
Setelah prosesi sungkeman, para kerabat segera memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Sepasang pengantin ini terus menebar senyum terbaiknya dan terus saja mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota keluarga besar mereka yang hadir dalam acara pernikahan mereka.
Leon yang membawa serta Endah untuk hadir ke acara pernikahan Jessica dan Andre menaiki ke atas pelaminan bersama kekasihnya Anna. Leon nampak menggandeng dua wanita sekaligus ke atas pelaminan. Mereka bertiga mengucapkan selamat kepada kedua orang tua Andre kemudian kepada sepasang pengantin yang sejak tadi terus memperhatikan mereka bertiga yang terus saja cengengesan seperti sedang menertawakan Jessica dan Andre.
"Selamat Ndre, sekarang lu dah resmi jadi suami dari adik gue, gue harap lu bisa merubah dia jadi yang lebih baik dan nggak menyakiti dia." ucap Leon sembari memeluk tubuh kekar adik iparnya itu dengan menepuk-nepuk punggungnya sekuat tenaga.
"Siap Kakak Ipar..." sahut Andre dalam peluk Leon dan membalas menepuk-nepuk punggung Leon sekuat tenaga sampai menimbulkan bunyi yang begitu keras.
Membuat kedua orang tua Andre maupun Jessica melihat kearah mereka berdua.
"Kak Andre sudah."pinta Jessica yang menarik lengan suaminya agar melepas pelukan tidak biasa antara Andre dan Leon.
"Abang sayang sudah jangan pukul Kak Andre seperti itu." pinta Anna yang juga menarik lengan Leon untuk melepaskan pelukan Leon dan Andre.
"Hahaha... tepuk yang keras Bang...tepuk yang keras Kak....Siapa diantara kalian yang terkuat." Endah malah menjadi kompor diantara Leon dan Andre.
"E N D A H" pekik Anna dan juga Jessica bersamaan.
Endah yang mendapat tatapan tajam dari kedua sahabatnya segera berlari dan memeluk tubuh Lestari yang berdiri di samping Andre.
"Ibu lihatlah Jessica dan Anna galak sekali padaku. Hukum mereka untuk ku Bu" Endah mengadu pada Lestari yang membelai bahu Endah.
Jessica dan Anna memutar bola matanya melihat Endah yang mengadu kepada Lestari, meraka menanggapi dengan malas tingkah Endah yang kerap kali suka mengadu itu.
Pekikan dari Anna dan Jessica membuat Leon dan juga Andre melepaskan pelukkan mereka.
"Hai kenapa kau marahi adik angkat ku?!"perotes Leon tak terima Jessica dan Anna memanggil Endah dengan memekikkan suara mereka.
"Kau tidak boleh protes pada ku Bang. Hemm rasakan ini!!"Anna yang tidak suka di protes oleh Leon segera mencubit pinggang Leon.
"Au... sakit sayang.." Leon meringis kesakitan.
"Adik angkat?" tanya Jessica dengan wajah keheranan.
"Ya adik angkat, kenapa apa kamu keberatan Jes??" tanya Leon pada adiknya sembari mengusap pinggangnya yang di baru saja di cubit Anna.
"Tidak Bang, asal posisiku dihatimu tidak digantikan olehnya." sahut Jessica sembari melemparkan senyum kepada Endah dan juga Leon.
"Tentu tidak ada orang yang bisa mengantikan posisi adik menyebalkan seperti dirimu dihatiku." sahut Leon sembari tertawa meledek Jessica.
__ADS_1
"Abang!!!" pekik Jessica kemudian memukul lengan kekar Leon.
"Au... sakit Jess." Leon kembali meringis karena mendapat pukulan dari Jessica.
Setelah mengucapkan selamat dan perbincangan pendek mereka usai. Mereka mengambil foto bersama dengan pengantin dan kedua belah pihak orang tua pengantin. Saat Leon meminta untuk di foto keluarga inti Nico. Leon yang menyadari tidak melihat batang hidung Cynthia di acara pernikahan inu. Alhirnya Leon pun bertanya pada Ibunya perihal ke beradaan adiknya itu.
"Cynthia kemana bu? Sejak tadi aku tak melihatnya?" tanya Leon pada Lestari.
"Ibu tidak tahu. Ibu tidak sempat memikirkan dia karena ibu terlalu terbawa suasana sedih memikirkan adik mu dengan siapa ia akan di nikahkan oleh Kakek mu." jawab Lestari.
"Ayah juga tidak melihatnya, kemana dia ya?" Nico ikut menyahut percakapan antara Leon dan Lestari.
"Ya sudah biar nanti aku yang cari. Sekarang kita foto keluarga dulu. Biar posisi Cynthia di gantikan Endah dulu. Nanti kalau Cynthia marah tidak diajak foto keluarga bersama, saat di cetak kita edit saja wajah Endah jd wajah Cynthia." pungkas Leon.
Merekapun akhirnya berfoto keluarga. Saat mereka sedang mengambil foto keluarga. Abraham dan Adam terus saja memperhatikan Endah yang berada di tengah-tengah mereka.
"Dams.." Abraham menghampiri Adam yang tengaj berdiri memperhatikan interaksi keluarha Nico di atas pelaminan.
"Ya Dad.." sahut Adam yang langsung menolehkan padanganya ke Abraham.
"Siapa wanita yang dibawa Leon?" tanya Abraham.
"Anna dan Endah Dad. Kedua sahabat Jessica. Anna wanita yang Deddy jodohkan untuk Leon bukan? Kalau Endah itu masih ada ikatan sepupu dengan Anna. Ku dengar dia itu anak angkat dari Ferry pengusaha batu bara." terang Adam.
"Ya Dad...Kenapa Dad??" tanya Adam yang penasaran dengan raut wajah Abraham yang berubah.
"Dams, selidiki asal-usul anak itu. Berikan dana investasi yang besar ke perusahaan Ferry. Mintalah bantuan dari keluarga Brata Kusuma untuk kembali melakukan test DNA secara rahasia antara anak itu dan Nico."
"Apa Daddy memiliki insting yang sama dengan ku?"
"Memang apa insting mu Dams?"
"Aku melihat kemiripan sikapnya dengan Jessica. Tapi wajahnya nampak perpaduan antara wajah Lestari dan Nico. Sejak tadi aku sedang memperhatikan mereka."
"Tuhan begitu baik pada kita jika memang betul dia anak Nico. Tapi ngomong-ngomong kemana anak Melani itu? Aku tak melihat batang hidungnya sama sekali."
"Hahaha... aku menyuruh salah seorang Maid membubuhi susu hamil yang di minumnya dengan obat tidur. Ku rasa dia masih sangat terlelap dalam tidurnya sekarang."
"Hah... kenapa kau lakukan itu Dams?"
__ADS_1
"Karena dia pasti akan mengacaukan acara pernikahan ini jika tahu Jessica menikah dengan Andre."
"Kenapa kau bisa bicara seperti itu Dams?"
"Karena aku tahu dia akan merebut Andre dari Jessica, Dad."
"Itu tidak akan mungkin terjadi Dams, aku kenal bagaimana Andre."
"Segala sesuatu mungkin saja terjadi Dad tidak ada yang tidak mungkin."
"Ya..ya... kau benar Dams. Dams setelah acara pernikahan ini. Aku harap kau bisa menahan keluarga Nico untuk tetap stay di Mension ku sebelum keberadaan Melani di temukan."
"Baik Dad. Aku sudah ada janji pertemuan dengan Fabian anak Tante Suci Dad, dia bilang dia akan membantu kita untuk menemukan Melani. Dia juga berjanji hari kamis setelah sampai di kota J akan mengantarku ketempat persembunyian Melani."
"Kerja bagus Dams... Terima kasih Nak, kamu memang selalu bisa Daddy andalkan."
"Sama-sama Dad, aku hanya ingin keluarga kita segera kembali utuh dan hidup berbahagia."
"Ya Dams, Daddy pun mengharapkan yang sama seperti diri mu."
Acara berakhir menjelang waktu makan siang. Andre dan keluarga segera berpamitan undur diri dari Mension Abraham. Andre meminta maaf Kepada keluarga besar Abraham karena langsung pamit pergi dari Mension Abraham membawa serta Jessica yang kini telah sah menjadi istrinya.
Nico dan Lestari masi ingin anak menantunya untuk beberapa hari menetap di Mension Abraham bersama dengan mereka sebelum mereka kembali ke kota J. Namun keinginan mereka di tepis Adam yang terus saja meminta Andre membawa Jessica pergi dari Mension Abraham. Beberapa kali Adam terus memberikan kode kepada Andre untuk tetap membawa Jessica pergi dari Mension Abraham. Andre yang merasa tidak enak dengan kedua mertuanya akhirnya menerima tawaran mereka.
Adam tak hilang akal, ia memberikan kode kepada Leon agar membuat Jessica dan Andre tidak bermalam di Mension Abraham. Leon yang mengerti maksud sang Paman segera merangkul pengantin baru dan meminta mereka untuk tidak bermalam di Mension Abraham.
"Kalian sebaiknya tidak bermalam disini. Aku tidak mau mendengar suara aneh yang menjijikan ditengah malam nanti. Ayo cepatlah kalian pergi! Buatkan keponakan laki-laki yang tampan seperti diriku ya!!" ujat Leon sembari memnggiring sepasang pengantin itu pergi keluar dari Mension.
Leon mengantarkan sepasang pengantin ini ke mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Bang, kasihan ibu... masa aku meninggalkannya saat ibu sedang sedih seperti itu."
"Sudahlah urusan ibu jadi urusan ku. Jika kamu masih mau disini, kamu tanggung sendiri akibatnya ya... Jika pelakor itu sudah bangun dari tidurnya."
"Pelakor?? Maksud Abang Kak Cynthia??"
"Heem... Paman Adam sengaja memberi obat tidur untuknya agar tidak mengacaukan acara pernikahan mu, tapi kalau kamu masi mau disini mungkin malam pertama mu akan di ganggu olehnya." ucap Leon menatap wajah Jessica dan Andre bergantian.
"Ayo sayang kita pulang ke Mension kita saja." Andre segera menarik tangan istrinya untuk masuk kedalam mobil setelah mendengarkan ucapan Leon.
__ADS_1
"Aiss aku tak mau wanita gatal itu menggangu malam pengantin yang sudah ku nanti dari seminggu yang lalu." batin Andre.
Bersambung