Cinta Jessika

Cinta Jessika
Nasehat Endah


__ADS_3

Fabian mengantarkan kembali Rania ke apartemen Luis. Fabian tadi sudah mengatakan pada Alan untuk melajukan kendaraannya ke apartemen Luis setelah dari Claudia Boutique. Di dalam perjalanan Fabian hanya banyak diam, pandangannya hanya melihat kearah jendela, raut wajahnya tidak bisa dipungkiri lagi guratan banyak fikiran sudah terukir disana. Rania juga didalam perjalanan lebih memilih diam namun ia terus memperhatikan Fabian di dalam mobil. Baru kali ini dia merasakan sikap Fabian yang begitu dingin seakan tak perduli lagi dengannya.


Dalam diamnya Rania sudah menyiapkan rencana untuk memberikan pelajaran pada Jessica esok hari. Sedari tadi Rania sibuk dengan ponselnya. Ia sedang berkomunikasi dengan Clara menanyakan hal-hal mengenai Jessica dan yang terpenting ia menanyakan kebiasaan apa yang biasa dilakukan Jessica untuk Fabian di kantor. Dari situlah ia mendapatkan ide untuk memberikan teguran ringan kepada Jessica esok hari.


Tidak terasa mereka sudah tiba di apartemen Louis. Fabian yang tengah asyik dengan lamunannya tidak menyadari jika mereka telah tiba di apartemen. Begitu juga dengan Rania yang sibuk dengan ponselnya. Hingga akhirnya Alan menegur mereka di kursi belakang dari balik kemudinya.


"Maaf Pak Fabian, Nona Rania kita sudah sampai." tegur Alan pertama kali namun tidak ada tanggapan dari dua orang yang berada di kursi belakang. Alan mencoba hingga tiga kali menegur dengan kalimat yang sama hingga ia kesal dan hilang kesabaran. Akhirnya ia menekan klakson mobil yang membuat mereka terkejut dan sadar jika mereka sudah tiba di apartemen.


"Alan kau kurang ajar sekali mengagetkan ku dengan cara seperti itu." Rania tak terima dikejutkan Alan.


"Maaf Nona." ucap Alan singkat.


"Lain kali jangan melakukannya lagi, aku tidak menyukai sikap kurang ajar mu ini." ucap Rania dengan pandangan sinisnya.


"Sudahlah Nia. Jangan memperpanjang masalah kecil Nia!" ucap Fabian, ia berusaha menghentikan amarah Rania kepada Alan.


"Ya Bie sayang, kamu gak mampir dulu kedalam Bie?" tawar Nia pada Fabian.


"Lain kali saja, aku harus segera kekantor banyak pekerjaan menunggu ku." Fabian menolak tawaran Rania.


"Pekerjaan atau wanita itu yang menunggumu Bie?" tanya Rania dalam hatinya.


"Aaahh baiklah kalau begitu. Jangan lupa untuk selalu mengabari ku ya Bie! Aku tidak mau kau abaikan terus menerus seperti kemarin." ucap Rania manja dengan memasang wajah merajuk kemudian memeluk tubuh Fabian.


"Baiklah aku akan melakukan apapun yang kau pinta Rania." ucap Fabian, Fabian menjawab seakan mengikuti mau Rania agar tidak memperpanjang urusannya dengan Rania. Namun pada kenyataannya kita lihat saja nanti apa Fabian akan mengikuti mau Rania.


Rania tersenyum bahagia mendengar ucapan Fabian. Ia memeluk erat Fabian dan mencium pipi Fabian sekilas.


"Aku masuk ya Bie? Kamu hati-hati di jalan ya." ucap Rania pada Fabian.


"Ya masuklah." balas Fabian.

__ADS_1


"Kau tidak mencium ku?" tanya Rania.


Kini Fabian seakan lupa kebiasaannya bersama Rania karena fikirannya dipenuhi Jessica.


"Maaf jika aku lupa untuk menciummu." ucap Fabian datar. Kemudian ia mencium singkat bibir indah Rania yang berwarna merah muda itu. Fabian melakukannya tanpa ada rasa sedikitpun malah terkesan terpaksa.


"Sikap mu begitu dingin pada ku Bie, kau seperti memaksakan diri mu bersama ku, sialan sekali wanita itu sudah membuat mu seperti ini pada ku. Lihat saja besok! Apa yang akan aku lakukan pada mu Jessica?!" batin Rania yang kesal karena perubahan yang terjadi pada sikap Fabian padanya.


*******


Di Claudia Boutique, Ketiga sahabat itu sudah duduk di ruang tunggu menunggu kehadiran Andre yang sedang berganti pakaian yang begitu lama.


"Lama banget sih, heran gue sepupu lu kaya induk ayam yang lagi betelor ngerem lama banget, padahal cuma ganti baju doank, mana gue udah laper banget nih." ucap Endah pada Anna


"Sabar sih Ndah, kayanya sekarang lu cepet banget laper deh" ucap Ana pada Endah.


"Hadeh ini semua gara-gara si Jimmy asisten kakak sepupu lu itu gue jadi laper karena emosi sama dia. Marah-marah sama dia itu menguras energi gue. Dia tuh bikin gue sewot aja dengan tampilan wajahnya yang kaya kanebo kering pas lagi pengambilan gambar tadi, benci gue sama dia, kayanya dia gak suka aja gitu dia dipasangin buat berdiri disebelah gue." Endah mengungkapkan isi hatinya.


"Maksud lu kaya si Cinderella gadungan kita ini, awal-awal bilang benci sama si Om duda tau-taunya benci jadi cinta eh dari cinta jadi benci lagi gara-gara mulut goa hahaha..." jawab Endah malah meledek Jessica.


Jessica yang duduk disamping Endah pun tidak terima dengan ledekan Endah, Jessica langsung memukul paha Endah dengan tangan kanannya sekuat tenaga.


"Aduh...sakit Jess, seneng banget lu hari ini menganiaya gue." keluh Endah pada Jessica. Tangan Jessica yang memukul Endah mencuri perhatian Endah. Mata Endah langsung tertuju pada jari manis Jessica yang tersemat sebuah cincin yang bermatakan berlian.


"Oh waw Amazing, lihat Ann ada cincin melingkar di jari manis si Cinderella gadungan!! perasaan tadi dia gak pakai ini ya Ann? Pangeran darimana gerangan yang akhirnya bisa menaklukkan hati si Cinderella gadungan ini?" ucap Endah sambil memegangi tangan kanan Jessica. Ana hanya tersenyum melihat Jessica, ia sudah tahu pasti Andre-lah yang menyematkan cincin di jari manis Jessica. Ucapan Endah dan senyuman Anna yang penuh arti berhasil membuatnya malu. Pipinya yang putih seketika memerah karena rasa malu.


"Gila ni cincin mehong banget Ann, coba lihat berlian lagi, nggak aleng-kaleng ini cincin." ucap Endah ketika mengamati Cincin yang digunakan Jessica.


"Udah dong Ndah jangan ngomong mulu gue jadi malu." ucap Jessica kemudian menarik tangannya dari Endah.


"Eh Jess, gue bilangin ya sama lu, kalau udah ada cowok yang makein lu cincin kaya gini tandanya lu udah di iket sama dia, nah lu jangan menebar cinta lagi sama orang lain, hargai orang yang mencintai lu dan lu jangan sibuk sendiri dengan kegiatan lu. Inget Jess perselingkuhan itu terjadi karena ada kesempatan. Kesempatan itu ada karena dari lu sendiri. Gue harap lu udah bisa belajar dari pengalaman lu sama Diego" Endah mencoba menasehati Jessica.

__ADS_1


"Iya Ndah." ucap Jessica seperti anak yang penurut saat dinasehati oleh Ibunya.


Tak berapa lama Andre pun tiba di ruang tunggu menghampiri mereka bersama dengan Jimmy.


"Ayo kita pergi, mau kemana kita setelah ini?" tanya Andre pada mereka bertiga.


"Bayar tagihan dulu kak." ucap Ana dengan ke dua tangan menengadah kedepan Andre. Andre yang mengerti langsung mengeluarkan blackcard dalam dompetnya.


"Pinnya ulang tahun sahabatmu." ucap Andre berbisik pada Anna.


"Ok kak" balas Anna. Anna pun melangkahkan kakinya ke meja kasir. Ia membayar semua tagihan belanjaan mereka sekaligus membayar tagihan dua gaun pengantin yang rusak di tangan dia dan Endah.


Setelah menyelesaikan pembayaran tagihan, Ana kembali keruang tunggu menemui mereka yang menunggunya. Ia mengembalikan blackcard milik Andre.


"Kak biar barang - barang belanjaan kami di taruh saja di apartemen mu, lusa kami akan berangkat ke pesta dari apartemenmu saja, tapi tolong siapakan make up artist untuk kami ya kak." pinta Ana pada Andre.


"Baiklah Anna, aku siap menerima perintah apapun dari mu." jawab Andre tersenyum pada adik sepupunya itu sambil mengusap-usap kepala Ana.


Jessica terus memperhatikan perlakuan manis yang diberikan Andre pada Ana adik sepupunya itu.


"Jadi mau kemana sekarang?" tanya Andre.


"Mau makan laper." jawab Endah tanpa rasa malu.


"Ok kalau kalian mau makan, mau makan dimana?" tanya Andre pada ketiga gadis ini


"Warteg Lestari aja yuk! Udah lama gak kesitu kan kita." ucap Ana memberi saran.


"Wah asyik pasti kenyang nih gue." ucap Endah sumringah sambil mengelus- elus perutnya. Apa yang dilakukan Endah tak luput dari perhatian Jimmy. Jimmy terus saja memperhatikan Endah sejak tadi. Entah karena ada benih-benih cinta atau karena rasa kesal dan bencinya atas apa yang dilakukan Endah padanya tadi hingga membuat matanya merah seperti saat ini.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2