Cinta Jessika

Cinta Jessika
Sensasi baru yang Endah rasakan


__ADS_3

Di sepanjang jalan menuju mobil Jimmy terus mengenggam erat tangan Endah. Endah merasa bahagia dan beruntung mendapatkan suami seperti Jimmy. Meskipun terlihat kaku dan dingin tapi dia selalu ada sebagai pelindung dirinya.


Sesampai di dalam mobil, Andre langsung menatap tajam mereka berdua dari bangku belakang mobil.


"Jim, kenapa kamu lama sekali? Istriku sampai tertidur karena terlalu lama menunggu kalian." Tanya Andre dengan suara pelan namun ketus.


Jimmy dan Endah menatap Jessica yang sudah tertidur begitu pulas di pangkuan Andre. Semenjak hamil Jessica gampang sekali lelah dan mudah tertidur tanpa bisa menahannya.


"Maaf Tuan, ada masalah sedikit saat saya menjemput istri saya tadi." Jawab Jimmy yang sembari memasangkan seatbell untuk Endah.


"Ada masalah apa Jim?" Tanya Andre dengan rasa ingin tahunya.


"Istri-istri kita ini sudah di hina oleh dua teman kelasnya, Tuan. Maaf saya tidak bisa mendiamkan begitu saja." Jawab Jimmy yang sudah menyalakan mobilnya.


"Oh, pasti dua perempuan genit itu bukan, Ndah?" Andre kembali bertanya kali ini kepada Endah.


"Iya Kak,betul Fanya dan Nadia, cewek sok cantik dari dulu sampai sekarang, " jawab Endah.


"Hinaan apa yang mereka ucapkan pada mu dan istriku,Ndah?" Tanya Andre lagi pada Endah.


"Tak lama setelah Kak Andre dan Jessica keluar. Meraka bilang aku anak pungut dan adikku disebut gembel yang harus tahu diri karena kuliah disini karena beasiswa, mereka bilang keluargaku tak akan sanggup menbiayai kuliah adikku disini." Jawab Endah dengan mode mengadu pada adik iparnya itu.


Andre mendengar aduan kakak iparnya dengan hati yang kesal karena mendengarkan istrinya di hina dengan sebutan gembel. Ia mengepalkan kedua tangannya menahan kekesalan atas hinaan kedua teman istrinya itu.


"Lalu apa yang sudah suami mu lakukan untuk memberi pelajaran pada mereka?" Tanya Andre pada Endah.


"Suamiku yang superhero ini langsung menghubungi Rektor untuk mengeluarkan mereka dari kampus, Kak Andre apa kau tahu kenapa Rektor di kampus ini bisa sangat takut pada suami ku ini kak?" Jawab Endah yang memuji apa yang dilakukan sang suami lalu kembali bertanya pada Andre dia akhir percakapannya.


"Kerja bagus Jim, jangan biarkan satu orangpun menghina ataupun menyakiti hati istri-istri kita." Puji Andre yang menepuk bahu Jimmy yang sedang melajukan kendaraannya.


"Terimakasih atas pujian Anda Tuan," sahut Jimmy dari balik kemudinya. Dia menjawab dengan padangan mata yang tetap terfokus pada jalan di depannya.


"Tentu semua orang di kampus ini takut pada suamimu, karena kampus ini adalah milik adik ipar mu ini, Ndah. Semua Dosen dan staff kampus sangat mengenal suamimu sebagai assisten ku, tapi tidak mengenal aku sebagai pemiliknya karena aku hampir tidak pernah menginjakkan kakiku di kampus ini." Jawab Andre yang membuat Endah terbelalak kaget mendengar jawaban Andre.


"Apa ini serius, jadi salah satu anggota keluarga Kusuma yang memiliki kampus ini adalah Kak Andre bukan anggota keluarga lain?" Tanya Endah yang masih tak percaya.

__ADS_1


"Ya ini serius Ndah, akulah pemiliknya." Jawab Andre meyakinkan kakak iparnya itu.


"Kalau begitu, mulai semester ini dan sampai seterusnya aku tak perlu bayar uang semester lagi kan kak?" Tanya Endah kepada Andre.


"Ya, kamu tak perlu bayar apapun Ndah karena aku sudah memberi note kepada bagian administrasi untuk kamu, istriku dan juga Anna agar di bebaskan dari biaya apapun." jawab Andre dengan menatap penuh cinta pada wajah Jessica istrinya yang sedang tertidur pulas dengan kepala yang berada di dalam pangkuannya.


"Wah, terima kasih kak Andre," ucap Endah dengan wajah sumriah.


"Babangku sayang, kamu dengar itu, kamu tak perlu bayar uang semester untuk kuliah ku. Jadi kamu bisa transfer uang semesteran kuliah ku itu ke rekening ku untuk tambahan uang saku ku ya?!" Endah berkata pada sang suami yang sedang fokus mengemudi.


"Iya kamu atur saja, aku akan melakukan apa yang kamu mau." Jawab Jimmy dengan wajah datarnya.


"Makasih sayang," ucap Endah yang mencium pipi suaminya lalu kemudian menyandarkan kepalanya dilengan suaminya.


"Ehem...Ehem.." Andre berdehem dari kursi belakang, melihat keromantisan Endah dan Jimmy di hadapannya.


Mendengar Andre berdehem Endah pun melepaskan pelukkannya di lengan suaminya tak lupa dengan gerutuannya yang tanpa suara yang tak dapat di dengar siapun termasuk suaminya.


Tak terasa mobil yang di kendarai Jimmy pun sudah sampai di perusahaan Batara Group. Pihak security yang berada di lobby melihat mobil Tuannya segera membukakan pintu mobil bagian belakang. Andre keluar dengan menggendong Jessica yang sedang tertidur pulas. Andre meninggalkan Jimmy dan Endah, ia segara membawa Jessica ke kamar yang berada di dalam ruang kerjanya.


"Aduh Tuan Andre, romantis banget sih sama istrinya, jadi pengen di gendong sama Tuan Andre deh jadinya." Gumam salah satu karyawati yang di lalui olehnya itu.


"Kayanya wajah istrinya gak asing ya, kaya pernah liat." Ucap salah satu karyawati yang mengenali wajah Jessica yang familiar baginya.


"Iya bener, kayanya pernah datang kesini sama Pak Fabian dari perusahaan Nagaswara." Sahut salah seorang karyawati yang mengingat kedatangan Jessica kala itu.


"Pantesan aja, kedatangan Pak Fabian di sambut begitu baik sampai Tuan muda memesan menu kroket kentang dari restauran Dealova yang terkenal enak itu harus ada sebagai jamuannya, ternyata ada sang kekasih Tuan muda yang datang bersama Pak Fabian." Sahut Karyawati yang mengingat Andre memesan menu makanan mewah itu.


"Benar-benar beruntung yang jadi istrinya." Ucap karyawati yang masih menatap punggung Andre yang sudah berjalan berlalu.


"Iya mereka berdua memang pasangan yang serasi, dua-duanya terlahir dari keturunan keluarga sultan. Apalah artinya kita ini dimata Tuan muda?" Ucap Karyawati yang juga menatap punggung Andre dengan wajah lesunya.


"Iya benar, jangan pernah berhayal untuk mendapatkan Tuan Muda, kita ini harus sadar diri." Sahut salah satu karyawati yang menatap layar monitor dengan wajah sendunya.


"Jika Tuan muda sulit digapai masih ada assisten Jimmy yang masih bisa dikejar. Ya gak sih?" Ucap salah satu karyawati yang berdiri di depan meja teman kerjanya.

__ADS_1


Tanpa di sadari ucapan karyawati itu di dengar oleh Endah yang berjalan bergandengan tangan dengan Jimmy, wajah Endah sudah memerah menahan marah, rasanya ingin sekali Endah melabrak karyawati yang ingin mengejar cinta suaminya namun keinginannya itu ia urungkan ketika suaminya makin mengeratkan genggaman tangannya.


"Balaslah mereka dengan cara yang elegan sayang," bisik Jimmy di telinga sang istri yang membuat Endah berdesir.


Sementara itu lagi-lagi karyawati di perusahaan Batara group kembali patah hati melihat pria incarannya sudah di miliki orang lain. Apalagi Jimmy sengaja merangkul pinggang Endah dan mencium punggung tangan Endah yang ia genggam erat di depan mereka semua.


"Hah, nasib oh nasib ternyata assitennya pun sudah ada yang punya." Ucap salah satu karyawati yang di iyakan oleh karyawati lainnya.


"Kayanya assiten Jimmy sengaja ngelakuin itu didepan kita karena denger omongan lu yang mau ngejar cinta doi say,"


"Iya benar, doi gak mau ceweknya marah kayanya."


"Bucin abis dua pangeran kita say,"


"Coba bucinnya sama kita ya," ucap salah satu karyawati itu dengan rasa penuh harap.


"Udah kerja-kerja jangan menghayal lagi kalian,cepat selesaikan tugas kalian sebelum di tendang dari perusahaan ini." salah satu karyawan datang memukul-mukul meja karyawati yang masih berkerumun.


"Babang sayang, kayanya aku tertarik untuk coba main di kantor, kayanya seru ya kalau main di kantor. Patut di coba loh sayang, sensasinya pasti beda gak kaya di rumah." Ajak Endah dengan senyum menggoda kepada Jimmy.


Tiba-tiba saja Endah jadi memiliki keinginan untuk main di kantor hanya karna Jimmy membuat ia berdesir saat membisikannya tadi.


Jimmy membalas ajakan istrinya dengan senyum devilnya.


"Asal kamu bisa menahan ******* mu itu, aku mau sayang," bisik Jimmy lagi di telinga Endah yang membuat Endah darah Endah berdesir kembali.


Endah langsung memeluk pinggang suaminya.


"Gendong dong sayang," pinta Endah yang langsung di iyakan oleh Jimmy.


Jimmy menggendong Endah ala bridal style, Jimmy masuk ke ruang kerja dan langsung mengunci pintu ruang kerjanya yang cukup besar.


"Kamu harus bisa menahan desahanmu karena ruang kerjaku tak ada peredam suaranya hemmm, apa kamu bisa sayang?" Ucap Jimmy dengan wajah yang tak berjarak dengan wajah Endah.


"Akan aku usahakan sayang," sahut Endah yang langsung melahap bibir Jimmy yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Sepasang suami istri inipun memulai permainannya, menikmati sensasi bermain di kantor untuk pertama kalinya. Saling menahan ******* dan erangan kenikmatan surga dunia mereka.


__ADS_2