Cinta Jessika

Cinta Jessika
Akhirnya sadar


__ADS_3

Dari situlah aku mengagumi mu dan memiliki rasa ketertarikan pada mu Om, maaf jika aku selalu membuatmu marah padaku, karena aku sangat suka melihat ekspresi marahmu pada ku. Maaf jika aku yang mengejar cinta mu dan berakhir seperti ini. Maafkan aku yang tak tahu malu menyakitimu sedalam ini. Jujur kamulah orang pertama yang ku cintai tanpa perduli kamu mencintaiku atau tidak, Om Dud. Saat hubungan ku berakhir dengan Diego dengan mudahnya aku mengalihkan semua perasaanku pada mu Om... Tapi...." Jessica menghentikan ucapannya ketika tangannya merasakan pergerakan tangan Fabian.


"Apa kamu barusan merespon ceritaku Om Dud?" Tanya Jessica yang dijawab dengan pergerakan tangan Fabian yang begitu terlihat jelas dengan mata kepala Jessica sendiri.


Pertanyaan yang dilontarkan Jessica kembali mendapat respon pergerakan tangan Fabian. Rona bahagia terpancar dari wajah Jessica. Ia tersenyum senang karena usahanya membangunkan Fabian dari tidur dalamnya tidak sia-sia.


"Aku akan melanjutkan ceritaku agar kamu bangun Om Dud," ucap Jessica yang membuat Fabian merespon dengan sedikit meremas genggaman tangannya.


"Saat hubungan ku berakhir dengan Diego dengan mudahnya aku mengalihkan semua perasaanku pada mu Om. Tapi semua rasa yang ku alihkan padamu itu dengan mudahnya hilang begitu saja ketika suamiku datang ke dalam hari-hariku. Bukan hanya karena luka yang terus kamu torehkan padaku tapi karena hatiku yang selalu bergetar ketika ingin berjumpa dengannya. Dan saat dia menyatakan cintanya padaku, diriku seolah tak bisa menolaknya bukan karena tak enak dengan kebaikannya selama ini padaku tapi lebih dari itu, aku sangat takut kehilangannya. Aku takut kehilangan sandaran hidupku. Orang yang begitu mencintaiku dan menghargai diriku. Orang yang meletakkan kebahagiaan ku diatas segalanya bukan orang yang selalu berkata kasar dan tidak menghargai perasaan ku. Maafkan aku yang tak bisa mempertahankan ataupun memperjuangkan perasaan cintaku yang pernah ada untuk mu karena aku tak sanggup untuk terus terluka Om Dud, aku butuh sandaran hidup untuk menjalani hidupku yang tak mudah." Ucap Jessica dengan linangan air mata ketika Fabian merespon kembali dengan remasan tangannya yang ia genggam serta air mata Fabian yang begitu deras mengalir dari kelopak matanya.


"Bangunlah Om Dud, kembalilah jalani hidupmu yang berharga untuk keluarga kecilmu yang mencintaimu dengan tulus. Jangan seperti ini hanya karena meratapi kisah kita yang tak pernah kita mulai tapi harus kita akhiri demi mereka yang mencintai mu. Dan lupakan peristiwa yang pernah terjadi di kota D yang membuatmu merasa bersalah padaku. Maafkan keluarga besarku yang seakan mempermainkan perasaan mu, mereka hanya ingin menunjukkan padaku betapa kerdilnya diriku di dalam hidupmu." Ucap Jessica yang kembali mendapat respon Fabian.


Kali ini Fabian bisa menggerakkan mulutnya. Ia berusaha kembali bangkit dari kondisinya.


"Ma-af-kan a-ku..." Ucap Fabian terbata-bata dengan suara yang begitu pelan hampir tak terdengar namun Jessica dapat mendengar permintaan maaf yang dilontarkan Fabian.


Perlahan-lahan Fabian membuka matanya, ia menatap wanita yang dia cintai dengan perubahan di tubuh dan wajahnya yang terlihat lebih berisi tengah menangis menatapnya.


"Maafkan aku Jessica..." Ucap Fabian dengan lancar namun masih dengan suaranya yang begitu pelan dan lemah.


"Kamu sudah sadar Om? Keluarga mu akan bahagia melihat mu sudah terbangun dari tidur dalam mu ini. Tunggulah sebentar! Aku akan panggil Dokter untuk memeriksakan keadaan mu dan aku akan memberi tahukan pada anggota keluarga mu yang sedang menunggu di luar." Jessica beranjak dari kursi duduknya dan segera melepaskan genggaman tangannya dari tangan Fabian.


Saat Jessica melepaskan genggaman tangannya dan ingin melangkahkan kakinya meninggalkan Fabian. Tangan Fabian kembali menggenggam tangan Jessica.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku Jess! Aku tak butuh Dokter aku hanya butuh dirimu." Ucap Fabian yang terus menatap dalam wajah Jessica.


"Jangan seperti ini Om Dud! Jangan mempersulit hidupku karena keegoisan mu!" Ucap Jessica yang menghempas tangan Fabian yang terus menggenggam tangannya.


"Maafkan aku, jika selama ini aku mempersulit hidupmu Jess, aku hanya ingin hidup bersamamu dengan anak-anak ku dan juga anak-anak kita nanti." Fabian mengutarakan keinginannya.


"Aku sudah memaafkanmu Om Dud, tolong relakan aku dan lepaskan aku dari perasaan cintamu yang sudah terlambat bagiku. Buang jauh semua keinginan mu Om, karena aku ini sudah menjadi istri orang dan aku sangat mencintai suamiku." Ucap Jessica dengan tegas.


Jessica beranjak pergi meninggalkan Fabian dan tak menunggu respon yang diberikan Fabian ketika mendengar ucapannya barusan.


Fabian menggelengan kepalanya yang lemah. Ia tak terima di tinggalkan Jessica yang menghempaskan perasaan cintanya yang begitu dalam pada Jessica.


"Tidak Jessica! Aku mohon jangan tinggalkan aku!" Pekik Fabian dengan suara lemahnya.


"Maafkan aku Om Dud, mungkin hari ini adalah hari terakhir kalinya aku bertemu dan bicara denganmu. Jika kamu kembali dengan kondisi dirimu sebelumnya, aku tak akan pernah datang lagi untuk membangunkan dirimu. Aku tak bisa menyakiti dan mengorbankan perasaan suamiku hanya karena lemahnya dirimu dalam menghadapi kenyataan hidup." Ucap Jessica di muka pintu yang begitu menohok hati Fabian.


Andre yang sejak tadi tak beranjak dari posisinya yang berdiri di balik pintu mendengar semua ucapan sang istri dari awal sang istri membangunkan Fabian hingga Jessica berhasil membangunkan Fabian hanya bisa terdiam dalam rasa syukur di dalam hatinya, istrinya begitu menghargai perasaannya.


Jessica keluar dari ruang rawat Fabian dengan waah datarnya.


"Dia sudah sadar, kalian bisa panggil Dokter untuk memeriksa kondisinya." Ucap Jessica dengan wajah datarnya menatap Bagas dan juga Alan.


Andre yang berdiri di samping pintu ketika Jessica sudah menyelesaikan ucapannya segera menggenggam tangan sang istri dan berkata, "Aku sangat mencintaimu sayang." Ucap Andre dengan senyum yang begitu memikat hati Jessica yang sedang tak baik-baik saja.

__ADS_1


Bagaikan mood booster bagi Jessica senyum dan kata-kata cinta yang di ucapkan Andre membuat hati Jessica kembali baik-baik saja.


"I love you too, Daddy." Jawab Jessica dengan melemparkan senyum pada suaminya kemudian menyadarkan dirinya ke dada bidang sang suami tanpa perduli dengan Bagas dan kedua putri Fabian yang memperhatikan mereka.


"Daddy aku lelah, sekarang bolehkah aku istirahat?" Tanya Jessica dengan wajah mendongak menatap wajah sang suami.


"Baiklah sayang, mari kita pulang." Jawab Andre dengan melemparkan senyum pada Jessica.


"Makasih Daddy," balas Jessica yang kemudian memeluk tubuh kekar Andre.


"Tuan Bagas, kami pamit undur diri, semaga putra Anda bisa kembali pulih dengan cepat setelah sadar dari tidur dalamnya." Ucap Andre yang berpamitan pada Orang tua Fabian.


"Terimakasih Tuan Andre sudah berbaik hati membantu kami dalam proses penyembuhan putra saya." Balas Bagas yang kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Andre.


"Sama-sama Tuan Bagas, senang bisa membantu keluarga Anda." Sahut Andre saat membalas uluran tangan Bagas untuk berjabat tangan.


Kemudian setelah itu Andre pun membawa istrinya pergi meninggalkan Bagas dan kedua putri Fabian yang hanya bisa melihat Jessica dibawa pergi oleh Andre. Setelah sebelumnya Jessica menciumi kedua putri Fabian dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Jadilah anak yang baik dan penurut ya Hana dan Hani, harus sayang sama Mami dan Papi suoaya mereka bisa selalu bersatu dan tak terpisahkan lagi. Tante sayang kalian." Ucap Jessica setelah menciumi kedua anak Fabian secara bergantian.


Hani terlihat bahagia dengan ucapan Jessica tidak dengan Hana yang sama-sama merasakan kesedihan seperti sang Papi. Hana tak lagi mampu berkata-kata karena sedang merasakan kesedihannya. Dia hanya diam mematung. Bagasbyang melihat raut kesedihan di raut wajah cucunyanhanya bisa memberikan kekuatan dengan mengusap berulang-ulang bahu Hana.


"Kuatkanlah hati cucuku yang tengah terpuruk dengan harapannya selama ini yang pupus karena kesalahan Papinya, Tuhan." Ucap Bagas di dalam hatinya memanjatkan doa untuk Hana yang tengah bersedih.

__ADS_1


"Ternyata ketakutan ku Tante Jessica akan mengambil Papi dari Mami tidak terjadi. Terimakasih Tuhan, terima kasih sudah membuat Papi sadar dan bangun dari tidur panjangnya. Aku hanya perlu bersabar untuk kumpul kembali bersama Papi, Mami, Kak Hana dan Adik Kenzo setelah Papi benar-benar pulih." Ucap syukur di hati Hani


__ADS_2