Cinta Jessika

Cinta Jessika
Rujakan


__ADS_3

Sepasang suami istri yang sedang menikmati hari libur suaminya yang terpaksa diliburkan oleh adik iparnya demi kedamaian, ketenteraman dan kenyamanan bersama tengah asyik menikmati rujak mangga di tepi kolam renang mansion pribadi mereka.


Rujak mangga level neraka buatan Jimmy sangat di sukai oleh istrinya, Endah. Keduanya bekerja sama membuat rujak mangga itu sendiri tanpa bantuan siapapun. Beruntungnya Endah dibuatkan Mansion oleh Kakek Abraham yang memiliki kebun Mangga di bagian belakang Mansionnya.


Pasangan ini tengah panen mangga muda di Mansionnya itu. Jimmy yang selalu ingin merujak semenjak awal kehamilan Endah selalu memanjat pohon Mangga di belakang Mansionnya ketika ia sudah menempati Mansion pemberian Kakek Abraham itu.


Endah terlihat sangat lihai menggunakan pisau untuk mengupas kulit mangga, sedangkan Jimmy begitu luwes mengulek satu kilo cabai sebagai bumbu sambal rujak mereka.


"Babang..." Panggil Endah pada suaminya.


"Hemmmm...ada apa dede panggil Babang?" Tanya Jimmy yang masih sibuk menghaluskan setumpuk cabai di hadapannya.


"Pisau ditangan Dede ini tajam banget ya Bang?" Tanya Endah yang membuat suaminya itu menyeryitkan sebelah alisnya, tumben sekali istri galak dan cerewetnya itu menanyakan hal yang tidak penting.


"Ya namanya juga pisau dapur De pasti tajam, bukan pisau Pramuka anak SD yang hanya jadi atribut saja." Jawab Jimmy yang terus saja mengulek cabai di dalam cobek hingga halus.


"Iya pisau ini emang tajam cocok sekali untuk menguliti kulit pelekor." Balas Endah yang membuat Jimmy menatap tajam manik mata sang istri.


Ia sudah memasang kuda-kuda jika dituduh lagi berselingkuh dengan sekertarisnya di kantor, karena sekertarisnya di kantor sudah berjenis kelamin laki-laki, walaupun sedikit menyimpang.


"Pelakor mana yang ingin kamu kuliti Dede? Tolong jangan tuduh aku selingkuh dengan sekertaris ku yang sekarang, karana kamu tahu sendiri tidak mungkin aku suka dengan pedang milik sekertaris ku itu" Tanya Jimmy yang heran dengan perkataan istrinya yang tak ada angin tak ada hujan membicarakan pelakor.

__ADS_1


"Iya aku tahu Babang, aku inginh tahu dari dirimu, siapa wanita yang mendekati Abang ku di kantor saat kalian datang membawa Ayah kesini?" Jawab Endah yang malah bertanya pada Suaminya.


"Ohhh hanya karena ingin menanyakan itu... Kamu bawa-bawa pisau segala. Hadduh.... Wanita itu ya mantan kekasih Abang Leonmu, De."jawab Jimmy yang mengambil potongan mangga dan moncoel dengan sambal level neraka buatannya.


"Mantan?? Kiara maksud Babang?" Tanya Endah yang tak percaya.


"Huahhhh mantappp... Nampol Dede cepet cobain yang ini lebih wuenak dari yang kemarin." Jimmy malah memberi respon mangga yang ia santap dengan sambel level neraka buatannya.


Endah yang penasaran dengan rasa sambal buatan suaminya langsung mengikuti jejak sang suami. Ia mengambil sepotong mangga yang ia kupas dan potong-potong tadi dan mencoel sambal yang terlihat cabai lebih mendominasi dari bumbu yang lainnya.


"Huahhh... Njirrrr... Parah... Kebas lidah gue...Babang, ini sambalnya bisa bikin kecebong kita keluar sebelum waktunya. Tambah gulanya lagi cepet!" Pinta Endah dengan mata melotot seperti ingin keluar dari cangkangnya.


"I-iya maaf Dede. Jangan sampai keluar dong! Buatnya butuh perjuangan dan penyiksaan loh." Jimmy ketakutan dengan tatapan istri galaknya itu.


Jimmy segera mengambil piring dan meletakkan sebagian sambal buatannya yang ia rasa pas itu kedalam piring sedangkan di dalam cobek ia tambahkan lagi gula yang cukup banyak untuk mengurangi rasa pedas dari cabai yang begitu mendominasi setelah dirasa cukup. Jimmy meminta Endah kembali mencobanya hingga Endah berkata sudah cukup pas, sesuai selera pedasnya yang masih diatas rata-rata orang normal lainnya.


"Kamu kenalkan Dede sama mantan Abang Leon mu itu, namanya Kiara dia itu putri satu-satunya almarhum Tuan Dahlan."


"Ya , I now. Tapi yang jadi pertanyaan kenapa dia bisa ada disini bukannya dia tinggal di kota J? Pasti ini bukan kebetulan tapi sudah di rencanakan."


"Ya aku gak tau De, aku kan bukan suaminya mana aku tahu kenapa dia ada disini dan apa yang dia rencanakan pada Abang mu itu. Lagi pula itu bukan urusan ku aku gak mau ikut campur, urusan pribadi seseorang." Jawaban Jimmy langsung kembali mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.

__ADS_1


"Kalau di tanya istri jawab yang bener, kayanya niat banget memperistri dia ya. Sampai bilang bukan suaminya. Dari bukanniadi beneran gitu iya? Jangam macam-macam ya Babang mau ya aku suruh tidur di luar lagi?" Ancam Endah dengan tuduhannya yang membuat Jimmy menggelengkan kepalanya dan langsung mengambil sepotong mangga muda dan mencoelnya dengan segunung sambal di atasnya.


Ia melahapnya begitu saja karena merasakan begitu kesal selalu terus dituduh dan diancam oleh istrinya, jika ia melakukan kesalahan sedikit saja di mata sang istri, istrinya selalu menggunakan jurus andalan ancam- mengancam.


"Aishhhj sepertinya jenuh juga terus diancam seperti ini. Sepertinya aku dan Andre harus bekerja sama untuk memberikan pelajaran untuk kedua adik kakak yang hobbynya mengancam suaminya ini untuk terus tidur di luar seperti ini. Kali waktu ke memang kalian harus diberi pelajaran biar kapok." Batin Jimmy yang hanya bisa diam seperti ayam sayur dihadapan sang istri.


Ia hanya bisa meluapkan kekesalannya dengan menyantap rujak mangga buatannya.


Endah dengan menaiki buggy car berjalan menuju Mansion Leon yang ada di sebelah Mansionnya. Seorang penjaga segera membukakan gerbang besar ketika melihat kedatangan adik dari Tuan Muda Leon datang.


Endah yang menyetir sendiri buggy car itu segera menancap gas hingga kecepatan maksimum dari mobil buggy car tersebut. Ia tak sabar ingin cepat-cepat memberitahukan Anna tentang informasi yang ia dapatkan dari sang suami jika Leon Abangnya itu bertemu dengan mantan kekasihnya yang bekerja sebagai sekertaris di kantor cabang Adijaya Group yang sedang di pimpin oleh Abangnya itu.


Entah sebuah kebetulan atau tidak, tapi Endah merasa semua ini begitu janggal di dalam nalarnya.


"Anna, Jessica!!! Pekik Endah memanggil keduanya dengan suaranya yang seperti Tarzan.


Anna dan Jessica yang sedang mengawasi para Maid yang sedang merapikan barang - barang branded koleksi Anna, terlonjak kaget mendengar teriakkan Endah.


"Apa sih datang-datang udah buat kegaduhan?" Omel Anna pada Endah yang sudah berdiri di hadapan mereka sambil berkacak pinggang.


"Gawat, ada pelakor dalam hubungan lo sama Bang Leon. Ayo cepet ikut gue! Kita kekantor Bang Leon sekarang! Kita gak bisa diem begini aja, kita harus segera bertindak Ann!" Cerocos Endah yang membuat Jessica terperah dengan ucapan Kakaknya itu.

__ADS_1


"Pelakor??? Apa yang lo maksud Kak Kiara?" Tanya Anna yang seakan tahu siapa pelakor yang di maksud oleh Endah.


"Lo udah tahu Ann, terus lo diam aja kaya gini?!" Tanya Endah yang bingung dengan sikap santai Anna.


__ADS_2