Cinta Jessika

Cinta Jessika
Kembali ke kota D


__ADS_3

Di Kota J, tepatnya dikediaman Fabian. Fabian tengah berada di kamar kedua putri kembarnya. Ia menatapi foto kedua putri kembarnya dengan dirinya.


Foto dimana Kedua putrinya tengah tersenyum lebar didalam pangkuannya.


"Hana, Hani...Papi merindukan kalian sayang." Ucap Fabian dengan deraian air matanya.


"Kenapa kalian begitu cepat meninggalkan Papi sayang? Papi tidak ingin berpisah dengan kalian, apalagi dengan cara yang seperti ini hiks...." Ucap Fabian yang seakan bicara dengan foto kedua putrinya yang sedang ia pegangi terus sejak tadi.


"Papi hanya ingin pergi sementara waktu meninggalkan kalian dan menitipkan kalian pada Mami Margareth karena Papi ingin menjadikan Tante Jessica kalian sebagai Mami pengganti untuk kalian dan akan menjemput kembali kalian untuk ikut bersama Papi tapi kenapa kalian berdua malah pergi meninggalkan Papi seorang diri untuk selama-lamanya seperti ini,sayang?" Fabian berbicara kemudian kembali menangis.


Ya, Fabian terus menghabiskan waktunya di kamar kedua mendiang putrinya, semenjak kepergian kedua mendiang putri kembarnya itu untuk selama-lamanya. Rasa sesal menyelimuti dirinya, ia tak tau lagi bagaimana ia menjalani harinya dengan rasa bersalah dan penyesalan besar telah kehilangan kedua putri kembar yang selama ini menemani hari-harinya.


Bayangan demi bayangan kedua putri kembarnya saat bersama dengan dirinya terus saja terlintas di dalam pikirannya. Ia seakan hampir gila dengan semua ini. Ia tersiksa dengan kenangan yang terus hadir seakan menghantui dirinya.


Disaat mata Fabian lelah untuk menangis dan ia akhirnya tertidur di atas tempat tidur kedua putrinya yang disatukan jika ia tidur dikamar kedua putrinya itu, ponsel Fabian tiba-tiba saja berdering. Ternyata Cynthia-lah sang keponakan yang menghubunginya.


"Hallo Om, aku ada kabar baik untuk Om, wanita yang Om cintai sedang dalam perjalanan menuju pabrik gula yang sudah terbengkalai di pinggiran kota D. Kami sudah berhasil menculiknya dengan mudah karena Andre sedang tak ada dikota ini." Ucap Cynthia di sambungan teleponnya dengan Fabian.


Raut wajah Fabian yang bersedih berubah seketika menjadi sumringah karena mendengar wanita pujaan hatinya sudah dalam genggamannya.


"Benarkah???" Tanya Fabian yang tak menyangka Cynthia bergerak dengan cepat untuk menculik wanita yang sangat ia cintai itu.


"Iya Om, buat apa aku membohongi mu. Sama sekali tidak ada untungnya." Jawab Cynthia meyakinkan Fabian.


"Baiklah kalau begitu aku akan kesana sekarang! Jangan biarkan bocah tengik itu membawanya kemana-mana sebelum aku datang! Ingat Jessica adalah wanita ku!" Ucap Fabian yang begitu semangat.

__ADS_1


"Siap Om,tenang saja. Serahkan semuanya padaku." Balas Cynthia dengan entengnya.


Setelah menutup panggilan teleponnya bersama Cynthia. Fabian segera bangkit dari tidurnya dan menghapus semua air matanya yang membasahi pipinya.


Ia kembali menatap foto kedua foto putrinya lalu berkata,"Sayang, Papi pergi dulu ya. Papi ingin menjemput Tante Jessica untuk menjadi Mami kalian. Doakan perjalanan Papi lancar ya?" Fabian kemudian mencium kedua foto putri kembarnya itu lalu beranjak pergi.


Di Bandara Kota J


Tiba-tiba saja mata elang Jimmy menatap sebuah mobil yang sangat ia kenali, mobil siapa lagi jika bukan mobil Fabian. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi melesat mendahului mobil yang dikendarai oleh Jimmy.


"Lihatlah Ndre mobil siapa yang ada di depan kita?" Ucap Jimmy yang bicara pada Andre yang duduk disampingnya.


"Mobil siapa memangnya? Aku tida tahu." Jawab Andre yang memang tidak mengetahuinya.


"Mobil rival mu terdahulu, jangan-jangan dia ikut andil dari penculikan istri-istri kita?!" Ucap Jimmy yang menatap Andre dengan tatapan yang begitu serius sejenak lalu kembali menatap kedepan karena ia sedang menyetir.


"Jangan kotori tanganmu! Biarkan aku saja yang melakukan untukmu juga untuk Margareth Kakak sepupuku. Kali ini tak akan ada satupun yang bisa menyelamatkannya dari tangan ku." Ucap Jimmy dengan tangan mengepal kuat pada stir mobil yang sedang ia kendarai.


Mobil sedan mewah itupun masuk kedalam lapangan udara kota J, mobil berhenti tepat di bawah Garbarata sebuah pesawat Jet pribadi milik keluarga Kusuma.


Pesawat langsung lepas landas ketika keduanya sudah masuk kedalam cabin pesawat. Sementara itu di Kota D, Brata mengirimkan lokasi dimana Jessica dan keluarga di bawa oleh orang-orang Cynthia yang hampir sebagian dari mereka sudah berkhianat pada Cynthia dan Diego dengan membocorkan semua informasi mengenai rencana mereka kepada Brata.


"Bow, Tuan Brata sudah mengirim lokasi dimana mereka membawa Tuan dan Nyonya-Nyonya kita." Ucap Angela sembari menunjukkan lokasi pada Bowo di ponselnya.


"Cepat sekali pergerakan Tuan kita yang satu itu, pantas saja dia menjadi pengusaha nomor satu di Negeri ini karena dia selalu bertindak cekatan dan tenang menghadapi musuh-musuhnya." Ucap Bowo yang memuji kepiawaian Tuan besarnya itu sambil melihat titik lokasi dimana orang-orang suruhan Cynthia dan Diego membawa keluar Nyonya mudanya.

__ADS_1


Satu jam telah berlalu pesawat jet yang di tumpangi Andre dan Jimmy sudah mendarat. Bowo dan Angela segera menghampiri pesawat Jet pribadi milik Tuannya itu dengan mobil mewah yang dikendarai oleh Bowo.


"Malam Tuan, senang bisa melihat Anda berdua kembali dengan selamat ke Kota ini." Sapa Bowo yang membuat Andre dan Jimmy mendengus.


"Bukan waktunya untuk berbasa-basi Bow, kita harus menunggu pesawat yang ditumpangi Fabian untuk mengetahui dimana istri-istri kami mereka bawa." Ucap Jimmy dengan wajah tak bersahabatnya.


"Oh, jadi ini ulah Duda itu lagi." Sahut Bowo yang terlihat kesal ketika Jimmy menyebut nama Fabian.


"Ya, itu baru dugaanku." Balas Jimmy.


"Kita tak perlu menunggu kedatangan pesawat yang di tumpangi Duda itu Tuan, karena kami sudah mengetahui lokasi mereka membawa keluarga Nyonya Muda." Ucap Bowo yang membuat kedua Tuannya menatap tajam manik mata Bowo.


"Darimana kau tahu lokasi mereka membawa keluarga istri ku?" Tanya Andre yang menatap tajam wajah Bowo.


"Dari Tuan Besar, Tuan." Jawab Bowo yang berani membalas tatapan tajam Tuannya.


"Papiku???" Tanya Andre tak percaya.


"Iya Tuan, Papi Anda siap lagi." Balas Bowo.


"Iya Tuan, Papi Anda yang memerintah kami untuk tak melakukan perlawanan apapun saat mereka menculik Nyonya muda dan anggota keluarganya. Padahal sayasudah di perintah oleh Bowo untuk menghalau mereka dengan menembak Ban mobil yang mereka kendarai." Ucap Angela yang memberitahukan pada keduanya mengapa penculikan ini bisa terjadi.


"Berarti Papi sudah ikut andil dalam menangani masalah ini, sebaiknyakita temui Papi ku dulu Jim, baru kita kesana. Rencana kita harus benar-benar matang saat kita kesana nanti." Ucap Andre pada Jimmy.


"Ya, kita temui dulu Tuan Brata. Kita ikutin arahan beliau yang berpengalaman. Sepertinya musuh kita bukan satu orang melainkan banyak tapi mereka menjadi satu komplotan." Balas Jimmy.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Brata Kusuma di Mansion utama.


__ADS_2