Cinta Jessika

Cinta Jessika
Menjelaskan


__ADS_3

Kini Andre dan Jessica sudah berada di dalam mobil.


"Kita mau kemana tuan? Rumah sakit atau..." tanya Bowo namun belum selesai Bowo bertanya Jessica sudah memotongnya.


"A...aaaa gak mau kerumah sakit. Aku takut... Pulang saja tapi aku gak mau pulang kerumah. Aku lagi malas pulang kerumah." teriak Jessica dengan suara yang masih terisak-isak dia takut jika dibawa kerumah sakit.


"Kalau tidak mau pulang kerumah mu terus kamu mau pulang kemana? Kamu masih marah sama orang rumah hemm ...Karena kejadian tadi pagi? Ingatlah luka mu ini harus segara di tangani oleh dokter!" tanya Andre pada Jessica.


"Tapi aku gak mau dibawa kerumah sakit Kak. Bolehkah aku pulang ke apartemen saja, Sisil masih ada disanakan?" jawab Jessica.


"Mereka tidak ada di apartemen. Mereka sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Sekarang pilihan mu hanya dua kerumah sakit atau pulang kerumah?"


"Rupanya kau sama jahatnya seperti mereka hiks...hiks...hiks..." jawab Jessica kemudian kembali menangis.


"Kemarilah!!" Andre manarik Jessica masuk kedalam pelukkannya.


"Aku berjanji tak akan membawa mu kerumah sakit tapi aku akan membawa mu pulang kerumah mu. Aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa luka bakar pada tanganmu. Mengenai ayahmu kamu tidak perlu takut dan menghindarinya. Aku akan menemuinya dan menjelaskan kejadian semalam padanya. Bagaimana apa kau sudah mau pulang jika aku bersama mu?" ucap Andre saat memeluk tubuh Jessica.


"Hmmm..." Jessica menjawab dengan deheman dan anggukan kepala.


Jessica terus berada dalam pelukkan Andre hingga akhirnya dia tertidur.


"Drettt...drettt..." suara ponsel Andre bergetar di saku celana. Andre mengambilnya ternyata Leon menghubunginya.


"Kau dimana? Bagaimana kondisi Adikku? Siapa yang menyakiti adikku?" Leon langsung memberikan pertanyaan-pertanyaan pada Andre.


"Aku sedang berada di mobil bersama adikmu. Adikmu sedang tertidur dalam pelukkan ku. Kau jangan marah karena aku memeluknya. Aku hanya berusaha menenangkannya karena dia terus saja menangis merasakan kesakit karena luka bakar ditangannya." Andre menjelaskan pada Leon.


"Kau mau bawa kemana adikku?" tanya Leon lagi.


"Aku akan membawa adikmu pulang kerumah mu tentunya. Aku juga akan menemui Ayah mu untuk menjelaskan kejadian semalam." jawab Andre.


"Kenapa kau tidak membawanya kerumah sakit terlebih dahulu?" tanya Leon lagi.


"Adikmu tidak mau. Dia malah menjerit dan mengataiku sama jahatnya seperti mereka. Kau tenang saja aku akan meminta Jimmy mendatangkan Dokter kerumahmu, kalau perlu rumah sakitnya aku bawa kerumahmu." jawab Andre.


"Baiklah aku akan menunggu mu dirumah. Aku sudah berada dirumah sekarang. Ayahku juga ada dirumah dia sedang tidak masuk kerja hari ini." ucap Leon.


"Bagaimana dengan presentasimu tadi? Kau tidak meninggal kewajibanmu bukan?" tanya Andre.

__ADS_1


"Aaahh Kau ini. Setelah menyesesaikan presentasiku Jimmy mengakhiri meeting begitu saja. Kami hanya tinggal menunggu jawaban persetujuan dari diri mu saja tentang proyek ini." jawab Leon kesal. Disaat dirinya mencemaskan adiknya Andre masih sempat-sempatnya menanyakan masalah pekerjaan.


"Ok baiklah aku akan pelajari dulu hasil presentasimu tadi. Tolong bukakan pintu gerbang rumahmu kami hampir tiba!" ucap Andre pada Leon.


"Ya baiklah Tuan besar aku akan membukakan pintu untuk Anda." ucap Leon dengan kesal kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.


Setelah menyelesaikan panggilan telepon dengan Leon, Andre segera menghubungi Jimmy.


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya Jimmy pada Andre di ujung teleponnya.


"Jimmy hubungi rumah sakit milik keluarga ku di kota ini. Katakan aku membutuhkan seorang Dokter ahli dalam luka bakar, lalu antar Dokter itu sekarang juga kerumah Jessica, aku beri waktu lima belas menit dari sekarang." perintah Andre pada Jimmy.


"Baik Tuan, segera saya kirimkan tim dokter ke rumah Nona Jessica." ucap Jimmy.


Andre menutup panggilannya setelah mendengar jawaban Jimmy. Mobil yang dikendarai Bowo sudah sampai di kediaman Jessica. Mobil itu masuk ke pekarangan rumah Jessica. Terlihat Leon, Nico dan Lestari sudah menunggu kedatangan mereka. Leon menghampiri mobil Andre dan membuka pintu belakang mobil. Di dapatinya adiknya tengah tertidur dalam pelukkan Andre. Leon melihat wajah Jessica yang sembab karena terus menangis. Nafasnya pun masih terlihat tersengal-sengal.


"Bawalah dia ke kamarnya!!" pinta Leon pada Andre.


Andre menggendong Jessica yang tertidur ala Bridal style. Ini kali kedua dia membawa pulang Jessica dalam kondisi tertidur. Andre berjalan menghampiri kedua orang tua Jessica. Ia memberikan senyum hormat pada calon mertuanya itu.


Andre membaringkan Jessica di tempat tidur. Andre melihat tatapan Lestari yang terfokus pada punggung tangan Jessica yang putih semua karena pasta gigi.


"Saya sudah memanggilkan dokter untuk segera kemari bu. Ibu tenang saja jangan terlalu khawatir dan bersedih. Dokter akan segera menangani luka bakar yang dialaminya." ucap Andre pada Lestari yang tengah menangis sedih melihat kondisi tangan anaknya.


"Terimakasih Nak" ucap Lestari dengan suara yang lirihnya.


"Saya keluar dulu ya bu. Maaf jika saya tidak bisa menemani ibu disini. Ada yang ingin saya bicarakan pada Bapak Nico di ruang tamu." pamit Andre dengan sopan. Ia kemudian mencium punggung tangan Lestati lalu beranjak pergi.


"Ya pergilah nak!" ucap Lestari masih dengan suara yang lirih dan wajah yang sendu.


Andre keluar dari kamar Jessica. Ia berjalan menuju ruang tamu. Terlihat Leon dan Nico sudah duduk disana menunggunya.


"Duduklah disini Ndre!" pinta Leon pada Andre dengan menepuk sofa di sampingnya.


Andre menghampiri Nico terlebih dahulu. Andre mengajak Nico berjabat tangan. Nico mengulurkan tangannya kemudian Andre mencium punggung tangan calon mertuanya itu. Dan akhirnya Andre duduk disamping Leon.


"Siapa nama mu nak?" tanya Nico pada Andre.

__ADS_1


"Nama saya Andreansyah Brata Kusuma, Pak." jawab Andre dengan ramah dan sopan.


Deg! Nico sedikit terkejut mengetahui siapa yang kini ada dihadapannya.


"Kau putra Brata Kusuma sahabatku rupanya. Betapa sempitnya dunia ini ku rasa." batin Nico.


"Apa yang ingin kau bicarakan padaku nak Andre? Aku mempersilahkan mu untuk membicarakan maksud dan tujuan mu datang kesini." ucap Nico.


"Kedatangan saya kemari untuk meminta maaf kepada Pak Nico atas kejadian semalam. Sungguh itu terjadi diluar dugaan dan kendali saya. Saya minta maaf telah membuat keributan di kediaman Bapak. Dalam masalah ini menurut saya Jessica tidak bersalah. Jika ada yang harus disalahkan Bapak bisa salahkan saja saya. Tolong jangan salahkan dia Pak! Maaf jika kata-kata saya menyinggung Pak Nico." ucap Andre memberi penjelasan.


"Ya saya terima permintaan maaf mu nak Andre. Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan?" tanya Nico.


"Maaf pak saya sudah lancang melamar putri Bapak kemarin. Dan saya sangat bersyukur dia menerima saya. Jika Bapak tidak percaya, Bapak bisa bertanya langsung pada Jessica dan melihat buktinya, saya sudah mengikatnya dengan sebuah cincin yang saya pakaikan dijari manisnya. Dan keluarga besar saya akan segera datang menemui keluarga Pak Nico setelah kepulangan saya dari Paris untuk melamar putri Bapak secara langsung." ucap Andre dengan mantap.


"Jika putri saya sudah menentukan pilihannya saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saya hanya akan menjaga putri saya sampai hari dimana kamu meminang putri saya. Permintaan saya hanya satu. Jangan kamu sakiti dan kecewakan hati putri saya! Jika kamu sudah tidak mencintai putri saya. Tolong kembalikan dia secara baik-baik pada saya tidak perlu kamu sakiti dia seperti saat ini kamu meminta putri saya secara baik-baik pada saya. Karena saya sangat menyayangi putri saya melebihi diri saya sendiri." jawab Nico dengan menatap bola mata Andre. Mencari kebenaran dan ketulusan di sana.


"Baiklah Pak Nico saya akan berusaha untuk tidak menyakiti dan mengecewakan putri Bapak." ucap Andre dengan ramah. Senyum pun mengembang diwajah Andre. Karena niat baiknya diterima oleh calon mertuanya.


"Maaf sebelumnya Pak Nico maksud dan tujuan saya kesini sudah saya sampaikan. Terima kasih sudah menerima saya dengan sebaik ini. Mohon maaf saya harus kembali ke perusahaan karena ada yang harus saya kerjakan sebelum saya berangkat ke Paris lusa nanti." Andre berpamitan kepada Nico


"Oh iya pak Nico. Saya lupa menyampaikan saya sudah memanggil tim dokter dari rumah sakit milik keluarga kami untuk memeriksa luka bakar yang di alami Jessica. Jadi Bapak tidak perlu repot-repot memanggil dokter ataupun membawa Jessica kerumah sakit." ucap Andre kemudian ia kembali mencium punggung tangan Nico.


"Iya terimakasih atas kebaikan mu Nak. Mulai saat ini panggil saya Ayah saja jangan panggil Bapak. Karena sebentar lagi kamu akan jadi bagian dari keluarga ini." ucap Nico ketika Andre sedang mencium punggung tangannya. Nico juga menepuk-nepuk pelan bahu Andre. Andre keluar dari rumah Jessica di temani oleh Leon dan Nico. Andre membungkukkan diri ketika ingin masuk kedalam mobil.


"Kau berhasil mendidik anakmu Batara, Dia bisa mencintai anakku walau dia tau anakku ini hanyalah gadis biasa." batin Nico


"Aku bangga pada mu Ndre, kau bernyali besar menemui Ayahku mengutarakan niat baikmu. Sebenarnya tanpa bantuan Kakek pun kau sudah diterima di keluargaku. Betapa beruntungnya adikku mendapatkan cintamu." batin Leon.


Didalam mobil Andre segera menghubungi Jimmy.


"Tut...tut..." suara nada memanggil.


"Hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" sapa Jimmy pada Andre di seberang sana.


"Jimmy hancurkan perusahan milik keluarga Anton sekarang juga sebelum matahari terbenam kau sudah harus melaporkannya padaku! Buat keluarga itu datang mengemis bantuan kepadaku!" ucap Andre dengan nada bicara yang menakutkan.


Anton adalah ayah dari Rania. Perusahaan yang di miliki keluarga Anton hanya perusahaan garmen kecil yang tidak ada apa-apanya. Sayang sekali perusahaan yang baru saja tumbuh dari kebangkrutan harus kembali jatuh bangkrut karena perbuatan anaknya sendiri.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2