
Pesawat Jet pribadi milik keluarga Kusuma telah mendarat sempurna di Bandara Internasional kota J. Jessica memilih kembali ke kota J daripada kembali ke kota D.
Alasannya utamanya ia ingin kembali ke kota J adalah karena ia ingin kembali masuk kuliah untuk meneruskan kuliahnya yang baru saja masuk semester 5 dan alasan kedua ia kembali ke kota J adalah karena ada Cynthia yang memilih menetap di mansion Kakeknya yang berada di kota D.
Dia tidak ingin sedikit pun memberi celah pada Cynthia untuk merusak rumah tangganya bersama Andre dengan tinggal satu kota dengan Cynthia, menurutnya jika ia kembali ke kota D tidak menutup kemungkinan Cynthia akan mendekati sang suami dengan berbagai alasan.
Anna dan Endah sangat mendukung keputusan Jessica untuk kembali ke kota J untuk melanjutkan kuliahnya yang baru masuk semester 5. Meskipun berat bagi Andre untuk menetap di kota J, ia tetap mengiyakan semua keinginan istrinya itu, alasan Andre berat harus menetap di kota J itu karena dia harus meninggalkan pekerjaannya di kantor pusat yang berada di kota D, ditambah lagi Jessica melarang Andre pergi ke kota D dengan alasan apapun jika tanpa dirinya alasannya hanya satu karena ada Cynthia di kota itu.
Rasa ketakutan berlebihan dan sikap posesif Jessica pada suaminya ini sangat berdampak pada Jimmy sang assiten, Andre jadi meminta Jimmy untuk bolak - balik kota J dan kota D selama ia menentap di kota J bersama sang Istri untuk mengurus perusahaan milik keluarganya.
Ketika ingin turun dari pesawat Jessica dan Andre begitu terkejut melihat kehadiran Paman Adam berada di bawah, ia terlihat sedang berdiri menyambut kedatangan mereka.
Jessica dan Andre pun segera turun menghampiri Paman Adam. Mereka mencium punggung tangan Adam ketika sudah berada di hadapannya. Paman Adam tidak mengatakan satu patah kata apapun saat Jessica dan Andre mencium punggung tangannya begitu juga saat Leon dan Anna melakukan hal yang sama seperti Jessica dan Andre. Sikapnya begitu cuek tidak seperti biasanya.
Mata Paman Adam terlihat begitu fokus pada Endah yang sedang di rangkul oleh Jimmy saat menuruni anak tangga Garbarata. Endah dan Jimmy turun paling akhir karena Jimmy harus berusaha keras membangunkan Endah yang terlelap dalam tidurnya. Endah jika tidur seperti orang mati yang sulit untuk bangun kembali. Karena baru bangun Endah terlihat berjalan sempoyongan sehingga Jimmy harus merangkulnya karena takut kekasih hatinya itu akan terjatuh.
Jessica, Andre dan Leon terus saja memperhatikan ke anehan yang dilakukan Paman Adam di hadapannya.
"Paman, kau kenapa memperhatikan Endah dan assiten Jimmy seperti itu? Apa kau sudah melupakan aku? Harusnya Paman memperhatikan aku bukan mereka, sejak tadi kau terus mendiami kami,"Tanya Jessica pada Adam sembari protes namun pertanyaan dan protes Jessica padanya seakan tak di dengar oleh Adam. Ia terlihat begitu fokus melihat Endah dan Jimmy yang berjalan mendekati mereka.
Ketika jarak mereka semakin dekat, Paman Adam melangkah maju menghampiri Endah. Ia menyingkir tangan Jimmy yang merangkul tubuh Endah kemudian menarik tubuh Endah untuk masuk kedalam pelukannya.
Paman terlihat memeluk erat tubuh Endah sambil menangis. Endah yang nyawanya belum terkumpul sempurna malah refleks membalas pelukan Paman Adam dengan mengelus-elus punggung Paman Adam.
"Cup...cup Paman jangan menangis! Endah ada disini, Siapa yang nakal Paman? Apa Paman mau makan bakso, mie ayam, kuetiaw atau nasi goreng? Nanti Endah beliin, pasti Jessica tidak mau membelikannya ya? Jessica memang begitu dia itu sangat pelit alasannya hemat dan hemat terus, sudah paman jangan menangis terus dan memeluk ku seperti ini aku keberatan Paman karena tubub Paman itu berat." Cerocos Endah dengan nyawa yang belum terkumpul.
Dipikiran Endah hanya ada makanan dan makanan karena perutnya sudah begitu lapar. Dia sudah rindu dengan makanan yang sulit ia temui di negara Paris, walaupun ada tak seenak yang ada di negara ini.
Dilain sisi semua orang menatap bingung dengan apa yang dilakukan Paman Adam pada Endah. Mereka pun berjalan mendekati Paman Adam dan Endah untuk mengetahui penyebab mengapa Paman Adam bisa seperti ini.
"Maafkan Paman yang baru mengetahui semua ini, maafkan kebodohan kami, kami sangat menyayangi mu nak... Entah bagaimana cara kami untuk menebus kesalahan kami atas penderitaan yang selama ini kau rasakan Endah, Endah keponakan ku." Ucap Adam saat memeluk Endah yang di dengar semua orang.
"APA??" Pekik Leon tak percaya dengan yang baru saja ia dengar.
"Keponakan berarti dia anak Ayah? Ayah punya anak lain selain kita bertiga gitu maksudnya?" Tanya Jessica yang ke heranan.
"Endah adalah anak Tuan Nico yang tertukar," sahut Ferdy dari belakang, ia menjawab pertanyaan yang di lontarkan Jessica.
__ADS_1
Jessica menoleh ke arah Ferdy yang berada tepat di belakangnya.
"Apa maksud mu assiten kejam? Siapa yang tertukar dengan siapa? Anda jangan asal bicara ya!" Jessica membalas perkataan Ferdy dengan pertanyaan dan tatapan tidak sukanya.
"Kak, Apa jangan-jangan aku yang tertukar pantas saja ayah selalu terlihat tak menyayangi ku.... huaaaa.... aku bukan anak ayah dan bunda," tanya Jessica pada suaminua dengan praduganya.
Jessica menangis histeris Andre yang melihat istrinya menangis langsung menarik tubuh Jessica masuk kedalam pelukkannya.
"Sudah jangan menangis dan.berfikir yang tidak-tidak, sebaiknya kita demgar dulu penjelasan mereka sayang," ucap Andre menenangkan Jessica.
Sebenarnya Andre sudah tahu hal ini dari pihak rumah sakit yang memberikan laporan langsung padanya mengenai keluarga Abraham yang melakukan test DNA antara Nico Ayah mertuanya dengan Cynthia dan juga Endah. Namun saat berangkat ke Paris hasil test DNA dari Nico dan Endah belum keluar jadi ia belum mengetahuinya. Dengan adanya pernyataan Adam barusan Andre sudah mengetahui pasti bahwa Endah tertukar oleh Cynthia saat masih kecil.
"Tidak Nona, Anda adalah anak kandung Tuan Nico. Nona Endah tertukar dengan Cynthia anak mantan calon istri Tuan Nico yang bernama Melani. Mereka sengaja di tukar oleh Melani dan Nyonya Suci istri dari Tuan Bagas untuk balas dendam pada Tuan Nico yang meninggalkan Melani di hari pernikahan mereka." Lagi-lagi Ferdy menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang di lontarkan Jessica. Meskipun Jessica tidak bertanya padanya. Semua orang mendengar penjelasan Ferdy dengan keterkejutannya masing-masing.
"APA?? Ini tidak mungkin!!!" pekik Jessica dan Endah bersamaan. Kedua adik kakak itupun pinsang seketika setelah mendengar penjelasan Ferdy yang mengejutkan diri mereka.
"ENDAH??" Pekik Jimmy, yang dengan sigap mengambil tubuh Endah dari dekapan Adam.
"JESSICA?" Pekik Andre yang tengah memeluknya.
Kedua pria itu segera membawa masuk pasangan mereka ke mobil mereka masing-masing yang sudah terparkir sejak tadi di sana.
"Leon kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Adam.
"Sepertinya kita perlu bicara empat mata Paman," ucap Leon ketika berhadapan dengan sang Paman dengan tatapan yang tak berubah.
"Kau mau kita bicara dimana?" Tanya Adam pada Leon.
"Apartemenku,"jawab Leon singkat.
"Apartemenmu?" Tanya sang Paman yang heran, pasalnya ia sangat mengetahui jika Leon tidak memiliki apartemen.
"Ya apartemen ku, aku sudah meminta satu unit Apartemen yang bersebelahan dengan Andre dan Jessica, aku tak mau jauh dari adik ku Paman. Aku belum bisa melepaskan Jessica 100% pada Andre," jawab Andre.
"Baiklah Leon. Aku setuju kita bicara di apartemenmu,"
Jimmy dan Andre membawa pasangan mereka ke apartemen Louis. Endah dibawa ke unit apartemen milik Jimmy dan Jessica di bawa ke unit apartemen milik Andre. Andre dan Jimmy sama-sama menelepon rumah sakit Central Kusuma yang berada di Kota J untuk mengirimkan Dokter untuk memeriksa kondisi pasangan mereka.
__ADS_1
Tidak sampai 10 menit dua orang dokter dan dua orang perawat sudah sampai ke aparteman Louis untuk memeriksa keadaan Jessica dan juga Endah.
Di unit Apartemen Andre.
Andre begitu nampak cemas karena sang istri tak juga kunjung sadar dari pingsannya. Andre terlihat kesal karena yang datang ke unit Apartemennya adalah dokter laki-laki bukan dokter perempuan, ia lupa mengatakan pada pihak rumah sakit untuk mendatangkan dokter perempuan ke apartemennya.
"Jadi bagaimana Tuan, apa saya sudah boleh melakukan pemeriksaan pada istri Tuan muda?" Tanya sang Dokter dengan wajah menahan kesal.
"Ya sudah kau boleh memeriksanya tapi kau tak boleh melihat atau menyingkap baju istriku walaupun sedikit."jawab Andre menatap tidak suka sang Dokter.
"Baik Tuan," jawab Sang Dokter dengan senyum keterpaksaannya.
Setelah di izinkan memeriksa Jessica oleh Andre, sang Dokter pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Jessica.
Ia melakukan pemeriksaan di mulai dari mengecek tekanan darah, melihat bola mata Jessica dan terakhir denyut jantung Jessica.
"Tuan muda apakah Nyonya sering mengalamin gampang letih akhir-akhir ini?"
"Iya dia sering mengeluh letih, memangnya ada apa dengan istriku?"
"Apa Anda tahu jadwal terakhir Nona Jessica datang bulan?"
"Sepertinya dua minggu yang lalu seminggu sebelum hari penikahan kami, memangnya ada apa?"
"Sebaiknya Anda perlu memeriksakan Nona Jessica ke dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, karena dari hasil pemeriksaan saya, saya menduga istri Anda tengah berbadan dua Tuan dan untuk saat ini sepertinya Nyonya muda sedang tertidur karena kelelahan mungkin dalam beberapa menit jika rasa kantuknya hilang ia akan terbangun dari tidurnya."
"Apa? Maksud mu istri ku hamil begitu?" Tanya Andre dengan keterkejutannya.
"Sepertinya begitu Tuan Muda," jawab sang Dokter yang bernama Gunawan.
"Jika benar hasil pemeriksaan mu terhadap istri ku mengenai kondisinya kini berbadan dua, kau dan suster ini akan ku belikan mobil sport sebagai hadiahnya." Ucap Andre yang membuat sang Dokter dan Suster tersenyum senang mendengarnya.
"Tapi jika kau salah dan ternyata istri ku tidak berbadan dua, ucapkan selamat tinggal dengan profesi mu ini," tambahnya lagi. Membuat senyum sang Dokter dan Suster itu hilang seketika berubah menjadi rasa takut akan kehilangan pekerjaan dan profesinya yang sangat membutuhkan waktu dan perjuangan dalam mencapainya.
GLEK! Suara Dokter dan Suster yang menelan ludahnya kasar karena merasa khawatir dan takut.
"Se-sepertinya hasil pemeriksaan saya tidak salah Tuan, apa perlu saya panggilkan rekan saya untuk memeriksa Nyonya Muda Tuan?" Ucap Dokter itu terbata karena rasa takut akan ancaman Andre.
__ADS_1
"Ya panggilkan rekan mu segera dan kalau perlu bawa semua alat-alat yang di perlukan ke apartemenku ini untuk memeriksa istriku secara detail! Ingat Dokter, datangkan Dokter wanita bukan pria!" Pinta Andre pada Dokter Gunawan yang berdiri dihadapannya.
"Baik Tuan, saya akan datangkan Dokter wanita sesuai permintaan Anda,"jawab Dokter Gunawan.