
Sudah pukul satu dini hari Wina maminya Diego belum bisa memejamkan matanya. Sang suami yang sudah tertidur sejak tadi akhirnya terbangun karena gerakan istrinya di tempat tidur yang terlihat gelisah selalu merubah posisi tidurnya.
" Mami belum tidur? Kenapa Mami belum tidur?" tanya Roy dengan suara serak khas orang baru bangun Wina menjawab dengan menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri.
" Apa anak kita belum pulang? Sehingga membuatmu tak bisa tidur mi?" tanya Roy lagi kepada istrinya Wina pun menganggukkan kepala menjawab pertanyaan suaminya.
" Mami tidurlah, biar Papi menghubungi Diego untuk segera pulang." pintar Roy pada istrinya.
" Nomor Diego tidak aktif dari tadi siang pih, Mami sudah mencoba menghubungi berulang kali tapi Diego masih tidak bisa dihubungi, Mami juga sudah bertanya kepada beberapa teman dekatnya,mereka juga tidak tahu keberadaan Diego di mana, mami sangat khawatir Pih." ucap Wina lirih.
" Kenapa Mami tidak memberitahu Papi sejak tadi kenapa baru sekarang mami memberitahunya?" tanya Roy pada Wina yang ikut mengkhawatirkan keberadaan Diego.
" Ke mana Anak itu tidak biasanya dia seperti ini?" tanya Roy dalam hatinya.
Roy menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, ia bangkit dari posisi tidurnya. menyalakan lampu kamarnya kemudian mencari ponselnya, ia mencari nomor diego di dalam buku telepon yang ada di ponselnya, ia mencoba menghubungi Diego
"Tut...tut...tut.." terdengar nada sibuk di ujung sana.
Roy menatap sedih istrinya yang tengah mengkhawatirkan putranya. Roy memilih keluar dari kamar ia berjalan menuju anak tangga. ketika menuruni anak tangga Roy mendengar suara terjatuh di ruang tamu.
"Brugh!!" suara tubuh terjatuh.
Roy berjalan menuju ruang tamu dimana suara itu berasal. Ia menyalakan lampu ruang tamu tersebut. Betapa terkejutnya Roy melihat putranya pulang dalam keadaan mabuk dan babak belur.
" Diego!!" Memanggil putranya kemudian berjalan menghampiri putranya yang tersungkur di lantai ruang tamu.
" Apa yang terjadi denganmu nak?" tanya Roy pada putranya.
__ADS_1
" Papi... Diego mau mati saja Pi, hidup Diego Hampa pih... Hampa.." ucap Diego lirih diakhiri suara tangisnya.
"Diego kamu laki-laki jangan menangis seperti ini, sebenarnya apa yang terjadi padamu sampai kamu bicara seperti itu?" tanya Roy penasaran.
Wina yang mendengar suara Roy Memanggil nama putranya Ia pun keluar dari kamarnya Ia berlari menuju ruang tamu di mana asal suara suami itu berasal. Betapa terkejutnya Wina melihat Diego tersungkur di lantai dan suaminya yang berlutut di hadapan Diego mencoba membangunkan Diego.
" Diego anakku kamu kenapa sayang? wajahmu.... wajahmu Kenapa Nak? kenapa bisa seperti ini?" ucap Wina memeluk tubuh Diego kemudian memegang wajah Diego yang penuh dengan luka-luka. Diego melepas pelukan maminya dengan kasar.
" Ini semua karena mami. Mami yang buat aku seperti ini." ucap Diego kesal.
" Apa maksudmu Diego? Mami tidak melakukan apapun padamu Kenapa kau menyalahkan mamimu nak?" ucap Wina yang tak mau disalahkan.
" Apa Mami sudah puas lihat aku seperti ini, aku sudah hancur mi, hatiku pun hancur, Ini kan yang mami mau?" ucap Diego dengan nada tinggi.
" Diego Pelankan suaramu! Apa maksudmu bicara seperti itu pada mamimu?" tanya Roy tak mengerti arah pembicaraan anak dan istrinya.
" Tapi Mami tidak melakukan apapun sayang." ucap Wina membela diri
" Mami memang tidak melakukan apapun selain mendesak ku memutuskan hubunganku dengan Jessica. Mami mau aku menjauhkan diriku dengan Jessica tapi aku gak bisa mi, Mami tau sekarang Jessica sudah menjauhkan aku, aku gak kuat mi, gak kuat diacuhkan orang yang aku cintai mi, Mami selalu membuatku tertekan, tekanan dari mami membuatku selalu ingin mabuk-mabukan untuk menghilangkan kepenatan ku akan permintaan mami dan desakan Mami untuk memutuskan hubunganku dengan Jessica, akui itu mi akui itu dihadapan Papi, mami yang selalu memaksakan semuanya sesuai kehendak mami tanpa memikirkan hati anaknya" Timpal Diego
" Mami minta maaf nak, sekarag mami janji akan merestui hubungan kalian tapi berjanjilah untuk tidak seperti ini lagi ya sayang." ucap Wina mencoba menenangkan anaknya
" Terlambat Mi, dia tidak akan pernah mau kembali lagi padaku, karena aku sudah meniduri kakaknya Cynthia dan sekarang Cynthia sedang hamil." ucap Diego.
"A P A?!!!" teriak Roy dan Wina persamaan.
" Apa maksud dari Perkataanmu Diego, Apa yang kau lakukan Diego jelaskan!" pinta Roy.
__ADS_1
" Aku melakukannya pih, aku tidur bersama Cynthia kakaknya Jessica Pih, ketika kami sama-sama mabuk di klub malam." Terang Diego.
"Plak" satu tamparan melayang dipipi Diego dari Roy
" Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu Diego." ungkap Roy kecewa kepada putranya
" Lalu luka-luka di wajahmu ini siapa yang melakukannya nak? Apa keluarga Jessica yang melakukannya?" tanya Wina.
" Bukan Mih, ini Bosnya Jessica yang melakukannya, dia ingin merebut Jessica dari ku Mih, aku akan kehilangan dia Mih aku nggak mau Mih, aku mencintai dia. Dia Milikku." ucap Diego lirik kemudian kembali menangis.
" Diego kamu sudah tidak harus memikirkan Jessica lagi yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana cara kamu bertanggung jawab sebagai laki-laki yang sudah menghamili anak orang." ucap Roy dengan penuh penekanan.
" Tidak Pih, Diego tidak mau menikah dengan Cynthia, Diego yakin anak yang di dalam kandungan Cynthia bukan anak Diego Pi, karena Cynthia juga pernah melakukannya bersama dengan pacarnya Berry, Diego yakin itu anak Berry." ucap Diego meyakini Papinya.
" Diego Maafkan Mami karena Mami kamu jadi seperti ini nak." ucap Wina penuh penyesalan.
" Naiklah Diego bersihkan dirimu dan istirahatlah! pagi-pagi sekali nanti kita akan ke rumah Jessica menyelesaikan permasalahan ini kita akan melakukan tes DNA ketika bayi itu lahir jika terbukti dia anakmu kamu harus mau menikahi Cynthia dan lupakan cintamu pada Jessica." perintah Roy.
" Aku tidak mau Pih aku tidak mau menikah dengan Cynthia aku hanya mau menikah dengan Jessica." tolak Diego akan permintaan Papinya.
" Mau tidak mau kau harus bertanggung jawab, Papi tidak mau ada keturunan kita terlantar diluar sana." paksa Roy kepada Diego.
" Maafkan Mami sayang." Wina terus meminta maaf kepada anaknya.
" Ini semua karena Mami, Mami yang selalu memandang seseorang dari status sosialnya, puas mi menghancurkan hati dan hidup Diego, Diego tidak pernah membayangkan akan menikahi wanita yang tidak Diego cintai, ini semua karena Mami." Diego terus menyalahkan Maminya itu, Diego bangkit dengan sekuat tenaga walaupun tubuhnya masih sempoyongan sesekali ia terjatuh, Wina melihat Diego penuh dengan rasa penyesalan dan kesedihan.
"Diego... maafkan Mami nak, karena keegoisan mami kamu jadi seperti ini." batin Wina.
__ADS_1