Cinta Jessika

Cinta Jessika
Jimmy dan Endah sah


__ADS_3

Di lobby apartemen Louis terlihat mobil Anna baru saja tiba. Ia datang bersama Ema karyawati butik milik kakaknya yang bernama Claudia. Ema turun dari mobil dengan membawa sebuah kebaya pengantin di tangannya. Ia berjalan mengekori langkah Anna.


Kini mereka sudah tiba di unit apartemen Leon, Anna langsung menekan tombol key password unit apartemen kekasihnya itu. Ya Anna sudah mengetahui key password apartemen Leon dari Leon sendiri yang memberitahukan pada Anna saat Andre sudah mengiyakan akan memberikan unit apartemen dilantai yang sama dengannya.


Saat itu Leon berkata pada Anna, "Ann, aku sudah meminta unit apartemen yang kau inginkan pada Andre, ia sudah memberikannya pada ku, aku pun sudah meminta orang-orangnya untuk mengganti key password unit apartemen yang ia berikan. Aku menjadikan tanggal kelahiran mu sebagai key password untuk unit apartemen kita itu. Apa kau suka?" Ucap Leon kala itu yang membuat hati Anna berbunga-bunga.


Setelah menikah nanti Anna dan Leon memang berniat akan tinggal bersebelahan dengan Jessica dan juga Andre. Alasannya begitu sangat sederhana. Anna ingin selalu dekat dengan sahabatnya itu yang akan menjadi adik iparnya nanti, begitu juga dengan Leon, ia masih ingin berdekatan dengan adiknya. Hatinya belum bisa melepas begitu saja adik bungsunya itu.


Saat Anna masuk ke Unit apartemen Leon, apartemen Leon tampak sepi tidak ada orang satupun baik di ruang tamu ataupun di ruang keluarga. Abraham dan yang lainnya setelah Endah beserta Lestari, Dewi dan juga Jessica masuk ke dalam kamar mereka segera pergi ke Unit apartemen Andre.


Mereka pergi ke Unit apartemen Andre untuk mengurus saham perusahaan Ferry yang dimiliki oleh Andre. Malam ini berkas saham yang dimiliki oleh Andre akan diserahkan kepada Ferry sebagai rasa terima kasih keluarga besar Abraham Adijaya kepada Ferry yang telah membesarkan Endah selama ini. Ya balasan rasa terima kasih itu diberikan atas permintaan Ferry sendiri, Ferry meminta semua ini seperti orang yang tak mau rugi.


Anna melangkahkan kakinya ke sebuah kamar yang berada di dekat ruang keluarga, dari luar kamar itu terdengar gelak tawa kedua sahabatnya itu, entah apa yang mereka tertawakan, yang pasti suara tawa mereka begitu menggema hingga memecah ke sunyian. Anna membuka pintu dengan menekan handle pintu kamar tersebut. Nampak terlihat Endah sedang dirias oleh Lestari ibunya sendiri.


"Hai, kalian sedang tertawakan apa? Suara tawa kalian terdengar sampai keluar kamar?" Tanya Anna pada keduanya.


"Kedua calon adik ipar mu ini sedang meledek ibunya sendiri Ann," ucap Dewi yang menjawab pertanyaan Anna.


"Ah...benarkah itu Omma? Mereka berdua ini memang benar-benar tak ada habisnya jika meledek ibu, ibu kenapa kau selalu diam saja ketika di bully kedua anakmu yang nakal ini?" Ujar Anna sembari menjewer telinga Jessica dan Endah bergantian.


"Aduh Anna sakit," keluh keduanya bersamaan.


"Calon Kakak ipar kita jahat ya Ndah? Belum apa-apa udah KDRT." Tanya Jessica pada Endah yang masih di rias Lestari.


"Iya Njes, mungkin dia sudah ketularan Bang Leon jadi kaya gitu." Jawab Endah.

__ADS_1


"Hai Jess,gue itu gak jahat ya, gue cuma kasih pelajaran buat kalian yang suka bully ibu, itu aja kok dan lu Ndah, Bang Leon itu bukan virus menular jadi jangan bilang kalau gue udah ketularan Bang Leon jadi kaya gini." Ucap Anna yang tak terima akan perkataan kedua sahabatnya itu.


"Sudah-sudah jangan berdebat lagi! Anna sayang, mana baju untuk Endah, Nak?" Lestariencoba menengahi dengan mengganti topik pembicaraan.


"Oh, iya bu hampir lupa." Ucap Anna.


"Ema berikan kebayanya pada ibu mertuaku!" Perintah Anna pada Ema yang berdiri di belakangnya.


"Baik Nona," jawab Ema yang kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Lestari untuk memberikan kebaya yang ia bawa.


Lestari menerima kebaya yang di berikan Ema dengan senyuman yang manis dan begitu ramah. Membuat hati Ema begitu adem melihat senyuman itu.


"Terimakasih ya Mbak, sudah mau repot-repot malam-malam begini antar baju kebaya untuk putri saya." Ucap Lestari pada Ema.


"Tidak repot kok bu, ini sudah jadi tugas saya." Sahut Ema sambil tersenyum, ia berusaha membalas senyum Lestari yang terus mengembang di wajah ayunya itu.


"Ibunya sekalem dan sebaik ini kenapa dua putrinya bar-bar dan menyebalkan ya? Apalagi Nona Endah sikapnya benar-benar menyiksa ku." Batin Ema saat menatap Lestari dan kedua putrinya bergantian.


"Husstt! Calon pengantin ngomongnya gak boleh kaya gitu ya, sayang! Nggak baik loh ngomong kaya gitu sama orang lain." Tegur Dewi pada Endah.


"Eh, iya Nek, maaf...hehehe.." Endah merasa tak enak hati di tegur oleh Dewi. Ia menyengir ketika menatap sang Nenek kemudian menatap tajam seakan mengajak perang saat menatap Ema.


10 menit kemudian setelah Endah selesai di rias dan menggunakan kebaya yang dibawa oleh Ema. Mereka pun keluar dari kamar. Saat mereka keluar dari kamar, para pria sudah duduk manis menunggu kehadiran mereka di ruang keluarga bersama seorang penghulu.


Acara ijab kabul pun segera dilangsungkan, posisi Nico digantikan oleh Abraham sebagai wali nikah Endah, Adam menjadi saksi pernikahan dari pihak wanita sedang Andre menjadi saksi pernikahan dari pihak pria. Keluarga Jimmy tidak bisa hadir ke acara pernikahan dadakan tersebut hingga akhirnya keluarga Jimmy menyerahkan semuanya kepada tuan muda mereka ,Andre.

__ADS_1


Dengan satu kali tarikan nafas Jimmy berhasil mengucapkan Ijab Kabul, mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri sekarang. Suasana begitu haru biru di hati Endah, ada rasa bahagia dan juga rasa sedih. Rasa bahagia karena Endah dan Jimmy sekarang sudah menjadi sepasang suami istri dan ada rasa sedih di hati Endah karena ia menikah tanpa diwalikan oleh ayah kandungnya sendiri.


Setelah acara Ijab Kabul selesai dan penghulu telah meninggalkan unit apartemen Leon. Adam dan Ferdy bersiap meninggalkan unit apartemen untuk melakukan transaksi penyerahan saham, sesuai permintaan Ferry, Endah diharuskan hadir dalam penyerahan saham tersebut. Tadinya Jimmy dan Andre ingin ikut serta namun di larang oleh Adam karena Ferry tak ingin ada Andre ataupun Jimmy saat Adam menyerahkan saham itu padanya. Sepertinya Ferry sangat takut pada Andre dan juga Jimmy.


Endah pun segera mengganti pakaiannya untuk ikut pergi bersama Paman dan assiten pamannya itu. Ia masuk ke dalam kamar di temani oleh Jimmy. Saat di dalam kamar ia berkata pada suaminya untuk tidak menunggunya pulang ke unit apartemen milik suaminya. Karena malam ini ia ingin tidur bersama Lestari di unit apartemen Leon.


"Babang Jimmy, jangan tunggu aku pulang ke apartemen mu yah, karena malam ini aku akan tidur bersama ibu. Jangan berharap terlalu banyak untuk malam pertama kita!" Ucap Endah dengan cueknya.


"Hem, aku ikut apa kata mu saja." Sahut Jimmy yang sedang memandangi tubuh sang istri yang tidak malu membuka pakaiannya di hadapannya.


"Mungkin kita akan menunda malam pertama kita selama seminggu ini, apa kau tidak keberatan?" Tanya Endah yang tengah sibuk berganti pakaian.


"Tidak," jawab Jimmy singkat.


"Baguslah kalau suami tercintaku tak keberatan. Kamu memang ter the best deh Babang Jimmy, aku pergi dulu ya?!" Ucap Endah yang sudah selesai berganti pakaian.


Endah berjalan menghampiri sang suami, ia menarik tangan kanan suaminya untuk mencium punggung tangan suaminya itu. Jimmy tersenyum senang melihat apa yang dilakukan Endah padanya. Jimmy menghadiahkan Endah ciuman di keningnya sebagai balasan apa yang dilakukan Endah padanya.


"Hati-hati ya Dede Endah ku, segera kabari aku jika sudah tiba disana dan juga saat sudah selesai." Pinta Jimmy pada istrinya.


"Siap boss que." Jawab Endah kemudian bersikap hormat kepada Jimmy.


Jimmy pun membalas sikap hormat Endah dengan sikap hormat pula. Endah keluar kamar terlebih dahulu, meninggal kan Jimmy di dalam kamar yang sedang merapikan kebaya yang tadi dikenakan Endah.


Setelah mengetahui Endah sudah keluar dari kamar. Jimmy segera mengambil ponselnya di saku celananya. Ia segera menghubungi anak buahnya.

__ADS_1


"Ikuti mobil Tuan Adam kemanapun mobil itu pergi, segera kabari aku dimana lokasi mereka berada. Aku akan segera menyusul ke lokasi." Ucap Jimmy pada seseorang di sambungan telepon.


__ADS_2