
Hari yang ditunggu-tunggu para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Adhikari telah datang. Ya hari yang ditunggu mereka adalah hari di mana pentas seni di Universitas Adikari diselenggarakan. Meskipun diselengarakan mendadak namun tidak menyurutkan rasa antusias mereka.
Hari ini tidak hanya artis Ibukota yang akan ditampilkan tapi juga beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang akan ditampilkan, mereka akan unjuk kebolehan.
Dan salah satu mahasiswi yang akan tampil hari ini adalah Jessica. Jessica tidak seperti mahasiswi yang lain, mahasiswi yang lain sibuk mempersiapkan dirinya dengan totalitas, sedang Jessica hanya berpenampilan biasa-biasa saja, Ia memakai pakaian yang sederhana seperti hari-hari biasanya, hanya menggunakan kemeja dan celana jeans, rambutnya yang panjang hanya ia kuncir, sepatu yang digunakannya juga sepatu kets KW yang diberikan Abang Leon padanya waktu Jessica ulang tahun satu tahun yang lalu. Wajahnya juga terlihat polos tanpa riasan make up, meskipun begitu Jessica masih terlihat cantik. Jessica memang terlihat cantik alami dengan kulitnya yang putih bersih, pipinya yang berwarna merah jambu, hidungnya yang mancung dan rambut berwarna hitam yang dibiarkan tumbuh memanjang tanpa perawatan selain shampo, sungguh sempurna kecantikkan yang Tuhan anugrahkan untuk Jessica.
Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang akan tampil di pentas seni berkumpul di aula kampus, mereka mempersiapkan diri di sana, karena pihak panitia mengarahkan mereka untuk mempersiapkan diri di aula saja. Pentas seni kali ini diadakan di outdoor. Banyak artis Ibukota yang akan dihadirkan oleh Universitas Adhikari, pihak Universitas meminta pihak penyelenggara yaitu EO milik perusahaan Fabian untuk menampilkan mahasiswa dan mahasiswa terlebih dahulu baru artis Ibukota tersebut itu ditampilkan.
Di aula Jessica bertemu dengan Anna dan juga Endah. Anna dan Endah akan menampilkan tarian modern. mereka yang melihat kehadiran Jessica di aula langsung menghampiri Jessica.
" Hai Jessica kangen nih gue." sapa Endah pada Jessica sambil menepuk-nepuk pundak Jessica hingga Jessica merasa kesakitan, karena sepertinya Endah memukul sekuat tenaga.
" Lu kenapa sih kalau ketemu gue demen banget nganiaya gue? Sakit tahu tepukan lu." Jessica mengeluh kepada Endah sambil mengusap-ngusap bekas tepukan Endah di pundaknya
" Tahu lu Ndah jangan barbar banget jadi cewek, lu nggak lihat badannya si Jessica udah kayak triplek, bisa patah tuh badan kalau lu pukulin terus." ujar Anna menimpali perkataan Jessica.
" Yaelah segitu aja sakit, lemah banget sih lu Jess jadi cewek, Ya udah sorry sorry..." jawab Endah kesal.
"Jess, katanya lu mau cerita, alasan kenapa lo putus sama pangeran kampus kita itu, tapi mana diem-diem aja lo, gak juga cerita-cerita sama kita." ucap Endah masih dengan rasa kesal.
" Nanti aja jangan di sini, habis pentas seni aja gue ceritanya soalnya ceritanya panjang banget." ujar Jessica.
" Wah kalau gitu harus nginep nih biar ada sesi tanya jawab dan leluasa ngobrolnya sambil nyantai gitu." ujar Endah memberi saran untuk menginap malam ini.
" Iya bener kita nginep aja yuk...?! Sambil kita kangen-kangenan, kan udah lama nggak ketemu, gimana kalau kita nginepnya di apartemen sepupu gue aja orangnya asik kok?!" ucap Anna menyetujui saran Endahdan menawarkan untuk menginap bersama malam ini.
" Sepupu lu cowok atau cewek Ann?" tanya Jessica.
" Cowok, tapi tenang aja dia nggak bakalan ganggu kita kok dan gak akan. erlaku kurang ajar." jawab Anna meyakinkan kedua sahabatnya.
" Serius nih dia nggak bakalan gangguin kita?" tanya Endah.
" Iya serius gue janji dia nggak bakalan ganggu, yang ada malah kita bakalan disiapin banyak makanan sama dia, selain baik dia tuh royal banget orangnya daripada dirumah gue lo pada gak mau kan dengerin dongeng nyokap gue?" ujar Anna meyakinkan lagi kedua temannya.
" Wah bagus tuh kalau dia orangnya kayak gitu. Jess, lo harus izin dulu sama abang lo yang kayak Singa itu, sebelum lo izin sama kedua orang tua lo, mending lo Izin sama dia biar gak ribet urusannya." ujar Endah.
" Kebalik pinterr.... Aturan tuh izin dulu sama orang tuanya baru sama Bang Leon gitu Endah yang cerdas." ucap Ana membetulkan ucapan Endah barusan.
"Lah bener tahu, Ingat nggak lo waktu nginep di rumah gue sih Jessica udah izin sama kedua orang tuanya tapi dia nggak izin sama abangnya, akhirnya tuh Abangnya ngomel-ngomelin Jessica di rumah gue, abangnya mengaung-ngaung kaya singa kelaparan. nama sama sifat orangnya cocok banget." ujar Endah mengingatkan kejadian pada hari itu.
" Hahaha ....Nama abangnya Jessica itu Leon bukan Lion hahahaha..." Anna menertawai ketika mengingat kejadian pada hari itu dan juga menertawai guyonan Endah.
__ADS_1
" Iya nanti gue izin sama Bang Leon." ucap Jessica dengan nada kesal mendengar nama Leon jadi bahan olokan kedua temannya.
" Jangan nanti tapi sekarang!" paksa Endah
" Oke sekarang." jawab Jessica dengan malas. Ia terpaksa mengikuti perintah Endah sebab Endah sudah berkecak pinggang dan menatap tajam Jessica. Seperti Ibu-ibu yang sedang menyuruh anaknya namun anaknya tidak menjalankan perintah ibunya.
Pada Akhirnya Jessica mengambil ponselnya di dalam tas miliknya. Jessica pun menelpon Leon. Jessica meminta izin kepada Abang Leon mengenai perihal ia akan menginap di apartemen saudara Ana, bersyukurnya Jessica karena Leon mengizinkannya tapi dengan beberapa syarat, syarat itu adalah Jessica harus mengirim shareloc kepadanya jika sudah sampai di apartemen, hal itu Leon minta pada Jessica agar dia mengetahui dimana posisi adiknya dan syarat lainnya adalah Jessica harus mengirimkan foto selfie bersama Ana dan juga Endah saat sudah berada di dalam unit apartemen. Leon juga akan mengirim pakaian ganti Jessica via driver Ojek online.
" Gila ya Abang lo over protektif banget." ujar Endah menanggapi permintaan Leon pada adiknya
" Hooh ... Jadi atut gue jadinya, untung gue nggak punya abang kayak Abang Leon." ucap Anna menimpali perkataan Endah.
" Ya begitulah adanya." jawab Jessica sampil mengangkat kedua bahunya.
Mata Anna memperhatikan penampilan Jessica hari ini, Anna melihat penampilan Jessica yang biasa-biasa saja, ia juga melihat rambut Jessica yang selalu dikuncir kuda. Tanpa seizin Jessica Anna manarik kunciran rambut Jessica hingga terlepas. Membuat rambut Jessica jatuh tergerai. Apa yang dilakukan Anna membuat Jessica terkejut.
" Anna, kebiasaan deh bikin kaget aja." sentak Jessica pada Anna. Ketika dia melihat Anna-lah yang membuka kunciran rambutnya.
" Buka dong sesekali biarin rambut cantik ini tergerai, Lo tau nggak si Jess, di luar sana ada orang yang suka banget kalau lihat lo dengan rambut tergerai" ucap Anna sambil merapikan rambut Jessica.
" Siapa?" tanya Jessica penasaran.
"Iss... Kalau nggak mau ngasih tahu jangan cerita kan jadinya bikin orang penasaran." ujar Jessica kesal.
" Udah sih Jess lu kayak nggak tahu si Anna aja suka bikin orang penasaran, biarin aja kalau nanti kita sampe mati penasaran gara-gara dia, kita tinggal hantuin dia." ujar Endah yang juga kesal dengan Ana yang selalu membuat orang penasaran dengan perkataannya. Anna hanya tersenyum mendengar perkataan Endah, Ia masih asyik merapikan rambut Jessica.
"Eh...By the way Buswey lu nyanyi berapa lagu Jess?" tanya Anna.
" Dua lagu." jawab Jessica singkat, masih kesal dengan Anna.
" Wow keren banget temen gue dah kayak artis aja lu nyanyi sampai dua lagu, yang gue tahu orang-orang cuman nyanyi satu lagu Jess, Eh ngomong- ngomong lu pada tahu nggak katanya gosip-gosipnya nih pemilik kampus datang loh ke acara pensi kita?" ucap Endah.
" Masa? kok lu tahu-tahuan sih, lu emang Ratu up to date Ndah" ucap Jessica kemudian memberikan jempol kepada Endah
" Ya harus dong, gue harus up to date daripada gue jadi kudet, Lo tau nggak sih katanya ibu-ibu dosen anak pemilik kampusnya itu cowok, ganteng lagi, kali aja nanti lu kepincut sama anak si pemilik kampus Jess, lo tetep akan jadi Cinderella di kampus ini." ucap Endah.
" Haduh gue kayaknya lagi males sama makhluk yang namanya cowok?" jawab Jessica menanggapi perkataan dari Endah mengenai anak pemilik kampus.
"Lah... kenapa kau Kisanak sampai sebegitunya?" tanya Endah ia merasa heran dengan jawaban Jessica.
"Nanti aja gue ceritanya pas kita udah di apartemen sepupunya Anna." jawab Jessica.
__ADS_1
"Ok deh... awas aja kalau lo gak cerita!" ancam Endah yang mengenpalkan tangan kanannya dan meninju telapang tangan kirinya dengan tangan kanannya yang mengepal sempurna.
" By the way kemarin-kemarin lu pada kenapa nggak bisa dihubungin? Di ditelepon gak bisa di WA nggak bisa di inbox nggak bisa, sampai capek tau gue hubungin lu semua." tanya Jessica pada kedua temannya.
" Gue sama Endah pergi ke Paris liburan disana." jawab Anna yang masih menyisir rambut Jessica.
" Wah pantesan gak bisa dihubungin nggak mau diganggu ya liburannya, lain deh orang kaya mah beda. kok ga di upload foto liburannya takut gue tau ya?" ucap Jessica insecure.
"Hahaha... Jangan begitu kawan! Bukannya tiap kali diajak lu nggak pernah mau? Lu pernah bilang ke gue kalau lu lebih baik kerja daripada jalan-jalan kan?" jawab Anna menanggapi Jessica yang mulai minder.
" Besok-besok kalau mau jalan-jalan gue ikutlah kayaknya gue butuh refreshing nih tapi bayarin ya?" ucap Jessica.
" Nah gitu dong mau ikut jalan-jalan sama kita, tenang aja kalau masalah bayar membayar serahkan pada gue." ujar Anna sombong.
" Oh iya Jes, Gue lupa cerita sama lo, lo tau nggak sih Diego juga tampil sama band-nya nanti? Dia juga tampil dua kali sama kayak lo, cuma kalau dia itu tampil pertama dia Solo terus habis itu yang kedua baru dia tampil bareng sama grup band-nya." ujar Endah memberitahu pada Jessica mengenai Diego.
" Kayaknya gua nggak tertarik banget deh dengerin gosip lo tentang Diego, dia mau ngapain aja gue udah bodo amat." ucap Jessica malas.
" Eh jangan gitu! Biar gitu-gitu dia pernah jadi orang yang terindah di dalam hidup lu, kasian amat sih orang seganteng Diego dibuang, mendiang dikasih ke orang yang membutuhkah kasih sayang seperti...." ujar Endah melarang Jessica untuk bersikap masa bodoh kepada Diego namun ucapannya berhenti karena Anna memotongnya.
"Naila maksud lu Ndah" tebak Anna memotong ucapan Endah.
"Nah itu lo tau An." ujar Endah.
" Ah Endah, Anna... Bisa nggak sih lo berdua itu jangan bahas dia lagi didepan gue! Hati gue masih sakit nih." ucap Jessica kemudian mengarahkan tangannya ke dadanya, menunjukkan bahwa dirinya masih sakit hati terhadap perlakuan Diego kepadanya. Ia berharap temannya mau mengerti dan berhenti membicarakan Diego.
" Panjang umur tuh Diego, diomongin kita eh orangnya datang." ujar Anna memberitahu kedatangan Diego di Aula.
Pandangan mereka bertiga mengarah pada Diego.
" Widih... Emang bener pesona Pangeran Kampus kita belum pudar malah makin bersinar setelah dihempas sama Cinderella gadungan kita ini Hahaha..." ucap Endah meledek, Endah langsung mendapat pukulan kencang dari Jessica.
"Sialan lu, tuh mulut bisanya ngeledek gue aja. Gue jahit baru tahu rasa lu Ndah!" ucap Jessica kesal saat memukul Endah.
"Hadduh Ann, sakit banget pundak gue dipukul sama Jessica." Adu Endah kepada Anna.
"Makanya punya mulut jangan merepet aja kena batunya kan lo!" ucap Anna.
Diego yang sedang dikerumuni oleh banyak perempuan di sekitarnya, sesekali mencuri pandang kearah Jessica. Ketika Diego memandangi Jessica dari jauh, Jessica yang merasa sedang dipandangi oleh Diego malah membuang pandangan wajahnya kearah lain, Ia enggan untuk bertemu pandang dengan Diego. Dia tidak mau lagi mengingat-ingat tentang penghianatan Diego padanya yang selalu membuat dadanya sesak menahan rasa kecewa.
bersambung
__ADS_1