
Malam hari di kota J.
Dengan menggunakan mobil tipe RV camper van, Jessica dan Andre melakukan perjalanan menuju Mansion Mereka yang berada di kota D. Setelah sebelumnya, Andre seperti biasa membiarkan Jessica tertidur kemudian memanggil seorang Dokter untuk memeriksa kondisi Jessica dan kandungannya sebelum melakukan perjalanan udara menuju kota kelahirannya itu.
Dokter spesialis Obgyn yang melakukan pemeriksaan kepada Jessica menyarankan Andre untuk tidak membawa istrinya itu ke kota D dengan menggunakan transportasi udara, karena biasanya, saat usia kehamilan masih berada di trimester pertama, ibu tidak dianjurkan untuk bepergian dengan menggunakan pesawat. Dikhawatirkan, saat pesawat take off atau landing, akan ada guncangan yang dapat menyebabkan kontraksi pada rahim dan kemungkinan yang paling parah dapat mengalami keguguran.
Andre yang tak mau mengambil resiko segera mengambil keputusan untuk menggunakan jalur darat meski memakan waktu lama untuk sampai ke kota D.
Ia membiarkan Ibu mertua, Leon, sepupunya Anna, Endah dan Assisten pribadinya Jimmy untuk berangkat terlebih dahulu menggunakan pesawat Jet milik keluarganya.
Awalnya mereka semua bersikukuh akan menemani perjalanan Andre dan Jessica menggunakan jalur darat, kerena mereka sangat mengkhawatirkan keduanya.
Namun Andre mempertimbangkan kondisi Ayah mertuanya yang sudah sangat membutuhkan sang Ibu mertua untuk berada disisinya. Ayah mertuanya itu sudah sangat merindukan ibu dari istrinya itu.
Demi kebaikan bersama akhirnya Andre menyarankan mereka untuk berjalan terlebih dahulu tanpa harus menemani perjalanan mereka yang menggunakan jalur darat. Andre juga meminta pada mereka untuk tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya dan Jessica terlalu berlebihan.
Menurut Andre dengan secepatnya Lestari dan Nico dipertemukan, diharapkan Nico dapat pulih dengan cepat dan kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala. Mereka yang mendengarkan alasan Andre akhirnya mengikuti saran yang diberikan Andre Karena memang ada baik dan benarnya.
Jessica yang masih terlelap dalam tidurnya karena kelelahan dan kekenyangan setelah menghabiskan dua piring ketoprak buatan sang Ibu digendong oleh Andre menuju mobil RV yang sudah terparkir di depan lobby apartemen.
Andre memilih menggunakan mobil tipe RV Camper Van ini demi kenyamanan sang istri dalam perjalanan yang cukup memakan waktu ini.
Terbukti dengan menggunakan mobil RV yang di lengkapi dengan satu ranjang tidur yang berukuran cukup besar untuk digunakan Andre dan Jessica beristirahat selama dalam perjalanan ini langsung di pergunaan Jessica melanjutkan mimpi indahnya setelah sang suami membaringkan dirinya di ranjang tidur tersebut.
Andre langsung ikut merebahkan dirinya di samping sang istri, ia menemani dengan setia istrinya yang tengah tertidur dengan pulasnya. Sementara Angela dan Bowo sudah siap berada di depan untuk mengantarkan sang Nyonya muda dan Tuan muda mereka.
Bowo langsung melajukan kendaraan yang dikemudikannya menuju kota D setelah dia diberi waktu lima jam untuk beristirahat memejamkan matanya untuk mempersiapkan diri menyetir kendaraan untuk membawa Tuan kuda dan Nyonya mudanya itu balik ke kota asal sang suami. Angela yang duduk di samping Bowo akan siap sedia menggantikan Bowo ketika Bowo merasa lelah untuk mengemudi.
Ditengah perjalanan saat mobil yang dikemudikan Bowo berada di jalan Tol, Jessica tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia merasa ranjang yang ia tempati seperti berjalan. Ia belum menyadari bahwa ia sedang di dalam sebuah mobil yang sedang melaju.
__ADS_1
Saat rasa takut pada dirinya mendominasi membuat ia berteriak histeris.
"Aaaaa.... Kenapa ranjangnya seperti berjalan dan bergoyang, aku dimana ini?" Pekik Jessica yang membuat Andre terlonjak bangun dari tidurnya.
Dengan mata merah dan kepala yang masih berkunang-kunang Andre berusaha menenangkan sang istri yang tengah ketakutan. Ia memeluk sang istri dan memberitahukan pada istrinya jika mereka sedang dalam perjalanan menuju kota D dengn menggunakan mobil karena dia tidak dianjurkan menggunakan pesawat selama masa kehamilannya.
Angela dan Bowo yang berada di depan mendengar keributan Nyonya mudanya bersikap seperti tak mendengar keributan dibelakang mereka. Mereka tetap fokus kedepan menatap jalur jalan yang ada di hadapan mereka.
Mungkin jika mereka masih baru pertama kali bekerja mendampingi Jessica pasti mereka akan sering di kejutkan dengan pekikan Jessica yang kadang terlalu hiperbola dalam menghadapi ataupun menjumpai sesuatu di jalan.
Jessica yang tak bisa kembali tidur meminta suaminya untuk memerintahkan Bowo agar menghentikan laju kendaraan yang ia kemudikan dan membiarkan dirinya kembali tidur dengan nyenyak dengan kondisi mobil yang berhenti.
Andre yang begitu menyayangi istrinya segera memerintahkan Bowo untuk menghentikan kendaraan yang dikemudikannya disebuah rest area terdekat yang ada di dalam Tol luar kota itu.
Bowo segera menepikan kendaraan yang di kemudikannya di sebuah rest area terdekat di dalam Tol luar kota tersebut. Ia memarkirkan kendaraannya di dekat sebuah tempat yang tidak terlalu ramai untuk kenyamanan sang Nyonya muda beristirahat.
Setelahnya mobil berhenti Jessica kembali memejamkan mata sembari memeluk erat tubuh sang suami.
"Sama-sama sayang, I Love you to more." Jawab Andre yang mencium kilas bibir sang istri kemudian mendekapnya untuk kembali terpejam.
Sementara itu di kota D, Abraham dan Suci terlihat mendatangi rumah sakit dimana putranya dirawat, Mereka datang untuk menunggu kehadiran kedua cucu dan menantu mereka yang akan datang langsung ke rumah sakit setibanya dari kota J dan juga meminta Cynthia untuk kembali ke Mansion demi kenyamanan bersama.
Setelah sebelumnya Lestari yang sudah mengetahui Cynthia bukanlah anaknya menceritakan pada Dewi, jika ia tak ingin lagi bertemu dengan Cynthia, apalagi saat ia datang ke rumah sakit nanti untuk menemui sang suami yang ia rindukan selama ini.
Mendengar keinginan sang menantu, Dewi pun menceritakan keinginan sang menantu pada suaminya, yang akhirnya membuat mereka harus datang ke rumah sakit untuk menggantikan Cynthia yang sedang menemani Nico di ruang perawatannya.
"Cynthia, pulanglah nak! Istirahatlah di rumah! Biarkan malam ini Nenek dan Kakek yang menjaga Ayahmu." Ucap Dewi dengan berpura-pura manis di hadapan Cynthia.
"Tidak apa Nek, biar aku saja yang menunggu Ayah. Lagi pula disini aku masih bisa istirahat karena tempatnya cukup nyaman bagiku." Balas Cynthia yang pura-pura baik menolak niat Abraham dan Dewi yang akan menjaga Nico.
__ADS_1
Mendengar penolakan Cynthia, Dewi menghampiri ranjang Nico.
"Nic, bujuklah putri mu untuk pulang! Bukannya dia sedang hamil, dia harus banyak istirahat demi kandungannya Nic." Ucap Dewi dengan perhatian palsunya yang meminta Nico agar menyuruh Cynthia pulang.
"Ya Momm," jawab Nico singkat.
"Cynthia kemarilah sayang! Ayah ingin bicara padamu." Panggil Nico dengan manisnya pada Cynthia membuat Dewi dan Abraham berdecak kesal.
"Pantas saja menantuku tak ingin menemui dia lagi. Semanis ini kamu memperlakukan Cynthia yang bukan putrimu. Membuatku muak saja melihat kalian." Umpat Abraham di dalam hatinya.
"Wajar saja Lestari cemburu pada Cynthia, ternyata kamu terlalu berlebihan menyayangi Cynthia yang bukan putri mu Nico." Gumam Dewi di dalam hatinya.
Cynthia berjalan menghampiri ranjang Nico dn duduk di kursi yang ada di samping ranjag tersebut.
"Cynthia sayang, terimakasih sudah menunggu dan merawat ayah selama ayah sakit dan dirawat di rumah sakit Nak, sekarang ayah minta pada dirimu untuk malam ini beristirahatlah di Mansion Kakekmu dan kembali lagilah kesini esok hari untuk menemani ayah kembali ya Nak? Ini semua demi kebaikanmu Nak." Ucap Nico yang begitu memancarkan kasih sayang kepada Cynthia.
Abraham dan Dewi mendengar ucapan Nico saling melempar pandangan kesal. Abraham yang tak bisa menahan kekesalan memilih keluar dari ruang rawat anaknya dengan alasan ingin merokok sebentar di luar.
Sedang Dewi harus menguatkan dirinya bertahan di ruang rawat putranya meski dia muak melihat sikap Nico yang terlalu berlebihan pada Cynthia.
Cynthia yang memang sejak tadi ingin segera kembali ke Mansion untuk membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya yang sudah lelah karena berpura-pura baik merawat sang Ayah saat ada kedua mertua Jessica tadipun langsung menerima saran yang diberikan Nico.
Ia kembali ke Mansion dengan supir pribadi Abraham yang sudah menunggunya sesuai permintaan Abraham. Sesampainya dirumah, ia nampak begitu bahagia karena melihat hiasan di muka pintu Mansion yang bertuliskan.
"Selamat datang cucu ku yang cantik kami sangat menyayangimu."
Ia melihat begitu banyak bunga-bunga kesukaannya yang menghiasi jalan menuju kamar pribadinya yang ada dilantai atas.
"Apa Kakek dan Nenek sudah menyayangiku? Sampai repot-repot membuat sambutan seperti ini untuk ku. Tidak sia-sia aku pura-pura baik merawat ayah selama ini jika hasilnya bisa sebaik ini. Setelah ini aku akan dengan mudahnya meminta apapun yang aku mau pada Kakek seperti mobil mewah milik Om Brata tadi yang membuat ku ingin memilikinya." Ucap Cynthia dengan percaya dirinya.
__ADS_1
Padahal hiasan dan kata sambutan yang dibuat Abraham darinmuka pintu hingga ke lantai atas diperuntukkan untuk Endah bukan untuk dirinya.