Cinta Jessika

Cinta Jessika
Menggodamu


__ADS_3

Jessica yang melihat suaminya masih saja sibuk dengan ponselnya segera mendatangi suaminya. Ia melangkah dengan cepat dari ruang makan dan langsung duduk di atas pangkuan Andre. Membuat Andre terkejut di buatnya. Jessica menyandarkan kepalanya di curug leher Andre saat Andre masih berbicara dengan Fabian di sambungan telepon.


Jessica terus menggoda Andre dengan menciumi leher Andre sesekali menyesapnya hingga membuat tanda kepemilikan disana. Andre menahan desahannya karena panggilannya masih tersambung dengan Fabian.


"Setelah menikah kamu berubah menjadi agresif sayang, Aku sangat menyukai perubahanmu ini." batin Andre.


"Aku lapar kak ayooo...Kamu sudah makan tapi aku belum..." bisik Jessica di telinga Andre dengan suara seksinya. Bulu-bulu halus Andre meremang mendengar bisikan Jessica. Andre sampai menengadahkan kepalanya mencoba menetralisir godaan Jessica.


"Ahhh Shittt... Kamu sangat pintar membuatku On sayang... Bisa-bisa kamu tidak jadi makan dan malah aku yang akan memakan mu." gumam batin Andre.


Semenjak Andre pergi ke Mall Grand Abraham Jessica menghabiskan waktunya untuk tidur. Hingga seorang Maid membangunkannya mengingatkannya untuk membersihkan dirinya karena Andre akan segera pulang.


Jessica dibantu para Maid membersihkan dirinya. Jessica di perlakukan bak Ratu di Mansion Andre.


Seorang Maid yang sudah senior mengajarkan Jessica menjadi seorang istri yang baik dengan cara merawat diri dan memberi pelayanan terbaik pada suami diatas ranjang untuk mencegah hadirnya pelakor ditengah-tengah rumah tangga mereka. Kata-kata pelakor membuat Jessica ingat akan niat Cynthia merebut Andre darinya.


Jessica berfikir keras bagaimana caranya agar Cynthia nantinya tidak berhasil merebut Andre suaminya itu. Hasil dari berfikir kerasnya Jessica memutuskan untuk menjadi istri yang agresif, "Aku akan membuat Kak Andre puas denganku diatas ranjang. Aku akan bikin dia klepek-klepek kaya ikan. Supaya dia gak melirik wanita lain apalagi Kak Cynthia." batin Jessica saat itu.


"Tunggu sebentar ok." ucap Andre tanpa suara pada Jessica. Jessica segera menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau diminta menunggu lagi.


Jessica menyambar bibir Andre secara tiba-tiba untuk menghentikan kesibukan Andre dengan ponselnya. Jessica mencium Andre dengan ganas dan Agresif. Andre segera mematikan sambungan teleponnya dengan Fabian. Dia menjatuhkan ponselnya begitu saja kemudian membalas ciuman istri agresifnya itu.


Jessica melepaskan ciuman Andre kemudian menekuk wajah cantiknya dihadapan suaminya itu.


"Aku lapar mau makan... Temani aku makan dulu Kak... Sebelum kamu memakan ku🤣. Main kuda-kudaan-kan butuh tenaga. Aku harus isi tangki perutku ini yang sudah kosong." ucap Jessica manja sembari mengelus perutnya yang lapar.


"Oke sayang... Ayo aku temani kamu makan di ruang makan." sahut Andre kemudian mencium kilat bibir Jessica yang masih manyun itu.


"Gendong!!" pinta Jessica dengan suaranya yang manja. Andre tersenyum dengan tingkah istrinya yang manja. Ia pun dengan senang hati menggedong Jessica hingga ke ruang makan.


Andre menemani Jessica memakan makanannya. Jessica terlihat begitu lahap memakan makanan dihadapannya. Ia benar-benar terlihat begitu lapar. Andre tersenyum memandangi istrinya yang tengah menghabiskan makan siang yang terlambat itu dengan lahap sembari mengirim pesan kepada Jimmy perihal keinginan Fabian rujuk dengan Margaret kakak sepupu Jimmy.


Andre membersihkan mulut Jessica yang kotor dengan sehelai tisu yang diambilnya diatas meja makan.


"Kamu seperti anak kecil yang selalu menyisakan makanan di sudut bibir hemmm." ucap Andre ketika membersihkan sudut bibir Jessica.


Jessica menanggapi ucapan Andre hanya dengan senyum cengengesannya.


"Kok perginya lama si kak?" tanya Jessica pada Andre suaminya.


"Lama?? Aku hanya pergi 2 jam kamu bilang lama sayang... Aishhh kamu ini." sahut Andre.


"Kalau cepet itu 2 menit bukan 2 jam kak." sahut Jessica sembari membuka buah pisang untuk ia mencuci mulut.


"Aku bukan Om Jin sayang, yang bisa pergi dan datang dengan cepat. Bagiku 2 jam itu sangat cepat untukku menjamu tamu penting di sebuah event pameran."


"Ya..ya..ya... Lain kali lebih cepat lagi ya karena bagiku 2 jam menunggumu itu begitu lama sekali seperti 2 tahun saja." ucap Jessica sembari memasukan pisang kedalam mulutnya namun ia tak menggigitnya melainkan mengemutnya.

__ADS_1


"Jessica...." panggil Andre karena Jessica terus mengulang -ulang memasukan pisang dan mengemutnya sembari menatap wajah Andre penuh arti.


"Apa kak?" sahut Jessica dengan santainya tanpa merasa berdosa.


"Makan pisangmu dengan benar!" pinta Andre pada istrinya yang tengah menggodanya itu.


"Aku sedang merasakan pisang ini begitu manis jika di **** seperti ini. Apalagi kalau pisang ini bisa bicara dia akan mengeluarkan suara-suara merdu saat aku **** seperti ini kak." sahut Jessica yang menggoda Andre.


Jessica dengan tingkahnya berusaha mengingatkan Andre dengan suara desahannya saat mengajari Jessica melakukan 0r@L pada juniornya. Jessica terus saja memaju mundurkan pisang kedalam mulutnya terus menggoda suaminya yang tengah menatapnya.


"Jessica... Gigit dan kunyah pisangmu itu dengan benar!" pinta Andre lagi.


Andre sudah merasa linu melihat tingkah Jessica karena apa yang dilakukan Jessica tanpa sadar sudah membuat sesuatu dibawah sana menegang.


"Kalau aku gigit nanti Kak Andre akan menjerit😁😂🤣." ucap Jessica sembari menjulurkan lidahnya ke ujung pisang yang ia pegang.


Karena sudah tidak tahan terus digoda istrinya. Andre segera bangkit dari kursinya mendekati Jessica dan menggendong tubuh Jessica untuk dibawa kekamar pribadinya.


Jessica tertawa begitu senang karena Andre akhirnya tergoda dengan apa yang dia lakukan.


"Kamu tergoda ya kak?" tanya Jessica dalam gendongan Andre.


"Jelas aku tergoda dengan tingkahmu tadi. Kamu harus bertanggung jawab melakukan hal yang sama dengan junior ku seperti yang baru saja kamu lakukan dengan pisang itu." pinta Andre kemudian mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


Melihat kedipan mata genit Andre membuat Jessica gemas dengan suaminya. Ia mencium bibir Andre yang tengah menggendongnya. Andre menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada di atas dengan begitu hati-hati.


Sore itu pasang pengantin baru lagi-lagi melakukan bercocok tanam hingga berkali-kali sampai membuat tubuh mereka kelelahan dan tertidur dengan lelap hingga mereka melawatkan jam makan malam mereka.


*


*


*


Hotel


Kini Jimmy sudah berada di muka pintu kamar hotel Margaret. Ia menekan tombol bel yang berada di pintu kamar Margaret. Baby Sister yang sudah siuman membukakan pintu kamar hotel.


"Tuan Jimmy." panggil Baby Sister yang bernama Nayna itu.


"Margaret ada Nay?" tanya Jimmy yang masih berada di muka pintu.


"Ada Tuan, silahkan masuk!" sahut Nayna sang Baby Sister.


Jimmy masuk kedalam kamar Margaret dilihatnya Margaret dan Fabian tengah tertidur diatas ranjang memeluk putranya yang bernama Kenzo.


"Ambil Kenzo Nay!" perintah Jimmy pada Nayna.

__ADS_1


Nayna segera mengambil Kenzo yang tengah tertidur dalam pelukan kedua orang tuanya.


"Bawa Kenzo keluar bersama orang-orang ku dan jangan kembali sebelum aku menyuruhmu kembali." perintah Jimmy tanpa memandang wajah Nayna.


Nayna segera menuruti perintah Jimmy karena dia sangat tau Tuan Jimmy adik sepupu majikannya itu sangatlah kejam dan menakutkan.


Setelah memastikan Nayna dan Kenzo keluar dari kamar. Jimmy duduk di salah sofa yang menghadap ke ranjang. Ia menyalakan sebatang rokok miliknya. Ia menyesap dalam batang rokok itu dan menghembuskan kepulan asap dengan kasar.


Jimmy berusaha meredam emosinya melihat Fabian yang masih tertidur diatas ranjang bersama Margaret. Ia kecewa dengan Margaret yang dengan mudahnya mau menerima Fabian yang sudah menyakitinya begitu dalam.


Jimmy juga tahu Fabian tengah mengalami patah hati karena di tinggal oleh Jessica begitu saja. Ia khawatir Margaret hanya akan dijadikan pelariannya saja dan kembali tersakiti oleh Fabian ataupun keluarganya.


Sedangkan Fabian, ia baru saja merasakan bisa tidur dengan tenang dan nyaman semenjak kepergian Jessica. Selama 10 menit Jimmy menghabiskan waktunya untuk merokok sembari menunggu kedua manusia dihadapannya untuk bangun. Namun tak satupun dari mereka ada yang bangun. Hingga akhirnya Jimmy kehabisan kesabaran.


Jimmy mematikan rokoknya, Ia berjalan menghampiri ranjang tidur mereka. Jimmy menarik kasar kerah baju Fabian yang tengah tertidur.


"Bangun kau ber3ngsek...!" pekik Jimmy saat menarik kerah baju Fabian.


Fabian dan Margaret pun akhirnya terbangun membuka matanya dan terkejut dengan kehadiran Jimmy. Di tambah lagi mereka menyadari Kenzo putra mereka sudah tidak ada diantara mereka.


Jimmy terus menarik kerah baju Fabian menbawa Fabian menjauhi ranjang tidur Margaret. Kedua tangan Fabian terus memegangi kedua tangan Jimmy yang menarik kerah bajunya dengan kasar.


"Lepaskan aku Tuan Jimmy." pinta Fabian pada Jimmy tapi Jimmy mengabaikannya.


"Jim lepaskan dia!" pekik Margaret meminta Jimmy melepaskan cengkaraman tangannya di kerah baju Fabian.


Jimmy melepas cengkramannya begitu saja kemudian menepuk-nepukkan tangannya seakan membersihkan tangannya dari debu.


"Jim..." panggil Margaret karena melihat tingkah adik sepupunya seperti sedang menghina Fabian.


"Apa Kak?" sahut Jimmy.


"Jangan seperti itu!" pinta Margaret yang tengah berdiri diantara mereka.


Jimmy kembali duduk di sofa tempat dimana tadi ia duduk. Ia kembali menyalakan sebatang rokok di tangannya.


"Apa kau ingin rujuk dengan pria br3ngs3k ini?" tanya Jimmy pada Margaret sembari menyesap rokok ditangannya.


"Iya Jim, aku ingin kembali padanya, aku kembali demi anak-anak ku. Aku ingin berkumpul kembali dengan kedua anak kembar ku Jim." Margaret menjawab diselengi isak tangisnya.


"Kau bisa hidup bersama mereka tanpa harus kembali dengan pria br3ngs3k ini Kak." sahut Jimmy.


"Anak-anak ku juga membutuhkan sosoknya Jim." sahut Margaret.


"Baiklah kalau itu keputusanmu Kak, tapi ingat jika dia dan keluarganya lagi-lagi menyakitimu jangan halangi aku untuk menghabisi nyawanya." ucap Jimmy sembari menatap tajam wajah Fabian yang tengah berdiri menatapnya.


"Bersiap-siaplah aku akan membawa mu ketempat yang kalian mau. Aku tunggu kalian dalam waktu 10 menit jika lewat dari waktu yang aku tentukan jangan harap kalian bisa rujuk dan bertemu dengan Kenzo putra kalian." ancam Jimmy kepada Margaret dan Fabian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2