
Pukul 06.30 pagi di kediaman Fabian. Bagas Suci dan kedua anak Fabian sudah duduk di kursi meja makan. Mereka sedang menunggu kedatangan Fabian untuk sarapan bersama seperti biasanya. Sudah lebih dari 30 menit berlalu Fabian tak kunjung datang ke ruang makan.
"Bi.. Bi Inah." panggil Suci pada asisten rumah tangganya.
" Iya Nyonya." jawab Bi Inah ketika menghampiri majikannya dengan menunduk.
"Panggilkan Fabian di kamarnya katakan padanya kami sudah sangat lama menunggunya, pinta dia untuk cepat turun karena kami sudah sangat lapar." perintah Suci pada Bi Inah.
"A...anu...anu... anu Nyonya."
"Anu- anu apa sih Bi?"
"Anu nyonya Den Fabian baru pulang jam 04.30 pagi nyonya. Saya takut jika harus membangunkannya nyonya, karena Aden baru saja tidur." jawab Bi Ina.
" Ya sudah kalau begitu Bibi boleh kembali ke belakang." ujar Suci.
" Baik nyonya." Bi Inah meninggalkan ruang makan.
" Mom, bukannya event dia kemarin cuma sampai sore? Kenapa dia bisa pulang sampai pagi? Kebiasaan buruknya tidak diulangi lagi kan Mom?" tanya Bagas pada istrinya.
" Aduh Daddy cobalah untuk berpikir positif tentang anak kita. Siapa tahu anak kita itu lembur di kantor makanya dia pulang sampai pagi." jawab Suci yang mencoba menyakinkan suaminya untuk tidak berfikir negatif kepada Fabian.
" Semoga saja seperti itu." ucap Bagas tak yakin.
" Sudahlah Dad, nanti Mommy akan cari tahu kenapa dia bisa pulang sampai pagi seperti ini sebaiknya kita sarapan dulu saja kasihan cucu-cucumu itu sudah terlihat lapar, lagi pula kamu juga harus berangkat ke kantor bukan?"
"Iya baiklah Mom. Ayo sayang cucu-cucu Oppa makan yang banyak yah! Biar cepat besar dan pintar." ucap Bagas kepada istrinya dan kedua cucunya.
"Iya Oppa." jawab Hana dan Hani bersamaan.
Setelah menyelesaikan sarapannya Suci mengantar Bagas yang ingin berangkat ke kantor hingga teras depan rumahnya. Suci masih berdiri diteras rumah, Ia ingin memastikan mobil Bagas sudah meninggalkan rumah, Suci kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Bi Inah yang sedang merapikan meja makan.
" Bi,saya ingin bertanya pada Bibi, tolong Bibi jawab pertanyaan saya dengan jujur."
" Iya Nyonya besar."
" Fabian pulang dalam keadaan sadar atau mabuk?"
"I..itu... a..anu Nyonya, Den Fabian pulang dalam kondisi mabuk dan wajahnya babak belur." jawab Bi Ina penuh keraguan.
"A P A??" Suci terkejut seketika bibirnya terbuka membentuk huruf O kemudian kedua telapak tangannya menutup mulutnya yang terbuka itu.
"I.. iya Nyonya... Tadi pagi saya dan Mang Ujang membantu Den Fabian naik ke kamarnya." Bi Inah menunduk tak berani melihat wajah majikannya.
"Apa Fabian pulang bersama Alan, Bi?"
"Tidak Nyonya Den Fabian pulang sendiri, kata Mang Ujang mobil Den Fabian juga depannya banyak yang penyok-penyok sepertinya Den Fabian habis menabrak sesuatu Nyonya."
__ADS_1
"Apa wajahnya babak belur karena habis menabrak seseorang ya Bi?"tanya Suci mengkhawatirkan kondisi anaknya.
" Maaf Nyonya saya kurang tahu."
Suci menghela nafasnya berat.
"Apa Alan sudah datang?"
" Sudah Nyonya, Dia sedang melihat kondisi mobil Aden Fabian."
" Bi, tolong panggilkan Alan ya, katakan Saya ingin bicara dengannya." perintah Suci pada Bu Inah.
" Baik nyonya." Bi Inah pergi meninggalkan Suci di ruang makan untuk memanggil Alan. Suci menggeser kursi dan duduk kembali di ruang makan. Tak beberapa lama Alan datang bersama Bi Inah.
" Selamat pagi nyonya besar." sapa Alan.
" Pagi Alan, ada yang ingin saya tanyakan padamu duduklah di sini!"
" Baik nyonya." Alan menggeser kursi lalu duduk di berhadapan dengan Suci.
" Apa yang terjadi pada anakku Alan, Katakan jangan ada yang kau tutup-tutupi! Kenapa dia bisa pulang dalam keadaan mabuk seperti ini?" tanya Suci, dengan raut wajah penuh kekhawatir.
" Pak Fabian bisa mabuk seperti ini karena mendapat masalah saat event berlangsung nyonya." jawab Alan singkat.
" Masalah? Sepertinya jika ada masalah hanya karena pekerjaan dia tidak mungkin sampai seperti ini, pasti ada alasan lain, Alan saya tahu kamu itu adalah asisten pribadi anak saya pasti kamu sangat paham dengan apa yang terjadi padanya. Tolong ceritakan sedetail mungkin!" Suci merasa janggal dengan jawaban Alan.
" Dia berkelahi lagi dengan anak ingusan itu?" tanya Suci penuh penekanan.
" Benar nyonya, hanya saja luka-luka yang ada pada wajah Pak Fabian bukan karena perkelahiannya dengan Diego mantan kekasih Nona Jessica." ucap Alan menyakinkan Suci.
" Lalu dengan siapa lagi dia berkelahi ,Alan?" tanya Suci penasaran.
" Dengan Tuan Andre Nyonya, Tuan Andre dari Batara Group." jawab Alan.
" A P A??" Suci Terkejut, Ia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
" Andre dari Batara Group?" Suci mengulang nama Andre.
" Betul Nyonya." jawab Alan.
" Apa yang jadi penyebab perkelahian mereka Alan. Kenapa pula Andre ada di acara kampus Jessica?" tanya Suci penasaran.
" Penyebab perkelahian mereka tidak lain dan tidak bukan karena Nona Jessica, Nyonya. Untuk alasan dia berada di sana saya tidak mengetahuinya nyonya, mungkin saja Tuan Andre adalah tamu dari Universitas Adhikari. Seandainya Pak Fabian tahu orang yang membuatnya marah adalah Tuan Andre mungkin perkelahian ini tidak akan terjadi nyonya. Namun sayangnya saat itu Pak Fabian tidak mengetahui kalau lawan berkelahinya adalah Tuan Andre Nyonya." terang Alan.
" Bagaimana bisa Fabian tidak mengenalinya, Alan?" tanya Suci keheranan.
" Pak Fabian tidak mengenalinya karena tuan Andre menggunakan masker dan juga kacamata hitam nyonya, sulit sekali mengenali seseorang jika berpenampilan seperti itu nyonya." terang Alan.
__ADS_1
" Apa Fabian dan Andre berkelahi merebutkan Jessica?" tanya Suci menelisik.
" Sepertinya begitu nyonya, mereka bertiga berkelahi di backstage merebutkan Nona Jessica." jawab Alan.
" Apa Jessica mengetahuinya Alan?" tanya Suci.
" Kalau untuk perkelahian Pak Fabian dan Tuan Andre Jessica tidak mengetahuinya nyonya, karena Nona Jessica sudah tidak ada di sana saat perkelahian itu berlangsung, Nona Jessica hanya mengetahui kemarahan Tuan Andre pada Diego diatas panggung." jawab Alan.
" Kemana dia Alan?" tanya Suci.
" Kedua sahabatnya membawanya pulang atas perintah Tuan Andre, hal ini yang menjadi alasan kemarahan Pak Fabian, Nyonya." jawab Alan.
" Alan ceritamu seperti kepingan puzzle di kepalaku, ceritakan dari awal kejadian kemarin yang kamu ketahui sedetail mungkin." Suci mulai pusing dengan jawaban Alan yang ia mulai rangkai di fikirannya.
" Baik nyonya saya akan menceritakannya, ini bermula dari penampilan mantan kekasih Nona Jessica yang bernama Diego, penampilannya begitu menyayat hati membuat para mahasiswa meneriaki nama Nona Jessica, kemudian kedua sahabatnya membawa Nona Jessica ke atas panggung, tanpa diduga Tuan Andre yang menggunakan kacamata hitam dan masker menarik tubuh Diego yang sedang memeluk Nona Jessica, saat itu Nona Jessica sedang menangis, Nyonya. Tuan Andre memukuli Diego di atas panggung sebelum membawa Nona Jessica turun. Di backstage Tuan Andre meminta kedua sahabat Nona Jessica untuk membawa Nona Jessica pulang, setelah kepergian Nona Jessica Tuan Andre mendapat balasan pukulan dari Diego, perkalian mereka dilerai oleh Crew yang bertugas, Pak Fabian datang ke backstage dalam kondisi cemburu langsung memukuli Diego, Diego dan Pak Fabian pun akhirnya berkelahi, tak ada yang bisa memisahkan mereka hingga akhirnya Nyonya Wina datang meneriaki Pak Fabian untuk menghentikan perkelahian Pak Fabian dengan anaknya, saat itu Nyonya Wina juga mengancam Pak Fabian akan membawa masalah ini ke jalur hukum, setelah kepergian Nyonya Wina dan juga Diego Pak Fabian menanyakan keberadaan Jessica pada Sisil dan juga Lina. Lina memberitahukan bahwa orang yang ada di sampingnya-lah yang meminta kedua sahabat Jessica untuk membawa Jessica pulang, saat itu pak Fabian memberikan pertanyaan kepada Tuan Andre namun Tuan Andre tak menjawab satupun pertanyaan dari Pak Fabian, Tuan Andre memilih untuk pergi dan mengabaikan Pak Fabian, sebelum Tuan Andre benar-benar pergi Pak Fabian memperingatkan Tuan Andre agar tidak merebut Nona Jessica darinya, Tuan Andre masih tidak memberikan tanggapan apapun saat itu kepada Pak Fabian, nyonya. Sehingga membuat emosi Pak Fabian tak terkendali, Pak Fabian akhirnya meninju Tuan Andre dan perkelahian pun terjadi, perkelahian baru terhenti ketika Jimmy asisten Tuan Andre datang menghentikan perkelahian, disitulah Pak Fabian tahu bahwa orang yang ia ajak berkelahi adalah tuan Andre, seperti itu kejadiannya Nyonya." Alan menjelaskan panjang lebar kepada Suci.
Suci menghela nafasnya kasar.
" Lalu kenapa dia bisa pulang sendiri tanpa kau temani Alan? seharusnya kau temani dia dalam kondisi seperti ini" tanya Suci yang merasa kecewa pada Alan.
" Maafkan saya Nyonya setelah acara selesai kami pulang menuju rumah, namun di tengah jalan Pak Fabian meminta saya untuk turun dari mobil, saya ditinggalkan di tengah jalan Nyonya, saya juga sudah bertanya tujuan Pak Fabian mau ke mana namun dia tidak menjawabnya." terang Alan.
Suci lagi-lagi menghela nafasnya dengan kasar.
"Huft... Baiklah coba kau hubungi Jessica suruh dia datang kemari katakan padanya aku ingin bicara empat mata dengannya." Perintah Suci pada Alan.
" Maafkan saya Nyonya, saya tidak bisa menghubungi Nona Jessica karena nomor saya sudah diblokir olehnya." Alan menolak perintah Suci.
" Nomormu diblokir?" tanya Suci keheranan.
"Iya Nyonya, nomor saya memang di blokir oleh Nona Jessica, penyebabnya karena Pak Fabian pernah menyakiti hati Nona Jessica, saat Pak Fabian menyesal Ia ingin meminta maaf pada Jessica, Pak Fabian mencoba menghubungi Nona Jessica dengan nomornya tapi tidak bisa karena Nona Jessica sudah memblokir nomor Pak Fabian, namun saat itu Pak Fabian tidak kehilangan akal Nyonya, Pak Fabian meminjam seluruh handphone orang yang ada di rumah ini mungkin termasuk dengan handphone milik nyonya untuk menghubungi Nona Jessica, Namun sayang sekali nyonya, usaha Pak Fabian sia-sia, Nona Jessica malah memblokir semua nomor telepon yang digunakan Pak Fabian untuk menghubunginya."
"Oh jadi begitu... Berarti waktu itu dia pinjam ponsel untuk menghubungi Jessica rupanya, Fabian keras kepala dan Jessica pun demikan, jadinya ya seperti ini. Aku benar-benar harus turun tangan menyatukan mereka" batin Suci.
" Ya sudah hubungi saja Lia katakan padanya minta Jessica untuk datang ke sini atas perintahku." pinta Suci pada Alan.
"Baik Nyonya." Alan menyanggupi permintaan Suci.
"Alan, katakan juga pada Lia hari ini Fabian tidak akan datang ke kantor, minta sekretaris gatel itu untuk menjadwalkan ulang jika ada janji pertemuan Fabian dengan Client-nya hari ini."
" Baik Nyonya saya akan melaksanakan semua perintah Nyonya besar." Alan pun segera menghubungi Lia untuk meminta Jessica datang ke kediaman Fabian dan Alan juga menyampaikan pesan yang disampaikan Suci akan ketidak hadiaran Fabian hari ini di kantor.
kira-kira apa ya yang mau Suci bicarakan sama Jessica?
Bagaimana ya cara Suci menyatukan Fabian dan Jessica?
Yang penasaran simak episode selanjutnya ya...
__ADS_1
Terima kasih sudah mau baca karya author