Cinta Jessika

Cinta Jessika
Firasat tak enak berjamaah


__ADS_3

Jessica yang ada di Mansion sudah beberapa hari ini memiliki perasaan yang tak enak. Meskipun sang ibu terus berusaha menenangkannya agar hatinya tetap tenang namun tak berhasil ia tetap tak tenang, ia merasa begitu gelisah pagi, siang dan malam.


"Apa kamu sedang merindukan suamimu, Nak?" Tanya Lestari pada putrinya.


"Tidak juga bu, suami ku sangat rajin menghubungi ku baik pagi, siang ataupun malam." Jawab Jessica yang masih terlihat gusar.


"Apa mungkin kamu merasa kesepian, karena tidak ada Anna yang biasa menemani mu." Lestari mencoba menebak namun tebakkannya masih salah karena Putrinya kembali menggelengkan kepalanya.


"Sayang, apa sebaiknya kita tinggal sementara waktu di Mansion Kakekmu, supaya kamu tidak kesepian karena disana pastinya cukup ramai karena ada Kakek Nenek mu, juga kedua sepupu mu dan keponakan mu." Lestari memberikan saran yang membuat Jessica berfikir.


"Apa Endah mau Bu? Jika dia mau aku akan ikut kalian saja." Jawab Jessica yang sebenarnya makin merasa tak enak jika meninggalkan Mansion suaminya ini.


"Tunggulah disini sebentar ya! Ibu akan menanyakan pada kakakmu yang sedang makan diruang makan." Ucap Lestari yang kemudian keluar dari kamar putrinya dan menghampiri putri sulungnya yang sedang asyik makan ditemani oleh Angela.


"Endah boleh Ibu duduk disini?" Sapa Lestari yang baru tiba di meja makan.


"Duduklah bu! Apa ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan pada ku?" Tanya Endah yang menatap sang Ibu yang sedang menarik sebuah kursi di sebelahnya.


"Endah, sudah berapa hari ini adikmu gelisah semenjak kepergian Andre dan juga suami mu." Tutur Lestari yang memperhatikan Endah yanh kembali menyantap makanannya.


"Ya, Aku tahu bu, aku pun demikian tapi aku tak terlalu memikirkannya seperti adikku yang terlalu halus perasaannya. Jadi Ibu mau bagaimana? Menyuruh suami kami kembali lebih cepat, begitu? Mereka pasti kembali jika urusan mereka sudah selesai Bu." Tanggap Endah disela ia menyantap makanannya.


"Tidak Nak, Ibu tak meminta mereka untuk kembali sebelum mereka menyelesaikan permasalah mereka. Ibu hanya ingin mengajak mu untuk tinggal di Mansion Kakekmu yang lebih banyak anggota keluarga kita disana. Siapa tahu dengan kondisi yang banyak orang hati adikmu sedikit tenang." Balas Lestari yang membuat Endah terdiam sejenak.


"Bukannya sebaiknya seorang istri diam di kediamannya ketika suami sedang pergi Bu?" Tanya Endah yang sebenarnya tak sependapat dengan sang Ibu.

__ADS_1


"Iya Nak, tapi kalian bisa meminta izin terlebih dahulu sebelum pergi ke Mansion Kakekmu." Jawab Lestari yang masih berharap Endah menerima ajakannya.


"Hemmm.... Baiklah aku akan menyuruh Angela meminta izin kepada para suami kami. Aku tak mau menghubungi suamiku secara langsung, karena hanya akan membuat ku tak bisa menahan rindu bu." Balas Endah yang membuat Lestari tersenyum.


"Terimakasih Ndah, Ibu akan menyampaikan pada Jessica adik mu kalau kamu mau ikut dengan ajakan Ibu. Kita akan pergi setelah ayahmu pulang memancing bersama mertua adikmu ya." Ucap Lestari sebelum ia pergi meninggalkan Endah.


"Hemmm iya Bu." Jawab Endah dengan berat hati.


"Aishh kenapa hatiku jadi makin tak tenang diajak Ibu keluar dari Mansion ini. Semoga Tuhan melindungi kami dan dijauhkan dari segala marabahaya." Batin Endah yang memanjatkan doa.


"Angela segera hubungi suami-suami kami! Katakan apa yang ibu ku katakan tadi. Bilang pada mereka jangan lama mengambil keputusan nanti Ibu akan merajuk pada mereka jika terlalu lama menjawabnya." Perintah Endah pada Angela yang setia menemani Endah makan. Ia juga sedang menyantap menu makanan yang sama dengan yang Endah makan.


"Sekarang?!" Tanya Angela yang sedang mengunyah makanan di mulutnya.


"Besok." Jawab Endah dengan wajah datarnya menatap Angela yang masih saja cuek memasukkan makanan kedalam mulutnya.


Setelah menghabiskan makanannya Angela menghubungi keduanya dan benar dengan dugaannya. Andre dan Jimmy benar-benar bucin, mereka sangat berat mengizinkan istrinya untuk pergi dari Mansion Andre. Entah kebucinan atau sebuah firasat, butuh waktu yang cukup lama sampai mereka mengizinkan para istri mereka untuk tinggal di Mansion Abraham sementara waktu hingga ia menyelesaikan urusannya di Kota J.


"Jim, kenapa firasat ku tiba-tiba tak enak mendengar mereka akan menginap di Mansion Kakek?" Tanya Andre yang kala itu dalam perjalanan menuju Bank Central.


"Sama akupun demikian Ndre. Kita berdoa saja mereka akan baik-baik saja dan kita sesegera mungkin menyelesaikan semua ini dan kembali ke kota D." Jawab Jimmy dengan doa yang ia panjatkan namun jujur di dalam dasar hatinya. Ia merasakan begitu gusar sama seperti yang dirasakan Andre.


Begitu pula dengan Endah yang kini duduk di tepi kolam merendam kaki-kakinya sambil menikmati rujak mangga buatan Bi Lastri.


"Nyonya saya sudah mengabari Tuan Andre dan Tuan Jimmy." Ucap Angela yang datang menghampiri Endah.

__ADS_1


"Terus apa kata mereka?" Tanya Endah yang menatap wajah Angela.


"Seperti biasa mereka terpaksa mengizinkan karena saya membawa nama Nyonya besar." Jawab Angela apa adanya.


"Oklah, kalau mereka sudah mengizinkan. Padahal jujur Angel, aku tiba-tiba malas untuk pergi kesana, perasaan ku sangat tak enak jika hari ini pergi kesana. Tapi tentu kau tahu Angela, karena kelakuan Ayahku dimasa lalu, membuat Ibu tak mau dibantah keinginan dan kata-katanya. Ya aku harus apa jika jadinya sudah seperti ini. Mengikuti keinginan Ibuku lebih baik daripada menghadapi sikapnya yang merajuk melebihi Jessica." Endah mencurahkan isi hatinya pada Angela yang setia mendengarkannya.


"Nyonya tenang saja saya, Bowo dan para Bodyguard lain akan melakukan pengamanan dalam perjalanan kita menuju Mansion Tuan Besar Abraham nanti." Sahut Angela yang menanggapi curahan hati Endah.


"Angela, sekuat apapun pengamanan kita kalau kita lagi apes dan musuh sudah merencanakan sesuatu dengan matang kita bisa apa Angela?" Balas Endah yang mulai meragukan tingkat keamanan yang sudah super ketat karena perasaan yang tak enak yang ia rasakan.


"Bisa berdoa Nyonya. Kita berdoa yang terbaik untuk kita hari ini. Ingat Nyonya! Nyonya sedang hamil. Nyonya tidak perlu terlalu memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Itu sangat tidak baik untuk kesehatan Nyonya dan calon dede bayi."


"Tau apa kau tentang kehamilan, hamil saja belum, punya pasangan apalagi. Jangan sok menasehati ku Angela!"


"Nyonya ini bagaimana? Sayakan selalu mengantar Nyonya Jessica ke Dokter kandungan, pastinya saya banyak tahulah Nyonya."


"Hah, bisa saja kau menjawab kata-kata ku. Menikahlah Angela kau sudah cukup tua untuk menikah. Usiamu sudah 29 seharusnya kau sudah punya anak 3 sampai 4, kau tahu itu?!"


"Jika Tuan Ferdy melamar saya, saya mau menikah tapi jika bukan dia mungkin saya lebih baik sendiri." Jawab Angela yang membuat Endah tertawa.


"Manusia menyebalkan itu kau sukai. Seleramu benar-benar aneh. Aku da Jessica sangat membencinya kau tahu itu tapi kau malah jatuh cinta padanya. Parah sekali kau Angela."


"Cinta itu memang begitu Nyonya. Datang tanpa di duga-duga dengan siapa rasa itu tumbuh.


"Ya-ya-ya.... Semoga Ferdy memiliki perasaan yang sama dengan mu Angela."

__ADS_1


"Amiinnn makasih atas doanya Nyonya."


__ADS_2