Cinta Jessika

Cinta Jessika
Angela dan Buah Pepaya.


__ADS_3

Fabian dan Alan terlihat keluar dari lift. Dari kejauhan mereka melihat karyawannya tengah asyik menikmati semangkuk bakso dengan duduk di anak tangga lobby perusahaan.


"Kenapa kalian makan disini?" tanya Fabian pada salah satu karyawannya.


"Kita sedang di traktir Lina Pak karena Lina sedang menang undian katanya." jawab karywan yang ditanya oleh Fabian.


Pandangan mata Fabian mengarah ke seorang wanita yang duduk di sebuah kursi didekat gerobak bakso. Ya wanita yang ia pandangi adalah Jessica. Jessica yang tengah asyik menikmati bakso dari tangan Bowo. Ada raasaa senang di hatinya masih bisa melihat Jessica kembali di perusahaannya namun ada rasaa cemburu melihat Jessica makan dari tangan pria lain.


"Pasti pria itu pengawal yang di kiriminkan Andre untuk menjaga Jessica dari diri ku. Andre, meskipun kau mengirimkan 1000 pengawal pun tak akan menyurutkan niat ku untuk berusaha mendekati Jessica dan merebut kembali dia dari diri mu." gumam batin Fabian.


Fabian berjalan mendekati kursi Jessica. Seorang karyawan memberikan kursi pada Fabian dan mempersilahkan Fabian untuk duduk. Fabian menggeser kursi itu ke arah depan Jessica. Membuat ia duduk berhadapan dengan wanita yang sangat ia cintai itu. Jessica yang menyadari kehadiran Fabian di hadapannya hanya berlaku acuh menganggap Fabian tidak ada di hadapannya.


"Pakde saya mau pesan satu mangkuk bakso polos dengan kuah bening ya!" pekik Fabian memesan bakso untuk dirinya. Mulutnya memsan namun matanya memandangi Jessica yang tengah asyik menikmati baksonya dari tangan Bowo.


"Pak Bowo, aku mau bakso telurnya lagi ya!" pinta Jessica pada Bowo.


"Siap Nona tunggu sebentar ya." Bowo segera menghampiri gerobak bakso dan meminta bakso telur kepada tukang bakso. Tak perlu menunggu lama Bowo sudah kembali dengan mangkuk ditangannya yang sudah bertambah dua buah bakso telur didalamnya.


"Ternyata Nona mu ini suka sekali makan bakso ya?!" ucap Fabian pada Bowo yang kembali menyuapkan potongan bakso telur ke mulut Jessica.


"Apapun kesukaan Nona saya tidak ada urusannya dengan Anda Tuan." timpal Bowo. Ia berbicara dengan nada yang sangat ketus dan terkesan kurang sopan.


"Hah, atasan dan bawahan sama saja. Sama- sama kurang ajar." ucap Fabian dengan nada bicara yang juga ketus.


Fabian menikmati bakso di tangannya sembari memadangi wajah Jessica yang sedang memalingkan wajahnya dari dirinya.


"Menikmati semangkuk bakso sambil memandangi wajah  cantik mu itu membuat bakso yang ku makan menjadi terasa lebih nikmat dan sangat lezat. " rayu Fabian yang membuat Jessica seketika tersedak.


"Uhuk...uhukk." Jessica tersedak bakso yang ia makan.


Melihat Jessica tersedak Bowo dan Fabian segera memberikan .minum kepada Jessica. Saat Fabian menyodorkan segelas air mineral kemasan kepada Jessica Bowo segera menepis tangan Fabian dengan kasar hingga membuat air mineral dalam kemasan yang berada di tangannya itu terjatuh dan terlempar jauh.


Apa yang di lakukan Bowo padanya membuat Fabian geram. Karena kesal Fabian akhirnya meninggalkan Jessica dan juga Bowo. Meninggalkan Jessica yang masih tersedak disana. Jessica memandangi punggung Fabian yang pergi menjauh darinya.


"Inilah salah satu alasan aku meninggalkan mu Om Duda, kau selalu mementingkan rasa ego mu dan meninggalkan ku ketika marah tanpa berusaha mengerti keadaanku. Seharusnya kau terus berusaha menolongku meski Pak Bowo menghalangimu."

__ADS_1


*


*


*


Setelah menghabiskan makanannya Jessica naik kelantai 5 dimana ruangannya berada. Ia naik kelantai 5 di dampingi oleh Angela karena Bowo sedang menunaikan kewajibannya sebagai seorang Lelaki muslim.


Netra Jessica terus saja memperhatikan postur tubuh Angela yang nampak seperti laki-laki. Postur tubuhnya begitu tinggi dan kekar. Mata Jessica terus memandangi bagian dada Angela.


"Kemana buah pepaya itu? Aku tak melihatnya tergantung disana." gumam batin Jessica sembari terus memandangi dada Angela yang hampir datar di balik baju serba hitam yang Angela kenakan.


"Kau sedang melihat apa Nona?" tanya Angela pada Jessica dengan mengerutkan keningnya.


"Kemana buah pepaya mu apa kau sudah tidak memilikinya? Apa kau sudah membuangnya Angela?" tanya Jessica yang begitu polosnya.


"Tentu ada Nona.Aku tidak mungkin membuangnya. Namun milik ku ini tak sebesar milik mu." ucap Angela dengan wajah datarnya. Kemudian melirik miliknya lalu melirik milik Jessica. Jessica mengikuti arah pandangan mata Angela.


"Kenapa bisa seperti itu? Kau tahu buah pepaya kita ini adalah aset  berharga setiap wanita, seharusnya jika ukurannya kecil kau harus berusaha membesarkannya jangan malah membiarkannya."


"Memangnya apa pekerjaan mu Angela?"


"Aku salah satu team Bodyguard yang bekerja untuk keluarga besar Kusuma Nona."


"Keluarga Kusuma??" tanya Jessica ke heranan.


"Ya keluarga Kusuma adalah keluarga besar Tuan Andre Nona. Tuan Kusuma adalah Kakek dari Tuan Andre."


"Oh....begitu."


"Angela memangnya setiap Bodyguard wanita seperti diri mu tidak boleh punya buah pepaya yang besar seperti milik ku?" tanya Jessica lagi.


"Tentu boleh Nona."


"Jika memang boleh sebaiknya kau berusaha untuk memperbesar milik mu itu Angela. Wajah mu itu begitu cantik namun terasa ada yang kurang jika tidak terlihat buah pepaya itu menggantung di dada mu."

__ADS_1


"Hahaha.. Nona kau begitu lucu." Angela tertawa menanggapi saran yang diberikan Jessica.


"Apa saran yang ku berikan salah  dan lucu di mata mu,  Angela?" tanya Jessica yang melihat heran dengan Angela yang menertawakannya.


"Tidak ada yang salah Nona. saran mu begitu bagus. Baru kali ini ada yang memuji diriku cantik. Sepertinya saran yang Nona berikan pada saya akan saya pikirkan dan pertimbangkan dengan baik-baik." ucap Angela yang tersenyum begitu manis pada Jessica.


"Pantas saja Tuan jatuh cinta pada nya. Selain hatinya yang baik dia juga nampak begitu lucu dan polos. Pasti hari-hari Tuan Andre yang monoton sudah berwarna karena kehadiran Nona Jessica di hidupnya." batin Angela.


*


*


*


Jessica kini sudah duduk di meja kerjanya. Ia sudah melihat beberapa file telah menumpuk di meja kerjanya. Ia  memulai aktifitas kerjanya dengan menggunakan satu tangan kirinya, karena tangan kanannya masih kaku dan sakit jika di gerakkan. Sedang Angela terlihat berdiri di sebalah kursi yang di duduki Jessica dalam posisi siap.


"Angel, kau tidak lelah berdiri terus disampingku? Disini itu bukan lapangan untuk upacara jadi kau tak perlu berdiri terus-menerus. Dan aku ini bukan seorang guru yang sedang menghukum muridnya untuk berdiri terus menerus hingga mata pelajaran usai disamping meja kerja ku. Duduklah Angel!! Ini ada kursi kosong di sebelah ku. Gunakanlah untuk kau duduk. Jangan terlalu kaku dengan ku!!. Kita mungkin bisa menjadi seorang teman bukan?!" ucap Jessica yang menatap ramah wajah tegas Angela yang tengah berdiri memandai wajah Jessica.


"Terimkasih Nona tapi biarkan saya begini saja sampai Pak Bowo datang." Angela menolak kursi yang di tawarkan Jessica.


"Kau tau siapa aku bukan?" tanya Jessica pada Angela.


"Tentu aku tahu Nona." jawab Angela.


"Jika kau tahu. Kau tidak boleh menolak perintah ku." ucap Jessica pada Angela.


"Tapi orang yang boleh memberi perintah pada saya hanya anggota keluarga Kusuma dan Pak Bowo."


"Kau dengar baik-baik Angela. Setelah Kak Andre pulang. Aku pastikan kau akan dipecat olehnya karena berani membantah perintah ku." ancam Jessica yang membuat Angela menelan ludahnya dengan kasar. Seketika Angela langsung duduk setelah mendengar Jessica mengancamnya seperti itu. Ia duduk begitu tegap dan kaku. Membuat Jessica tersenyum  dibuatnya.


bersambung dulu yah


Dukung aku terus dan jangan lupa untuk kasih aku hadiah bisa tonton iklan gratis, bunga, hati, kopi, pisau, kursi pijat dan Piala. Dan juga jangan lupa Vote aku di hari senin yah.


Makasih udah setia baca karya aku sampai sejauh ini..love love buat kalian.

__ADS_1


__ADS_2