Cinta Jessika

Cinta Jessika
Sama-sama hamil kembar


__ADS_3

Dua bulan berlalu, kandungan Jessica memasuki usia 4 bulan. Anna dan Endah pun sudah kembali ke Negeri ini. Setelah sebelumnya Endah menyusul keberadaan Anna yang sedang Honeymoon keliling Negara tetangga yang belum mereka datangi, sedang hampir seluruh Negara di Benua Eropa sudah meraka berdua kunjungi.


Pulang dari Honeymoon, perut Anna sudah terlihat membuncit hampir sama besar dengan perut Endah. Tubuh Anna pun terlihat lebih padat berisi.


"Jangan bilang kalau Lo lg bunting Ann?" Tanya Jessica yang sedang menerima sekoper besar yang berisikan oleh-oleh dari Kakak Ipar sekaligus sahabat baiknya itu.


"Emang kenapa kalau gue lagi bunting? Kan ada Suaminya ini." Jawab Anna yang tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih itu.


"Tau nih si Njess, emang cuma dia aja yang boleh bunting." Tambah Endah dengan mulutnya yang terus mengunyah peyek buatan sang Ibu yang tiada henti mulutnya mengunyah peyek demi peyek yang ada di dalam toples besar itu masuk kedalam perutnya.


"Ya...bolehlah tapi kenapa kita jadi sesubur ini sih? nikah langsung tekdung." Jawab Jessica dengan pertanyaannya.


"Karena kita menikahi pria yang memiliki bibit unggul, yang sering kita per.ko.sa dikala kita menginginkannya hahaha..." Endah langsung saja menjawab kemudian tertawa membayangkan betapa mereka bertiga begitu agresif melebihi para suami-suami mereka sendiri.


"Hahahaha Lo bener Ndah. Apalagi si bumil yang satu ini, kalau pengen sampai datangin suaminya yang lagi kerja di kantor, gak perduli suaminya lagi meeting, tetap di hajar terus sampai dia puas, dan untuk ngilangin rasa malunya anak didalam perut dijadikan alasan yang kepengen di tengok Daddynya. Hahahaha...." Sindir Anna yang membuat Jessica mengerutkan wajahnya.


"Hmmm...tau aja Lo, dasar biang gosip. Biarinlah gue begitu yang penting suami gue gak keberatan malah keenakan, mulutnya selalu meracau terus Mommy terus... Mommy sayang sekarang udah pinter muasin Daddy," Balas Jessica dengan wajah cueknya.


"Ya mana mungkin keberatan orang dikasih yang enak-enak hahahaha..." Seloroh Endah yang terus meledek sang adik.


"Berarti dia bukan istri dalam masa training lagi Ndah...udah lulus dan mahir." Seloroh Anna yang ikut meledek sang adik ipar sekaligus sahabat baiknya itu.


"Jelas saja suaminya memujinya, dia bisa semahir ini karena setiap hari gue ajarin terus dan gue suruh dia langsung praktekin apa yang gue ajarin ke dia hahahaha... Dan akhirnya dia sekarang jadi ketagihan Ann hahahaha....keren kan gue Ann? Merubah cupu jadi suhu." Timpal Endah dengan tawanya yang meledek.


"Keren Ndah... Emang Lo keren dalam segalanya Ndah. Salut gue sama Lo." Puji Anna yang benar-benar mengagumi seorang Endah, adik iparnya yang pintar dalam segala hal.

__ADS_1


"Udah jangan memuji diri sendiri. Ini jadinya Anna doang yang ngasih oleh-oleh? Lo gak Ndah?" Tanya Jessica yang seakan protes kepada Endah sang kakak yang ia anggap tak memberikannya oleh-oleh.


Sejak tadi Jessica terus saja sibuk dengan isi koper yang berisikan oleh-oleh khusus hanya untuk dirinya sendiri itu.


"Itu gabungan dari kita berdua Jess, emang segitu banyaknya masih kurang?" Jawab Endah yang menunjuk isi koper yang begitu banyak oleh-oleh dari baju hingga dompet dengan warna kesukaan sang adik, Biru Navy.


"Yahh, kalau gabungan begini jadi ngak ketahuankan ini dari siapa dan ini dari siapanya? Besok-besok jangan di gabung kaya gini deh, gue gak mau! Kok jadi sebel ya cuma karena begini doang?" Ucap Jessica yang kebingungan sendiri dengan sikapnya.


"Bawaan anak kali?!" Tebak Anna yang diiyakan oleh Endah karena sependapat dengan Kakak iparnya itu.


"Iya kali ya. Bawaan si kembar. Ngomong -ngomong gue lapar, makan yuk! Ada tukang bakso baru loh, di perempatan jalan menuju Mansion kita." Ucap Jessica yang seakan mengajak kedua sahabatnya itu makan bakso.


"Oh... Yang rame banget itu ya?" Tanya Endah yang mengetahui tempat yang di ucapkan sang adik.


"Iya... Ayo kesana yuk! Gue udah enam kali kesana. Sumpah rasanya bikin nagih." Jawab Jessica yang kembali mengajak mereka kesana dengan meyakinkan mereka.


"Iya kenapa emangnya kalau gue datang sampai enam kali? Jangan masang muka kaget gitu juga kali ah! Biasa aja dong mukanya!"


"Ann, kalau si Njess datang sampai berkali-kali berarti rasanya emang benar-benar enak. Patut kita coba Ann, udah lama juga kita gak makan bakso."


"Ayo Ndah! Gue juga kepengen, nanti gue mau pesen tiga porsi dua buat calon anak gue satu buat gue sendiri biar kita kenyang rame-rame." Sahut Anna yang membuat Jessica membulatkan matanya.


"Sama gue juga," timpal Endah yang juga membuat Jessica makin membulatkan matanya.


"Lo berdua hamil kembar juga ya?" Tanya Jessica dengan masih memasang wajah keterkejutannya.

__ADS_1


"Iya." Jawab Endah dan Anna bersama-sama.


"Wah seru dong nih, kita bakal rame sama bocah." Balas Jessica yang ikut senang dengan kehamilan kembar Anna dan Endah.


"Seru dong pastinya, lebih seru lagi kalau Lo cepet nyurih Bowo siap-siap buat antar kita ke sana sekarang." Sahut Endah yang meminta Jessica memerintah pengawal pribadinya untuk bersiap-siap mengantarkan mereka.


"Oke-oke tunggu ya!" Ucap Jessica yang meminta keduanya untuk menunggu beberapa saat.


Tidak memerlukan waktu lama ketiga ibu hamil tersebut sudah sampai di kedai bakso yang diceritakan Jessica. Kedai bakso tersebut nampak sepi tidak ada pengunjung satupun kecuali mereka bertiga, tidak seperti biasanya.


"Kok sepi Jess? Kayanya kemarin gue liat rame banget loh disini." Tanya Endah yang bingung tak melihat satupun pengunjung selain mereka bertiga.


"Ramenya pindah diujung jalan sana!" Tunjuk Jessica ke ujung jalan dengan gerobak dan tenda dadakan yang terpasang di sebuah lahan parkir.


"Lah kok bisa?" Tanya Endah yang tak percaya.


"Bisalah, suaminya pasti yang bikin semua itu terjadi." Jawab Anna yang mewakili Jessica.


"Terlalu lebay banget, sebenarnya bisa aja kan kita berbaur dengan pengunjung lainnya. Gak harus kaya gini juga." Ucap Endah yang memasukkan bakso ke empat mangkok kedalam mulutnya.


"Suami gue masi trauma kali Ndah, Lo tau gak udah lama banget gue gak pernah ke Mall sekalinya ke Mall ya kaya gini sepi banget cuma gue sama Bowo dan Angela pengunjungnya, dah kaya ngunjungin kuburan aja gue. Gak ada seru-serunya yang ada gue ngerasa kaya orang aneh, selera belanja gue langsung hilang seketika." Ungkap Jessica yang mengundang tawa Anna dan Endah.


"Ya udah sih, sekarang udah ada kita, lo bisa ngemall kaya orang pada umumnya kok tenang aja." Tutur Anna.


"Ya semoga aja." Balas Jessica yang tak yakin dengan hal itu.

__ADS_1


"Gue kalau jadi Lo boring banget pasti." Cetus Endah.


"Iya gue boring karena Lo jadi Kakak tega banget ninggalin gue sendirian mana lama banget sampai dua bulan, gue kira lo bakal lahiran disana sekalian, saking lamanya gak pulang-pulang. Sekarang Angela gak asyik kaya dulu, suami gue berhasil nyomblangin dia sama Ferdy. Jadi dia kalau lagi nemenin gue sering banget main hp. Chatingan dia sama si Ferdy, ihhh ngeselin... Bahkan assiten sialan itu pernah nyusulin gue makan bakso di sini. Gue makan ditemenin Bowo doang mereka berduaan asyik pacaran." Jessica menceritakan dengan memasang wajah sebal dan sedikit melirik Angela yang tengah sibuk memainkan ponselnya.


__ADS_2