Cinta Jessika

Cinta Jessika
Margaret


__ADS_3

Seorang pria berusia 33 tahun dengan tubuh altletis, masih menggunakan piama tidurnya tengah duduk ditepi ranjang hotel. Ia baru saja bangun dari tidurnya. Penampilannya begitu kusut semerawut. Nampak banyak puntung rokok berserakan dilantai dan berbotol-botol minuman keras berada di atas meja. Sudah dua hari ia tidak keluar dari kamar hotel setelah kepergian wanita yang dicintainya. Ialah Fabian, dia hanya menghabiskan waktunya di kamar hotel dengan bermabuk-mabukan. Setelah usahanya mencari Jessica gagal, ia selalu menemukan jalan buntu dalam pencariannya.


Dia tidak peduli lagi dengan pekerjaannya, rasa penyesalan, bersalah dan khawatir sedang mengusai dirinya. Suara teriakan memanggil nama Jessica dari kamar hotel yang ditempatinya kerap kali terdengar pagi, siang, sore, bahkan tengah malam.


Alan yang mengetahui keadaan Fabian segera menggantikan posisinya menggarap Event perusahaan Batara Group. Ditangan Alan sang Assiten Event Batara Group yang ditanganinya dapat terlaksana dengan baik dan lancar.


Sudah hampir ribuan kali Fabian menghubungi nomor Jessica dengan nomor baru yang ia beli namun hasilnya nihil. Nomor Jessica sudah tidak aktif, dia juga melacak dimana keberadaan Jessica terakhir kalinya namun itupun tak berhasil. Fabian membeli kartu baru karena pasalnya Jessica masih saja memblokir nomor telepon dirinya.


"Kamu ada dimana sayang? Apa kamu baik-baik saja? Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, maafkan aku... Aku menyesal..." lirih Fabian dalam batinnya.


Buliran bening jatuh dari kelopak matanya, membasahi garis wajah tegasnya. Ia sedang membayangkan hal buruk terjadi pada Jessica karena keputusan salah yang telah ia ambil.


Fabian terus saja menggelengkan kepalanya membayangkan yang tidak-tidak, kemudian ia terbayang perkataan Jessica yang pernah ia dengar mengenai pengakuan Jessica yang masih virgin.


"Maafkan aku...ini salah ku... Aku akan bertanggung jawab...Maafkan aku Jess...Maafkan aku..." pekik Fabian kemudian kembali menenggak sebotol miras yang ada di tangannya.


Saat ia ingin menenggak miras itu hingga habis, tangan seorang wanita berusaha merebut paksa botol miras itu.


"Cukup Bie, Jangan rusak tubuh mu dengan minuman lak.nat itu!" pekik Margaret ketika berhasil merebut botol miras dari tangan Fabian.


"Margaret!!" Fabian terperangah melihat kedatangan Margaret dihadapannya.


"Ya aku, kenapa? Apa kau terkejut?"


"Darimana kau tahu aku berada di sini?"


"Alan. Darimana lagi aku tahu keberadaanmu kalau bukan dari dirinya. Alan sudah menceritakan semua masalahmu pada ku."


"Ck. Alan... Kau sudah tau dari dia rupanya. Lantas untuk apa kau datang kesini Margaret? Apa kau mau menertawakan kondisiku sekarang ini hah?" tanya Fabian dengan nada meninggi.


"Aku datang kesini bukan untuk menertawai mu tapi kedatangan ku kesini hanya untuk mengingatkan mu satu hal Bie, kamu punya anak-anak yang membutuhkan dirimu Bie. Kamu tidak boleh larut dalam kesedihan seperti ini. Aku sangat paham kesedihanmu Bie. Apa dengan kamu seperti ini akan membawa dirinya dengan sendirinya kesini? Seharusnya kamu berusaha mencarinya bukan seperti ini Bie."


"Aku sudah mencarinya Margaret, Aku sudah berusaha mencarinya namun jalanku buntu untuk menemukannya."


"Apa hanya segini saja usahamu?? Bangkitlah Bie... Bersihkan dirimu dan pergilah mencarinya kembali. Kamu bisa memulainya dengan menemui Andre. Tidak mungkin dia tidak mengetahui keberadaannya. Aku dengar dia akan datang untuk menyambut kedatangan Tuan Anderson di Event yang perusahaanmu garap. Bersiaplah aku akan menemani dan membantumu mencarinya." Margaret dengan ketulusan hatinya ingin membantu mantan suami yang masih ia cintai.


"Aku akan membantumu mendapatkan kebahagiaanmu Bie, demi dirimu dan anak-anak kita. meskipun hatiku terasa nyeri melakukannya tapi tak apalah. Mencintai itu memang tak harus memiliki." batin Margaret.


Tepat pukul 11 siang Fabian dan Margaret datang ke Mall Grand Abraham. Margaret sengaja menggandeng lengan Fabian saat berada didekat Clara, sekertaris mantan suaminya.


Sejak dahulu Margaret sangat mengetahui ketertarikan Clara pada Fabian. Namun saat itu Clara tidak berani macam-macam pada Fabian karena Margaret tidak pernah memberikan celah untuk Clara merusak rumah tangganya saat itu.


"Ishhh.... Untuk apa wanita ****** itu memeluk lengan Pak Fabian? Apa dia sedang memanas-manasiku? Apa mereka sudah rujuk kembali? Apa hubungan Pak Fabian dan Rania sudah berakhir? Sial aku kehilangan kesempatan emasku." batin Clara sembari melemparkan tatapan tidak sukanya pada mantan istri bosnya yang jauh lebih cantik dari dirinya.


Disisi lain di Mansion Andre. Jessica tengah duduk di sofa yang berada dikamar pribadinya sembari membaca novel. Ia menunggu Andre yang sedang mandi dengan membaca sebuah Novel romantis yang berada di atas nakas kamarnya.

__ADS_1


Jessica berhenti membaca novel ketika melihat Andre sudah keluar dari kamar mandi. Andre masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dengan rambut yang masih begitu basah, nampak begitu segar. Jessica menghampiri Andre yang memandanginya.


"Kamu sedang apa sayang?" tanya Andre pada Jessica istrinya.


"Baca Novel, kamu suka baca Novel kak?" Jessica balik bertanya.


"Tidak juga, aku sengaja membelinya karena tau kamu suka baca novel." jawab Andre sembari memeluk tubuh istrinya yang berada di hadapannya.


"Apa masih sakit disana?" tanya Andre dengan mata yang mengarah pada milik Jessica.


"Sudah tidak Kak, kenapa memang? Jangan bilang mau lagi ya! Badanku sudah terasa remuk kak, aku butuh istirahat tidur. Semalam kamu sama sekali tak memberi kesempatan ku untuk tidur." ucap Jessica dengan wajah yang cemberut.


"Hahaha... Ok baiklah... Siang ini aku akan membiarkanmu beristirahat dan aku akan mengirimkan trapis untuk memijat tubuhmu yang lelah karena ulahku semalam. Dia juga akan melakukan perawatan padamu, supaya kamu makin tambah cantik dan menggemaskan." ucap Andre yang seketika membuat Jessica tersenyum senang dan memeluk tubuh suaminya itu.


"Makasih ya suami ku, kamu memang suami yang paling pengertian deh... Jadi makin cinta deh sama kamu..." Jessica mencium kedua pipi Andre secara bergantian.


"Sama-sama istriku tersayang... Tapi semua yang aku berikan hari ini ada tapinya loh sayang."


"Ada tapinya apa maksud Kakak? Aku gak ngerti ah.."


"Tapi semua yang aku berikan hari ini pada mu nanti tidak ada yang gratis sayang, karena sepulangnya aku nanti malam, aku akan meminta bayaran dari diri mu."


"Bayaran?? Aku gak punya uang kak. Dompet dan Handphone aku aja masih dirumah Kakek."


"Hahaha...Aku gak butuh uang kamu sayang. Uang aku sudah banyak."


"Bayar dengan pelayanan mu padaku. Mende.sahlah memanggil nama ku dengan suara seksi mu seperti semalam." bisik Andre di telinga Jessica dengan sengaja menghembuskan nafas kasarnya di curuk leher Jessica.


Membuat bulu halus Jessica meremang. Jessica memejamkan matanya dan meremas lengan Andre. Gairah Jessica bangkit begitu saja mendapatkan hembusan nafas kasar yang Andre berikan di curuk lehernya.


Ketika Andre ingin beranjak pergi ke ruang ganti. Jessica menarik lengan Andre dan mendorong tubuh Andre keranjang. Dorongan Jessica membuat Andre terbaring di ranjang. Andre pura-pura tak berdaya membuat Jessica terlihat begitu agresif.


"Kamu baru saja membangunkan has.rat dan gairah ku untuk memiliki mu lagi seperti semalam kak. Jangan salahkan aku karena kamu akan telat menemui Client mu hari ini kak." ucap Jessica yang sibuk melepaskan seluruh pakaian yang menutupi tubuhnya. Andre memandang tak menyangka apa yang ia lakukannya tadi bisa membuat Jessica begitu agresif.


"Waw... Apa kamu ingin mem.per.kosa suamimu ini?" tanya Andre ketika Jessica sudah menduduki dirinya dengan kondisi yang sudah polos tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.


"Iya..." jawab Jessica langsung me.lu.mat bibir Andre dengan rakus. Andre membalas permainan istrinya.


Kamar mereka yang semula sepi sekarang begitu berisik dengan suara kecapan dari mulut mereka yang saling bertautan.


Andre membuka handuk yang menutupi miliknya. Karena miliknya sudah menegang sempurna. Sambil bertukaran slavina Andre dengan tangannya membuat milik Jessica basah dan men.de.sah. Andre memasukkan jemarinya kemilik Jessica. Memaju mundurkan jemarinya membawa Jessica terbang kekenikmatan duniawi.


"Sayang apa mau sekarang...?" tanya Andre pada Jessica saat milik Jessica sudah begitu basah dan melihat Jessica yang sedang memejamkan matanya menikmati permainan tangan Andre dibawah sana.


Jessica menganggukan kepalanya menyetujui tawaran Andre karena dia sudah menginginkan milik Andere memasuki goa miliknya. Jessica memimpin permainan setelah Andre berhasil memasukkan miliknya ke goa kenikmatan milik Jessica.

__ADS_1


Jessica terus bergerak dan men.de.sah, tangan Andre pun tak tinggal diam, tangan itu terus meremas benda kenyal yang ikut bergoyang naik turun. Cukup lama Jessica naik turun diatas tubuh Andre hingga ia merasa sesuatu ingin keluar dari dalam miliknya.


"Kak ah...aku hampir sampai..ahhh..."


"Bersama sayang... Sebut namaku sayang!" pinta Andre.


"Kak Andre ahh.."


"Jessica sayang ahhh..."


Jessica pun akhirnya tumbang di dada bidang suaminya. Andre mengusap kepala Jessica dan mencium pucuk kepala istrinya.


"Terima kasih sayang. Rupanya kamu sudah pintar sekarang ya? Aku sangat suka kamu yang seperti tadi sayang." ucap Andre.


"Hemm... Tapi sekarang aku jadi sangat lelah sekali kak. Aku mau tidur."


"Tidurlah sayang, tapi maafkan aku yang tidak bisa menemani tidurmu siang ini hemm. Aku janji setelah selesai menemui Client ku, aku akan segera pulang dan menemanimu."


"Pergilah cari uang yang banyak, karena setelah jadi istrimu seperti ini aku merasa tak akan sanggup jika harus kembali bekerja dan kuliah juga."


"Hahaha baiklah sayang aku akan mencari uang yang banyak untuk mu dan tenang saja kamu tak perlu lagi bekerja mulai detik ini. Kamu hanya perlu bekerja seperti tadi saja ok?!"


"Hemmm ok kak..." jawab Jessica yang tengah terkulai lemas.


Andre memeluk tubuh Jessica yang masih berada diatas tubuhnya. Andre membiarkan Jessica diatas sana hingga ia tertidur. Ketika Andre sudah memastikan Jessica tertidur. Ia memindahkan tubuh istrinya secara perlahan agar tidak membangunkannya.


Andre segera membersihkan tubuhnya kemudian bersiap pergi ke Mall Grand Abraham. Andre mencium pucuk kepala Jessica yang tengah tertidur sebelum ia beranjak pergi.


"Aku pergi dulu ya sayang." pamit Andre pada Jessica yang tengah tertidur.


Andre keluar dari kamarnya. Menghampiri para Maid yang berada di pekarangan belakang rumahnya. Para Maid yang melihat kehadiran Tuannya segera berlari menghampiri Andre. Mereka berbaris begitu rapi di depan Andre.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya salah satu maid yang bernama Susi.


"Nanti tolong panggilkan trapis untuk melakukan perawatan kecantikan pada Nyonya kalian, saya mau pergi dulu. Pastikan Nyonya kalian makan makanan siangnya hingga habis dan jangan lupa untuk memberikannya vitamin yang sudah saya berikan kemarin pada kalian."


"Baik Tuan."


"Terima kasih atas kerja sama kalian." ucap Andre kemudian memberikan senyuman kepada para pelayannya, setelah itu ia pergi meninggalkan mereka.


Bersambung.


Terimakasih sudah baca karya Author...


Mohon maaf kalau bahasa kaku atau apalah-apalah ya...

__ADS_1


Maklum aja Author baru pemula..


Semoga kalian selalu sehat ya dan tak bosan-bosan membaca cinta JessicaπŸ˜πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2