
Di sebuah Ballroom di hotel mewah berbintang 5 dan megah yang sudah di setting sedemikian rupa untuk melakukan konfrensi pers. Sudah berkumpul para wartawan yang telah di undang secara langsung oleh Abraham Adijaya dari seluruh wartawan dari media cetak, online dan wartawan dari media penyiaran baik televisi maupun radio dalam negri maupun luar negri.
Mereka semua hadir untuk meliput berita yang akan di sampaikan oleh Abraham mengenai pewaris tunggal kerajaan bisnis miliknya itu.
Leon berjalan menggandeng dua wanita beda generasi di samping kanan dan kirinya. Ia menggandeng mesra dua wanita yang begitu berharga dalam hidupnya itu. Lestari dan Anna nampak begitu bahagia dan bangga di perlakuan Leon seperti ini. Ketiganya sama-sama menebar senyum saat berjalan bersama.
Begitu pula dengan Dewi dan Abraham, Abraham yang biasa tak ramah dan bersikap dingin pada wartawan kini tampil begitu ramah dan bersahabat dengan para rekan wartawan media itu. Senyum terus saja terukir di wajah tua yang masih terlihat tampan dan berwibawa.
Senyum itu terukir di wajah Abraham bukan karena tanpa alasan, hari ini ia akan mengumumkan pada seluruh dunia jika dia memiliki cucu laki-laki satu-satunya yang akan menjadi pewaris kerajaan bisnis miliknya dan sekaligus memulai permainannya.
Berbeda dengan anggota keluarga yang lain yang tampil dengan senyum di wajah mereka, Adam tampil dengan aura dinginnya di tambah lagi wajahnya yang sengaja ia tekuk, sejak ia mengetahui Endah dan Jessica sengaja tidak di hadirkan di acara konferensi pers ini, padahal ia sangat mengharapkan kehadiran ke duanya yang akan mewarnai acara konferensi pers kali ini dengan ke absurd-an mereka.
Seorang MC pun mulai membuka acara konferensi pers. Tidak perlu berlama-lama setelah MC membuka acara dan Adam pun di persilahkan memberi sambutan, kemudian selanjutnya Abraham langsung saja berbicara pada intinya.
" Selamat siang rekan-rekan media sekalian terima kasih karena telah menyempatkan waktu untuk hadir di acara konferensi pers yang saya selenggarakan, langsung saja pada intinya. Saya mengundang Anda semua ke sini untuk membantu saya untuk memberitahukan kepada seluruh dunia, bahwa perusahaan Adi Jaya Group sudah memiliki pewaris tunggal, pewaris tunggal perusahaan Adi Jaya Group adalah Leonardo Adijaya cucu laki-laki saya satu-satunya, yang lahir dari pernikahan putra ke dua saya Nico dengan Lestari, wanita yang sangat di cintai putra saya." Ucap Abraham dengan tegas pada rekan media.
Terdengar kasak-kusuk di antara para wartawan yang membicarakan larinya Nico di hari pernikahannya dengan Melani demi Lestari.
"Leon berdirilah Nak, tunjukkan siapa dirimu sekarang!" Pinta Abraham pada Leon.
Leon segera berdiri dari posisi duduknya, ia menarik tangan Lestari dan juga Anna untuk ikut berdiri.
"Selamat Siang rekan wartawan semua, perkenalkan saya Leonardo Adijaya pewaris dari Adijaya Group, dan perkenalkan ini ibu saya, Ibu Lestari yang telah melahirkan dan membesarkan saya dengan penuh cinta dan kasih sayang sehingga saya bisa berdiri di hadapan Anda sekalian. Dalam kesempatan ini perkenalkan pula wanita yang berdiri di samping kiri saya ini, wanita ini adalah Anastasia putri ke dua dari Tuan Santoso. Anna adalah wanita ke dua yang terpenting dalam hidup saya setelah Ibu saya tentunya, karena dia adalah calon istri yang sangat saya cintai, dan dalam waktu dekat kami akan meresmikan hubungan kami ini."
__ADS_1
Tanpa pertanyaan seluruh rekan wartawan langsung mengambil gambar Leon dan Anna setelah mendengar mereka akan meresmikan hubungan mereka. Leon pun langsung merangkul tubuh kedua wanita yang berdiri di sampingnya.
Ternyata acara konferensi Pers yang di selengarakan Abraham di siarkan secara langsung di seluruh media televisi tanah air. Pernyataan Leon yang mengatakan Anna adalah calon istrinya dan akan segera meresmikan hubungan mereka membuat seorang wanita yang menyaksikan siaran langsung konferensi pers di televisi itu menjerit histeris setelah mengetahui siapa Leon sebenarnya. Ya, wanita itu tak lain adalah Kiara putri dari Tuan Dahlan.
Setelah Tuan Dahlan kena serangan Jantung karena bangkrut sesuai permintaan Leon pada waktu itu pada Andre dan akhirnya Tuan Dahlan menghembuskan nafas terakhirnya karena Andre yang tak terima Leon meluapkan amarahnya pada Jessica saat dia dan Fabian berkelahi waktu lalu.
Keesokan harinya setelah mengancam Leon pada malam harinya. Andre datang ke rumah sakit miliknya, tempat dimana Dahlan dirawat. Dengan menggunakan pakaian Dokter Andre masuk ke ruang rawat Dahlan. Saat itu kondisi Dahlan yang sudah terlihat membaik, namun ia kembali mendapat serangan jantung berujung koma setelah Andre memberitahukan siapa sebenarnya Leon dan menakuti Dahlan dengan apa yang akan terjadi pada dirinya jika Abraham tahu cucunya di perlakukan buruk olehnya selama ini.
Kini hidup Kiara menjadi begitu sengsara. Gadis cantik yang biasa bergelimang harta kini harus bekerja sebagai sales promosion girls di sebuah toko elektronik untuk menyambung hidupnya dan Ibunya.
Di tempatnya bekerjalah ia melihat siaran televisi yang menayangkan sang mantan kekasih memperkenalkan dirinya sebagai pewaris dengan di dampingi sosok pengganti dirinya di hati Leon. Pria yang ia campakkan karena keinginan kedua orang tuanya.
"Mas...teganya kamu mas...kenapa tidak sejak awal kamu katakan siapa dirimu sebenarnya, mungkin saat ini kita masih bersama." Ucap Kiara lirih dengan terduduk lemas di lantai toko.
"Aku masih mencintainya Nur, semudah itukah cintanya berpaling dari ku, Nur?" Tanya Kiara dengan isak tangisnya.
"Dia berpaling karena dia sudah lelah berjuang dengan mu, ingatlah perjuangan yang dia lakukan untukmu bukan waktu yang sebentar, dia cukup sabar selalu menerima hinaan dan cacian kedua orang tua mu Kia, sekarang biarkan dia bahagia dengan wanita pilihannya." Nurul memeluk tubuh Kiara, ia berusaha menguatkan sahabatnya.
"Tidak Nur, aku belum bisa ikhlas kehilangan dia. Mas Leon itu milik ku, hanya milik ku, tidak boleh ada yang memiliki dia selain aku." Kiara membantah semua ucapan Nurul.
"Kamu jangan seperti ini Kia, kamu akan sakit sendiri nantinya." Nurul terus berusaha mengingatkan sahabatnya itu. Namun sepertinya Kiara tetap teguh dengan pendiriannya. Dia ingin berusaha merebut Leon kembali.
Kembali ke tempat konferensi Pers, setelah Leon dan Anna menjadi pusat perhatian. Abraham kembali melanjutkan memberikan berita tentang bersatunya perusahaan Adijaya Group dengan Batara Group karena adanya sebuah ikatan pernikahan diantata Pewaris tunggal perusahaan Batara Group dengan salah satu cucu perempuannya.
__ADS_1
"Perhatian semua rekan media! Dan dengan ini pula saya mengumumkan bahwa perusahaan Adijaya Group sudah bersatu dengan perusahaan Batara Group setelah pernikahan pewaris tunggal Batara Group Andreansyah Brata Kusuma dengan salah satu cucu perempuan saya yang kini tengah mengandung buah cinta mereka." Ucap Abraham yang sengaja tidak memberitahukan siapa cucu perempuannya yang menikah dengan Andre.
Seluruh wartawan pun gencar memberikan pertanyaan pada Abraham tentang pengusaha muda nomor satu di negri ini. Namun tak satupun pertanyaan mereka Abraham jawab.
Adam yang sejak tadi hanya diam dan menyimak akhirnya angkat bicara.
"Rekan - rekan media sekalian, akan mengetahui siapa cucu Tuan Abraham yang sangat beruntung itu nanti, saat ulang tahun perusahaan Batara Group. Tuan Brata sendiri yang akan memperkenalkan menantu kesayangan istrinya itu." Ucap Adam yang menjadi penutup acara konferensi Pers ini. Setelah menyelesaikan ucapannya Adam meninggalkan podium terlebih dahulu lalu disusul dengan mereka yang juga meninggalkan kursi di podium mereka lalu berjalan keluar Ballroom. Para awak media terus menerus mengambil gambar mereka hingga bayangan mereka menghilang dari pandangan para awak media.
Setelah itu Mc segera meminta para awak Media itu untuk menyudahi liputan mereka dan mempersilahkan para rekan wartawan tersebut untuk menyantap hidangan spesial nan mewah yang disediakan Abraham khusus untuk mereka tentunya.
Cynthia dan Nico yang berada di Mall Grands Abraham di kota D tak sengaja menonton siaran langsung di layar LED besar di sebuah toko ponsel yang mereka kunjui. Mereka berdua menyaksikan dari awal sampai akhir konferensi Pers itu berlangsung.
Nico begitu terkejut melihat Leon menggandeng sahabat adiknya sebagai calon istrinya.
"Kemana Kiara, Leon? Apa kamu sudah berhenti memperjuangkan cinta mu pada gadi itu Nak? Kenapa bisa kamu menggandeng sahabat adik mu Nak? Kenapa Ayah sampai tak tahu apa-apa tentang diri mu Nak?" Nico bermonolog dalam hatinya.
"Aku merasa tertampar dengan apa yang Leon lakukan, kenapa aku merasa menjadi Ayah yang bodoh hah? Aku sampai tidak tahu apa-apa tentang putra ku, dia sudah mengakhiri perjuangan cintanya dengan kekasihnya Kiara pun aku tak tahu bahkan dia ingin menikahi sahabat putriku pun aku juga tak tahu. Aku benar-benar sudah melakukan kesalahan, pantas saja kamu sangat marah pada ku Nak, maafkan sikap Ayah selama ini Leon, yang seakan melupakan mu dan terlalu fokus pada kehamilan adikmu, Cynthia." Batin Nico sedih.
Lain dengan Nico yang bersedih, Cynthia terlihat senang dengan perkataan ambigu yang di ucapkan Abraham. Ia makin menguatkan niatnya dalam dirinya untuk merebut Andre dari Jessica. Ia akan menjadikan Andre sebagai Ayah dari bayi yang ia kandung dan berniat akan menyingkirkan bayi yang ada dalam kandungan Jessica secepatnya sebelum ulang tahun perusahaan Batara Group.
"Terima kasih Kakek ku sayang, kau memberiku peluang menjadi Nyonya Andreansyah Brata Kusuma. Sebelum publik mengetahui siapa istri Andre sebenarnya, aku akan menyingkir bayi dalam kandungan Jessica dan jika perlu Jessica pun akan aku singkirkan dari hidup Andre. Aku akan menggantikan posisi Jessica di hati dan hidup Andre." Ucap Cynthia dalam hatinya dengan seringai licik di wajahnya.
"Bersiaplah untuk kehilangan suami mu dan calon anak mu adikku yang malang." Ucapnya lagi di dalam hatinya dengan senyum yang mengembang di wajahnya, ia terlihat begitu senang hari ini, karena merasa mendapat kesempatan untuk mendapatkan kembali apa yang ia inginkan.
__ADS_1
"Jangan panggil aku Cynthia jika aku tak bisa merebut suami mu itu Jessica," ucapnya dengan suara yang begitu pelan.