Cinta Jessika

Cinta Jessika
Acara lamaran


__ADS_3

Acara lamaran Leon dan Anna berjalan sesuai dengan rencana. Banyak awak media yang meliput acara lamaran tersebut. Setelah selesai berfoto keluarga, Jessica yang tidak suka keramaian saat kehamilannya ini. Meminta suaminya untuk kembali ke kamarnya begitu pula dengan Endah.


Keduanya sama-sama ingin berada di kamar ditemani oleh suami tercinta mereka.


"Daddy, kata orang ibu hamil itu sangat menggoda." Ucap Jessica yang tengah duduk di pangkuan Andre sambil memainkan dasi kupu-kupu yang dikenakan sang suami.


"Kata orang siapa Mommy? Daddy gak pernah dengar hal itu." Tanya Andre yang menatap penuh cinta wajah sang istri.


"Kata Endah." Jawab Jessica jujur yang membuat Andre tergelak tawa.


"Ohhh kata Endah..." Ucap Andre disela tawanya.


"Kok Daddy ketawa sih! Emangnya ada yang lucu ya?" Tanya Jessica yang kemudian melepaskan dasi kupu-kupu yang dikenakan sang Suami.


"Eh Mommy, Jangan dibuka acara mereka belum selesai!" Andre berusaha menahan tangan sang istrinyang membuka dasinya tapi gagal.


"Bagiku acara itu sudah selesai Daddy, sekarang aku punya acara sendiri dengan mu." Ucap Jessica yang membuka kancing kemeja Andre satu persatu.


"Acara kita? Memangnya apa acara kita Mom?" Tanya Andre yang pura-pura tak mengerti maksud sang istri.


"Acara nengokin anak-anak kita, sepertinya mereka sudah sangat rindu." Jawab Jessica yang kemudian tersenyum malu dan menjulurkan lidahnya.


"Oh waw... Acara yang sangat menarik." Sahut Andre yang kemudian menyambar bibir merah muda sang istri.


Bibir mereka saling bertautan, lidah mereka saling membelit satu sama lain. Andre mengabsen seluruh barisan gigi Jessica yang tersusun rapih.


Kedua tangan Jessica aktif membantu Andre membuka jas dan kemeja yang Suaminya kenakan. Setelah semuanya terbuka, Jessica mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


Setelah puas bertukar saliva, Andre menyusuri leher jenjang sang istri. Ia mengecup dan menyesap lembut disana. Ia tak membuat tanda kepemilikan disana karena ia tahu jika ia membuat tanda kepemilikan disana akan menjadi bahan olokan dan bercanda kedua kakak iparnya yang bermulut racun.

__ADS_1


"Daddy ahhhh..." De.sah Jessica yang menikmati sapuan lembut bibir Andre di leher jenjangnya.


"Kamu menyukainya sayang?" Tanya Andre dengan wajah yang dipenuhi kabut gairah.


"Hemmm...tentu Daddy." Jawab Jessica yang sudah menginginkan sentuhan lebih dari ini.


Andre kemudian membuka gaun malam yang dikenakan istrinya itu, sebuah pemandangan indah dari bukit kenyal yang makin membuatnya bergairah menyembul dari persembunyiannya.


Andre langsung saja memainkan bukit kenyal itu, tangannya yang satu meremas lembut benda kenyal itu dan bibirnya kembali bertautan dengan bibir sang istri sebelum menyesap ujung dari bukit kenyal yang sudah berubah warna kehitaman karena hormon kehamilannya.


"Daddy ah..." Racau Jessica dengan tangan yang terus menekan kepala Andre agar tak berhenti melakukannya.


Perlahan dan pasti tangan Andre mulai bergerak kearah inti sang istri, bermain-main disana hingga sang istri mengerang untuk kesekian kalinya, merasakan sesuatu yang basah keluar dari intinya.


"Daddy, aku mau Daddy sekarang." Ucap Jessica dengan mimik wajah yang menggoda yang membuat Andre langsung tergoda dan menggendong sang istri.


Jessica kini sedang berada di bawah kungkungan Andre. Mereka melakukannya hingga berkali-kali, Andre menghentikan permainannya ketika Jessica berkata, "Daddy sudah Mommy lelah dan mengantuk."


Sedang di sebuah kamar yang lain, Endah dan Jimmy juga sedang melakukan permainannya. Berbeda dengan Andre dan Jessica yang bermain penuh kelembutan. Mereka berdua bermain dengan fantasi mereka berdua.


Jimmy dengan matanya yang tertutup dengan sebuah dasi kerjanya yang di ikat kuat oleh Endah dan dengan kedua tangannya yang di ikat dengan menggunakan ika pinggang, Jimm nampak seperti di borgol, ia tengah di goyang tanpa henti oleh Endah yang berada di atasnya.


Sensasi luar biasa yang Jimmy rasakan, seakan di per.ko.sa oleh istrinya sendiri. Dan setelah Endah puas dengan gaya itu maka giliran Jimmylah yang memainkan fantasinya.


Keduanya menghentikan permainan gila mereka setelah sesuatu dibawah sana telah membuncah menyembur secara bersamaan. Keduanya merasakan kenikmatan tiada tertandingi.


Dan di sudut Ballroom ada sepasang mata yang sedang menahan kesal karena sudah mencari sosok kedua sahabatnya yang akan menjadi adik iparnya itu kesana kemari tapi tidak menemukan kedua sosok itu.


"Sudah sayang, jangan cari kedua cecunguk itu! Mereka pasti sedang bergelut dengan suami mesum mereka itu di kamar." Ucap Leon yang merasa kesal karena Anna yang tak bisa tanpa kedua adiknya itu. Anna selalu ingin bersama kedua adiknya meskipun dia sudah berada di samping Anna.

__ADS_1


"Aishhh Abang, bisa gak mulutnya gak nakal kaya gitu. Biar bagaimanapun mereka itu adik kandung mu Bang dan ingat suami-suami mereka itu tidak semesum yang abang pikirkan. Malah kedua adikmulah yang sangat mesum." Sahut Anna yang menanggapi ucapan calon suaminya itu.


"Rupanya kamu mau membela suami-suami mereka ya? Kamu membela mereka karena Andre itu kakak sepupu mu dan Jimmy sudah kamu anggap seperti kakakmu sendiri, bukan begitu sayang?" Tanya Leon yang berbisik di telinga Anna dan merangkul kuat pinggang Anna.


"Aku tidak membela mereka, tapi aku bicara apa adanya Abang Leon ku sayang." Jawab Anna yang membuat Leon merasa kesal dan makin bertambah cemburu kepada kedua pria yang sudah mengambil kedua adiknya dari dirinya itu.


"Aishhh... Jangan coba-coba berada di pihak mereka atau aku akan memakan mu sebelum waktunya tiba." Ancam Leon.


Mata Anna seketika membola mendengar ucapan calon suaminya itu.


"Coba saja kalau kamu berani melakukannya! Aku yang akan membuat milikmu itu tak bisa berdiri lagi." Ancam balik Anna dengan mata yang melirik ke milik Leon yang seketika berdenyut mendengar ancaman Anna.


"Jangan macam-macam dengan masa depan kita Anna!" Bisik Leon yang kemudian sedikit menggigit daun telinga Anna, yang berhasil membuat aliran darah Anna berdesir.


"Jangan memancing ku, Bang! Aku bisa saja memper.ko.sa mu seperti Endah memper.ko.sa Jimmy. Jika kamu terus memancing ku." Anna meremas bokong calon suaminya hingga mata Leon membola, ia terkejut dengan respon yang Anna berikan.


"ANNA!!" Panggil Leon dengan suaranya yang sedikit sensasional.


"Hemmm apa? Bagaimana rasa remasan tangan ku, nikmatkan Bang?" Goda Anna yang mengedipkan sebelah matanya pada calon suaminya itu.


"Kalau saja aku tidak mencintaimu, mungkin saat ini sudah ku bawa kamu ke kamar dan ku makan kamu hingga tak bisa jalan besok pagi." Jawab Leon yang langsung di tertawai oleh calon istrinya itu.


"Mau donk Bang dibuat sampai gak bisa jalan! Kayanya seru tuh." Ledek Anna yang kembali menggoda Leon.


Kini Anna malah mengalungkan lengannya di leher Leon dihadapan banyak orang dan menempelkan miliknya dengan milik Leon dan sedikit mengerakkannya ke kanan dan kekiri, hingga berhasil membuat milik Leon menegang.


"Anna kamu membangunkannya." Ucap Leon yang berbisik di telinga Anna.


"Biarkan! Aku akan menidurkannya nanti dengan mulutku seperti biasanya humm." Balas Anna yang kemudian menyambar bibir Leon tanpa memandang tempat dihadapan para tamu undangan.

__ADS_1


__ADS_2