Cinta Jessika

Cinta Jessika
Jangan Pergi


__ADS_3

Andre kembali mengelus bahu Jessica yang duduk diranjang Hana. Apa yang dilakukan Andre membuat Jessica menoleh padanya.


"Ayo sayang, kita harus segera pergi!" ucap Andre pada Jessica yang menatapnya. Jessica tidak menjawab ajakan Andre tapi ia beranjak berdiri dari duduknya.


"Hana sayang, cepat sembuh ya. Maaf tante tidak bisa lama- lama menemani mu karena tante harus pergi bersama Om Andre." ucap Jessica pamit pada Hana sambil mengelus pucuk kepala Hana dengan lembut.


"Om, kenapa bawa tante Jessica pulang? Aku masih ingin bersama tante, Om." ucap Hana dengan suara lemahnya.


"Cepatlah sembuh gadis kecil, kalau kau sudah sembuh Om akan membawa Tante untuk bermain bersama mu lagi. Sekarang Hana harus istirahat dan makan yang banyak ya!" ucap Andre pada Hana dan memberikan kecupan di kening Hana.


"Janji ya Om kita akan bermain bersama?" Hana mengajak Andre berjanji dengan memberikan jari kelingkingnya pada Andre.


"Om janji sayang." ucap Andre yang ikut memberikan jari kelingkingnya pada Hana.Hingga akhirnya mereka mengikat janji dengan mengeratkan jari kelingking mereka.


Setelah berpamitan dengan Hana Andre segera keluar dari ruang rawat Hana bersama Jessica. Langkah kaki mereka di ikuti oleh Bagas Papinya Fabian.


"Tunggu dulu Tuan Andre! Bisa kita bicara sebentar?!" ucapan Bagas mengehentikan langkah kaki Andre dan Jessica yang sudah berada di luar ruang rawat Hana.


"Ya Tuan Bagas. Ada hal apa yang ingin kau bicarakan pada ku?" Andre mengentikan langkahnya dan bertanya maksud Bagas menghentikan langkahnya.


"Mari kita cari tempat yang tepat untuk kita bicara Tuan!" ajak Bagas pada Andre.


"Maaf Tuan Bagas waktu ku tidak banyak. Pesawat Jet ku sudah menunggu diriku. Katakan saja disini jika kau mau dan bersedia!" Andre menolak ajakan Bagas.


"Baiklah Tuan, maaf jika saya menyita waktu Anda. Saya hanya ingin membicarakan tentang perusahaan saya yang baru saja Anda gulingkan. Bisakah Anda tidak melakukan ini dan memaafkan kesalahan keluarga saya pada Anda dan calon istri Anda." Bagas menuturkan maksud dan tujuannya.


"Tuan Bagas, Mohon maaf bagi ku ludah yang sudah ku buang tak akan bisa aku jilat kembali. Begitu juga dengan apa yang telah ku lakukan pada perusahaan Anda. Jika Anda ingin mengembalikan kondisi perusahaan Anda itu. Anda bisa minta bantuan pada Tuan Abraham." Andre memberikan jawaban yang mengecewakan Bagas. Namun Andre masih berbaik hati memberikan saran padanya.


"Baiklah Tuan. Saya akan mencoba saran yang diberikan Anda pada saya." ucap Bagas dengan rasa penuh kecewa.

__ADS_1


"Dia benar-benar mewarisi tabiat Kusuma. Tegas dan Kejam." batin Bagas.


"Ya, silahkan Anda coba Tuan Bagas! Baiklah jika tidak ada lagi yang Anda ingin sampaikan, saya pamit undur diri. Selamat siang" ucap Andre kemudian berlalu pergi meninggalkan Bagaskara yang berdiri mematung sedang merasakan kecewa dan kalut karena perusahaannya jatuh karena kesalahan yang di perbuat oleh istrinya.


Andre dan Jessica kini sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Bowo. Bowo melajukan kendaraannya menuju Bandara internasional di kota J. Disepanjang jalan Jessica memeluk tubuh Andre begitu erat hingga membuat Andre sulit bernafas. Sesekali Jessica juga menggigit dada bidang Andre meluapkan kekesalannya. Karena Andre akan pergi meninggalkannya.


Mobil yang dikendarai Bowo berhenti tepat di lobby Bandara keberangkatan Internasional. Kedatangan mereka sudah di tunggu oleh pihak keamanan Bandara. Andre turun bersama dengan Jessica. Andre berjalan bergandengan bersama Jessica masuk kedalam Bandara. Seorang petugas Bandara mengarahkan langkah kaki mereka menuju Jet Pribadi Andre yang sudah terparkir di lapangan udara.


Ketika Jessica melihat pesawat jet pribadi Andre. Jessica langsung menangis histeris. Membuat Andre terkejut.


"Sayang... Hei kau kenapa?" tanya Andre bingung yang dipeluk Jessica dengan erat secara tiba-tiba.


"Jangan pergi aku mohon! Aku nggak mau ditinggalin kamu. Aku benci harus LDR-an." suara isak tangis Jessica dalam pelukkan Andre.


"Aku hanya pergi dua minggu itu tidak lama sayang. Hayolah sayang jangan menangis!" bujuk Andre.


"Jangan pergi please!!" rengek Jessica yang masih menangis di pelukkan Andre.


"Ya Tuan," Jimmy mendekat dirinya pada Andre.


"Hubungi Leon minta dia kesini." ucap Andre hanya menggerakkan bibirnya saja tanpa suara agar tidak di dengar oleh Jessica.


"Baik Tuan." jawab Jimmy tanpa suara hanya menggerakkan bibir seperti Andre.


Jimmy pun pergi sedikit menjauh dari Andre dan juga Jessica.Ia segera menghubungi Leon.


"Tut...tut...tut." nada panggilan memanggil.


"Hallo ada perlu apa Jim kau menghubungiku?" sapa Leon di ujung telepon.

__ADS_1


"Adikmu ada di Bandara Internasional dia sedang menangis dan tidak mengizinkan Tuan Andre untuk berangkat." terang Jimmy pada Leon.


"Lalu...?" tanya Leon singkat.


"Lalu kau harus menjemputnya di sini. Jika tidak kami tidak akan bisa pergi." ucap Jimmy yang kesal dengan tanggapan Leon yang hanya satu kata.


"Hahahahaha.... Baiklah aku akan kesana. Tapi tunggu aku dan Anna menghabiskan makan siang kami dulu ok. Katakan pada Tuan mu. Untuk bersabarlah menunggu kedatangan ku seperti aku yang selalu bersabar menunggu kedatangannya. Hahahahaha" ujar Leon dengan tawa bahagianya mendengar Andre yang kewalahan menghadapi tingkah absurd adikknya sehingga ia meminta bantuan padanya. Ditambah lagi ia malah berniat mengerjainya. Sebagai aksi balas dendam Leon kepada Andre yang selalu membuatnya menunggu.


Panas terik matahari membuat baju Andre basah karena berkeringat ditambah lagi Jessica yang menangis membanjiri baju Andre di bagian dada bidangnya. Seorang Bodyguard dengan setia memayungi mereka berdua. Leon benar-benar mengerjai Andre. Cukup lama Andre di buat menunggu. Segala bujuk rayu agar Jessica mengizinkan ia untuk pergi tak berhasil.


"Leon kau lama sekali. Ughh... aku sudah kepanasan." Andre mengeluh di dalam hatinya.


Tak berapa lama nampak Leon datang bersama Anna. Berjalan sambil bergandengan tangan. Jimmy yang melihatnya sedikit merasa sakit hati namun ia tepis segala rasa sakit hatinya karena melihat rona bahagia di wajah Anna, wanita yang ia cintai.


Leon melepaskan genggaman tangannya pada Anna. Ia segera menari tubuh Jessica dalam pelukkan Andre. Leon memeluk tubuh adiknya itu dari bekang.


"Cepat sana pergilah! Biar dia aku yang urus," ucap Leon pada Andre. Jessica meronta ketika Andre melangkah pergi meninggalkan dirinya.


"Abang lepaskan aku!!! Kak Andre jangan tinggalkan aku. Aku nggak mau di tinggal!" pekik Jessica. Andre terus berjalan menuju pesawat Jet yang sudah menunggunya sedari tadi. Sesekali ia menoleh kebelakang melihat betapa sedihnya Jessica ia tinggal pergi ke Paris. Jika saja ia tidak ada perjalanan bisinis yang penting mungkin dia juga tidak akan meninggalkan Jessica.


Setelah Andre berhasil menaiki pesawat Jet pribadinya itu. Pesawat pun segera lepas landas.Jessica makin menangis histeris. Leon yang kesal akhirnya melepaskan dan menghempaskan tubuh Jessica.


"Silahkan menangislah sepuasnya disini. Aku yakin dalam waktu 30 menit kedepan tubuhmu sudah jadi ikan asin." umpat Leon pada Jessica yang jatuh tersungkur.


"Abang jahat!!" pekik Jessica. Namun Leon mengacuhkannya dan lebih memilih berjalan keluar dari lapangan udara itu.


Anna yang berada disana berusaha membangunkan Jessica. Ia tak tega melihat sahabatnya seperti itu.Jauh diatas sana dibalik jendela kaca besar. Fabian sedang berdiri menatap dan memperhatikan Jessica dari kejauhan. Fabian memutuskan mengikuti mobil Andre dan Jessica untuk memastikan kepergian Andre yang akan menjadi cela untuknya merebut hati Jessica kembali pada nya.


"Kau sudah pergi Andre. Saat kau kembali nanti aku pastikan Jessica sudah kembali pada ku. Bersiaplah untuk menangisi kemenangan ku." batin Fabian.

__ADS_1


bersambung dulu ya guys


Selamat bermalam minggu


__ADS_2