarnya dan aku melihat Daddy mu pingsan di dalam kamar mandi Bie, cepatlah kembali Bie, aku mohon," jawab Clara dengan suara isak tangisnya.


"Apa kamu sudah membawanya ke rumah sakit Ra?" tanya Fabian.


"Sudah, aku bingung harus menghubungi siapa, nomor Alan sulit untuk di hubungi jadi aku menghubungi Jessica, suaminya yang membantu ku membawa Daddymu dengan mengirimkan ambulance ke rumah," jawab Clara yang masih terisak.


Clara dan Jessica kini berhubungan baik, Jessica yang memiliki hati yang sangat baik mampu memaafkan dan melupakan semua perbuatan buruk yang pernah Clara lakukan padanya. Meskipun mereka sudah berhubungan baik namun Jessica masih menjaga batasan agar tak ada celah bagi dirinya untuk bertemu dengan Fabian kembali.


"Baiklah Ra, tunggulah kedatangan ku dengan sabar disana, aku akan segera datang, tolong jaga kandungan mu dengan baik ya!" balas Fabian yang kemudian menutup panggilan teleponnya.


Di kota D


"Bu, nasi goreng aku kurang segini Bu, di dalam perut ku ini ada dua pasukan ku yang sudah kelaparan," protes Endah dengan piringnya yang masih penuh dengan nasi goreng seafood buatan sang ibu.


"Katakan pada Abang mu ini! Memangnya suami tak berguna mu ini tidak memberi mu makan hem?" Tanya Leon dengan wajah sinisnya pada adiknya.


"Apa katamu Abang ipar, aku tak berguna?" Protes Jimmy yang menghampiri kursi Leon sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Ya, memang kau tak berguna, lihat saja adik-adik ku setiap pagi selalu membuat keributan di mansion ku hanya karena kelaparan, apa kalian tidak memberikan adikku makan hah," Sahut Leon dengan mendongakkan kepalanya memandang Jimmy seakan mengajak berduel, Leon juga menatap dan menunjuk Andre yang terlihat asyik menikmati sepiring nasi goreng yang dibuat ibu mertuanya itu. Begitu pula dengan Nico, ia sudah menggunakan kapas sebagai penutup telinganya agar tak mendengar keributan anak dan menantunya.


"Brisik sekali Bang Leon ini, Ann suami lo belum di kasih jatah ya semalam? Pagi-pagi udah ngajakin gelut laki gue aja, bilang laki gue gak berguna segala," seloroh Endah dengan menatap kesal wajah Leon.


"Belom, lagi gak mood gue," jawab Anna tanpa filter sambil menyantap sarapannya.


"Ohhh pantes," balas Endah dengan senyum mengejek menatap wajah Leon.


"Anastasia." Pekik Leon memanggil istrinya.


Namun yang dipanggil tidak menjawab, malah asyik menyantap makanannya.


"Ann Lo , di panggil tuh sama si Abang," Jessica menyenggol lengan Anna yang duduk di sampingnya.


"Biarin gue lagi mode ngambek sama dia," ucap Anna dengan suara berbisik.


"Ohhh... Ada apa gerangan Ann?" tanya Jessica dengan suara berbisik pula.


"Ada pelakor di rumah tangga gue," jawab Anna dengan suara bergetar menahan tangisnya yang ingin pecah.

__ADS_1


"APA?" Pekik Jessica yang terkejut dengan jawaban Anna.


Suara pekikan Jessica membuat semuanya terkejut, mereka memandangi Jessica yang kini sedang membulatkan matanya menatap Leon.


__ADS_2