Cinta Jessika

Cinta Jessika
Pentas Seni 3 ( Penampilan Diego)


__ADS_3

Diego melihat Jessica begitu acuh berjalan melewati dirinya, Ada rasa perih dihati Diego ketika Jessica bersikap seperti itu padanya.


" Maafkan aku Jessica ku sayang, sungguh aku menyesal tidak dapat mengendalikan hawa nafsuku saat itu, mungkin kau akan lebih kecewa lagi jika aku menceritakan sejujurnya bahwa kakakmu-lah yang selalu menggodaku, setiap kali ada kesempatan. Bodohnya aku tergoda padanya malam itu hingga membuatku kehilangan dirimu, dan kini aku akan tetap berjuang untuk membawamu kembali dalam pelukkanku meski kamu akan terus menolakku, penolakanmu tak akan menyurutkan semangatku untuk mendapatkan dirimu lagi." batin Diego.


Di atas panggung Diego mengambil sebuah gitar dan duduk di Bar Stool. Ia duduk menghadap penonton, salah satu Crew memasangkan Standing Mic dihadapan Diego, Diego menyapa penonton dengan memberikan senyuman yang mempesona sebelum ia mulai bernyanyi. Mahasiswi yang melihat senyum Diego langsung berteriak histeris memanggil- manggil nama pangeran kampus mereka.


"Diego... Diego aku pada mu..." teriak salah satu mahasiswi.


"Diego ganteng banget sih kamu."teriak salah satu mahasiswi lagi.


"Diego cintaku semangat sayang, aku disini." teriak mahasiswi yang lain. Dan masih banyak teriakan histeris dari mahasiswi lain yang memuja ke tampanan Diego. Para Mahasiswi sudah tidak sabar sejak tadi menunggu pujaan hatinya itu tampil. Diego hanya menanggapi teriakan Fansnya dengan senyuman.


Diego mulai memetik gitarnya, ia mulai bernyanyi lagu berjudul Mesin Waktu yang di ciptakan dan di populerkan oleh Budi Doremi. Lagu ini sangat mewakili suasana hatinya yang sedang galau dan lagu ini juga sekaligus sebagai balasan lagu yang Jessica nyanyikan barusan.


Jika sebelumnya Jessica menyanyikan lagu Tutur Batin yang di ciptakan dan dipopulerkan oleh Yura Yunita untuk mewakili perasaannya yang mengakui dirinya tak merasa kalah dan lebih mencintai dirinya sendiri, dalam lagu ini Jessica juga mengakui dirinya memang tak sempurna namun dibalik ke tak sempurnaanya dia merasa dirinya lebih baik daripada wanita lain yang pernah singgah di hidup Diego dan Jessica juga sudah merelakan Diego pergi dari hidupnya, maka sebaliknya Diego menyanyikan lagu Mesin waktu untuk mengakui kekalahannya dalam cintanya bersama Jessica dan berharap masih bisa merubah takdir cinta mereka untuk bersatu kembali.


Author harap kalian baca bab ini sambil dengerin lagunya yah 😊 ya biar bisa sama-sama meresapi perasaan Diego saat menyanyikan lagu ini.


Baru saja Diego menyanyikan sebait lagu, Para penonton sudah terbawa suasana hati Diego yang menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan dan air mata penyesalan yang menetes di wajah tampannya.


Sebagian teman Diego meneriakkan nama Jessica dan kemudian diikuti oleh yang lain sehingga teriakan memanggil nama Jessica semakin ramai. Melihat itu Endah mengajak Ana ke backstage untuk menemui Jessica disana. Terlihat beberapa petugas keamanan bersiaga mendengar teriakan mahasiswa.


" Jessica ....Jessica ....Jessica.... mana nih Jessica?" teriak teman-teman Diego seakan memprovokatori mahasiswa yang lain.


Endah dan Anna menghampiri Jessica di backstage.


" Jes, lo nggak denger anak-anak panggil nama lu tuh didepan panggung?" tanya Endah.


"Denger" jawab Jessica singkat.


"Terus?" tanya Endah.


"Gak tau." jawab Jessica singkat seakan tak perduli.


" Ya naik panggung lah pinter, lo mau ya panggung ini ancur di rusuhin sama temen-temen Diego, di depan mereka semua udah jadi kayak provokator." ujar Endah kesal.

__ADS_1


Endah pun akhirnya menarik paksa tubuh Jessica hingga menaiki panggung, Endah membawa Jessica mendekati Diego yang sedang bernyanyi dengan gitarnya. Kedatangan Jessica membuat Diego bernyanyi sambil menatap sendu Jessica.


Dengan kedatangan Jessica ke atas panggung, membuat Andre yang berada di kursi penonton menahan amarahnya. Andre menahan amarahnya dengan diam namun kedua tangannya sudah mengepal sempurna. Jimmy yang melihat Andre seperti itu sudah merasa khawatir.


"Tuan, Apa Anda baik-baik saja?" tanya Jimmy namun Andre tak bergeming, Andre hanya diam, Jimmy tidak bisa menerka-nerka bagaimana kondisi Andre, Ia tidak dapat melihat tatapan mata Andre yang sedang menatap tajam Jessica dan Diego, dari balik kaca mata hitam yang Andre kenakan.


" Pasti akan ada keributan setelah ini." batin Jimmy.


" Tahan emosi Anda tuan!" pinta Jimmy namun Andre tetap diam dan makin mengepalkan kedua tangannya, untuk meredam amarahnya ia memukul-mukul pahanya sendiri dengan kencang.


Jessica melihat Diego bernyanyi dengan tetesan air mata seperti dirinya tadi, Diego bernyanyi dari lubuk hatinya terdalam hingga membuat hati Jessica terketuk. Ada rasa iba dan juga sama-sama merasakan sakitnya perpisahan. Walau bagaimanapun Diego pernah mengukir hari-hari indah bersama Jessica, Jessica mulai mengingat-ingat hari indah bersama Diego, begitu bahagia dan beruntungnya dia saat itu, dicintai oleh seorang pangeran kampus.


Ingatan akan kebahagiaan itu sirna ketika ia mulai mengingat bagaimana Diego menghianatinya sehingga membuatnya kecewa dan sakit hati. Seketika itu pula Jessica meneteskan air matanya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Jessica pun ingin turun dari panggung namun ditahan oleh Endah.


Diego melihat Jessica yang menangis, Ingin rasanya Dia memeluk Jessica namun Diego berusaha untuk terus menyanyikan lagunya hingga selesai.


Banyak penonton yang hanyut terbawa suasana mereka di atas panggung, termasuk Jimmy asisten Andre. Sampai ia tanpa sadar melupakan keberadaan Andre di sampingnya. Ketika ia sadar ia melihat kursi di sampingnya sudah kosong, Andre sudah tidak ada.


"Kemana dia?" tanya Jimmy pada dirinya sendiri.


Di panggung FOH, Fabian memandang mereka dengan perasaan penuh rasa cemburu lagi-lagi Fabian memukul meja di FOH, membuat tim yang berada di sana terkejut.


" Cemburu dia Bro." jawab anggota tim yang lain.


" Panasin Bro biar makin seru, fokusin kamera ke mereka berdua Bro!" ujar anggota tim yang lain meminta cameramen mengarahkan kamera fokus ke arah Jessica dan juga Diego. Kemudian tim multimedia menampilkan mereka di layar LCD projector yang berada di samping kiri dan kanan panggung. Membuat penonton makin terbawa suasana karena jelas melihat kondisi mereka di atas panggung.


Diego akhirnya dapat menyelesaikan lagunya dengan sempurna, dia meletakkan gitarnya lalu pergi mendekati Jessica. Dia langsung memeluk Jessica. Jessica berusaha menolak dan memberontak, namun tenaga Diego lebih besar daripadanya.


" Maafkan Aku.... Tolong maafkan aku yang telah menyakiti mu... Tolong kembalilah padaku, Aku sangat mencintaimu" bisik Diego di telinga Jessica.


"Brukk" suara Diego terjatuh tersungkur di panggung, tubuhnya yang sedang memeluk Jessica ditarik paksa oleh Andre.


Diego juga mendapat bogem mentah dari Andre.


" Ku peringatan kau, jauhi dia atau kau dan keluargamu akan terima akibatnya!!" ancaman Andre.

__ADS_1


Diego memegang ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan Andre, Diego hanya bisa diam mendengar ancaman Andre. Diego juga tidak mengetahui siapa orang yang memukulnya itu dan berani mengancam dirinya dan keluarganya jika mendekati Jessica. Beberapa Crew Fabian naik ke atas panggung membantu Diego bangun.


Andre menarik tangan Jessica yang masih terkesima dengan apa yang telah terjadi di hadapannya. Seorang pria tak di kenal memukuli mantan kekasihnya di atas panggung.


Mahasiswa yang tadinya sedang tertegun terbawa suasana Jessica dan Diego kemudian ricuh menyaksikan pemukulan Diego di atas panggung. Mereka tidak terima dengan apa yang dilakukan Andre kepada Diego. Banyak petugas keamanan diturunkan untuk menghalau mereka agar kembali tertib. Beberapa dewan dosen dan juga para tamu mulai berdesak-desus membicarakan hubungan Jessica dan juga Andre, Andre yang notabennya adalah anak pemilik universitas melakukan kekeras di lingkungan kampus miliknya sendiri karena seorang wanita biasa.


Andre membawa Jessica ke backstage, langkah mereka diikuti oleh Anna dan juga Endah. Ana yang mengetahui bahwa itu adalah kakak sepupunya sudah mulai dihantui rasa takut.


Andre melepaskan genggaman tangannya dengan kasar, seakan melempar Jessica ke samping Ana.


" Bawa dia pergi!! Kau membuatku kecewa Anastasia." ujar Andre dengan nada marah dan menatap tajam Anna yang berdiri di belakangnya.


" Maafin aku Kak, tadi aku hanya diajak Endah." ujar Anna yang berusaha menghampiri Andre dengan rasa takut melihat Kakak sepupunya itu dalam kondisi yang begitu marah.


"Apa? Kakak?" Jessica terkejut mengetahui orang yang ada dihadapannya adalah kakak sepupu Anna sahabatnya, Jessica dapat mengenali Andre walau dari suaranya saja. Orang yang ia cari keberadaannya tadi.


Andre kemudian menatap Jessica masih dengan tatapan mengintimidasi.


" Sudah kukatakan jangan melakukan sentuhan apapun pada orang lain Jessica Nurlita Sari." sentak Andre, untuk pertama kalinya Andre membentak Jessica.


Jessica yang mendapat bentakan dari Andre langsung menangis, hatinya yang sedang tidak baik-baik saja membuat ia menjadi sensitif dan mudah menangis.


Andre melihat Jessica menangis akibat perkataannya tadi, membuatnya merasa bersalah, ia membuang pandangannya dengan kasar dan menghela nafasnya kemudian Ia menghampiri Jessica dan membawa Jessica dalam pelukannya.


" Maafkan aku ...Maafkan aku yang sudah membentakmu, aku sungguh tidak sengaja, aku sangat terbakar api cemburu, Maafkan aku...Aku memang salah telah membentakmu tadi, tapi ku mohon jangan ulangi lagi hal seperti ini, Berhentilah menangis sayang! " ucap Andre penuh penyesalan.


Jessica yang menangis di dalam pelukan Andre hanya menganggukan kepalanya. Ketika tangis Jessica mulai reda. Andre melepaskan pelukannya.


" Bawa dia pulang Ann!" perintah Andre pada Anna.


" Baik kak." jawab Anna menurut perintah Kakak sepupunya tersebut.


Anna menggandeng Jessica, membawa Jessica pergi meninggalkan backstage, langkah mereka diikuti oleh Endah dari belakang. Saat ini Endah di buat diam dengan apa yang dia saksikan tadi. Mulutnya yang ramai tiba-tiba diam membisu tanpa satu katapun keluar dari mulutnya. Endah juga diliputi rasa bersalah, karena dialah semua ini terjadi.


bersambung

__ADS_1


Apa yang terjadi ya jika Andre Fabian dan Diego bertemu di Backstage?


Bagi yang penasaran... tunggu Episode selanjutnya ya..


__ADS_2