Cinta Jessika

Cinta Jessika
kedatangan Berry ke Mansion Abraham


__ADS_3

Kesedihan yang berlebihan yang dirasakan Jessica membuat kondisinya melemah. Ia mulai kehilangan kesadaran ketika ia sudah berada di depan mobilnya.


Para bodyguard yang siap siaga langsung berlari untuk menopang tubuh sang Nyonya Muda agar tidak terjatuh. Salah satu bodyguard mengambil alih tubuh Jessica yang di topang oleh Anna dan Endah, seorang Bodyguard lain segera membuka pintu mobil dan membiarkan Anna masuk terlebih dahulu dan kemudian memasukkan tubuh sang Nyonya dengan membaringkan tubuhnya sang Nyonya dengan kepala yang berada di atas pangkuan Anna.


Dengan cepat Angela segera menghubungi Tuan Mudanya, ia ingin mengabari kondisi sang Nyonya muda yang jatuh pingsan, namun Angela terlihat kesulitan menghubungi sang Tuan Muda. Endah yang melihat Angela kesulitan menghubungi Andre pun meminta Angela untuk segera mengendarai mobilnya menuju rumah sakit saja dan biarkan urusan menghubungi adik iparnya itu menjadi urusan dirinya.


Angela yang mendapatkan perintah dari Endah segera masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit Central Kusuma. Di perjalanan Endah terus berusaha menghubungi Andre dan juga Jimmy yang sulit di hubungi karena sedang meeting bersama Client mereka. Tak hilang akal ia pun segera menghubungi Leon.


Drtt...suara dering panggilan masuk yang segara di angkat oleh Leon setelah melihat dilayar ponselnya adiknyalah yang menghubunginya.


"Ada apa?" Tanya Leon to the poin yang langsung mendapatkan pertanyaan bom bardir dari sang adik.


"Bang, abang dimana? Abang jadi keperusahaan suami ku tidak? Jika jadi dan Abang ada disana sekarang. Tolong cari Suamiku dan juga si Kak Andre itu bilang pada mereka berdua. kembalilah ke zaman purba yang tak ada ponsel di zaman itu. Sulit sekali hubungi mereka, sok penting sekali mereka sih! Tidak tahu apa kami sedang panik Jessica pingsan." Ceroscos Endah pada awalnya membuat Leon kesal namun kalimat di akhir membuat Leon khawatir.


"Hah, pingsan? Kenapa bisa? Bawa kerumah sakit segera Ndah." Tanya Leon terkejut dengan rasa ke khawatiran yang sangat tinggi.


"Ya bisalah Jessica itu mausia bukan robot yang gak bisa pingsan, ini semua tuh gara-gara ayah sama anak tikus itu. Untungnya adik kita hanya pingsan, coba kalau aku gak lihat tuh anak tikus mau nyelakain adik kita pasti adik kita udah innalilahi Bang jatuh dari tangga lantai dua."


"Apa??" Tanya Leon yang makin terkejut.


"Lagian kalian berdua, dia udah gak mau kesana kalian paksa. Ini karena kalian berdua juga." Tambah Leon yang menyalahkan Endah dan juga Anna.


"Iya-ya maaf Bang, tolong kabarin suamiku dan juga Kak Andre ya Bang. Kami akan membawa Jessica kerumah sakit."

__ADS_1


"Iya aku akan kabari mereka, kamu jangan lupa kabarin Ibu ya?!" Pinta Leon pada Adiknya dipanggilan teleponnya.


"Iya aku akan hubungi Ibu setelah Abang tutup panggilan telepon ku." Jawab Endah yang membuat Leon langsung mematikan sambungan panggilan teleponnya.


Kembali lagi ke Mansion Abraham.


Tak satupun orang ada yang berani membantu Nico ketika sudah mendengar ucapan Abraham.


"Jika kau meminta bantuanku untuk menguburkannya hidup-hidup pasti aku akan menolongmu, tapi jika kau meminta bantuanku untuk menolongnya. Maaf Nico, aku tidak punya banyak waktu."


Nico menggendong tubuh Cynthia seorang diri dengan darah yang terus mengalir dari pangkal paha Cynthia. Nico berjalan melewati Dewi yang masih berdiri memperhatikan sang Anak yang masih terlihat begitu mengkhawatirkan kondisi Cynthia.


"Nic, Mommy harap kamu menolongnya karena rasa kemanusiaan bukan karena kau merasa khawatir dan masih menganggap dia adalah putri kandung mu setelah putri kandungmu sendiri mengungkapkan semua kebenarannya." Ucap Dewi yang membuat Nico berhenti melangkah sejenak dan menatap tajam wajah sang Mommy kemudian melangkahkan kakinya kembali keluar Mansion mencari bantuan untuk membawa Cynthia ke rumah sakit.


Saat ia berjalan tergopoh-gopoh menggendong Cynthia, sebuah mobil datang menghampiri dirinya.


Berry juga nampak terkejut melihat Nico menggendong tubuh Cynthia yang berlumuran darah dari pangkal pahanya.


"Untuk apa kamu kesini Berry?" Tanya Nico saat Berry berjalan menghampiri mereka dengan mata yang terus mengamati tubuh Cynthia yang berlumuran darah.


Bukannya menjawab pertanyaan Nico, Berry malah melemparkan pertanyaan pada Nico.


"Apa yang terjadi pada Cynthia Om?" Tanya Berry dengan tatapan penuh arti yang tak dapat dibaca oleh Nico.

__ADS_1


Berry bisa sampai ke Mansion Abraham berkat bantuan orang-orang suruhan Brata. Brata ingin membongkar siapa Cynthia sebenarnya dari mulut Berry, orang yang pernah dekat dengan Cynthia.


"Apa urusanmu bertanya keadaan putriku sekarang hah?" Tanya Nico dengan tatapan tajam menatap Berry yang ia anggap sebagai Lelaki yang tak bertanggungjawab.


"Tentu aku memiliki urusan dengan putri Om, karena akulah ayah dari bayi yang Cynthia kandung. Jika Om menganggap aku ini pria tak bertanggung jawab, anggapan Om sangat salah besar, aku tak pernah meninggalkan Cynthia. Cynthia-lah yang pergi meninggalkan ku hanya untuk menjebak Diego untuk mempertanggung jawabkan kehamilannya dan kedatangan aku kesini karena aku ingin meluruskan siapakah yang menikah dengan Andreansyah Brata Kusuma, aku tidak mau anakku memiliki ayah selain diriku." Tutur Berry to the poin yang membuat Nico terkejut dan nyaris tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Berry, kita bahas masalah ini nanti Cynthia harus segera dibawa kerumah sakit, dia pendataan jatuh dari tangga. Sepertinya dia berkelahi dengan Jessica dan Jessica mendorongnya hingga terjatuh." Ucap Nico yang membuat Berry memicingkan mata tak percaya dengan praduga Nico.


Meskipun Berry tak percaya dengan ucapan Nico, Namun ia dengan segera membukakan pintu belakang mobil yang dipinjamkan Tuan Brata padanya dan memilih membahasnya nanti.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Berry mencoba meluruskan praduga buruk Nico terhadap Jessica putri bungsunya.


"Om, maaf jika aku lancang berbicara hal ini pada Om. Tapi jika aku tak mencoba meluruskannya aku akan merasa berdosa membiarkan seseorang menuduh orang yang tak bersalah." Ucap Berry diawal pembahasan.


"Apa maksud pembicaraan mu Berry?" Tanya Nico yang tak paham maksud dari pembicaraan Berry karena di pikirannya saat ini hanya untuk menyelamatkan Cynthia dan bayi dalam kandungannya.


"Selama ini Om sudah salah menilai Jessica, Om terlalu percaya dengan semua ucapan Cynthia yang selama ini selalu memfitnah Jessica. Dan aku rasa jatuhnya Cynthia dari lantai dua bukan karena Jessica mendorongnya tapi pasti Cynthia-lah yang ingin mencelakakan Jessica." Terang Berry yang membuat Nico membuat Nico memukul kursi yang diduduki Berry dari belakang.


"Jangan membela Jessica dan malah memfitnah Cynthia hanya karena Cynthia telah mencampakkan dirimu, Berry!" Ucap Nico yang masih saja membela Cynthia.


"Om, aku tak memfitnah Cynthia, aku bicara apa adanya. Aku sangat mengenal bagaimana Cynthia dan bagaimana rasa bencinya terharap Jessica adiknya sendiri dan juga Leon Abangnya. Aku sempat berfikir apakah Cynthia anak pungut kalian, apalagi aku sering menemaninya menemui Tante Melani yang ia panggil dengan sebutan Mommy."


"Apa kau bilang Cynthia menemui Melani dan memanggilnya dengan sebutan Mommy?" Nico begitu terkejut dengan penuturan Berry.

__ADS_1


Nico menyandarkan tubuhnya yang tiba-tiba saja lemas, ia menatapi wajah Cynthia yang terpejam tak sadarkan diri. Hari ini dua orang sekaligus mengatakan kenyataan yang tak ingin ia dengar. Ia ingin menolak untuk percaya tapi dia harus mencari tahu sendiri kebenarannya.


"Iya Om, aku sering menemani Cynthia menemui Tante Melani bahkan aku pernah tak sengaja mendengar rencana Cynthia yang ingin merebut Diego dari Jessica hanya karena dia tak ingin melihat Jessica hidup bahagia dengan pria yang lebih kaya dari diriku yang hanya orang biasa dan perlu Om tahu meskipun aku suka bergonta-ganti pasangan dan keluar masuk club malam tak pernah sekali pun diriku ini menodai seorang wanita. Aku meniduri Cynthia karena Cynthia-lah yang menjebakku dengan obat perangsang yang ia campurkan kedalam minumanku." Ucap Berry yang kembali membuat Nico terkejut mendengar Cynthia yang ia kenal sebagai anak yang manis dan baik di matanya meskipun Cynthia selalu meminta dan menuntut kebebasan dari dirinya yang membatasi pergaulan putri-putrinya.


__ADS_2