Cinta Jessika

Cinta Jessika
Rumah Sakit


__ADS_3

Sebuah mobil sedan Eropa bermerek Audi RS7 yang dikendarai oleh Bowo terparkir di lobby apartemen Louis. Andre berjalan menuju mobil yang baru saja ia beli untuk Jessica hari ini dengan menggandeng mesra tangan Jessica, wanita yang sangat ia cinta. Semua karyawan apartemen yang melihat Andre dan Jessica menunduk hormat. Jimmy sudah membriefing seluruh karyawan apartemen untuk menghormati, menghargai dan memberikan pelayanan khusus untuk Jessica calon Nyonya Andreansyah Brata Kusuma sang pemilik gedung Apartemen.


“Kak…Kok mobilnya ganti lagi?” tanya Jessica ketika Bowo membukakan pintu belakang mobil untuknya.


“Ini mobil yang akan kau gunakan sehari-hari mulai hari ini.” jawab Andre yang mengarahkan Jessica untuk segera masuk kedalam mobil. Jawaban Andre membuat Jessica terbelalak. Ia seperti merasa benar-benar menjadi Cinderella seperti di negri dongeng.


“Oh Tuhan… Apa aku sedang bermimpi?” tanya Jessica pada dirinya sendiri.


Jessica memukul-mukul kedua pipinya bergantian. Ia berusaha meyakinkan dirinya ini mimpi atau kenyataan.  Andre  yang baru masuk kedalam mobil hanya tersenyum melihat tingkah Jessica dan mengegelus pucuk kepala Jessica.


“Kenapa sayang?” tanya Andre pada Jessica yang masih tak percaya akan pemberian Andre padanya.


“Kak… Apa ini tidak berlebihan? Aku tak perlu mobil semewah ini. Cukup mobil yang biasa-biasa saja yang bisa melindungiku dari hujan dan teriknya matahari.” tanya Jessica pada Andre.


“Menurut ku ini tidak berlebihan sayang. Kau sangat pantas di perlakuan sebaik mungkin. Karena kamu adalah permata hati ku. Seseorang yang sangat berharga di hidup ku. Dan harus mendapatkan segala sesuatu yang terbaik.” Andre menatap  dan membelai wajah Jessica yang terdiam karena mendengar ucapannya itu.


“Terima kasih kak.” Jessica mengucapkan terima kasih pada Andre kemudian mengucup bibir Andre sekilas.


“Good Girls. Cara berterima kasih yang begitu manis sayang.” ucap Andre dengan senyum yang mempesona.


Mobil yang dikendarai Bowo pun melaju ke rumah sakit dimana tempat Hana putri Fabian di rawat.


*

__ADS_1


*


*


Kini mobil yang dikendarai Bowo telah tiba di lobby rumah sakit yang dimiliki keluarga Kusuma.  Bowo menerurunkan Tuan dan calon Nyonya-nya itu di lobby rumah sakit. Kedatangan Andre dan Jessica di sambut baik oleh para karyawan rumah sakit. Mereka sudah menunggu kedatangan Andre dan Jessica 30 menit sebelum kedatangan Andre dan Jessica.


Mereka menunduk hormat ketika Andre berjalan bersama Jessica melewati mereka yang sedang berdiri disepanjang pintu masuk. Mereka para karyawan rumah sakit di minta untuk menghafal wajah Jessica oleh Jimmy. Hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak diinginkan Andre, jika Jessica datang kerumah sakit untuk menjenguk kembali Hana putri Fabian tanpa didampingi Andre.


Seorang kepala rumah sakit mengarahkan langkah kaki Andre dan Jessica menuju ruang dimana Hana di rawat. Kepala rumah sakit juga menceritakan kondisi kesehatan Hana putri Fabian. Andre dan Jessica hanya diam mendengarkan penjelasan kepala rumah sakit tersebut. Nampak wajah datar dingin Andre seakan tidak perduli dengan apa yang dijelaskan kepala rumah sakit mengenai kondisi Hana padanya. Sedang Jessica merasa iba dan kasihan kepada Hana akan kondisi kesehatannya yang menurun.


Langkah kaki mereka berhenti disebuah ruang rawat anak VVIP. Seorang karyawan yang berada di muka pintu membukakan pintu untuk Andre dan Jessica masuk. Ketika pintu terbuka, nampak wajah Fabian yang tengah duduk di sebuah sofa. Membuat Jessica langsung memeluk lengan tangan Andre erat. Jessica seperti meminta Andre kembali melindunginya. Jessica seakan trauma melihat Fabian. Karena perbuatan Fabian yang hampir melecehkannya.


“Tenanglah sayang! Aku berada disini untuk mendampingmu dan melindungi mu.” Ucap Andre yang berbisik pada Jessica dan mengelus tangan Jessica yang memeluk lengannya itu. Fabian yang melihat Jessica begitu takut melihatnya merasa sangat menyesal dan merasa bersalah.


“Maafkan aku Jessica. Karena perlakuan ku kemarin membuat mu menjadi takut pada ku.” batin Fabian.


“Hana sayang, Tante Jessica datang sayang.” ucap Jessica sembari mengelus punggung tangan Hana. Sentuhan tangan Jessica mampu membangunkan Hana yang terus tertidur sejak dari rumah sampai saat ini.


“Tante…” panggil Hana dengan suara yang begitu lemah. Fabian dan Suci segera mendekati ranjang Hana untuk melihat Hana yang sudah terbangun dari tidurnya.


“Kamu kenapa sayang? Kenapa bisa sampai bobo dirumah sakit seperti ini?” tanya Jessica dengan suara yang lembut.


“Aku kangen tante.” jawab Hana dengan suara yang lemah.

__ADS_1


“Kamu bukan kangen sama tante. Tante sangat yakin kamu pasti telat makan.” sahut Jessica dengan suara yang lembut.


“Aku memang telat makan bahkan tidak makan. Supaya aku sakit dan tante akan datang pada ku.” ucap Hana dengan polosnya.


“Kamu tidak boleh seperti itu sayang. Kamu tidak boleh menyiksa diri mu sendiri.” ucap Jessica sembari mengelus pucuk kepala Hana.


“Tapi kata Omma kalau aku sakit impian ku untuk memiliki Mami seperti tante akan terwujud.” ucap Hana yang menatap Jessica dengan sendu.


“Duar… duar.” bagaikan petasan yang meledak. Apa yang dilakukan Suci twrbongkar karena ucapan polos Hana.


Jawaban polos Hana membuat semua orang diruangan tersebut tercengang. Pandangan mereka langsung mengarah pada Suci yang berdiri di antara Fabian dan Bagaskara suaminya.


“Mom, aku tidak menyangka kau lakukan hal seperti ini. Kau sangat kejam. Kau tahu apa yang kau perbuat bisa membuat anak ku kehilangan nyawa.” ucap Fabian yang penuh emosi. Suci hanya diam tak menanggapi ucapan Fabian anaknya itu.


Andre  yang berada disana juga hanya diam dan tak habis fikir dengan cara berfikir Suci yang sampai tega mengorbankan cucunya sendiri  seperti ini. Pasti karena ia sangat meinginkan Jessica menjadi menantu dikeluarganya.  Seorang menantu dari keluarga terkaya nomor dua di negara ini setelah Keluarga Kusuma.


“Sayang, tante mohon jangan kamu ulangi lagi untuk tidak makan ataupun telat makan yah?! Jika kamu ingin bertemu dengan tante kamu bisa datang ke kantor Papi mu untuk menemui tante disana  sayang. Atau jika tante sedang tidak berada di kantor mintalah Papi mu menghubungi Om Andre untuk meminta Om Andre membawa tante menemui mu.” ucap Jessica yang memberi tanggapan atas ucapan polos Hana barusan. Andre tersenyum dan mengusap bahu Jessica yang tengah duduk di tepi ranjang rawat Hana. Andre merasa Jessica sangat menghargai dia sebagai pasangannya. Berbeda dengan Andre yang tersenyum. Wajah Fabian kini terlihat kusut menahan segala rasa yang berkecamuk didalam dirinya.


“Betapa bodohnya aku yang telah menyia-nyiakan mu Jessica. Kau memang wanita yang begitu baik. Kau sangat menghargai Andre sebagai pasangan mu saat ini. Aku sunnguh tidak rela melihat mu bersama dengan Andre. Meskipun Andre sudah menjatuhkan bisnis Papi ku dan mengancam ku. Tapi itu semua tidak akan menyurutkan niat ku untuk merebut mu dari-nya.” batin Fabian yang menatap Andre tidak suka.


“Apa yang sedang kau rencanakan di belakang ku Fabian? Sepertinya kau ingin bermain-main dengan ku. Baiklah kita akan memulai permainan kita. Karena kamu sepertinya akan menentang ku. Jatuhnya bisinis orang tua mu ternyata tidak membuat mu jera. Sepertinya kau akan pergunakan kesempatan di saat aku tidak berada di negri ini untuk merebut Jessica dari ku. Kau begitu rendah Fabian kau anggap wanita ku ini piala bergilir. Kau lihat saja nanti seberapa jauh kau berusaha merebut Jessica dari ku dan seberapa jauh usaha ku menghancurkan keluarga mu. Aku merasa kau hanya terobsesi untuk memiliki Jessica. Jika kau benar-benar mencintainya kau akan berjiwa besar melepaskan Jessica bahagia dengan pria pilihannya. ” ucap batin Andre.          


bersambunh dulu yahh

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian...


Dukung terus karya aku ya😍😍😍


__ADS_2