Cinta Jessika

Cinta Jessika
Margaret meminta pertolongan Jimmy


__ADS_3

Satu jam sebelum kedatangan Leon ke Unit apartemen Jimmy. Seorang dokter memeriksakan kondisi Endah yang terlihat masih pingsan sejak dari bandara.


Seorang dokter yang datang memenuhi panggilan Jimmy nampak terkejut melihat Endah, wanita yang dikenalnya sebagai Ratu drama berada di unit apartemen asisten sang pemilik Rumah Sakit.


" Kenapa Ratu drama ini bisa berada di sini apa si ratu drama ini memiliki hubungan dekat dengan asisten Jimmy?" Gumam Dokter Abbas di dalam hatinya.


Dokter Abbas sangat mengenal Endah karena Endah sering dibawa ke rumah sakit dimana dia bekerja, beberapa kesempatan Dokter Abbas pernah menangani Endah. Endah seringkali berpura-pura sakit ataupun pingsan agar mendapat perhatian kedua orang tua angkatnya. Endah sering kali mengedipkan mata mengajak semua dokter yang pernah memeriksanya untuk ikut dalam permainan dramanya. Anehnya hampir semua dokter yang pernah memeriksa Endah selalu menyetujui apa yang Endah inginkan.


" Tolong periksa kekasih saya dok! Dia pingsan sejak dari bandara tadi hingga sekarang belum sadar juga. Saya sangat khawatir dengan kondisinya tolong periksa dia dengan detail ya Dok?!" Pinta Jimmy dengan kecemasannya.


" Baik Tuan Jimmy, Saya akan memeriksa nona ini dengan detail sesuai dengan permintaan anda," ucapkan dokter menerima permintaan Jimmy.


Jimmy menyingkir sejenak dari Endah. Jimmy memberi sedikit ruang untuk dokter Abbas memeriksakan Endah. Dengan stetoskopnya dokter Abbas memeriksa Endah. Saat jarak mereka sedekat ini. Dokter Abbas dengan kepala yang tertunduk namun matanya melirik ke kanan dan ke kiri untuk melihat keberada posisi Jimmy yang tengah berdiri ada di mana. Setelah mengetahui keberadaan Jimmy cukup jauh dari mereka berdua, Dokter Abbas pun mulai menegur Endah dengan suara yang begitu sangat pelan namun masih dapat didengar oleh Endah.


"Hai, ratu drama apa kamu sedang melancarkan aksi mu? Beri aku kode seperti biasanya agar aku dapat membantu mu!" Ucap Dokter Abbas.


Mendengar ucapan Dokter Abbas, Endah pun menjawab dengan mengedipkan sebelah matanya dengan cepat. Kemudian membuka sedikit matanya untuk melihat kondisi sekitar ruangan.


Dokter Abbas melihat apa yang dilakukan oleh Endah, bagaimana tidak walaupun matanya terpejam tapi gerak bola matanya begitu nampak terlihat ke kanan dan ke kiri. Ia yang sedang memindai kondisi ruangan agar aksinya tetap berjalan sesuai keinginannya, setelah selesai memindai ia kembali berpura-pura pingsan kembali dengan mata yang terpejam dan bola mata yang tenang. Dokter Abbas rasanya ingin tertawa menertawakan apa yang sedang dilakukan oleh Endah itu.


" Dasar Ratu drama, seharusnya kau ini menjadi artis terkenal karena kau pandai sekali berpura-pura," umpat Dokter Abbas dengan suara yang begitu pelan.


Dokter Abbas pun menyudahi pemeriksaannya ia mengatakan pada Jimmy bahwa Endah baik-baik saja, Ia hanya tengah tertidur karena kelelahan, mungkin satu atau dua jam lagi dia akan terbangun. Namun dokter Abbas menyarankan Jika dalam waktu 1 sampai 2 jam Endah tidak bangun ia meminta Jimmy untuk membawa Endah ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut.


Setelah memberitahukan kondisi Endah, Dokter Abas pun berpamitan untuk kembali ke rumah sakit menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter.


Kini Jimmy Tengah duduk di tepi ranjang yang ditempati oleh Endah dia menatap dalam wajah sang kekasih.


"Kau adalah wanita yang kini aku sangat cintai, Endah. Kehadiranmu dalam hidupku telah memberi warna tersendiri. Aku tak mau berpisah denganmu tapi aku harus sadar dan menyingkir dari kehidupanmu, kenyataan yang begitu pahit bagiku mengetahui Kau adalah salah satu cucu dari Tuan besar Abraham. Itu menandakan kau dan aku bagaikan langit dan bumi. Kau hanya bisa aku cintai tapi aku tak akan bisa memilikimu karena kita berbeda." Ucap Jimmy yang begitu lirih.


Ia menggenggam tangan Endah kemudian terus menyiumi tangan Endah itu dan juga terus berkata, "aku mencintai mu, Endah. Aku sangat mencintaimu."


"Jika saatnya tiba nanti. Tolong maafkan aku yang akan berubah. Maafkan aku yang terpaksa harus meninggalkanmu, aku meninggalkanmu bukan karena aku tak mencintaimu, aku hanya tak ingin sakit hati menerima penolakan diriku oleh keluarga besarmu. Aku ini hanya butiran debu bagi mereka. Maaf jika aku terlihat pengecut, seakan tak mau memperjuangkan cinta kita. Tapi aku bisa apa berhadapan dengan orang-orang besar seperti mereka, aku hanya perlu cukup tau diri sayang." Ucap Jimmy dengan tatapan yang sendu. Air mata sudah menggenang di kelopak matanya. Hati Endah yang mendengarnya begitu terenyuh.

__ADS_1


"Kanebo keringku, kenapa kamu begitu rapuh seperti ini hah? Dibalik tubuh proporsionalmu, ada hati yang rapuh seperti ini,sungguh tidak pantas. Lagi pula siapapun orangnya tak boleh ada yang ikut campur tentang masalah cinta kita. Jika ada yang berusaha memisahkan kita dia akan berhadapan dengan ku, jangan panggil aku Endah jika tidak bisa memperjuangkan cinta kita." Batin Endah menjawab kata-kata Jimmy barusan.


"Jim..." tiba-tiba suara lirih seorang wanita memanggil Jimmy dari arah belakang. Jimmy pun membalikkan badan melihat siapa yang memanggilnya.


"Kak Maragaret..." Jimmy menyebut nama Margaret saat mendapati Margaret berdiri di depan pintu.


Margaret yang di panggil segera berlari berhamburan memeluk Jimmy. Apa yang dilakukan Margaret pada Jimmy terus diperhatikan oleh Endah yang tengah berpura-pura tertidur itu. Margaret terus saja menangis dalam pelukan Jimmy.


"Kak, kenapa kau menangis?" Tanya Jimmy dengan penuh ke khawatiran.


"Kenzo Jim... Kenzo..." Margaret menyebut nama anak bungsunya.


"Ya ada apa dengan Kenzo Kak?" Tanya Jimmy dengan rasa cemas dan bercamput penasaran.


"Kenzo di culik oleh Rania sejak kemarin," jawab Margaret dengan isak tangisnya.


"Apa bagaimana bisa terjadi? Kenapa kau bisa selalai ini kak?" tanya Jimmy yang begitu terkejut.


"Margaret, Rania seperti nama-nama perempuan yang dekat dengan Om Duda yang pernah di ceritakan Anna." Gumam Endah dalam hatinya.


"Tuhkan bener nama Om Duda di sebut-sebut sama mereka berdua. Tapi ngomong-ngomong kenapa si Om Duda di rawat ya? Si Om Duda sakit apa kira-kira ya? Apa karena patah hati sama si Njess? Lalu apa hubungan nya laki gue sama si Tante Bahenol ini ya? Kenapa juga sih laki gue manggil dia Kakak? Jangan bilang dia itu kakak ketemu gedenya laki gue, secara laki gue itu anak pertama, patinya gak punya kakak, sekalipun punya kakak ya kakak sepupu atau kakak-kakak-an ketemu gede. Wah-wah...gak bisa di biarin nih, secepatnya kudu gue tanya sama ade ipar sengke gue nih, jangan sampe gue ditukung sama tante bahenol ini!"Endah bermonolog dalam batinnya.


" Apa kau sudah melaporkan masalah ini ke kantor polisi Kak Margaret?" Tanya Jimmy yang menatap Margaret dengan rasa penuh kecewa karena kelalaiannya.


"Belum Jim, aku tak melaporkannya ke kantor polisi karena Rania mengancamku jika aku melaporkan kejadian ini ke polisi dia akan membunuh Kenzo." Jawab Margaret dengan tangisnya yang tak kunjung berhenti.


"Apa yang ingin Rania mau dari dirimu Kak, sehingga dia menculik Kenzo,putramu?" Tanya Jimmy.


"Dia ingin aku meninggalkan Fabian dan juga mencabut laporanku mengenai kejadian penusukan Fabian yang dilakukan olehnya." Jawab Margareth.


"Hah.. si Om Duda di tusuk sama Rania si sundel bolong!! Kok bisa?? Gila nekat banget si cewek bar-bar. Kok si sundel bolong minta si tante bahenol ninggalin dia sih, emangnya apa hubungan si tante bahenol sama si Om duda, apa meraka udah balikan? Kalau si Om Duda udah balikan sama si tante bahenol fix banget nih Om Duda gak punya pendirian, " Endah terkejut mendengarnya.


"Sudah jangan menangis lagi Kak, serahkan semuanya pada ku, aku pastikan sebelum jam makan malam kau sudah bisa mengendong Kenzo kembali." Ucap Jimmy menenangkan Margareth.

__ADS_1


"Ishhh mau ngapain laki gue ini, mau jadi superhero dia,,, Babang Jimmy nih gimana sih, tadi bilang cinta sama Dede Endah tapi sekarang perhatian bgt sama si tante bahenol ini, emang dasar laki-laki, omongannya kaya angin gak bisa dipegang," ucap Endah di dalam hatinya yang merasakan cemburu.


Jimmy bangkit dari posisi duduknya, Ia terlihat mengambil ponsel yang berada di saku celananya kemudian menghubungi seseorang, ia berbicara dengan suara yang pelannya nyaris tak terdengar oleh Endah maupun Margaret. Kalimat yang terdengar oleh Margareth dan Endah hanya kalimat penakanannya saja.


"Cari dia sampai dapat, aku beri kalian waktu 1 jam dari sekarang! Jangan lakukan apapun sebelum aku perintahkan! Karena nyawa keponakanku jadi taruhannya. " Ucap Jimmy sebelum mengakhiri panggilannya.


"Keponakan???" Endah Membeo dalam diam.


"Kak, aku titip kekasihku pada mu, jika dia sudah bangun kau boleh meninggalkannya, jika ia bertanya pada mu tentang keberadaanku, bilang saja aku sedang ingin menjemput Kenzo anakmu di suatu tempat yang jauh. Katakan juga padanya, aku akan kembali sebelum jam makan malam," pamit Jimmy sebelum beranjak pergi.


"Aku mendengarnya Babang Jimmy, kau mau menjemput anak tante bahenol ini dimana coba? Kamukan bukan cenayang yang tau segala hal, dan bukan Dora yang bisa bertanya katakan peta... katakan peta lalu tau arah tujuanmu."batin Endah lagi.


Dengan membuka sedikit matanya Endah mengintip tubuh Jimmy yang perlahan pergi meninggalkannya. Setelah memastikan Jimmy sudah tidak ada di kamar, Margareth yang beranjak bangun dari posisi duduknya, tangannya di cengkram kuat oleh Endah dan di tarik kuat hingga membuat posisi Margareth kembali duduk.


Margareth terkejut mendapat perlakuan mengejutkan dari Endah. Endah yang sudah membuka mata dan merubah posisi berbaringnya menjadi duduk, memberi tatapan mematikan kepada Margareth hingga membuat Margareth sulit menelan slavinanya.


"Kau siapanya Babang Jimmy ku Hah? Jangan coba-coba menikung ku, Aku ini bukan wanita yang lemah. Jika kau berani menikung diriku, aku pastikan hidupmu akan ku buat menderita." Ucap Endah dengan tatapan tajam.


Margareth yang mendapat ancaman dari Endah hanya bisa tersenyum menatap wajah Endah.


" Kenapa kau senyum-senyum seperti itu? Berhentilah tersenyum seperti itu! Aku sungguh tak menyukainya, apa ada yang lucu dari ucapanku barusan padamu? Senyummu itu seperti senyuman tante-tante girang yang mencari om-om senang." Ucap Endah yang makin membuat Margaret tersenyum lebar.


"Hai tante bahenol Sudah kubilang kau jangan tersenyum! Memang apa yang lucu?"


"Kamu begitu lucu, pantas adikku menyukai mu, selain galak kamu itu lucu,"


" Jangan bilang Babang Jimmy ku itu adikmu!Aku sangat tahu betul Babang Jimmy ku itu anak pertama. Dia tidak punya seorang kakak. Apa kau dan Babang Jimmyku adik kakak ketemu gede? Kakak - kakak-an dan ade-adean?"


" Hehehe pertanyaanmu sunggung menggelikan. Aku ini kakak sepupunya, bukan kakak kandungnya. Ibu ku adalah Kakak dari Ayahnya babang Jimmy mu itu, apa kau sedang cemburu dengan ku?" jelas Margareth.


Deg!


Deg!

__ADS_1


Blush!


"Oh jadi kakak sepupu, maaf sudah berlaku kasar pada mu barusan, boleh tidak jangan memandai wajahku dulu, aku sedang malu," ucap Endah sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya namun mengintip dari sela-sela jarinya persis seperti anak kecil.


__ADS_2