
Jessica dan kedua temannya sedang asyik memilih dan mencoba berbagai gaun pesta yang akan di pakai mereka esok hari dilantai dasar butik. Ema masih setia menemani mereka, walaupun dia di buat kewalahan oleh Anna dan juga Endah. Mereka berdua terus mencoba berbagai koleksi gaun yang terpajang disana untuk mereka sendiri. Mereka berdua juga terlihat sibuk memilih gaun dengan model bagian dada yang tertutup untuk Jessica. Jessica juga di buat lelah karena terus di minta bergonta - ganti gaun oleh mereka berdua. Karena Anna dan Endah selalu saja berdebat dengan gaun yang di coba oleh Jessica. Yang satu bilang cocok yang satu bilang tidak, dan masih banyak alasan lain yang membuat perdebatan diantara mereka. Hingga akhirnya Ema menegur mereka.
"Maaf Nona di Butik ini hanya diizinkan mencoba dua gaun saja, masing- masing dari Anda sudah lebih dari lima kali mencoba, ini sudah menyalahi aturan Nona-Nona. " ucap Ema dengan sopan menegur Jessica dan kedua sahabatnya, Ia juga menerangkan peraturan di butik tempat ia bekerja.
Anna memberikan tatapan tajam pada Ema hingga membuatnya takut dan menunduk.
"Nona Anna ini bagaimana katanya aku diminta untuk pura-pura tidak mengenalnya, tapi dia saat ini melakukan kebiasaannya yang seenaknya seperti biasanya, aku tegur dia tak terima malah memelototiku seperti itu huft.... Sepertinya aku harus bersiap mendapatkan amarah Nona Claudia karena membiarkan adiknya dan kedua temannya melakukan ini semua pada gaun-gaunnya." gerutu Ema dibatinnya.
Anna menghampiri Ema yang tertunduk takut padanya.
"Dengar Ema semua gaun yang kami coba masukkan dalam bill atas nama temanku Jessica, Kau jangan takut kami tidak akan membayarnya, Kak Andre-lah yang akan membayar semuanya, termasuk mulut mu yang bawel ini." ucap Anna dengan seringai yang menakutkan dan menoel bibir bawah Ema dengan jari telunjuknya.
"Ba... baik Nona." jawab Ema terbata karena rasa takutnya pada Anna.
Setelah mencoba beberapa gaun pesta akhirnya mereka sepakat akan memakai gaun pesta dengan warna senada namun dengan model yang berbeda.
Anna memilih gaun pesta dengan model belahan dada berbentuk V yang lebar tanpa lengan namun mengenakan sarung tangan berbahan Tulle yang di hiasi butiran batu Swarovski.
Endah memilih gaun dengan model belahan dada yang sama dengan Anna namun gaun Endah memiliki lengan 3/4 dengan taburan batu Swarovski disekitar belahan dadanya.
Sedang Jessica, Anna sengaja memilihkan gaun dengan bagian dada yang tertutup yang ditaburi butiran-butiran berlian. Gaun Jessica memiliki lengan yang panjang, sehingga dapat menutup seluruh bagian tangan Jessica. Anna sengaja memilihkan baju Jessica seperti itu karena ia tahu karakter Andre seperti apa. Andre tidak akan rela berbagi keindahan tubuh wanita yang ia cintai dengan orang lain.
"Ann, sebenarnya aku tertarik dengan gaun yang di pajang dengan manakin itu." ucap Jessica pada Anna, ia menunjukkan sebuah gaun dengan belahan dada yang terbuka dan dihiasi payet berbentuk kupu-kupu.
"Next time ok, kau akan terlihat begitu seksi jika memakainya, apa kau mau jadi mangsa om-om genit di pesta?" ucap Anna menakuti Jessica.
"Ah Anna aku tidak mau kalau seperti itu, baiklah lain kali saja." ucap Jessica lesu.
"Ayo kita ke atas lantai dua, gaun pengantin dan gaun bridesmaid ada disana." ajak Anna pada kedua sahabatnya.
Anna berjalan terlebih dahulu, langkah Anna diikuti oleh Endah. Sedang Jessica masih berdiri mengagumi baju yang ia inginkan.
"Jessica ayo!!" ajak Endah ketika menyadari Jessica tidak mengikuti langkahnya ke lantai dua.
"Naiklah duluan, aku akan menyusul!" ucap Jessica.
__ADS_1
Ema berjalan membawa beberapa gaun yang sudah mereka pilih ke meja packing. Saat ia ingin kelantai dua menyusul Anna. Ia melihat Jessica yang tengah asyik memandangi sebuah gaun. Ema pun datang menghampiri Jessica.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" Ucap Ema menawarkan bantuan.
"Aku sepertinya sangat mengagumi gaun ini, berapa harga gaun ini mbak?" tanya Jessica pada Ema.
"Rp. 37.897.500 Nona" jawab Ema ketika melihat bandrol harga di gaun itu.
"A P A ??? mahal sekali" ucap Jessica terkejut.
Ema hanya tersenyum melihat wajah Jessica yang terkejut.
"Apa Anda ingin mencobanya dulu Nona?" tawar Ema.
"Tidak perlu Mbak, aku tidak berniat membelinya setelah mengetahui harganya, aku hanya mengagumi indahnya gaun ini." ucap Jessica pada Ema.
"Baiklah kalau begitu, apa Anda tidak ingin menyusul kedua teman anda Nona?" tanya Ema pada Jessica.
"Ya, ini aku akan menyusul mereka." ucap Jessica pada Ema.
"Mari Nona saya akan menemani anda ke sana." ucap Ema pada Jessica.
*****
Sebuah mobil Avanza hitam sudah tiba di depan butik, mobil itu merupakan mobil milik Leon, Abang Jessica. Leon keluar dari mobil. Pandangan matanya mengedar kesegala arah mencari keberadaan mobil Andre.
"calon adik ipar sialan, selalu saja membuatku menunggu, awas saja kau!" gerutu Leon saat netranya tak mendapati mobil Andre.
Tak lama dari kedatangan Leon sebuah mobil BMW milik Fabian pun tiba. Fabian turun bersama Rania. Rania begitu manja, bergelayut di lengan Fabian. Leon yang berada di sana pun melihat kedatangan Fabian dan Rania.
"Hah, Duda tengik itu datang juga kesini. Siapa wanita yang bergelayut manja dilengannya? Apa itu Rania pacar Fabian yang di katakan Jimmy waktu itu? Gila sekali dia sudah mempermainkan perasaan adikku, awas saja kau Fabian kalau kau sampai berbuat diluar batasanmu pada adikku, kau akan berurusan denganku." ucap Leon pada dirinya sendiri. Tanpa disadari tangannya sudah mengepal dan rahangnya sudah mengeras.
"Brugg..." sebuah pukulan mendarat di bahu Leon.
"Hai kakak ipar, kau sedang melihat apa? Serius sekali kenapa wajah mu begitu menyeramkan?" ucap Andre setelah memukul bahu calon kakak iparnya itu karena Leon memasang wajah yang begitu garang.
__ADS_1
"Kau telat Andre, aku sudah datang lebih dulu daripada kamu, kamu ini kebiasaan membuatku menunggu, kebiasaan mu ini membuatku kesal saja hah." gerutu Leon pada Andre.
"Aku tidak telat kakak ipar kaulah yang terlalu cepat datangnya, hai kak ipar aku tadi bertanya pada mu kau sedang lihat apa? sampai wajahmu begitu menakutkan, kau belum menjawab pertanyaanku tadi" ucap Andre mengulang kembali pertanyaannya.
"Tadi aku lihat Fabian bersama seorang wanita masuk ke butik." jawab Leon.
"Masuk ke Claudia Boutique??" tanya Andre menegaskan.
"Apa ada butik lain disini selain Claudia Boutique?" tanya Leon sinis dengan menatap tajam wajah Andre.
"Hahahaha... kau ini cepat sekali emosional kak ipar, aku hanya bertanya kenapa kau sudah terlihat semarah ini pada ku." ucap Andre ketika mendapat tatapan tajam dari Leon.
"Apa kau mengundangnya kesini juga, Ndre?" tanya Leon dengan wajah kakunya.
"Tidak, aku tidak mengundangnya, aku hanya mengundang dirimu saja. Itu pun karena permintaan Anna." jawab Andre.
"Anna yang meminta ku datang kesini? untuk apa?" tanya Leon.
"Kau akan menjadi pasangannya dalam sesi foto nanti. Dia ingin kau yang menemaninya berfoto." jawab Andre.
"Hah... apa-apaan ini? Aku meninggalkan pekerjaan ku hanya untuk berfoto." ucap Leon.
"Ah sudahlah Kakak Ipar, jangan terlalu sibuk dengan dunia kerja mu! Adik mu dan aku membutuhkan mu." ucap Andre kemudian merangkul badan kekar Leon dan berjalan memasuki butik. Jimmy berjalan di belakang mengikuti langkah kaki mereka.
Kedatangan mereka disambut ramah karyawan butik.
"Selamat datang Tuan Andre." sapa beberapa karyawan butik yang berada di meja resepsionis.
"Dimana mereka?" tanya Andre dengan wajah datarnya tak perduli dengan senyuman para wanita di hadapannya. Baginya tidak ada senyum yang indah selain senyuman Jessica yang memabukkan. Sehingga ia mengabaikan seluruh wanita yang berusaha memikat hatinya.
"Dilantai dua Tuan, sedang memilih-milih gaun pengantin." ucap salah satu karyawan butik.
"Ok, siapkan kami setelan Jas yang sesuai dengan gaun yang mereka pilih. Aku akan menunggu diruang ganti pria di lantai dasar." ucap Andre pada karyawan butik.
Andre melangkahkan kakinya bersama Leon dan juga Jimmy ke ruang ganti VVIP dilantai dasar.
__ADS_1
bersambung
Simak kelanjutannya di episode selanjutnya ya