Cinta Jessika

Cinta Jessika
Dia Cucuku


__ADS_3

Dewi yang baru saja selesai membuat kue, ia pergi keruangan keluarga untuk mengambil handphonenya, kebetulan handphonenya berada disana, rencananya ia ingin memposting hasil karya masakannya.


Tapi niatnya ia urungkan karena ia melihat sahabat kecilnya mengirimkan sebuah pesan.


"Foto copianmu dizaman sekarang" Tulis pesan Suci pada Dewi diketerangan gambar foto yang ia kirim.


"Jessica cucuku" ucap Dewi pelan sambil menangkupkan tangannya ke mulut saat melihat foto yang dikirimkan Suci padanya.


"Apa kau mengenalnya, Ci?" tulis pesan Dewi pada Suci.


"Ya tentu aku mengenalnya, karena kami baru saja bertemu dan baru saja kami berkenalan, Fabian membawa dan mengenalkan dia pada kami, kau tau sepertinya anakku mencintai duplicatmu itu, aku bisa melihat dari sorot mata anakku memandang gadis itu, Gadis itu juga nampak sopan dan ramah benar-benar mirip dengan dirimu. Aku tadinya sangat berharap dia itu cucu mu kerena melihat kemiripan mu pada wajah gadis itu. Oh iya aku sampai lupa menanyakan apa kau mengenalnya?" balas Suci.


"Iya tentu aku mengenalinya, dia putri anakku Nico" tulis Dewi dalam pesannya.


"Nico putramu yang melarikan diri saat hari pernikahan itu?" tulis Suci dalam pesannya.


"Iya Ci kamu betul, bolehkan aku minta tolong padamu" pinta Dewi pada pesannya.


"Tentu kau boleh meminta bantuan dariku, apa yang bisa aku bantu untukmu calon besanku?" tulis Suci menggoda Dewi. Karena ia sangat senang mengetahui Jessica adalah cucu sahabatnya yang kaya raya.


"*Jaga cucuku itu untukku, jika anakmu benar-benar mencintai cucuku dengan serius. Bawa dia pergi jauh sejauh mungkin dan hidup bahagialah bersamanya." tulis Dewi dengan meneteskan air mata. Ia takut rencana suaminya untuk menjodohkan cucunya akan mengulang kejadian Nico*.


"Kenapa kau berkata seperti itu Dew? Kenapa Fabian harus membawanya pergi?" tanya Suci dalam pesannya.


"Karena suamiku sudah menjodohkan dia dengan salah satu cucu dari keluarga Kusuma, baik Jessica maupun Nico belum mengetahui perjodohan ini, aku takut cucuku akan menolak seperti Nico Ayahnya" tulis Dewi.


"APA???!!" Ucap Suci terkejut ia menangkupkan mulutnya dengan tangan kanannya di kediamannya.


"Fabian kau harus segera menyadari perasaanmu padanya nak. Karena jika kamu terlambat nasibmu akan terulang kembali. Ditinggal orang yang kamu cintai. Aku harus membantumu nak. Ya aku harus membantumu Fabian" batin Suci.


****************


Hari-hari pun berlalu Jessica melakukan rutinitasnya seperti biasa. Menjemput kedua putri Fabian, memberikan makan siang yang bergizi untuk mereka kemudian mengantar mereka kembali. Begitu intens Hana dan Hani bertemu dengan Jessica yang memiliki sifat ke ibuan membuat kedekatan mereka terlihat seperti Ibu dan anak.


Hari ini tidak seperti biasanya Jessica tidak kembali ke kantor melainkan langsung ke lokasi event Awarding perusahaan Batara Grup disalah satu ballroom hotel berbintang lima di Kota J. Sampai di lokasi Jessica langsung memberi pesan kepada Fabian.


"saya sudah sampai di hotel Grand Mandala, bapak dimana?" tulis pesan Jessica pada Fabian.


"Saya di FOH bawa kesini kopinya!" balas Fabian.


"Y" balas pesan Jessica yang membuat Fabian kesal karena Jessica hanya membalas pesannya dengan satu huruf saja.


"Kebiasaan anak ini tidak bosan dia membuatku kesel setiap hari. Apa susahnya balas iya pak atau siap pak atau ketik I Y A. Kenapa harus satu huruf Y saja dia membalas pesan dari ku? Uuggghh... Emosiku dibuat naik turun olehnya, awas saja kau Jessica!" batin Fabian.


Jessica melangkahkan kakinya menuju ballroom. Ia memasuki area ballroom yang telah di dekorasi oleh dekorator hingga terlihat bagus dengan desain 3D yang didesain oleh tim kreatif perusahaan Fabian. Jessica mampir ke photo booth untuk berswafoto terlebih dahulu. Setelah puas berswafoto Jessica melangahkan kakinya ke ruang F O H (Front Of House). Jessica melihat di sekeliling FOH tidak tampak batang hidungnya Fabian. Akhirnya ia bertanya pada Pak Andi lighting director.


"Pak Andi maaf, Pak Fabian mana ya Pak? Tadi saya diminta kesini oleh beliau tapi sekarang orangnya nggak ada."


"Barusa Pak Fabian ada disini. Sekarang Pak Fabian pergi ke changing room katanya ada masalah disana," jawab Pak Andi.


"Oh begitu Pak. Ok deh pak Andi makasi ya. Kalau begitu saya pamit mau susul beliau kesana." ucap Jessica lalu dijawab anggukan kepala oleh Pak Andi.


Jessica melangkahkan kakinya menyusul  Pak Fabian. Dilihatnya dari jauh pintu changing room sudah penuh  kerumunan orang.


"Ada apa? Ada apa?" tanya Jessica penasaran kok banyak orang yang berkerumun. karena rasa penasarannya Jessica membelah kerumunan.


Betapa terkejutnya dia melihat Fabian sedang memukuli salah satu staffnya bertubi-tubi dengan posisi Fabian diatas tubuh Toni yang sudah terlentang tak berdaya.


"Hai, kok malah di tonton sih bukannya dipisahin!" ucap Jessica pada kerumunan orang yang menonton perkelahian itu dan sebagian orang mengabadikan dengan ponselnya.


"Siapa yang berani misahin banteng lagi ngamuk. Bukannya berhenti malah yang ada kita jadi korban kegansan dia selanjutnya." ucap salah satu orang dari kerumunan itu.


Tanpa berfikir lagi ia harus menghentikan Fabian kalau tidak temannya bisa mati dibuatnya. Jessica mendekati Fabian memegang bahunya, kemudian menarik tubuh Fabian sekuat tenagaan. Fabian menoleh kearah orang yang menariknya. Sejenak Fabian menghentikan pukulannya dan menatap wajah Jessica. Kemudian saat ia hendak memukul Toni kembali yang sedang berusaha bangun Jessica langsung memeluk Fabian dari arah depan untuk menghentikannya.

__ADS_1


Jessica menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Fabian. Jessica mendengar jantung Fabian yang bergemuruh "dug dug dug" berdetak begitu cepat dan tidak beraturan. Sungguh lancang apa yang dilakukan Jessica, namun itu harus ia lakukan untuk menyelamatkan Toni dari amukan Fabian.


"Sudah cukup jangan diteruskan aku mohon, sudah cukup jangan marah lagi, kalau dia sampai mati, bapak bisa dipenjara bagaimana anak-anak nanti" ucap Jessica masih memeluk Fabian sambil mengusap-usap punggung Fabian berusaha mengingatkan tentang anak-anaknya yang akan terdampak karena perbuatannya yang melebihi batas.


Sontak saja Fabian yang dipeluk Jessica dan mendapati sentuhan langsung terdiam, amarahnya mereda, ditambah lagi mendengar kata-kata Jessica. Fabian berusaha mencerna betul kata-kata Jessica. Fabian merasa nyaman dan teduh dengan apa yang dilakukan Jessica saat ini terhadapnya. Ya sentuhan Jessica selalu mampu meredam emosinya.


Ketika Jessica berhasil melerai kebrutalan Fabian. Aldo Sisil dan Lina membawa pergi Toni dari hadapan Fabian, kerumunan orang diruangan Changing room pun membubarkan diri kini hanya tersisa Jessica dan Fabian.


"Ternyata si Banteng sudah ada pawangnya." cetus salah satu kerumunan disana saat meninggalkan mereka.


"Bukankah itu staff part time di bagian AE?" ucap dari salah satu orang di mereka.


" Ada hubungan apa Pak Fabian dan anak itu ya?" tanya mereka penasaran.


Begitulah kasak kusuk yang terdengar membicarakan Fabian dan Jessika, sebenarnya masi banyak lagi omongan orang-orang mengomentari apa yang baru saja Jessica lakukan. Sementara itu staff yang lain seperti Lina dan Sisil membantu mengobati dan membersihkan luka-luka Toni diruang lainnya.


Jessica melepaskan pelukkannya ketika irama jantung Fabian telah kembali normal.


"Seneng yaepin Bapak kamu bisa peluk- peluk saya? Kamu sedang curi-curi kesempatan bukan?" ucap Fabian ketika Jessica melepaskan pelukannya.


"Bapak tuh, bukannya terima kasih malah bisanya nuduh-nuduh saya terus. Bisa gak sih bapak sehari gak nuduh saya yang nggak- nggak? Bisa gak sih nggak ngajakin ribut terus? Capek tahu ngadepin Bapak yang kaya gini. Kita tuh udah kaya Tom and Jerry tau. Dan nanti tuh ujung-ujungnya bapak tuh nyakitin hati saya. Selalu mulut bapak tuh nyakitin saya ga pernah nggak. Mulut bapak tuh klo ngomong pedes gak pernah ada manis-manisnya kalau ngomong sama saya. Kayanya Bapak tuh bawaanya benci banget gitu kalau deket saya." ucap Jessica seperti kereta panjang sekali. ia juga menatap wajah Fabian dengan tatapan kesal dan dongkol.


Jessica yang tidak terlalu tinggi menatap Fabian dengan mendongakkan wajahnya. Sekarang ini ia masih menatap wajah Fabian sambil berkacak pinggang. Jarak mereka berdiri masih sangat dekat saat ini.


"Teruslah memasang wajah kesal seperti ini pada ku, aku menyukai ekspresi wajahmu ketika kesal denganku, sangat menggemaskan" ucap batin Fabian yang membalas tatapan Jessica dengan senyuman yang menggoda.


Kemudian mereka saling tukar pandang saling bertatap dalam diam. Arah mata Fabian menatap bibir Jessica yang menggoda baginya. Fabian menarik pinggang Jessica secara tiba- tiba dengan kedua tangannya ketika ia tak mampu lagi menahan keinginan untuk mengecup bibir merah jambu milik Jessica. Fabian mendekatkan wajahnya dengan wajah Jessica. Mata Fabian sudah terpejam sempurna dan tinggal satu inchi lagi bibir Fabian mendarat di bibir Jessica. Namun sebuah ketukan pintu membuyarkan semuanya.


"Tok...tok...tok" Suara ketukan pintu menghentikan niat Fabian mencium Jessica.


Ia melepaskan pelukannya kemudian mengambil jarak dengan Jessica. Begitupula dengan Jessica. Wajah Jessica nampak seperti kepiting rebus karena ke gep dalam posisi terlalu dekat dengan bosnya. Malu sekali yang ia rasakan kini, ingin sekali dia membenamkan wajahnya untuk menutupi rasa malunya saat ini.


Orang yang mengetuk pintu itu adalah Clara. Clara datang bersama Client dari Perusahaan Batara Grup. Seorang Pria tampan dengan tubuh tinggi tegak dan kekar. Dialah Andreansyah Brata Kusuma calon suami Jessica.


Tatapan Andre kepada Jessica tak dapat diartikan lagi. Ada rasa amarah yang ia pendam. Namun Andre masih bisa menyembunyikan amarahnya. Jessica yang merasa terus ditatap oleh Andre membuatnya kikkuk. Dia hanya bisa menunduk malu.


"Pak Fabian, kenalkan ini Pak Andre CEO dari Batara Grup ia ingin melihat-lihat langsung backdrop dan memeriksa kesiapan kita untuk event nanti malam" ucap Clara pada Pak Fabian, Fabian dan Andrepun berjabat tangan.


"oh ya silahkan Pak Andre, sungguh kehormatan bagi kami Anda langsung meninjau sendiri hasil kerja kami , kau temani beliau Clara" ucap Fabian pada Andre dan juga Clara.


"Sebenarnya kurang kerjaan aku harus meninjau hasil kerjamu Fabian. Aku melakukan ini untuk menyelamatkan calon istriku dari pria brengsek seperti dirimu." batin Andre.


"Semoga Anda menyukainya Pak Andre" ucap Fabian pada Andre.


"Oh, tentu. Jika saya puas saya akan memakai jasa perusahaan anda lagi Pak Fabian." balas Andre basa basi.


"Kami menunggu kabar baik dari Anda Pak Andre" ucap Fabian menimpali. Kemudian Andre menjawab hanya dengan anggukan kepala.


"Mari Pak Andre" ajak Clara pada Andre. dengan langkah berat Andre meninggalkan Jessica dan Fabian yang masih diruangan itu. Ia takut mereka melanjutkan adegan yang tertunda.


"Ya Tuhan bawalah pergi calon istriku jaukan dia dari Fabian. Jangan biarkan dia terus bersamanya. Aku tak mau Fabian menjamah calon istriku. Jessica ku mohon jagalah dirimu hanya untukku." doa Andre dalam hatinya.


Setelah kepergian Clara dan Andre. Jessica melangkah pergi meninggalkan Fabian tanpa kata-kata.


"Anak itu, hampir saja aku melahap habis bibirnya yang terus saja berisik berkicau seperti burung." ucap Fabian dengan suara yang begitu pelan. Saat Ia melihat punggung Jessica yang pergi menjauh darinya.


Ketika Fabian ingin melangkah pergi langkahnya terhenti karena kakinya tersandung oleh botol Termos, ia mengambil Termos kopi kecil yang dibawa Jessica yang tergeletak dilantai.


Jessica berjalan pelan kemudian berlari kecil menuju backstage, event kali ini Jessica ditugaskan menjadi Talent koordinator, karena merasa jenuh di backstage akhirnya dia naik panggung melihat grup band yang sedang GR ( gladi resik).


Jessica iseng-iseng bertanya kepada salah satu anggota grup band yang sedang memegang gitar.


"Bang, boleh gak sih aku nyanyi diiringin gitar abang?"

__ADS_1


"Boleh banget dong. Emang kamu bisa nyanyi? Kamu mau nyanyi lagu apa memangnya?"


"Bisa bang tapi suaranya biasa aja sih nggak bagus-bagus banget tapi masi enak di denger kok Bang. Aku mau nyanyi lagunya Yura Yunita judulnya Intuisi bisa gak Bang?" ujar Jessica.


"Bisa, tunggu sebentar ya! tunggu kita selesai latihan dulu, sebentar kok dikit lagi juga kelar." ucap salah satu anggota Band yang memainkan gitar.


Tak lama kemudian crew band meninggalkan panggung hanya menyisakan pemain gitar yang tadi mau mengiringi Jessica bernyanyi.


"Jadi mau nyanyi gak neng?" tanyanya pada Jessica.


"Jadi dong bang" Jessica mengambil microphone.


Pemain gitar mulai memetik gitarnya dan Jessica mulai bernyanyi menghadap ruangan FOH, ia bernyanyi menatap Fabian dari kejauhan. Fabian yang kembali berada disana mendengar suara Jessica bernyanyi, ia langsung menghentikan kegiatannya. pandangan mereka bertemu, baik Jesika maupun Fabian saling meresapi tiap bait yang Jessica nyanyikan. Hatinya meleleh mendengarkan Jessica yang bernyanyi dari lubuk hati terdalam.


"Maafkan aku. Maafkan aku Jess. Maafkan aku yang selalu mengabaikan semua bentuk perhatian dan kata-kata cintamu padaku. Maafkan aku terlalu egois selama ini. Aku akui aku selalu nyaman bersamamu. Apa rasa nyaman ini bisa dikatakan cinta? Apa aku sudah jatuh cinta padamu gadis berisik?" Hati Fabian bermonolog.


Author harap kalian baca Bab ini sambil dengerin lagunya ya!! Supaya kalian tau bait-bait lagu ini yang diresapi Fabian dan juga Andre.😂😂


Ternyata tak hanya Fabian yang meresapi lagu yang di nyanyikan Jessica ada Andre yang sejak tadi duduk di kursi penonton.


"Jangan berarap pada angin sayangku, berharaplah padaku yang nyata untukmu. Aku berjanji akan menghapus luka yang mereka torehkan dihatimu tak perlu menyiksa dirimu dengan cinta yang seperti ini sayang. Berjalanlah mengarah padaku! Aku akan memberikan hidupku untukmu, jadilah dirimu sendiri, jangan merendahkan dirimu untuk mengemis cinta pada pria brengsek itu, tanganku akan selalu terbuka untuk menerimamu. Kita akan bahagia bersama tanpa harus saling menyakiti." Ucap Andre ketika mendengarkan Jessica bernyanyi.


"Prok...prok...prok" suara tepukan tangan dari tempo pelan hingga cepat. Tepukan tangan Andre itu menggema ke seluruh ruang Ballroom ketika Jessica menyelesaikan menyanyikan lagunya.


Andre berjalan mendekati Jessica. Ketika melihat Andre berjalan mengarah padanya. Jantung Jessica berdetak tak menentu begitu saja.


"Dug..dug...dug" suara detak jantung itu begitu bergemuruh.


"Duh ini jantung kenapa deg degan begini? Waduh dia jalan mendekat lagi, siapa sih ini orang? Bikin jantung gue mau copot aja pakai kesini segala" batin Jessica.


Andre menghentikan langkahnya dan berdiri dihadapan Jessica.


"Suaramu begitu merdu ditelingaku, begitu menggetarkan hatiku, suatu saat nanti kamu harus terus bernyanyi untukku mengisi hari-hari ku. Tapi aku tak ingin mendengar kamu menyanyikan lagu sendu lagi. Yang hanya ingin ku dengar dari suara indah mu itu hanya lagu-lagu bahagia yang mewakili suara hati mu yang bahagia tidak seperti ini." Ucap Andre kemudian menarik tangan Jessica membawa ke dekapan dadanya sebelah kiri. Dia mau Jessica merasakan detak jantungnya yang juga bergemuruh saat dekat dengan Jessica.


"Dengarlah suara merdumu mampu membuat jantungku bergetar hebat, getaran cinta yang hanya ku rasakan pada mu" Ucap Andre.


"Berjalanlah maju tinggalkan lukamu sayang! Sambutlah kehadiran ku Jessica Nurlita Sari Adijaya. Jangan mengalihkan cinta pada orang yang salah!" ucap Andre yang menatap Jessica penuh cinta.


Tangan Andre dengan begitu saja melepaskan ikatan rambut Jessica yang dikuncir kuda. Rambut panjang Jessica tergerai.


" Kau lebih cantik dengan rambut yang terurai" ucap Andre lagi.


Andre memberi kode kepada pemain gitar untuk menyingkir, Pemain gitarpun pergi meninggalkan mereka diatas panggung. Apa yang dilakukan Andre sejak tadi hanya membuat Jessika terdiam menerima apa yang ia lakukan padanya. Jessica seakan terhipnotis oleh Andre. Tangan Andre kemudian menarik tengkuk Jessica, Andre mencium bibir ranum Jessica dengan lembut. Beberapa detik Jessica hanya diam terkejut mendapatkan serangan dari pria asing dihadapannya ini, tapi dia juga menikmati hingga dia terbuai dengan apa yang dilakukan Andre, Beberapa detik kemudian Jessica tersadar kemudian mendorong dada Andre tapi Andre tak perduli dia tetap mencium Jessica lebih dalam, ia menggigit bibir Jessica hingga membuat Jessica membuka mulutnya, kesempatan itu digunakan Andre untuk mengabsen gigi dan lidah Jessica dengan lidahnya. Tangan kanan Andre menahan tengkuk Jessica dan tangan kirinya meremas bokong Jessica hingga Jessica meloloskan desahannya untuk pertama kali dalam hidupnya. Andre melepaskan ciumannya ketika ia merasa Jessica kehabisan nafas kemudian menyatukan kening mereka. setelah ciumannya terlepas dan Jessica sudah bisa menghirup udara Jessica langsung menampar Andre.


"Plak.." satu tamparan diberikan Jessica pada Andre.


"Anda sungguh kurang ajar. Jaga sikap Anda Tuan! Dengan lancangnya anda mengambil ciuman pertama saya" ucap Jessica dengan deraian air mata. Andre sangat bersyukur dialah yang mengambil ciuman pertama Jessica.


"Maafkan aku." ucap Andre menyesal. Ia lupa bahwa calon istrinya belum mengenalnya bahkan belum tau bahwa dia adalah calon suaminya. Andre hanya diam mendapat perlakuan itu dari Jessica. Walau bagaimana pun dia sudah lancang melakukannya terhadap Jessica. Dan tak sepantasnya ia melakukan hal tersebut.


Disisi lain, Fabian yang ada di ruangan FOH nampak geram. Terbukti dengan kedua tangan yang mengepal kemudian menggebrak meja dihadapannya. Membuat tim person in charge (PIC) terkejut dibuatnya. Pandangan mereka berpindah pada Fabian tadinya mereka sedang asyik melihat pertunjukkan kissing Jessica dan Andre.


"Kurang ajar, harus diberi pelajaran seenaknya saja mencium orang." ucap Fabian.


"Sabar Pak ingat dia Client kita." ucap Clara sambil menarik lengan Fabian mencegah Fabian menghampiri Andre. Clara melihat aura kecemburuan di wajah Fabian. Membuat hatinya tak senang melihat itu.


Setelah menampar Andre Jessica lari pergi meninggalkan panggung. Andre yang ditinggal Jessica langsung mengambil handphone di saku celananya. Ia langsung menghubungi asisten pribadinya Jimmy.


"Hallo Jimmy jaga calon Nyonyamu, dia lari meninggalkanku, dia sedang marah padaku, jangan sampai dia didekati Fabian. Kalau sampai dia disentuh Fabian, habis sudah hidupmu hari ini Jim"Ucap Andre mengancam Jimmy.


Andre menatap Fabian dengan penuh kemenangan berbeda dengan Fabian menatap Andre dengan penuh kebencian.


"Aku berhasil mendapatkan ciuman pertama calon istriku Fabian, tadi kaulah yang ingin menciumnya tapi aku berhasil menggagalkanmu, bersiaplah menjadi Sad boy Fabian." ucap batin Andre.

__ADS_1


"Kalau kau bukan clientku sudah ku habisi kau! Ku remukan tulang belulangmu. Beraninya kau menyentuh gadis brisikku itu." ucap amarah di batin Fabian.


"Aku akan merebut hati calon istriku yang sedang salah jatuh cinta padamu, Kau adalah sainganku saat ini Fabian" batin Andre lagi.


__ADS_2