
Dengan digandeng Anna Jessica berjalan mengikuti langkah Leon yang berada di depan mereka. Sampai di lobby Bandara. Leon menarik pergelangan tangan Anna hingga terlepas dari Jessica. Leon meminta Anna untuk masuk kedalam mobil miliknya. Leon membukaan mobil untuk Anna dan menutup pintu setelah Anna masuk kedalam mobil kemudian berjalan memutar ke pintu mobil pengemudi. Jessica melihat bingung ke arah Leon. Anna yang sudah masuk membuka kaca jendela mobil.
"Ayo masuk!" perintah Anna.
"Tidak, dia akan naik mobilnya sendiri." pekik Leon ketika belum masuk ke dalam mobilnya.
"Abang tega banget sih, aku kan lagi sedih masa ditinggalin kaya gini." Jessica merengek dengan menghentak-hentakan kakinya.
"Mulai sekarang kau harus belajar mandiri dan terbiasa di tinggal oleh nya. Jangan menjadi beban di hidupnya kau tahu itu! Dia itu pergi untuk urusan bisnis bukan pergi serong jadi jangan terlau sedih dan khawatir!. Dan buang sifat manja mu itu! Sana masuk kedalam mobil mu!" ujara Leon dengan sinis.
"Dasar manusia kulkas. Nggak bisa ngertiin perasaan adiknya. Terbuat dari apa hati mu Bang?" gerutu Jessica ketika mobil Leon melaju begitu saja meninggalkan dirinya seorang diri. Anna tidak bisa berbuat apa-apa selain melambaikan tangan.
"Argghhhhh....!!!" Teriak Jessica di lobby Bandara hingga menjadi tontonan orang-orang yang berada di sana.
"Nona ayo masuk kedalam mobil!" pinta Bowo yang menghampiri Jessica ketika mobil Leon sudah pergi meninggalkan mereka. Jessica pun mengikuti permintaan Bowo untuk masuk ke dalam mobil.
Bowo membukakan pintu belakang mobil milik Jessica dan mempersilahkan Jessica untuk masuk ke dalam mobil. Bowo menutup pintu mobil setelah Jessica masuk ke dalam mobil. Bowo memandangi dan memberi kode dengan matanya kepada para Bodyguard yang berada disana untuk mengikutinya dari belakang. Ternyata Bowo dan para Bodyguard yang diberikan tugas oleh Andre sudah mengetahui keberadaan Fabian di Bandara itu. Mobil yang di kendarai Bowo terus dipepet oleh mobil para Bodyguard tidak memberkan cela untuk Fabian mendekati mobil Jessica.
"Sial kenapa mobil dibelakang ini seakan tak memberi ku jalan untuk mendekati mobil Jessica." rutuk Fabian saat dia selalu tidak berhasil mendekati mobil Jessica. Dan pada akhirnya Fabian kehilangan jejak mobil yang membawa Jessica pergi.
Sedangkan di dalam mobil Jessica merasakan perutnya keroncongan dan terasa perih. Ia baru menyadari belum makan siang.
"Pak bowo, aku laper kita makan dulu ya!" ucap Jessica sambil mengelus-ngelus perutnya.
"Baik Nona, Nona mau makan dimana?" tanya Bowo pada Jessica.
"Tunggu Pak Bowo! Aku hubungi Anna dan Abang Leon dulu." ucap Jessica.
Jessica segera menghubungi Anna untuk mengajaknya menemani ia makan siang.
"Tut.. tut..." suara dering memanggil.
"Hallo Jess. Ada apa?" sapa Anna di sebrang sana.
__ADS_1
"Ann, aku lapar temani aku makan dan tolong suapini aku ya? Tangan ku masih sakit, kalau harus menunggu sampai dirumah aku keburu pingsan duluan." ajak Jessica.
"Kak Andre tidak mengajak mu makan siang dulu tadi Jess?" tanya Anna pada Jessica.
"Sepertinya dia lupa. Dia saja belum makan siang sama seperti diriku Ann." jawab Jessica.
"Ok baiklah. Sebenarnya kami sudah makan siang tapi karena demi kamu. Aku dan Abang mu akan menemani mu. Katakan saja pada Bowo suruh dia menyusul kami di Restoran Kembang. Lokasinya tak jauh dari Bandara ya" ucap Anna pada Jessica.
"Terima kasih calon kakak ipar ku. Kamu memang baik sekali tidak seperti Abang ku itu yang kejam dan jahat meninggalkan adiknya sendirian di Bandara." ucap Jessica memuji Anna.
Setelah mereka menutup panggilan telepon. Jessica segera memberi tahu Bowo dimana Jessica akan makan siang bersama Anna dan juga Leon.
*
*
*
Anna dan Leon sudah memesan tempat dan juga menu makanan untuk Jessica dan juga para Bodyguard yang mengikuti kemanapun Jessica pergi. Jessica berjalan menuju meja yang sudah di pesan Anna. Nampak Leon dan Anna yang sedang berbincang begitu dekat dan romantis membuat Jessica jadi merindukan Andre. Tiba-tiba saja air matanya menetes karena rasa rindunya. Padahal belum beberapa jam ia di tinggal oleh Andre. Segera ia hapus air mata yang menetes di pipinya.Ia takut akan diceramahi oleh Leon lagi jika melihatnya bersedih. Jessica menghampiri meja itu, langkah kaki Jessica di ikuti dengan setia oleh Bowo. Bowo menarik kursi di sebelah Anna untuk Jessica duduki dan Bowo duduk di samping Jessica. Jadilah Jessica duduk diantara Anna dan juga Bowo.
"Makasih Pak Bowo." ucap Jessica setelah duduk di kursi yang di sediakan Bowo.
Setelah itu Bowo segera menyendokkan nasi dan lauk pauk yang tersaji di atas meja untuk Jessica. Netra mereka semua memperhatikan Bowo. Mereka menatap Bowo penuh arti. Bowo yang di tatap seakan tak perduli ia terus saja menjalankan tugasnya yang diberikan Tuannya sebelum pergi.
"Nona Anda mau saya suapi atau Nona Anna yang menyuapini Anda?" tanya Bowo pada Jessica.
"Hah...disuapin Pak Bowo?" tanya Jessica dengan muka yang tercengang.
"Iya Nona. Tuan Andre memerintahkan saya untuk menyuapini makan Nona hingga tangan Nona sembuh.1 x 24 jam saya akan berada di dekat Nona. Segala kebutuhan Nona menjadi tanggung jawab saya. Saya bisa beristirahat jika saya sudah memastikan Nona sudah tidur di kediaman Tuan Nico. " jawab Bowo dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Hahahahahaha..."tiba -tiba gelak tawa Leon dan Anna pecah mendengar jawaban Bowo.
"Ada bayi tua hahahahaha" ucap Leon disela tawanya.
__ADS_1
"KAK ANDRE APA YANG KAU LAKUKAN HAH!!!!!" pekik Jessica membuat seluruh orang di restauran memperhatikan dan memandanginya. Para Bodyguard yang sedang menikmati makanannya pun segera berdiri dan bersiaga. Mereka melihat kearah Bowo dan Bowo memberi kode kepada mereka bahwa tidak terjadi apa-apa dan para Bodyguard pun duduk kembali.
"Bagaimana Nona mau di suapi saya atau Nona Anna?" tanya Bowo lagi.
"Aku disuapini Anna saja Pak Bowo." jawab Jessica.
"Tidak...Tidak...Kamu disuapini Bowo saja. Memangnya Anna babysister mu. Lagi pula kamu sudah disediakan Baby sister oleh Andre bukan. Semoga kamu terbiasa disuapini ole Bowo ya Bayi Tua." ucap Leon melarang Anna menyuapini dirinya. Anna hanya tersenyum mendengar ucapan Leon. Sedang Jessica sudah di pastikan wajahnya sudah tertekuk dan merengut. Akhirnya makan siang hari ini dengan terpaksa Jessica makan di suapini oleh Bowo. banyak yang memandangi mereka dengan tatapan heran dan ada yang berkata "So sweet" dan "Romantis banget sih cowoknya nyuapinin ceweknya makan" dan lain sebagainya.
Setelah Jessica menghabiskan makan siangnya. Jessica meminta Bowo menghabiskan seluruh makanan yang ada di meja makan. Dengan sangat terpaksa Bowo pun mengikuti pwrintah Jessica karena berbagai ancaman dilayangkan Jessica pada Bowo membuat Bowo akhirnya menghabiskan semua makanan yang ada diatas meja.
Kini waktunya mereka untuk membayar semua makanan yang mereka pesan. Leon memanggil pelayan dan meminta Bill pesanan makanan mereka. Seorang pelayan laki-laki datang dan memberikan Bill kepada Leon. Leon membukanya dan langsung memberikan kepada Anna di sampingnya. Anna pun membukanya kemudian memberikan kembali Bill tersebut kepada Jessica.
"Hah kok aku?" tanya Jessica yang bingung dengan Bill yang ada ditangannya.
"Iya kamu yang bayar. Memangnya yang makan siapa?" ucap Leon pada adiknya itu.
"Tapi kan Bang.... ini tagihannya sampai 23juta mahal banget ini gaji aku empat bulan kerja Bang, Ann gimana ini?" ucap Jessica bingung.
"Jess pasti kak Andre kasih lu kartu hitam serba guna kan. Mana kartu itu?" ucap Anna pada Jessica. Jessica tidak menjawab Ia segera membuka tasnya dan mengambil kartu Blackcard di dompetnya dengan menggunakan tangan kirinya. Ia segera memberikan kartu itu kepada Anna dan Anna segera memberikannya kepada pelayan. Masalah pembayaran pun selesai. Ketika pelayan mengembalikan kartu blackcard kepada Jessica. Anna berbisik pada Jessica.
"Kita shopping yuk pakai kartu itu. Anggap saja ini sebagai obat sedih karena ditinggalkan dia kerja ke Paris. Kita hubungi Endah supaya menyusul kita di Mall Grands Adam. Bagaimana?" bisik Anna.
"Klo uangnya habis nanti Kak Andre marah Ann. Gimana kalau dia marah?" ucap Jessica.
"Uang di kartu itu tidak akan pernah habis Jessica. Dan dia tidak akan pernah marah pada wanita yang ia cintai. Contohnya waktu kita di butik dia membayar semuanya tanpa marah pada ku dan pada mu bukan?" ucap Anna meyakinkan Jessica.
"Ok baiklah tapi jika Kak Andre sampai marah kau yang harus bertanggung jawab." ucap Jessica.
"Itu masalah mudah Jessica ku sayang." ucap Anna sembari menoel hidung mancung Jessica.
Bersambung dulu yah....
Jangan lupa untuk dukung aku yah. kasih aku kritik dan saran ya guys!
__ADS_1