
Jimmy berjalan menggendong istrinya penuh semangat dan penuh gairah yang membara pada dirinya. Di sepanjang perjalanan dari unit apartemen Leon ke unit apartemennya. Jimmy terus saja memandangi wajah cantik istrinya itu sesekali ia mencium bibir Endah yang menggodanya.
"Bibir ini yang dahulu selalu berkata pedas pada ku, sekarang bibir ini yang selalu membuatku kecanduan, selalu ingin dan terus ingin melu.mat bibir ini humm." Ucap Jimmy yang kemudian mencium basah bibir Endah.
"Bibir ini milik ku tak boleh ada yang menyentuhnya selain diriku," ucapnya lagi kemudian menyesap kembali bibir Endah.
Jimmy dengan mudah masuk kedalam apartemennya karena pintunya masih dalam keadaan terbuka. Berbeda dengan Andre yang harus berusaha keras membuka pintu tanpa ada yang membantunya. Andre merasa bobot tubuh sang istri kian bertambah setelah menjadi istrinya.
"Tubuh mu kian hari makin berisi sayang, makin tambah menggemaskan saja, apalagi pipimu ini, hampir menyerupai bakpau," ucap Andre dengan tatapan mata terfokus pada pipi Jessica yang mulai terlihat cubi.
Saking terfokusnya tatapan Andre pada pipi Jessica membuat dia tidak fokus pada langkah kakinya hingga akhirnya ia pun jatuh karena tersandung kakinya sendiri dan menimpa tubuh Jessica.
"Aduhhhh sakit, berat banget nih siapa sihh niban-niban, badan apa karung beras, berat banget sumpah?"rintih Jessica di bawah tubuh Andre dengan mata yang masih mengerjap-ngerjap.
Dengan mata yang memerah khas orang yang terpaksa terbangun. Jessica menatap tajam wajah sang suami.
"Kak Andre..." pekiknya dengan mata yang hampir keluar dari cangkangnya.
"Ma-maaf sayang aku tidak sengaja menjatuhkan mu, aku tersandung kaki ku sendiri sampai akhirnya kita jatuh. Mana yang sakit sayang? Coba mana yang sakit, kasih tau sama aku, biar aku obatin yah...yah?" Ucap Andre yang kikuk kemudian berusaha bangun dari posisinya dan mengecek kondisi sang istri yang sudah menatap marah dirinya.
"Gak usah pegang-pegang, emangnya Kak Andre Dokter apa bisa ngobatin orang sakit."
"Iya maaf sayang, gak pegang-pegang deh ya tapi jangan marah ya? Aku beneran gak sengaja jatuhin kamu."
"Ihhh..ihh lagian Kak Andre kenapa bawa aku pulang sih? Udah aku bilang, aku mau tidur sama Ibu. Malah sok-sok-an gendong aku segala jadi jatuhkan," Ucap Jessica kesal dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Ayolah sayang, jangan ngambek gitu ya?!Aku tidak bisa tidur tanpa dirimu disisi ku, sayang makanya aku jemput kamu, jadi tolong jangan pernah biarkan aku tidur sendiri ok. Aku dari tadi tersiksa karena ngegalauin kamu."
"Ishhh...gombal banget sih, bilang aja gak mau kasih aku waktu libur. Pasti kak Andre mau ajak aku olahraga barengkan? Jessica berkata dengan mata yang mengarah ke junior Andre.
"Kamu tahu aja sih sayang," ucap Andre dengan senyum-senyum kesenangan karena Jessica sudah tahu mau suaminya itu.
"Tahulah, apalagi yang di mau suami mesum macam Kak Andre kalau bukan olahraga bareng main kuda-kudaan."
"Tapi kamu sukakan di mesumin sama aku sayang?" Ledek Andre yang kemudian kembali mengangkat tubuh Jessica, ia menggendong sang istri menuju kamar pribadinya yang ada dilantai atas.
__ADS_1
"Aggghhh... hati-hati Kak, aku gak mau jatuh untuk ke dua kalinya loh!" ucap Jessica yang terlihat ngeri dan takut terjatuh kembali.
Di lain tempat Jimmy sedang membaringkan Endah di atas ranjang miliknya. Sebelum mengunboxing istrinya dia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
15 menit ia menghabiskan waktu membersihkan diri di dalam kamar mandi. Masih dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Jimmy mendekati tubuh Endah di ranjang. Dengan jemarinya yang dingin ia mengelus wajah sang istri. Menyusuri seluruh bagian wajah istrinya dengan menggerayanginya dengan jari telunjuknya hingga ke leher jenjang sang istri. Berharap sang istri terbangun dari tidurnya karena ulahnya namun sayangnya Endah sama sekali tidak terusik dengan apa yang dilakukan Jimmy.
"Jangan panggil aku Jimmy jika tidak bisa membangunkan mu sayang," ucapnya dengan senyum penuh arti menatap wajah istrinya yang tengah tertidur pulas itu.
Jimmy mendaratkan ciumannya di bibir sang istri. Ia melu.mat lembut hingga lu.matan itu begitu tak terkendali lagi. Ciuman yang di berikan Jimmy akhirnya membuat Endah terbangun dan membuka matanya, ia terkejut mendapati ada pria yang sedang mencium dirinya penuh nafsu. Ingin mendorong tubuh pria dihadapannya yang sedang menikmati bibirnya itu, namun ia urungkan keinginannya karena ia sangat mengenal aroma tubuh pria yang sedang sibuk melu.mat bibir seksinya.
Untuk memastikannya Endah mengamati pria yang mencium dirinya penuh nafsu itu yang ternyata adalah suaminya sendiri, setelah mengetahui bahwa Jimmylah pria itu, ia pun segera membalas ciuman yang diberikan sang suami. Endah membalas ciuman Jimmy dengan agresif membuat Jimmy sulit mengimbangi permainan Endah.
Jimmy yang merasa mendapat balasan dari istrinya sejenak ia menghentikan aksinya untuk tersenyum senang akan kemenangannya bisa membangunkan istrinya yang tidur bagaikan mayat hidup itu dan tersenyum senang karena mendapat istri yang agresif bagaikan menang jackpot saja dirinya.
Endah dan Jimmy melanjutkan sesi pertukaran saliva mereka dan malah makin memperdalam ciuman mereka dan tak lupa saat ini tangan Jimmy mulai bergerilya menyusuri bukit kenyal milik Endah yang berada di balik pakaiannya.
Jimmy meremas lembut bukit itu hingga membuat Endah melenguh nikmat. Ia membuka dua kancing baju tidur Endah dan mengeluarkan kedua bukit itu dari penutupnya. Ia menyesap lembut ujung bukit itu, hingga membuat Endah merasa melayang kelangit ke tujuh.
"Ahhh...emmmppp.." desah Endah yang makin menekan kepala Jimmy untuk terus melakukannya.
"You like it honey??" Tanya Jimmy sembari meremas lembut bukit itu.
"Ahhh ...yes...Baby I like it." Jawab Endah dengan wajah penuh gairah.
Selanjutnya Jimmy membuka kasar pakaian Endah hingga kancing baju tidur miliknya berhamburan entah kemana.
"Slow down baby... aku tidak akan kemana-mana dan waktu yang kita miliki masih sangat panjang." Ucap Endah dengan suara sensualnya.
"Aku sudah tidak sabar untuk menjadikan kamu milik ku seutuhnya sayang, apa sekarang sudah boleh hummm? Tapi aku belum tahu katro itu apa?"
"Persetan dengan Katro sekarang tugas mu adalah puaskan aku di malam pertama kita." Ucap Endah yang kemudian menarik tengkuk Jimmy dan kembali me.lu.mat penuh nafsu bibir suaminya itu.
Endah yang begitu agresif berusaha memimpin permainan mereka, Endah meminta Jimmy mengubah posisi mereka. Sekarang Jimmy berada di bawah kungkuan Endah. Endah menciumi hampir seluruh bagian tubuh Jimmy bagian atas hingga kebagian bawah , membuat Jimmy mengeliat merasakan gejolak hasrat yang makin membara apalagi tangan Endah meraba miliknya dari atas handuk yang masih melilit di pinggangnya.
Endah membuka lilitan handuk yang menutup pusaka milik Jimmy yang sudah menegang dan mengeras sejak tadi. Dengan lahap tanpa merasa jijik Endah memasukan pusaka itu ke dalam mulut mungilnya yang sekarang terlihat penuh dan mengembung.
__ADS_1
Apa yang dilakukan Endah pada junior Jimmy membuat Jimmy mengereng nikmat dan sesekali ia menekan kepala Endah agar miliknya masuk lebih dalam ke rongga mulut sang istri.
"Arghhh... sayang sudah cukup, aku sudah tak tahan." Jimmy menarik tubuh Endah dan menjatuhkannya di ranjang tidurnya.
Kali ini Jimmy memimpin permainan mereka, ia bermaingf di lembah milik Endah. Menyurusi lembah itu dengan lidahnya membuat tubuh Endah mengeliat dan mende.sah.
"Aghhh... sudah Babang, aku sudah mau meledak nih." Racau Endah yang hampir sampai dalam puncak kenimatannya.
"Ledakkan saja sayang, aku ingin melihatnya." Ucap Jimmy yang tak mau menghentikan aksinya hingga akhirnya Endah pun mencapai puncak kenikmatannya.
"Cepet masukin Bang, aku udah ga tahan dan penasaran gimana rasanya!" Pinta Endah yang tak sabar.
"Kata orang pertama kali itu rasanya sakit, kamu masih mau humm?" Jawab Jimmy yang menciumi pipi mulus Endah.
"Bukankah yang sakit-sakit itu ujungnya jadi enak sayang?" Sahut Endah dengan suara berbisik di telinga sang suami.
"Aku akan melakukannya perlahan supaya kamu tidak merasa begitu sakit bagaimana?" Tawar Jimmy dengan membalas bisikan Endah di telinga Endah kemudian menggigit kecil daun telinga istrinya membuat Endah berdesir menginginkan suaminya segera melakukannya.
"Aku tidak suka bermain perlahan sayang, aku ini bukan seperti pengantin baru di unit sebelah yang masih harus di training." Ucap Endah yang membuat Jimmy tertawa geli karena mengerti siapa yang di maksud oleh istrinya yang tak lain adalah Nyonya mudanya.
"Hahahaha..." Jimmy bisa tertawa terbahak-bahak untuk pertama kali dalam hidupnya karena sang istri membandingkan dirinya sendiri dengan adik kandungnya yang merupakan istri dari atasannya.
"Baiklah sayang, kita buktikan kalau kamu bukan seperti pengantin baru di unit sebelah itu." Ucap Jimmy dengan senyum menggodanya.
Kedua pasang ini pun kembali saling bertukaran saliva, kemudian Jimmy tanpa di sadari Endah sudah mulai menggiring juniornya masuk ke dalam Goa ke nikmatan milik sang istri. Meskipun sulit karena ini untuk pertama kali untuk Endah maupun Jimmy tapi dengan sekali hentakan keras yang diinginkan Endah, akhirnya Goa itupun jebol.
"Arghhhh...ternyata sakitnya tak sesakit hidupku dulu." Ucap Endah ketika junior Jimmy telah masuk seluruhnya kedalam miliknya.
"Sakit yang ini nikmat sayang, lupakan rasa sakit yang pernah mereka torehkan dihatimu, sayang."ucap Jimmy di telinga istrinya.
"Cepat kau puaskan aku, jangan banyak menggombal disaat seperti ini, sayang! Aku butuh goyanganmu bukan gombalan mu," Pinta Endah pada sang suami dengan wajah yang di penuhi kabut gairah.
"Dengan senang hati sayang aku akan bergoyang sampai kamu puas." Jawab Jimmy yang kemudian mulai memompa tubuh Endah yang berada di bawah kungkuannya.
Lebih dari dua ronde pasangan pengantin baru ini melakukan permainannya. Mereka menyelesaikan permainannya setelah rasa lelah dan kantuk menyerang mereka karena waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.
__ADS_1
Sementara itu, di unit Andre. Andre masih belum menuntaskan permainannya. Sebenarnya dia sudah ingin mengakhiri permainannya karena rasa kantuk sudah menyerangnya. Tapi Jessica yang sudah tak bisa tertidur terus saja menggodanya untuk bermain kembali walaupun dua ronde sudah mereka selesaikan.