Cinta Jessika

Cinta Jessika
Siapa aku dan dirimu


__ADS_3

Malam hari di mansion Abraham.


Seluruh anggota keluarga termasuk Jessica dan Andre sudah duduk di kursi meja makan. Sejak kedatangan mereka Endah memasang wajah masam pada keduanya.


Jessica yang mengetahui Endah tengah merajuk padanya terlihat begitu cuek, ia lebih memilih fokus menghabiskan makanan yang senfaja di masak sang Nenek untuk menyambut kedatangannya bersama sag suami.


Tapi tidak dengan Andre yang tak biasa mendapat tatapan penuh arti dengan wajah masam kakak iparnya itu. Ia menyadari betul pasti Endah sedang marah pada dirinya. Karena ini bukan kali pertama Andre membuat Jimmy bekerja keras sendiri tanpa dirinya, saat Jimmy sudah menikah dengan Kakak iparnya itu.


Biasanya Endah tak berani menunjukkan sikap marahnya pada dirinya saat mereka masih tinggal di kota J tapi sekarang Endah sudah terang-terangan menunjukkan rasa kecewa dan marahnya pada adik iparnya itu.


Suasana di meja makan yang tak bersahabat membuat Viona da Vioni meminta suster pengasuh anaknya untuk memasangkan aerphone ditelinga anak-anak mereka. Lebih baik bagi mereka mendegar suara musik klasik daripada mendengarkan keributan yang akan terjadi pertama kalinya di meja makan ini.


Leon yang memperhatikan cara Endah menatap Andre pun menegur sang adik.


"Endah, tolong jangan campur adukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi di mansion ini!" Tegur Leon yang menatap wajah sang adik yang tak berpaling menatap sinis Andre.


"Hemmm..." Jawab Endah dengan berdehem.


"Tau ni si Endah marah atau demen ngeliatin suami orang sampai gak ngedip padahal disampingnya udah ada suaminya sendiri juga. Apa masih kurang ya sama suaminya jadi ngincer suami gue." Sahut Jessica yang sedang menahan suapan makanannya yang sudah ada di depan mulutnya itu.


Jessica seakan sedang menyindir Cynthia yang juga tengah memperhatikan sang suami sejak tadi. Abraham dan anggota keluarga lain terlihat membiarkan kedua putri Nico yang sedang bersiap mengadakan perang mulut di meja makan malam ini.


"Maaf ya gue bukan pelakor, gak pernah jadi pelakor dan ga ada bibit pelakor, mungkin cewek diujung sana tuh spesialis pelakor, yang gak pernah puas dari satu laki-laki ke laki-laki lainnya." Timpal Endah yang mengerti sang adik sedang menyindir seseorang.


Sekesal apapun dia pada adiknya saat ini karena telah membuat suaminya bekerja rodi karena ulah adiknya itu, dia tetap membela sang adik yang disayanginya saat sang adik membutuhkan bantuannya untuk menghempas Cynthia yang masih bertahan karena Nico yang belum mengetahui siapa Cynthia sebenarnya.


Para pria yang ada di meja makan, menyantap makanannya sambil tersenyum mendengar ucapan Endah yang terang-terangan menuduh Cynthia.


Begitu juga dengan Viona dan Vioni yang ikut tersenyum melihat Kakak beradik sedang mewarnai meja makan dengan berdebatan mereka, selama ini meja maka ini selalu hening membisu disaat jam makan dan biasanya hanya ada suara denting alat makan yang beradu dengan piring tapi tidak untuk malam ini. Kehadiran mereka mengubah segalanya.

__ADS_1


"Apa maksud lu Ndah, lu lagi fitnah dan nuduh gue hah di depan keluarga gue?" Ucap Cynthia yang merasa tak terima Endah menunjuk dirinya.


"Wah...wah... Ratu penggoda merasa. Tadi dia bilang apa keluarga gue, gak salah denger dia ngaku jadi bagian keluarga Abraham." Sindir Anna yang membuat Cynthia menatap tajam kearah Anna dengan kedua tangan yang mengepal.


"Sialan apa Anna sudah tahu kalau gue bukan anak kandung dari Ayah? Kenapa Kakek dan yang lainnya diam saja gue diperlakukan seperti ini sama mereka? Apa mereka udah tahu juga kalau gue bukan anak kandung Ayah? Anna benar-benar pembawa sial pasti dia yang kasih tahu mereka semua. Mommy dan Omma aku sangat membutuhkan kalian untuk menyingkirkan merekam." Batin Cynthia.


"Kayanya tadi ada yang ngomong deh tapi kok gak ada orangnya. Tapi suaranya mirip uka-uka gitu Ann.... Ihh serem....ada suara tapi gak ada orangnya, mungkin ada calon kuntilanak disini!" Sahut Endah yang membuat Jessica dan Anna tak bisa menahan tawanya. Untungnya keduanya tidak tersedak.


"Hahaha....Hahaha...jadi kuntilanak harus nyalonin dulu ya." Ucap Anna disela tawanya yang pecah.


"Marah masih bisa ngelawak ya lu Ndah, suara gue bukan suara uka-uka mungkin suara yang sebelum gue kali yang lu maksud. Tapi menurut gue suara dia itu bukan suara uka-uka tapi suara seksi dari cewek primadona pada zamannya." Ucap Jessica yang menimpali sang Kakak, Endah. Menambah bumbu keributan yang terjadi.


"Apa yang lu maksud zaman purba adik ku sayang?!" Ucap Endah menanggapi ucapan Jessica dengan nada mengejek dan menekan kata adikku sayang yang kembali membuat tawa Jessica pecah.


Yang lainnya juga ingin tertawa lepas seperti Jessica namun mereka lebih memilih menjaga image dan tabel manner mereka dan akhirnya mereka hanya ikut tersenyum melirik satu sama lain tapi tidak dengan Adam. Paman dan keponakan itu tertawa hingga terpingkal-pingkal.


"Cara yang sangat tepat Endah untuk memberi tahukan Cynthia siapa dirimu sebenarnya." Ucap Batin Adam setelah mendengar Jessica di panggil adikku sayang oleh Endah disela tawanya.


Duar!!!


Duar!!!


Jantung Cynthia serasa mau copot saat mendengar Endah memanggil Jessica dengan sebutan adikku sayang.


"Apa?!!! Endah memanggil Jessica dengan sebutan adikku. Dia itu sahabat Jessica bukan.... Ahh....tidak...ini tidak mungkin...kenapa dunia ini terlalu sempit. Tidak, aku tak akan membiarkan ayah mengetahui Endah adalah putri kandungnya. Hanya akulah yang akan menjadi putri satu-satunya Ayah tidak ada yang lain. Tidak... aku tak akan biarkan mereka merebut Ayah dari ku." Ucap batin Cynthia yang wajahnya terlihat terkejut.


"Hahahaha.... zaman purba berarti harusnya dia udah punah dong ya Ndah?! Anna kembali memancing Endah membuat Cynthia yang duduk di ujung meja makin terlihat kesal karena sejak tadi ketiga orang ini terus mengolok - olok dirinya.


"Hemmm harusnya seperti itu calon kakak iparku." Tambah Endah yang makin membuat Cynthia marah sejak tadi dia hanya diam dan sibuk bermonolog dengan dirinya sendiri dan hanya satu kali ia menanggapi ucapan mereka tapi mereka malah makin menjadi-jadi.

__ADS_1


Cynthia sadar betul mereka bertiga menginginkan dirinya untuk pergi dari ruang makan. Ia pun sudah tak nyaman terus berada diantara mereka yang terus menerus mengolok-olok dirinya.


Karena kesal dan kecewa sang Kakek yang ia pikir sudah bisa menerima dan menyayanginya terlihat tak merespon untuk melakukan pembelaan padanya. Ia pun membanting alat makannya dan bergegas pergi meninggalkan ruang makan. Saat ia sudah melangkah pergi Viona mulai memainkan perannya.


"Cynthia... Cynthia kamu mau kemana?" Ucap Viona saat mengejar langkah Cynthia.


Cynthia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Viona. Viona yang sudah berada di hadapan Cynthia pun menarik tangan Cynthia agar kembali ke meja makan.


"Cynthia, ayo kembali dan habiskan makananmu. Ingatlah ada janin yang membutuhkan asupanmu." Ucap Viona yang sedang memainkan perannya.


"Tidak Kak, mereka sepertinya tidak menginginkan keberadaan ku disana." Tolak Cynthia dengan suara sedihnya mengharapkan rasa empati Viona.


"Tidak hanya mereka yang tidak menginginkan mu berada di sana, begitu juga dengan diri ku. Aku malah menginginkan kamu cepat-cepat terusir dari Mansion ini." Ucap Viona di dalam hatinya sembari tersenyum menenangkan Cynthia.


"Baiklah jika kamu tidak mau kembali keruang makan, kamu bisa kembali ke tempatmu di neraka. Agar hidup kami damai dan sentosa." Ucap Viona lagi didalam hatinya.


"Baiklah jika kamu tidak mau kembali keruang makan, kamu bisa kembali ke kamarmu nanti biarkan para Maid menyiapkan dan mengantar makan malam ke kamar mu." Ucap Viona yang keluar dari mulutnya pada kenyataannya.


Viona pun membiarkan Cynthia kembali ke kamarnya dan setelah memastikan Cynthia telah naik ke lantai atas. Viona melangkahkan kakinya untuk pergi ke dapur.


Di dapur ia meminta para Maid agar nanti menyiapkan makanan untuk Cynthia makan malam di kamarnya.


"Mbak... Kemarilah sebentar!" Panggil Viona pada para Maid yang sedang berkumpul di dapur yang masing -masing diantara mereka sedang mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.


Mereka yang dipanggil Nona mudanya langsung datang menghampiri.


"Iya Non, ada yang bisa saya bantu?" Tanya kepala Maid yang ada di bagian dapur.


" Tolong dengarkan aku! Mulai sekarang jangan pernah memberikan makanan baru untuk Cynthia tanpa seizin Nona Endah! Setelah kami selesai makan malam, kalian boleh siapkan makanan sisa kami untuk dia di kamar pribadinya." Perintah Viona yang membuat para Maid terkejut.

__ADS_1


Viona sangat mengerti arti tatapan para Maid yang menatap dirinya dengan keterkejutan yang mereka rasakan pun akhirnya harus memberikan penjelasan mengapa ia memberikan perintah seperti itu kepada mereka.


Dibenak mereka terlintas pertanyaan ada apa dengan Nona Viona? Baru kali ini Nona muda yang mereka kenal pendiam, selalu menjaga kesopanannya dan terlihat baik hati memberikan perintah yang seperti ini kepada mereka dengan nada bicara penuh kebencian.


__ADS_2